Aruna Putri Rahardian harus menelan pil pahit ketika ayahnya menuduh sang ibu berselingkuh. Bahkan setelehnya dia tak mengakui Aruna sebagai anaknya. Berbeda dengan adiknya Arkha yang masih di akui. Entah siapa yang menghembuskan fit-nah itu.
Bima Rahardian yang tak terima terus menyik-sa istrinya, Mutiara hingga akhirnya meregang nyawa. Sedangkan Aruna tak di biarkan pergi dari rumah dan terus mendapatkan sik-saan juga darinya. Bahkan yang paling membuat Aruna sangat sakit, pria yang tak mau di anggap ayah itu menikah lagi dengan wanita yang sangat dia kenal, kakak tiri ibunya. Hingga akhirnya Aruna memberanikan diri untuk kabur dari penjara Bima. Setelah bertahun-tahun akhinya dia kembali dan membalaskan semua perlakuan ayahnya.
Akankan Aruna bisa membalaskan dendamnya kepada sang ayah? Ataukah dia tak akan tega membalas semuanya karena rasa takut di dalam dirinya kepada sangat ayah! Apalagi perlakuan dari ayahnya sudah membuat trauma dalam dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Kembali Ayah! 32
"Jangan merengek kalau nanti kamu kalah dari tante!" ucap Mami Violet saat mereka berada di lintasan balap motor.
Keduanya benar-benar keras kepala bahkan Papi Devan yang ada di sana tidak bisa mencegah mereka berdua. Xaviera juga hanya bisa menatap dua wanita itu dengan geleng kepala. Tapi depan sudah menempatkan banyak anak buah di sekitar lintasan, khawatir terjadi sesuatu kepada istrinya. Apalagi Mami Violet sudah lama tidak memacu motor besarnya di lintasan seperti ini.
"Astagaa! Tenanglah Tante, Aku tidak akan menangis apalagi merengek, tapi aku akan tersenyum lebar karena akan mendapatkan uang lima puluh juta dari tante!" jawab Aruna santai.
"ck! Percaya diri sekali kamu bocah! Aku jauh lebih pengalaman dari kamu, sebelum kamu bisa naik motor besar ini. Aku sudah lebih dulu menjadi ratu lintasan!" sombong Mami Violet, Aruna hanya memutar bola matanya malas.
Keluarga Papi Devan sini benar-benar absurd semua. Suami istri dan anaknya Ternyata Sama saja, pusing sekali rasanya Aruna menghadapi mereka semua. Mana mereka itu sulit sekali untuk diusir. Ada saja kelakuan mereka yang membuat Aruna sakit kepala. Padahal baru satu kali bertemu tapi dia sudah dibuat sakit kepala oleh ibunya Xavier.
Bruuummm
Bruuummm
Bruuummm
Bruuummm
Aruna tak menanggapi ucapan Mami Violet lagi, dia malah menggeber motornya dan sudah mulai fokus melihat lintasan. Mami Violet mencebik dan tersenyum miring sambil menutup kaca helmnya.
"Mi, lebih baik pikirkan lagi, Papi tak mau kalau sampai Mami kenapa-kenapa," Papi Devan mencoba untuk mengubah pemikiran istrinya.
"Santai saja Pi! Mami hanya ingin menguji seberapa hebat wanita yang bernama Lady Runa itu! Katanya dia kuat dan hebat bahkan bisa mengalahkan masuk papi waktu itu. Sehingga kalian tidak jadi meninggal!" jawab Mami Violet santai.
Papi Devan tepok jidat sedangakan Xavier memutar bola mata malas. Mami Violet sepertinya tidak akan sedih kalau mereka benar-benar meninggal saat itu. Bahkan sampai mengatakan kalau mereka tidak jadi meninggal. Benar-benar kan dia dan Aruna sama saja?
Siaaaap
Gooooooo
BRUUUUUMMMM.
BRUUUUUUMMM
Dua wanita beda generasi itu mulai memacu kendaraannya di lintasan balap. Keduanya memang sama-sama ratu jalanan. Terlihat dari teknik mereka mengendarai kendaraan, skill keduanya tidak bisa diragukan lagi. Mereka bahkan saling pepet dari awal pertandingan. Mereka berdoa terlihat menjauhi saja bertanding, sedangkan Papi Devan dan Xavier terlihat tegang menunggu hasil dari pertandingan itu.
"Goooo maaamiiiii ..." teriak Papi Devan.
"Gooooo Runaaaaaa ..." teriak Xavier.
Ternyata keduanya mendukung wanita yang berbeda, Papi Devan terlihat menatap tajam ke arah Xavier. Tapi pria itu hanya santai saja dan menaikkan kedua bahunya.
"Anak durjana! Bukannya dukung mamimu!" kesal Papi Devan.
" Biar adil Pi, Aruna tak ada yang mendukung kan?" jawab Xavier santai.
"Dih apaan? Bilang saja kalau kamu caper sama dia? Emang enak di tolak terus sama dia?" ledek Papi Devan.
"Bukannya dukung Kek Pi, bantu gitu loh. Aku suka sama Aruna dari dia masuk sekolah. Tapi ya gitu dia itu sangat cuek, bahkan Rexa saja yang terus mencoba mendekati dia di cuekin. Lagipula dulu umur dia masih tiga belas tahun sih. Kalau sekarang kan udah delapan belas tahun berarti udah mulai remaja kan? Udah bisa di ajak nikah kayaknya kan Pi?"jawab Xavier santai. Papi Devan mendelik.
"Sebentar lagi si Reza juga datang. Emangnya kamu bakalan saingan sama teman kamu sendiri kalau dia tahu Aruna sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan keren seperti itu? Dah lah, nggak usah main cinta-cintaan dulu. Aruna jangan kamu ganggu dulu urusan seperti itu. biarkan dia tumbuh dan dewasa dengan caranya sendiri, kita bantu awasi dan lindungi saja. Kalau memang kalian berjodoh, pasti kan bersama. Kalau tidak, yang kamu pasti patah hati sih!" jawab Papi Devan dengan santai membuat Xavier kesal sekali kepada papinya. Kalau ngomong emang suka bener aja.
Sedangkan di lintasan balap Mami violet terlihat sudah mengembangkan senyum di balik helm full facenya. Karena di putaran terakhir ini dia memimpin pertandingan, posisi Aruana masih berada di belakangnya.
"Sudah ku bilang kamu bukan apa-apanya! Aku jauh lebih keren!" kekeh Mami Violet saat melihat garis finish tak jauh lagi.
BRUUUMMM
Woooosssshhhh
Aruna berhasil menyalip motor Mami Violet, hingga akhirnya dia lebih dahulu tiba di garis finish sebelum Mami Violet. Terlihat santai namun Aruna menunjukkan kelasnya sebagai Lady Runa.
"Ck! dasar bocah tengik! Bisa-bisanya dia menyusul orang tua yang sedikit lagi akan menang! Nggak ada sopan-sopannya tuh anak! Mau pamer keahlian?" omel Mami Violet turun dari motornya karena kalah.
Sedangkan Aruna sudah bersandar dengan santai di atas motor besarnya. Kedua tangannya di lipat di dada, tengil sekali kelakuan Aruna menurut Mami Violet. Kedua pria hanya bisa mengikuti Mami Violet yang sedang emosi karena kalah.
"Lima puluh juta Tan!" Aruna mengulurkan sebelah tangannya kepada Mami Violet dengan santai.
"Bisa-bisanya kamu nyusul, disaat aku sebentar lagi akan menang! Dasar bocah tengik! Kenapa nggak ngalah saja ke orang tua?" omel Mami Violet.
"Maaf saya bukan wanita lemah yang selalu mengalah. Tak peduli walau itu anak kecil orang tua ataupun jompo, yang namanya pertandingan ada menang ada kalah. Kalau nggak mau kalah jangan lengah. Lagian belum juga sampai garis finish udah sok menang. Giliran di salip dan kalah ngomel-ngomel!" jawab Aruna santai.
"Benar-benar menyebalkan dan membuat emosi kamu itu!" kesal Mami Violet.
"Terima kasih atas pujiannya. Sekarang mana uangnya Tan!" kembali Aruna menagih uang taruhan yang dijanjikan oleh Mami Violet.
"Aku lapar! Kita makan dulu!" jawab Mami Violet membuat Aruna memutar bola matanya malas.
"Naik mobil! Bukannya kau sedang bersembunyi!" tambah Mami Violet saat Aruna akan mengenakan helmnya.
"Astaga! Dasar keluarga menyebalkan!" gerutu Aruna.
"Aku bisa mendengarnya dengan jelas. Kau sedang mengumpat? kenapa keras sekali?" ucap Mami Violet.
"Anggap saja begitu Tan!" jawab Aruna tak peduli. Dia berjalan di sebelah Xavier yang malah salting sendiri. Sedangkan kedua orangtuanya berjalan di depan.
"Ngapain kamu senyam senyum sendiri? Mulai nggak waras?" tanya Aruna heran membuat Xavier malah tertawa.
"Sepertinya memang aku mulai tak waras setelah bertemu dengan kamu lagi," jawab Xavier. Aruna hanya menaikkan kedua bahunya acuh.
calon keluarga mafia somplak 🤣🤣🤣
mau anda apa sih Pak bima ,,
herman saya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/