NovelToon NovelToon
SOUL LAND WATCH CHRONICLES

SOUL LAND WATCH CHRONICLES

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Action / Romantis / Game / Fantasi
Popularitas:397
Nilai: 5
Nama Author: Meong Punch

📝 Tang Siyun adalah seorang pengembang game online berbakat, tetapi hidupnya hancur berantakan saat ia dikhianati secara bersamaan oleh pacar yang diselingkuhinya dan rekan kerja yang merebut hasil jerih payahnya.

⚰️ Kematiannya yang menyusul penuh dengan rasa pahit dan penyesalan.

🌍 Ia terbangun di dunia novel "Soul Land" yang sangat dikenalnya, terlahir kembali sebagai seorang bayi yatim piatu.

⏱️ Soul-nya yang bangkit bukanlah senjata atau binatang buas, melainkan Pocket Watch (Jam Saku) misterius dengan kemampuan yang belum tergali sepenuhnya.

🏚️ Nasibnya berubah drastis ketika ia diselamatkan oleh Tang Hao, ayah dari protagonis dunia itu, Tang San. Melihat potensi dan nasib malang Siyun, Tang Hao memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak angkat, menjadikan Tang Siyun kakak angkat Tang San.

🔖 Isekai, Reinkarnasi, Fantasi, Romansa Dewasa, Harem, Aksi, Petualangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meong Punch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[ Bab 7 ] » Detik yang Berhenti

Matahari mulai tenggelam di cakrawala Desa Holy Spirit, meninggalkan semburat merah tua yang tampak seperti tumpahan anggur di langit. Setelah ritual kebangkitan roh yang melelahkan secara emosional, Tang San dan Tang Siyun berjalan pulang dalam keheningan yang nyaman. Bagi penduduk desa, hari itu adalah hari di mana dua anak yatim piatu dari keluarga pandai besi membangkitkan roh sampah. Namun bagi Siyun, ini adalah awal dari sebuah eksperimen besar.

Sesampainya di rumah reot mereka, bau alkohol yang menyengat langsung menyambut indra penciuman. Tang Hao duduk di kursi kayu tuanya, menatap kosong ke arah tungku perapian yang dingin.

"Bagaimana hasilnya?" tanya Tang Hao dengan suara serak tanpa menoleh.

Tang San melangkah maju dengan hormat. "Ayah, aku membangkitkan Blue Silver Grass... tapi aku memiliki Innate Full Spirit Power." Ia kemudian menunjukkan telapak tangan kirinya sedikit, memberikan isyarat tentang palu yang ia sembunyikan dari Su Yun Tao.

Tang Hao tampak terkejut sesaat, matanya berkilat dengan emosi yang kompleks sebelum ia beralih ke putra angkatnya. "Dan kau, Siyun?"

Siyun mengangkat bahunya dengan santai, lalu memunculkan jam saku perak yang berkilau lembut di tangannya. "Hanya sebuah jam saku, Ayah. Pria berbaju putih itu bilang ini adalah roh sampah yang hanya berguna untuk memastikan kita tidak terlambat makan siang."

Tang Hao mendekat, memicingkan mata ke arah jam tersebut. Ia terdiam cukup lama, seolah merasakan sesuatu yang jauh lebih dalam dari sekadar alat penunjuk waktu. Namun, ia hanya menghela napas panjang. "Tidur dan makanlah. Apapun roh kalian, kalian tetap anak-anakku."

Malam itu, saat Tang San sedang bermeditasi dengan tekun di sudut ruangan dan Tang Hao mendengkur keras di kamarnya, Siyun duduk di ambang jendela sambil menatap bulan sabit. Ia memutar-mutar jam sakunya, merasakan koneksi yang aneh antara detak jantungnya dan gerakan jarum jam tersebut.

Siyun merasa haus. Ia melompat turun dari ambang jendela, namun kakinya tersangkut pada sebuah ember kayu yang diletakkan sembarangan oleh ayahnya. Tubuhnya limbung ke depan. Dalam kondisi normal, ia akan jatuh tersungkur dan membangunkan seluruh rumah.

Namun, di tengah rasa panik yang sesaat itu, Siyun merasakan gelombang energi hangat mengalir dari pusat jiwanya menuju matanya.

Klik.

Suara detik jam di tangannya terdengar sangat nyaring, seolah-olah bergema di dalam ruang hampa. Siyun mengerjapkan mata dan tertegun. Dunia di sekitarnya tiba-tiba berubah warna menjadi keabu-abuan yang statis. Debu yang beterbangan di udara berhenti bergerak, menggantung seperti kristal kecil. Air yang menetes dari atap yang bocor membeku di udara, membentuk bola-bola bening yang tidak jatuh ke tanah.

Siyun melihat dirinya sendiri berada dalam posisi miring yang mustahil, namun ia tidak jatuh. Ia merasa seolah-olah ia berada di luar arus waktu.

"Apa ini?" bisiknya. Suaranya terdengar sangat rendah dan lambat di telinganya sendiri.

Ia mencoba menggerakkan kakinya. Dengan sedikit usaha, ia berhasil berdiri tegak kembali, menyeimbangkan tubuhnya di lantai yang seolah-olah menjadi sangat padat. Ia berjalan perlahan mengitari Tang San yang membeku dalam posisi meditasi. Siyun bisa melihat setiap helaian rambut adiknya yang tidak bergerak sama sekali, bahkan napasnya pun seolah terhenti.

Siyun menyadari bahwa ia baru saja memicu kemampuan unik dari Soul Pocket Watch-nya secara tidak sengaja: Time Stasis.

Sebagai mantan pengembang game, otak Siyun langsung bekerja secara otomatis untuk membedah fenomena ini. Ia tidak merasa takut; ia merasa antusias, seolah sedang melakukan beta-testing pada kode yang baru saja ia tulis.

Kekuatan ini... ini bukan hanya sihir. Ini adalah manipulasi sistem dunia, pikirnya.

Ia mulai bereksperimen. Ia menyadari bahwa selama "Detik yang Berhenti" ini, ia bisa bergerak bebas, namun setiap gerakan terasa seperti berjalan di dalam air yang sangat kental. Ada hambatan fisik yang besar. Setelah apa yang terasa seperti sepuluh detik dalam persepsinya, kepalanya mulai terasa berdenyut nyeri.

Klik.

Dunia kembali berwarna. Air yang menetes tadi jatuh menghantam lantai dengan suara pluk. Siyun terengah-engah, keringat dingin membasahi dahinya. Ia merasa sangat lapar, seolah-olah ia belum makan selama tiga hari.

"Ge? Kau baik-baik saja?" Tang San membuka matanya, menatap kakaknya dengan bingung. "Tiba-tiba kau berkeringat deras."

Siyun menyeringai lebar sambil mengusap sisa keringatnya. "Hanya mimpi buruk tentang dikejar oleh monster berbentuk arak milik Ayah, San. Tidurlah lagi."

Selama beberapa hari berikutnya, Siyun terus menyelidiki rahasia rohnya secara diam-diam. Ia menemukan bahwa selain kemampuan aktif untuk menghentikan waktu dalam skala kecil, ia memiliki kemampuan pasif yang jauh lebih berguna untuk kehidupan sehari-harinya sebagai "pemalas".

Ia menamakannya Time Perception Adjustment.

Siyun menemukan bahwa ia bisa mempercepat atau memperlambat persepsi waktu pribadinya. Ketika ia sedang melakukan pekerjaan yang membosankan seperti mencuci pakaian atau mendengarkan ocehan tetangga ia bisa mempercepat persepsinya sehingga waktu terasa berlalu dalam sekejap. Sebaliknya, saat ia sedang bersantai di bawah pohon atau mengamati Tang San berlatih, ia bisa memperlambat persepsinya, membuat satu detik terasa seperti lima detik.

Kemampuan pasif ini memungkinkannya untuk mengamati gerakan Tang San dengan detail yang luar biasa. Ia melihat bagaimana otot-otot adiknya berkontraksi saat menggunakan Purple Demon Eyes atau Ghost Shadow Perplexing Step. Meskipun ia tidak memiliki teknik internal yang sama, dengan persepsi waktu yang melambat, Siyun bisa merespons serangan apa pun dengan presisi yang mengerikan.

"Jadi, ini adalah alasanku memiliki Full Spirit Power," gumam Siyun suatu sore di hutan. "Bukan karena roh ini 'kuat' secara fisik seperti palu milik Ayah, tapi karena roh ini memberiku kendali mutlak atas sumber daya paling berharga di alam semesta: Waktu."

Meskipun Siyun memilih jalan sebagai seorang pemalas eksentrik yang hanya ingin menikmati hidup dan memuaskan hasratnya sendiri, kehadirannya di sisi Tang San dan Tang Hao mulai menunjukkan perubahan. Luka pengkhianatan dari masa lalunya membuatnya bersumpah untuk tidak akan pernah membiarkan orang-orang yang ia sayangi dikhianati atau disakiti seperti dirinya dulu.

Saat melihat Tang Hao yang terus-menerus merusak dirinya dengan alkohol, Siyun menggunakan kemampuan jamnya untuk mencuri sedikit waktu memperlambat metabolisme racun dalam tubuh ayahnya atau mempercepat proses penyembuhan luka lama yang sering kali membuat Tang Hao meringis kesakitan saat malam hari.

Ia melakukan semuanya secara sembunyi-sembunyi, tetap mempertahankan kedoknya sebagai anak yang hobinya hanya tidur siang. Namun, di dalam matanya yang terlihat malas, terpancar kedewasaan seorang pria yang telah mati dan terlahir kembali dengan kekuatan untuk mengatur detik-detik takdir.

"Biarkan San menjadi pahlawan yang berdiri di bawah cahaya," Siyun bergumam pada jam sakunya yang berkilau di bawah sinar bulan. "Aku akan menjadi pengatur waktu yang duduk di bayang-bayang... menikmati hidup, dan membangun duniaku sendiri."

Ia tahu, perjalanannya baru saja dimulai. Akademi Nuoding sudah menunggu di depan mata, dan di sana, ia akan mulai mencari para "Tante" cantik yang ia dambakan untuk mengisi harem pribadinya sambil terus menggali potensi tak terbatas dari jam perak di tangannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!