Temanku
Sudah seminggu aku bersekolah di sini, dan selama itu aku belum pernah mendengar guru menyebutkan nama gadis berambut pirang pendek di belakangku. Itu sangat aneh bukan? Dan setiap kali aku ingin be
0
3
Love Turns into Hate Due to Misunderstanding
Bab 6 – Luka yang Belum Sembuh Setelah badai sihir mereda, Lucius dibawa masuk ke ruang pemulihan Kuil Bulan. Aurelia duduk di sampingnya, tidak ingin menjauh satu langkah pun. Penjaga-penjaga mena
0
0
Love Turns into Hate Due to Misunderstanding
Bab 5 – Ketika Dua Dunia Bertabrakan Hutan bulan bergetar seakan hidup. Tanah bergelombang, dedaunan beterbangan, dan cahaya putih meledak dari arah Kuil Bulan. Suara retakan sihir terdengar sepert
0
0
Love Turns into Hate Due to Misunderstanding
Bab 4 – Ketika Bulan Mulai Retak Malam turun lebih cepat dari biasanya di wilayah Demon Bulan. Awan gelap bergerak menutupi langit perak, dan cahaya bulan terlihat seperti retakan tipis yang hampir
0
0
Bagian 3 — “Canggung yang Tidak Ingin Mereka Akhiri”
Seminggu setelah kejadian hujan itu, Alea masih belum terbiasa dengan kehadiran Raka yang kembali menyelinap dalam kesehariannya. Tidak seperti dulu, Raka kini selalu bertanya dulu sebelum datang. Tid
0
0
Love Turns Into Hate Because of a Misunderstanding
Bab 3 – Aurelia Menembus Wilayah Demon Bulan Hujan tipis turun di pagi hari, membuat hutan bulan dipenuhi kabut perak yang tebal. Dalam kabut itu, langkah kecil Aurelia terdengar pelan namun pasti.
0
0
Love Turns Into Hate Because of a Misunderstanding
Bab 2 – Benih Kebencian yang Mulai Tumbuh Sejak malam itu, suasana di sekitar Kuil Bulan tak lagi sama. Lucius tidak pernah datang ke sungai tempat mereka biasa bermain. Ia tidak lagi mengetuk jende
0
1
Love Turns Into Hate Because of a Misunderstanding
Bab 1 – Anak Bulan dan Gadis Siren Di bawah cahaya bulan sabit yang pucat, hutan di belakang Kuil Bulan berkilau dengan sinar perak lembut. Kerlip kunang-kunang melayang seperti serpihan bintang ja
0
1
Cinta pertama dan terakhirku
Pertama kali aku melihatnya, suatu perasaan aneh ini muncul begitu saja. Perasaan aneh yang tidak bisa aku artikan. Lelaki bertubuh jangkung dengan rambut hitam legam yang selalu ia sisir kebelakang,
0
4
Haluninasi
Aku terbangun dikasur yang telah kotor dan lusuh, suasana tampak pengap dan kumuh saat Aku mencoba berdiri secara tidak sengaja Aku menginjak sebuah botol minuman yang telah habis. Aku bertanya-tanya
0
0
Lantunan Hati
Aku bertanya pada gelap.. Apakah senyum itu semanis biasanya? Saat sinar mentari pertama tiba untuk tersenyum menyambut pagi.. Aku bertanya di tengah bias kehangatannya yang menyebar. Apa kabar kam
0
0
Dua Sisi Kehidupan Bagas.
Bagas, 17 tahun, adalah anggota termuda dari keluarga Wiratama. Di mata orang tuanya—sepasang pensiunan guru yang menjunjung tinggi kedisiplinan—Bagas adalah permata yang patuh. Di rumah itu, di bawa
0
2
Kehilangan Yang paling menyakitkan
Kehilangan yang paling sakit, bukan lah ketika kita kehilangan pacar, kehilangan yang sebenar nya adalah ketika kita kehilangan kedua orang tua kita. Jika kita kehilangan orang tua, rasa nya begitu m
0
1
Bagian 2 — “Payung yang Sama, Langkah yang Berbeda”
Payung kecil itu seakan menjadi dunia baru bagi Alea dan Raka. Jalanan masih basah, aroma hujan masih memeluk udara, tapi kini semuanya terasa berbeda—seolah setiap langkah perlahan menghapus jarak ya
0
0
Sebatas angan
" Sebuah angan " Pagi itu aku bangun seperti biasanya, bedanya setelah mandi dan sarapan aku tidak langsung membuka kafe. Karena ini akhirnya pekan, kafe yang ku kelola baru buka siang nanti. Seba
0
1
Sia-siakan Mantan, Eh Malah Dilamar CEO Ganteng!
Riana menyesap kopinya di sebuah coffee shop di Senopati, Jakarta Selatan. Patah hati membuatnya enggan beranjak dari tempat ini. Baru seminggu ia putus dari Dika, cowok yang selalu mengecewakannya. T
0
0
Cerita Romantis — “Hujan yang Membawamu Kembali”
Hujan sore itu turun tanpa permisi, membasahi trotoar, menyembunyikan jejak-jejak langkah manusia yang tergesa pulang. Di antara keramaian yang berlindung di bawah atap toko, Alea berdiri sambil memel
0
0
“Ayat Cinta yang Tak Selesai” ✧
Hujan turun pelan di halaman Ravensbridge Academy, sekolah elite yang selalu tampak seperti bangunan museum Eropa abad pertengahan. Di tengah basahnya sore itu, Aeryn berdiri di bawah atap balkon lant
0
1
Auf geht's
𝙑𝙄𝙀𝙉𝙉𝘼 “Ketika doa menjadi bahasa yang tak pernah salah.” Senja di Vienna turun perlahan, menutup kota itu dengan warna oranye keemasan. Salju tipis mengambang di udara, sementara lonceng St. Stephen
0
1
Tragis
Semua orang berhak menerima keadilan, tetapi tidak semua orang mendapatkan keadilan. Hidup tenang dan damai tak akan didapatkan jika ego yang ditonjolkan. Apakah pelecehan dan bullying sudah dinormali
0
0