NovelToon NovelToon
Magic Knight: Sunder-soul

Magic Knight: Sunder-soul

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Antagonis
Popularitas:110
Nilai: 5
Nama Author: Arion Saga

Arion adalah seorang pemuda biasa yang terobsesi dengan novel fantasi populer berjudul Magic Knight, ia bukan penggemar pahlawan suci kerajaan Ashford, namun seorang antagonis yang namanya samapersis Arion. Arion didalam cerita novel, merupakan seorang antagonis yang dikhianati oleh kerajaannya sendiri, ia putra mahkota yang dilengserkan karena alasan Arion terlalu kejam dan tidak layak untuk menduduki tahta, namun kenyataannya para petinggi istana taku akan kekuatannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Saga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Putri Kerajaan Beast Elara

... Dibalik wajahnya yang pucat dan tubuhnya yang gemetar. Jantung Elara Sang Putri Kerajaan Beast-berdegup kencang karena alasan yang sama sekali berbeda.

Setiap inci aura intimidasi Arion tidak membuatnya takut; Justru sebaliknya, itu terasa seperti candu yang memicu adrenalinnya.

Luar biasa... Aura ini jauh lebih hebat dari yang kudengar. Batin Elara sembari menunduk, menyembunyikan telinganya yang sedikit memerah.

Dibelakangnya, Ksatria Eric menatap Arion dengan kebencian yang mendalam-bukan demi kerajaan, melainkan demi obsesi pribadinya pada Elara. Di tambah lagi tekanan dari Tetua Kerajaan Beast yang tergiur oleh aliansi dengan Kerajaan Ashford.

Mereka ingin menukarnya seperti barang dagangan kepada Pangeran Ashford, sang 'Pahlawan Suci' Elara terjebak; ia datang untuk membatalkan pertunangan dengan satu-satunya pria yang ia kagumi.

Arion bangkit dari singgasananya. Langkah kakinya yang berat dan berirama menggantikan keheningan ruangan.

Ia berjalan turun, melewati anak tangga satu per satu hingga tepat didepan Sebas dan ksatria yang terancam itu.

Dengan gerakan yang tenang namun tak terbantahkan. Arion menjauhkan belati Sebas dari leher Eric menggunakan ujung jarinya.

"Jangan nodai karpetku dengan pengecut Sebas," ucap Arion dingin.

Tatapannya kemudian beralih ke arah Elara. Arion menangkap kilatan aneh dari mata Sang Putri-bukan kebencian, melainkan sesuatu yang terasa familiar bagi jiwanya yang berasal dari dunia nyata; rasa kagum.

Tunggu tatapan itu? Jangan-jangan dia juga tidak mau pembatalan ini? ... Tenang Tuan Putri akupun begitu. Siapa orang bodoh yang mau meninggalkan sosok seperti maskot ini... Sial-sial hampir saja tanpa sadar tanganku mengelus telinganya.

"Putri Elara, pembatalan pertunangan ini adalah urusan politik yang membosankan jika dibahas di ruangan penuh prajurit bau keringat ini. Aku tidak akan memberikan jawaban sekarang. Beristirahat lah dulu, mereka akan menginap di kastil ini, aku akan memutuskan apakah aku akan melepasmu atau tidak."

Eric hendak memprotes, namun Arion memberi tatapan yang seolah berkata; bicaralah dan kepalamu akan tergeletak dilantai.

Setelah rombongan Elara digiring menuju paviliun tamu, Arion berdiri ruang kerjanya, menatap barisan ksatria beast yang nampak gelisah di halaman bawah.

Sebas muncul dibelakangnya, berdiri tegak seperti bayangan tak terpisahkan.

"Sebas," Panggil Arion tanpa menoleh.

Suara rendahnya, namun penuh otoritas.

"Gunakan seluruh jaringan mu. Aku ingin kebenaran dibali desakan pembatalan ini dalam semalam. Cari tau siapa saja petinggi beast yang sudah menjilat kaki kerajaan Ashford."

Sebas menunduk dalam, matanya berkilat penuh semangat.

"sesuai kehendak anda, Tuan Muda."

"Dan satu lagi." Arion berbalik. Seringai tipis yang berbahaya menghiasi wajahnya.

"Siapkan Pasukan Black Knight. Kita akan memberi kunjungan balasan ke kerajaan Beast. Jika mereka cukup berani mengirim rombongan pembatalan kerumahku, maka aku harus cukup sopan untuk mengembalikan 'hadiah' itu langsung ke hadapan Raja mereka."

Sambil menyelam cuci mata! Batin Arion bersorak.

Aku bisa melihat lebih banyak lagi keturunan beast yang imut disana! Dan kalau bisa. Aku akan menghancurkan rencana si Ashford itu sekalian.

***

Arion berdiri di depan jendela besar, menatap bayangan dirinya yang masih muda di kaca. Ia lalu menoleh sedikit ke arah Sebas yang masih bersipuh

"Sebas." panggilnya, suaranya terdengar lebih berat dari biasanya.

"pergilah keruang bawah tanah yang terdalam. Ambillah 'Sunder-Soul' Sudah terlalu lama pedang itu hanya memakan debu."

Mendengar nama pedang itu, napas Sebas tercekat.

Sunder-soul. Pedang yang terakhir kali terlihat saat Arion membantai ribuan pemberontak.

Bersambung...

1
Leon 107
ngak tau lagi apa yang mau dibaca...
Leon 107
pertama...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!