Sahara adalah anak kandung yang terusir bersama dengan ibunya karena Fit-nahan yang di buat oleh wanita lain di hati ayahnya.
Mampukah Sahara memperjuangkan dan membersihkan nama ibunya dari fit-nah keji wanita yang tak lain adalah sahabat ibunya itu?
Akankah ayahnya percaya? baca terus kisah Perjuangan Sahara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahara 9
"Ssstttt... Kamu selalu nikm*t Sayang... Akkkggghhh..."Sandy menger*ng panjang bersamaan dengan tubuhnya yang berg*tar, pertanda pria itu menc*pai punc*knya. Sedangkan Rianty yang bersama dengan dia terlihat terus menangis sepanjang apa yang di lakukan oleh pria yang masih menjadi suaminya. Rasanya dia merasa sangat ji-jik sekali dengan apa yang di lakukan oleh Sandy.
Bahkan pria itu semakin menunjukkan perbedaan dirinya yang sudah mulai terbiasa dengan yang dia lakukan bersama dengan Wanda. Hal itu semakin membuat hati Rianty rasanya tercabik. Bahkan pria itu malah tak sampai sekali tapi sampai berkali-kali. Entah apa yang ada dalam benak Sandy. Bahkan dia juga merasa aneh, karena dia malah seperti kecan-duan istrinya sendiri.
Malam ini mereka habiskan sampai pagi. Sandy bahkan meminta melakuk*nnya tanpa henti dengan Rianty. Bahkan rianty berulang kali menolak dan mencoba menghindar dari suaminya, tapi Sandy tak peduli. Dia terus meminta Rianty melakukan semua keinginannya.
"Ternyata jika di paksa Rasti pun bisa dan jauh lebih membuatku pu*s apalagi mil*k Rasti memang selalu membuatku ket*gihan... Jika tau begini aku tak akan menikahi Wanda..."batin Sandy sambil memandang wajah cantik Rianty yang kelelahan di sampingnya.
Rianty pura-pura tertidur agar pria itu pergi dari dalam kamarnya. Karena dia akan segera pergi dari rumah ini. Apalagi dengan semua yang sudah di lakukan oleh suaminya yang terasa menji-jikan. Dia bahkan merasa jika dia bukanlah sebagai seorang istri. Melainkan ja-lang yang hanya menjadi pemu-as naf-su setan suaminya. Karena tak ada cinta yang di perlihatkan oleh Sandy tadi kepada dirinya. Berbeda dengan yang selalu mereka lakukan. Yang terasa penuh cinta.
Wanda melihat Sandy tengah malam masuk ke dalam kamar Rianty dan keluar dari dalam kamar itu dengan ekspresi penuh kebahagiaan. Bahkan senyum tersungging di bibirnya. sedangkan bersama dengannya, Sandy tak pernah sebahagia itu. Wanda kesal dan marah di buatnya. Bahkan Sandy tidak masuk ke dalam kamarnya setelah dari kamar Rianty, melainkan masuk kembali ke dalam ruang kerjanya.
"Sial*n... Jangan sampai Sandy malah kembali sering bersama dengan Rianty. Aku tak terima itu. Akan aku buat kau pergi dari sini dan terusir selamanya Rianty. Sudah aku katakan jika aku tak akan pernah mau berbagi suamiku dengan orang lain. Dan yang harus keluar dari istanaku adalah kamu! Aku adalah sang ratu. Pemilik hati sang Raja dan juga penguasa istana ini!"Wanda masuk kedalam kamarnya dengan penuh amarah.
Bahkan niat untuk memasak sarapan untuk suaminya akar Sandy terkesan juga akhirnya urung dia lakukan. Wanda menghubungi seseorang. Entah apa yang dia rencanakan yang pasti dia ingin membuat Rianty pergi dari rumah itu dan hidup Sandy untuk selamanya. Apapun dan bagaimanapun caranya harus terlaksana. Seperti apa yang dia lakukan untuk mendapatkan dan menjerat hati Sandy.
"Ma... Mama, buka pintunya, ini Sahara ..."panggil Sahara di depan kamar ibunya setelah dia mengetuk beberapa kali tapi tak ada jawaban dari dalam oleh ibunya. Dan pintu juga dalam keadaan terkunci.
"Nak, mama di kunci di dalam oleh Papamu. Apa bis kamu minta dia untuk membuka pintunya. Kita pergi dari sini nak,"jawab Rianty.
Ternyata Sandy malah mengurung dia di dalam kamar. Sandy tak ingin jika istrinya itu pergi dari rumah apapaun yang terjadi diaa tak akan pernah mengizinkan Rianty pergi dari hidupnya. Sebelum Rianty mau menerima keberadaan Wanda dan kedua anaknya, dia tak akan membuka pintu kamar Rianty.
"Jangan harap kalian akan keluar dari rumah ini! Aku tak akan pernah membiarkan kalian keluar dari rumah ini sebelum kalian menerima keputusan Papa. Kalian harus menerima kehadiran Wanda dan kedua anaknya disini!"jawab Sandy yang sudah berada di belakang Sahara.
"Papa jahat! Papa keterlaluan! Papa benar-benar egois! Aku benci Papa. Dan sampai kapanpun aku tak akan pernah menerima keberadaan wanita Ja-lang itu dan juga kedua anaknya! Rumah ini sudah seperti neraka karena di dalam rumah ini berisi para pendosa besar yang selalu berzi-z@!"jawab Sahara dengan berani kepada Ayahnya.
plaaak
plaaak
Sandy menam-par kembali kedua pipi Sahara. Untuk kedua kalinya dia melakukan ke-ke-rasan kepada anak perempuannya. Hati Sahara sudah hancur karena ayahnya.
"Jaga bicaramu! papa dan Wanda menikah walau secara siri. Dan kamu tidak berzi-n@. Jangan pernah kamu bicara seperti itu lagi! Anak kecil tau apa?"emosi Sandy. Dia enggan mengakui jika apa yang di katakan anaknya memang benar. Karena dia memang melakukan hal tak sepantasnya bersama dengan Wanda hampir dua bulan.
"Terserah. Mau mengaku atau tidak itu urusan Anda. Karena hati kecil tak akan pernah bisa bohong! Jangan pernah menjadi seorang yang menambah dosamu papa. Dengan kamu mengurung Mama, artinya kamu sudah berbuat dzalim kepada Mama. Aku dan Mama akan pergi dari neraka yang papa buat. Surga kamu sudah berubah menjadi neraka saat adanya wanita ular itu!"emosi Sahara.
Setelahnya dia pergi ke sekolah. Tanpa berpamitan kepada ayahnya seperti biasa. Wanda yang melihat hal itu bersama dengan kedua anaknya di balik tembok tersenyum bahagia. Mereka merasa selangkah lagi akan menang.
Sedangkan Sahara pergi ke sekolah menggunakan sepeda motor sport miliknya. Sepulang sekolah dia sengaja pergi ke ATM dan mengambil berapa juta uang di tabungan miliknya. Setelahnya dia juga pergi mencari tempat kost yang sekiranya tidak terlalu mahal. Uang itu dia gunakan untuk menyewa kost selama satu tahun kedepan. Jika ayahnya marah karena dia menarik uang banyak dari ATM miliknya. Sahara tak peduli. Paling pria itu akan memukulnya lagi. itu yang ada dalam pikiran Sahara.
Bukan hanya menyewa untuk satu tahun. Sahara juga membeli beberapa barang kebutuhan mereka disana dan membeli bahan makanan. Setelahnya, barulah dia pulang. Dia pulang hampir magrib dan Sandy juga sudah pulang.
"Dari mana saja kamu?"tanya Sandy kepada Sahara dengan nada suara meninggi.
Dia menahan amarah setelah mendapat laporan dari Citra kalau Sahara di sekolah malah ikut Tawuran dan juga membawa ro-kok. Fitnah yang kejam di lakukan ibu dan anak itu. Dan Sandy dengan mudahnya percaya dengan ucapan mereka.
"Mencari pekerjaan seperti Ja-lang papa. Kali saja setelah berhasil aku juga bisa dengan mudah menguasai rumah dan menghancurkan rumah tangganya. Seperti dia yang sudah menghancurkan keluargaku,"jawab Sahara membuat Sandy menggeram emosi kepada anaknya.
Sahara menjadi anak yang lebih berani di banding sebelumnya. Bahkan dia juga berani berbicara kasar dan meninggikan suaranya. Sandy merasa tak mengenal lagi anaknya yang sudah berubah.
salam sehat selalu outhor syantik ku 🫶🫶🫶🫶