“SUARA YANG TAK PERNAH DIDENGAR”
CERITA 2 — “SUARA YANG TAK PERNAH DIDENGAR” Kadang-kadang, sebuah rumah bisa sangat ramai: suara TV, suara piring beradu, suara sepatu yang diseret, bahkan suara pintu yang dibanting. Namun tetap s
0
5
Debie yang malang
Di suatu desa yang sedang di landa salju, ada sebuah kluarga yang terlihat begitu rukun jika di lihat dari luar, tetapi berbeda dengan kenyataannya, Rouni seorang pria sekaligus seorang ayah yang haru
0
1
Suara Yg menemani Diam (final)
Ending Final Cerpen Judul: Suara Yg menemani Diam (final) Tempat yang Tidak Pergi Hello, Reader kalau kamu sampai di sini, berarti kamu sudah ikut duduk bersama mereka. Happy reading Malam dat
2
5
“Kamu Bahkan Nggak Bilang Mau Pergi”
“Heart!” Suara Nala pecah di dalam kamar. Tangannya gemetar, mencengkeram selembar surat yang sudah kusut. “Keluar. Sekarang.” Sunyi. Detik berjalan. Napas Nala makin cepat. “Jangan bikin a
0
4
Sedikit Horror
suatu malam saya bertemu mantan yang sedang menggendong anak nya.. Ending.... Jadi Yang bikin horror adalah anaknya mirip muka gw 🥴
4
5
Akhir: Luka yang Tidak Sia-Sia
--- Hari itu langit tidak hujan. Tapi tetap terasa berat. Axel berdiri di depan sebuah rumah yang… terlalu asing untuk disebut “tempat pulang”. Rumah Lexxa. Atau… tempat di mana ia belajar be
0
6
Lanjutan: Luka yang Tidak Ikut Pergi
--- Hujan turun pelan di luar jendela rumah sakit. Bukan hujan deras. Bukan juga hujan yang menenangkan. Hujan yang… terasa kosong. Axel masih berdiri di sana. Tangannya masih menggenggam tan
0
6
Hal yang Tidak Kamu Katakan, Itu yang Paling Tinggal
Namanya Alena. Dan satu hal yang selalu ia percaya— persahabatan itu tidak akan berubah, selama tidak ada yang pergi. Masalahnya… tidak semua orang pergi dengan langkah. Beberapa… pergi dengan
0
5
𝙔𝙖𝙣𝙜 𝙏𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙎𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩 𝘼𝙠𝙪 𝙋𝙚𝙧𝙩𝙖𝙝𝙖𝙣𝙠𝙖𝙣
𝘚𝘦𝘯𝘫𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘯… 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵. 𝘚𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶. Aku duduk di bangku taman yang sa𝘮𝘢, yang catnya sudah mengelupas, yang dulu kamu bilang jelek tapi nyaman. Lucu ya… dari
0
7
"𝐒𝐚𝐚𝐭 𝐢𝐧𝐠𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐋𝐮𝐤𝐚"
. --- “𝐍𝐚𝐫𝐞𝐧 𝐓𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐁𝐞𝐫𝐚𝐧𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐠𝐚𝐦𝐛𝐚𝐫 𝐋𝐚𝐠𝐢” Naren berhenti menggambar wajah. Bukan karena dia lupa caranya. Tangannya masih hafal—garis rahang, lekuk bibir, bayangan di bawah mata. Semua itu masih
0
9
Hujan turun tanpa suara.
Bukan deras, bukan pula rintik yang menyenangkan. Hanya jatuh… pelan, dingin, seperti sesuatu yang tidak ingin diperhatikan siapa pun. Athala Parmadya berdiri di bawah atap halte sekolah, menatap j
0
7
𝘋𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘏𝘶𝘫𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘊𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢
𝘉𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯 1 — 𝘎𝘢𝘥𝘪𝘴 𝘏𝘶𝘫𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘏𝘢𝘳𝘪 𝘗𝘦𝘳𝘵𝘢𝘮𝘢 𝘓𝘢𝘯𝘨𝘪𝘵 𝘱𝘢𝘨𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨. 𝘉𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘥𝘢𝘳 𝘢𝘣𝘶-𝘢𝘣𝘶 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵—𝘴𝘦𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘪𝘮𝘱𝘢𝘯 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘴𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘩𝘶𝘫𝘢𝘯. 𝘋𝘪 𝘣𝘢𝘸𝘢𝘩 𝘭𝘢
1
9
𝘋𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘏𝘶𝘫𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘊𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢
𝘉𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯 1 — 𝘎𝘢𝘥𝘪𝘴 𝘏𝘶𝘫𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘏𝘢𝘳𝘪 𝘗𝘦𝘳𝘵𝘢𝘮𝘢 𝘓𝘢𝘯𝘨𝘪𝘵 𝘱𝘢𝘨𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨. 𝘉𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘥𝘢𝘳 𝘢𝘣𝘶-𝘢𝘣𝘶 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵—𝘴𝘦𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘪𝘮𝘱𝘢𝘯 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘴𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘩𝘶𝘫𝘢𝘯. 𝘋𝘪 𝘣𝘢𝘸𝘢𝘩 𝘭𝘢
0
4
Si tenang yang naik
Kelas lagi rame banget. Di tengah-tengah, Nala udah berdiri setengah, debat sama satu anak yang dari tadi gak mau kalah. “𝑳𝒐 𝒕𝒖𝒉 𝒏𝒈𝒐𝒎𝒐𝒏𝒈 𝒑𝒂𝒏𝒋𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒌𝒐𝒔𝒐𝒏𝒈,” Nala nyerang tanpa jeda. “𝑲𝒂𝒚𝒂𝒌 𝒑𝒓𝒆𝒔𝒆𝒏
0
8
Kecil
Di organisasi rahasia, semua orang mengenal Queen Sha sebagai pemimpin yang dingin. Cara bicaranya tajam. Tatapannya bikin orang langsung diam. Dan keputusan yang dia ambil jarang bisa dibantah. Bah
0
5
— “ANAK YANG SELALU DIANGGAP BAIK-BAIK SAJA”
— “ANAK YANG SELALU DIANGGAP BAIK-BAIK SAJA” Sejak kecil, semua orang sepakat pada satu hal tentangku: aku ceria. Aku mudah tertawa, mudah diajak bicara, dan jarang membuat masalah. Di sekolah, aku
0
4
Boneka Biru dan Foto yang Tak Pernah Diminta
🤍 --- Boneka Biru dan Foto yang Tak Pernah Diminta Caelia tidak pernah menyangka bahwa sebuah boneka bisa menjadi saksi paling setia dari masa remajanya. Boneka itu hadiah dari orang tuanya—hadi
0
6
“Rumah yang Mengingat Namaku"
Tidak semua rumah ditinggalkan karena kosong. Beberapa ditinggalkan karena masih terlalu penuh. Aku kembali ke rumah itu saat hujan turun tanpa suara petir. Jalan setapaknya sudah ditumbuhi lumut,
0
6
Suara yang menemani diam(2)
--- Lanjutan Cerpen Suara yang menemani diam Sudut Pandang: Aretha Hello, Reader— kali ini ceritanya tidak datang dari diam, tapi dari sarkas yang terlalu sering disalahpahami. Happy reading 🤍
6
6
Jam yang Selalu Berhenti di Pukul 16.27
Jam yang Selalu Berhenti di Pukul 16.27 Tidak ada yang aneh dengan jam dinding di kamarku—kecuali satu hal: setiap pukul 16.27, jarumnya selalu berhenti. Awalnya kupikir itu hanya kerusakan mekan
0
6