Dilema Di Antara Dua Bakti
Pukul tiga pagi, dan rumah itu tidak pernah benar-benar tidur. Di kamar pojok yang berbau balsem dan sisa makanan yang tumpah, Pak Baskoro sedang berbicara dengan bayangan di sudut plafon. Suaranya se
0
1
Darah Di Atas Sajadah Lusuh
Di sebuah gang sempit yang baunya selalu bercampur antara selokan mampet dan asap rokok murah, Nizam (7 tahun) adalah sebuah bayangan yang dipaksa nyata. Tubuhnya kecil, lebih mirip kerangka yang diba
0
1
Rekaman yang Mati?
Langit di atas Manhattan tampak seperti kaca yang retak, memantulkan cahaya neon yang dingin ke wajah Julian Sterling. Julian adalah definisi "Kaum Headset"—generasi elit yang hidup dengan AirPods Max
0
1
Ada Apa Dengan Satya?
Satya Purnama (38 tahun) adalah sebuah anomali di apartemen mewah itu. Di tengah riuhnya orang yang sibuk dengan healing dan self-reward, Satya adalah sosok yang "hening". Dia duda, tanpa anak, dan se
0
1
Mahkota Di Atas Kubangan Darah
Malam itu, Jakarta tidak sedang menangis, ia sedang meludah. Hujan turun bukan untuk membasuh debu, tapi untuk menenggelamkan harga diri seorang pemuda yang meringkuk di gang sempit di balik kemegahan
0
1
Visa untuk Kembali ke Hati yang Salah (Part 2)
Seno datang ke kafe seberang kantor imigrasi tiga puluh menit lebih awal. Ia sudah mengganti seragam birunya dengan kemeja flanel yang lengannya digulung sesiku—gaya yang menurut Rania dulu membuatnya
0
1
TUMBAL GAGAL
Malam itu angin gunung turun lebih dingin dari biasanya. Desa Cibanteng terletak di lereng yang jauh dari lampu kota. Hutan pinus berdiri seperti barisan saksi bisu, dan di tengahnya, berdiri pabrik
0
2
Visa untuk Kembali ke Hati yang Salah
Pagi itu, Kantor Imigrasi Kelas I sedang padat-padatnya. Suara mesin nomor antrean yang monoton berpadu dengan aroma kopi saset dan parfum dari berbagai merk yang bercampur menjadi satu. Seno Darmawan
0
1
Jendala Rumah yang Mengarah ke Belakang
Bagi Aris, kepulangan ke rumah tua di pinggiran kota ini bukanlah sebuah ziarah, melainkan sebuah eksekusi. Rumah itu berbau apek, campuran antara debu kayu yang melapuk dan sisa-sisa trauma masa keci
0
1
Masa Lalu Bunga Sakura
Di sebuah sudut kota Hamamatsu yang selalu dideru angin musim dingin, sebuah rumah kayu tradisional berdiri dengan keangkuhan yang mulai rapuh. Di dalamnya, tinggal Nenek Sato, seorang wanita berusia
0
1
Dilema Di Antara Dua Bakti (Part 2)
Tiga tahun telah berlalu sejak deru mesin mobil Widya menghilang di ujung aspal, meninggalkan Andra dalam kesunyian yang berdengung. Rumah besar itu kini terasa seperti sebuah makam yang terlalu luas.
0
1
Matahari di Balik Kelambu Abu-abu
Maya menatap pantulan dirinya di cermin retak kamar ART, merapikan kebaya putih murah yang terasa mencekik lehernya. Di ruang tengah, aroma kemenyan dan bunga melati yang mulai layu memenuhi udara, be
0
1
Antara Arini dan Widya
Bagi Arini, kehadiran Widya di rumah itu seperti instalasi seni yang salah tempat. Minimalis, tenang, dan terlalu sempurna. Di usia Arini yang menginjak 32 tahun—usia di mana ia seharusnya sudah dewas
0
1
Retak di Balik Bedak
Hotel Mulia malam itu beraroma campuran antara parfum high-end dan aroma kepalsuan yang tipis. Di ballroom lantai tiga, angkatan 2008 sedang merayakan 18 tahun kelulusan. Ini adalah usia di mana Gen Y
0
1
Tembok dalam Pikiran
Namaku Tasya. Aku punya dua saudara: kakak dan adik. Aku lahir dari keluarga yang kurang berkecukupan. Ayah dan ibuku bercerai sejak aku masih kecil. Aku hidup di sebuah rumah yang sudah sangat tua. R
1
0
Jeruk tertawa
Pangeran Rafa adalah putra tunggal yang sangat dimanja ayahnya, sang raja. Walau ia gagah, pandai memanah, dan bertarung dengan pedang, ayahnya melarang ia pergi jauh dari kerajaan. Larangan ayahnya
0
0
“Hei, Summer”
Namaku Summer. Aku ingin berbagi pengalaman tentang cinta pertamaku. Perasaan yang sangat indah, perasaan yang sangat aneh, dan perasaan yang pertama kali aku rasakan. Perasaan itu terasa begitu unik
0
0
Laundry Yaya Dan Bening
Bab 1: Kado Pahit "Eh, besok sudah puasa. Sahur pertama di mana nanti?" Pertanyaan itu terdengar dari bangku di belakang Yaya saat bus Trans melaju membelah kemacetan pagi. Penumpang di sebelah
0
0
Edelweis love
AKU BUKAN ORANG KAYA. TAPI TEKADKU KUAT UNTUK MENGUMROHKAN KEDUA ORANG TUA. AKU MEMILIH JALUR ... "Mak ingin sekali naik haji," ujar Mak pada tahun 2009. Waktu itu kami hidup dalam ekonomi yang ter
0
0
Luka yang masih aktif
Namaku Adel. Aku berusia dua puluh tiga tahun. Aku punya hobi. Hobi pertamaku adalah melukis. Memang tidak terlalu bagus, tapi setidaknya aku bisa. Hobi keduaku menulis. Imajinasi yang kumiliki cukup
0
0