Jam yang Selalu Berhenti di Pukul 16.27
Jam yang Selalu Berhenti di Pukul 16.27 Tidak ada yang aneh dengan jam dinding di kamarku—kecuali satu hal: setiap pukul 16.27, jarumnya selalu berhenti. Awalnya kupikir itu hanya kerusakan mekan
0
6
Atap yang Selalu Mendahuluiku
--- Atap yang Selalu Mendahuluiku Saat hendak melepas sepatu, di atas atap kujumpai seorang gadis dengan rambut berkepang dua. Angin sore menyibak ujung pakaiannya. Ia berdiri terlalu dekat dengan
0
6
Suara yang Menemani Diam(3)
Judul ch:Suara yg menemani Diam (3) --- Lanjutan Cerpen darii Suara yg menemani Diam (2) Sudut Pandang: Naira Hello, Reader— kali ini ceritanya datang dari suara paling keras, yang ternyata menyi
1
4
“Sampai Suara Hati Kita Bertemu”
--- — “Sampai Suara Hati Kita Bertemu” Hujan turun dengan suara yang begitu rapat malam itu—seperti sedang mengetuk setiap jendela kota yang belum benar-benar siap untuk tidur. Di lantai dua se
0
6
“Ruang Senyap Kita”
“Ruang Senyap Kita” --- I. Senja yang Tidak Selesai Hujan turun dari sore menuju malam seperti seseorang yang tidak tahu harus berhenti di mana—pelan, ragu-ragu, lalu kembali deras. Grace berdir
0
6
“Sampai Lampu Kota Padam”
--- “Sampai Lampu Kota Padam” --- PROLOG Malam itu, kota seakan menahan napas. Jalanan padat yang biasanya berisik tiba-tiba terasa lengang, seolah tahu bahwa ada sesuatu yang sedang bergerak
0
5
“SENJA YANG MENJAGA RAHASIA”
--- CERITA 6 — “SENJA YANG MENJAGA RAHASIA” Angin senja berembus pelan dari balik bukit, menciptakan gelombang tipis yang menari di antara batang-batang ilalang. Cahaya jingga yang mulai memudar
0
4
“Ruang Tamu Tanpa Kursi”
--- Cerita 4 — “Ruang Tamu Tanpa Kursi” --- 1. Prolog: Sebuah Rumah Tanpa Tempat Duduk Ada rumah yang tampak biasa dari luar: cat dindingnya pastel, pagar besi dicat biru, pot bunga diletakkan
0
5
RUMAH TANPA PINTU
--- CERITA 1 — “RUMAH TANPA PINTU” Hujan malam itu tidak turun seperti biasa. Ia jatuh pelan, seperti seseorang yang sudah lelah menangis tetapi masih memaksa air mata keluar karena tidak tahu h
0
5
“Rumah yang Tak Lagi Punya Jendela”
--- Cerita 3 — “Rumah yang Tak Lagi Punya Jendela” --- 1. Prolog: Rumah yang Selalu Terang Dulu, rumah kecil itu selalu terang. Bukan karena lampu-lampu gantung atau jendela besar di ruang tamu,
0
4
Final chap —CHAPTER 5 — “RUMAH YANG KEMBALI DI DADA”
The final and last chapter Thanks Reader Karena sudah membaca sampe chapter terakhir..💅🏻 And happy reading reader --- CHAPTER 5 — “RUMAH YANG KEMBALI DI DADA” Angin dini hari bergerak seperti hela
0
9
CHAPTER 4 — “Hal-Hal yang Tidak Kita Mengerti Hingga Kita Kehilangan”
Happy reading --- CHAPTER 4 — “Hal-Hal yang Tidak Kita Mengerti Hingga Kita Kehilangan” --- 1. Hari yang Terasa Seperti Jeda Antara Badai Setelah percakapan di taman itu, hubungan Alena dan Na
0
8
Chapter 1: “Alena dan Hari yang Tidak Mengeluarkan Suara”
CERITA: “𝘼𝙡𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙃𝙖𝙧𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙏𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙈𝙚𝙣𝙜𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙎𝙪𝙖𝙧𝙖” 1. Pagi yang Selalu Terlalu Sunyi Alena selalu bangun sebelum matahari selesai menenangkan dirinya. Baginya, pagi punya cara tertentu untuk
0
8
CHAPTER 2 — “Hal-Hal yang Tumbuh dari Senyap”
CHAPTER 2 — “𝗛𝗮𝗹-𝗛𝗮𝗹 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗧𝘂𝗺𝗯𝘂𝗵 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗦𝗲𝗻𝘆𝗮𝗽” 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗹𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻 𝘁𝗼𝘅𝗶𝗰 𝗶𝘁𝘂, 𝗵𝗮𝗿𝗶-𝗵𝗮𝗿𝗶 𝗔𝗹𝗲𝗻𝗮 𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮 𝘀𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗽𝗮𝗴𝗶 𝗯𝘂𝘁𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝗺𝗲𝗻𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗰𝗮𝗵𝗮𝘆𝗮. 𝗕𝘂𝗸𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴… 𝘁𝗮𝗽𝗶 𝗹𝗲𝗺𝗯𝘂𝘁. 𝗦𝗲𝗼𝗹𝗮𝗵 𝗱𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗺
0
9
“Yang Tidak Pernah Pulang”
“𝙔𝙖𝙣𝙜 𝙏𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙋𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙋𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜” 𝘔𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘪𝘵𝘶, 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘴𝘶𝘯𝘺𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢. 𝘈𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘪𝘴𝘪𝘬 𝘥𝘪 𝘤𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘫𝘦𝘯𝘥𝘦𝘭𝘢, 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘣𝘢𝘶 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘢𝘱 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘦𝘯𝘵𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢. 𝘈𝘬𝘶 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘦𝘬
0
9
“Suara di Balik Meja Belakang”
--- “Suara di Balik Meja Belakang” Aku selalu duduk di bangku paling belakang. Bukan karena aku suka, tapi karena itu tempat yang paling aman — atau setidaknya, aku mencoba percaya begitu. Dari s
0
10
𝐋𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠-𝐋𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐮𝐥𝐚𝐢 𝐁𝐞𝐫𝐜𝐚𝐡𝐚𝐲𝐚
𝐁𝐚𝐠𝐢𝐚𝐧 𝟐 𝙰𝚍𝚊 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚑𝚊𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚞𝚕𝚊𝚒 𝚔𝚞𝚙𝚎𝚕𝚊𝚓𝚊𝚛𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚋𝚘𝚑𝚘𝚗𝚐𝚊𝚗. 𝙺𝚎𝚋𝚘𝚑𝚘𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚠𝚊𝚓𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚛𝚊𝚖𝚔𝚊𝚗. 𝙸𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚎𝚛𝚒𝚊𝚔. 𝚃𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚒𝚑𝚊𝚝 𝚓𝚊𝚑𝚊𝚝. 𝙺𝚊𝚍𝚊𝚗𝚐 𝚓𝚞𝚜𝚝𝚛𝚞 𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚎
0
8
Apa itu Luka?
Luka adalah hal yg membuat anak bernama Lexxa itu kuat dan yg membuat nya bertahan Luka itu sangat amat dalam...jika bisa rasa nya Lexxa ingin terbebas dari luka itu Ia anak yg slalu mendapatkan luka
1
15
Tiga guru pembawa keadilan
𝘽𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 2 "𝙅𝙖𝙙𝙞 𝙞𝙣𝙞 𝙨𝙚𝙠𝙤𝙡𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖." 𝙄𝙣𝙙𝙞𝙧𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙙𝙞 𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣 𝙜𝙚𝙧𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙞𝙥𝙞𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙩𝙖 𝙠𝙚 𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙪𝙣𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙠𝙤𝙡𝙖𝙝. "𝙔𝙖." 𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗 𝘼𝙧𝙚𝙩𝙝𝙖 𝙨𝙞𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩. "𝘼𝙠𝙪 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙡 𝙙𝙪𝙡𝙪𝙖𝙣." "𝙆𝙞𝙩𝙖 𝙗𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠."
1
8
Ketika Mantra Tidak Bekerja
Thea berlari secepat mungkin di koridor sekolah. "Aduh! Pak guru jangan pergi dulu!" Karena terlalu fokus, ia tidak melihat dua siswa laki-laki yang sedang berdiri sambil mengobrol di depan kelas.
1
6