NovelToon NovelToon
TELEKINESIS ASCENDANT: THE EDITOR'S GATE ODYSSEY

TELEKINESIS ASCENDANT: THE EDITOR'S GATE ODYSSEY

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi Timur / Fantasi Isekai
Popularitas:100
Nilai: 5
Nama Author: Karma Danum

Kang Ji-hoon, seorang editor webnovel yang hidupnya biasa-biasa saja, tewas dalam sebuah kecelakaan. Namun, alih-alih mati, ia terbangun di tubuh Kang Min-jae, seorang pemuda di dunia paralel di mana "Gerbang" ke dimensi lain telah muncul, dan "Hunter" dengan kekuatan khusus bertugas menghadapi monster di dalamnya.

Terjebak dalam identitas baru dengan misteri ayah yang hilang dan tekanan untuk menjadi Hunter, Ji-hoon harus beradaptasi dengan dunia yang berbahaya. Dibantu oleh "sistem" misterius di dalam benaknya dan kekuatan telekinesis yang mulai terbangun, ia memasuki Hunter Academy sebagai underdog. Dengan pengetahuan editornya yang memahami alur cerita dan karakter, Ji-hoon harus menguasai kekuatannya, mengungkap konspirasi di balik transmigrasinya, dan bertahan di dunia di mana setiap Gerbang menyimpan ancaman—dan rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karma Danum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: GERBANG AKADEMI

Pertemuan dengan wakil Guild Master Chrono Vanguard diatur di sebuah ruang rapat tertutup di markas guild. Ruangan itu sederhana namun elegan, dengan dinding kayu gelap dan satu jendela besar yang menghadap ke kota. Wakil Guild Master yang mereka temui adalah seorang wanita bernama Yoo Soo-jin, dengan rambut diikat rapi dan mata tajam yang langsung menganalisis setiap gerakan.

“Dae-hyun, sudah lama tidak berdiskusi langsung,” sambut Yoo Soo-jin, suaranya ramah namun berwibawa. “Dan ini pasti keponakanmu, Kang Min-jae. Selamat atas kenaikan rank ke C. Pencapaian yang cepat.”

“Terima kasih, Wakil Guild Master,” balas Min-jae dengan hormat.

Setelah pertukaran salam singkat, Dae-hyun langsung ke inti. “Soo-jin, kami datang karena ada ancaman serius terhadap keselamatan Min-jae. Berkaitan dengan Ouroboros dan proyek penelitian mendiang kakak saya.”

Yoo Soo-jin menganggak, tidak terkejut. “Kami sudah memantau situasi. Ouroboros memang semakin agresif dalam mencari ‘aset’ potensial untuk proyek Anchor mereka.” Ia menatap Min-jae. “Kamu memiliki keselarasan resonansi tinggi, bukan? Itu yang membuatmu menarik bagi mereka.”

Min-jae mengangguk. “Ayah saya meneliti hal itu. Dan dari catatan yang saya temukan, mereka ingin menggunakan orang seperti saya sebagai Anchor hidup—dan itu berbahaya.”

“Kami tahu,” kata Yoo Soo-jin. “Chrono Vanguard memiliki sumber di dalam Ouroboros. Proyek Anchor bukan hanya tentang menstabilkan Gerbang. Mereka mencoba menciptakan ‘jembatan’ permanen antara dimensi, dan untuk itu mereka butuh ‘penyangga’ berkesadaran—manusia dengan resonansi stabil. Risikonya adalah kehilangan identitas atau bahkan jiwa.”

Kata-kata itu mengkonfirmasi kekhawatiran terburuk Min-jae.

“Apa yang bisa guild lakukan?” tanya Dae-hyun.

“Kami bisa menawarkan perlindungan resmi kepada Min-jae sebagai anggota junior guild. Dengan status itu, Ouroboros tidak bisa bertindak gegabah tanpa memicu konflik antar guild. Tapi itu juga berarti Min-jae harus berkomitmen pada Chrono Vanguard setelah lulus akademi.”

Min-jae mempertimbangkan. Bergabung dengan guild besar bukan keputusan sederhana. Tapi pilihan lain adalah terus menjadi target tanpa pelindung.

“Saya menerima tawaran itu,” katanya. “Tapi saya juga ingin guild membantu menyelidiki kebenaran tentang ayah saya dan proyek ini.”

Yoo Soo-jin tersenyum tipis. “Kami memang berencana untuk itu. Proyek Anchor berpotensi mengganggu keseimbangan dimensi dan membahayakan semua Hunter. Chrono Vanguard memiliki kepentingan untuk menghentikannya. Kami akan membentuk tim investigasi kecil, dan kamu bisa menjadi bagian darinya—setelah kamu cukup kuat.”

Itu lebih dari yang diharapkan. “Terima kasih.”

“Untuk saat ini, kami akan menetapkan dua pengawal untukmu. Mereka akan menyamar sebagai siswa transfer di akademimu. Jaga penampilan normal. Ouroboros tidak boleh tahu kita meningkatkan perlindungan.”

Mereka membahas detail lebih lanjut, lalu pertemuan berakhir. Dalam perjalanan pulang, Min-jae merasa sedikit lebih lega. Setidaknya sekarang ada struktur pendukung di belakangnya.

Keesokan harinya di akademi, dua siswa “transfer” baru muncul di kelas C-3: Lee Jin-hyuk (pengawal 1) dan Park Soo-bin (pengawal 2). Mereka berbaur dengan baik, tidak mencolok. Hanya Min-jae yang tahu identitas asli mereka.

Hari-hari berikutnya berjalan dengan rutinitas baru. Kelas, latihan, misi akademi tingkat C (sekarang dia diizinkan mengikuti misi dengan pengawasan ketat), dan sesekali pertemuan rahasia dengan Hana untuk bertukar informasi.

Kemampuan Resonansi Jiwa Min-jae perlahan berkembang. Di bawah bimbingan Master Yoon, dia belajar tidak hanya merasakan “warna” energi, tetapi juga menggunakannya untuk menenangkan emosi diri sendiri—sangat berguna dalam situasi tekanan tinggi.

Suatu sore, di tengah latihan tim dengan Ji-woo dan Seo-yeon (yang masih D-rank tetapi diperbolehkan latihan bersama dengan pengawasan), terjadi insiden kecil.

Mereka sedang berlatih di simulator skenario penyelamatan dari Gerbang C-rank “Hutan Berkabut”. Kabut dalam simulator mengurangi visibilitas, mengandalkan sensing Min-jae untuk navigasi.

Tiba-tiba, sensing Min-jae menangkap sesuatu yang aneh: sebuah sumber energi asing, tidak terdaftar dalam parameter simulator, bergerak cepat mendekati mereka.

“Ada yang tidak beres,” peringatkannya. “Bukan bagian dari program.”

Sebelum mereka bisa bereaksi, dari dalam kabut muncul sosok gelap—bukan monster virtual, melainkan sebuah drone pengintai fisik yang menyusup ke dalam simulator!

Drone itu kecil, senyap, dan memancarkan gelombang pemindaian energi. Sasaran utamanya jelas: Min-jae.

Ji-woo segera bergerak, menghalau drone dengan tongkatnya. Drone itu lincah, menghindar. Seo-yeon mengambil jarak, siap dengan perangkat pengacau sinyal dasar.

Min-jae tidak panik. Dia fokus pada drone itu dengan Resonansi Jiwa. Dia merasakan “nada” energinya: mekanis, dingin, dengan sisa perintah dari sumber jauh. Bukan drone otonom, tapi dikendalikan dari jarak jauh.

Dengan cepat, dia menggunakan Psionic Thread-nya—sekarang sudah bisa menjangkau 7 meter—untuk menyentuh drone bukan secara fisik, tetapi pada sinyal kontrolnya. Dia tidak bisa mengendalikannya, tapi bisa mengganggu frekuensi dengan getaran psikis yang terfokus.

Drone itu tiba-tiba bergerak tak menentu, lalu jatuh ke tanah.

Ji-woo segera menginjaknya, merusak rotor.

“Apa itu?” tanya Seo-yeon, napasnya tersengal.

“Drone mata-mata,” jawab Min-jae. “Ouroboros, mungkin. Mereka mencoba mengumpulkan data energiku secara langsung.”

Insiden itu dilaporkan ke keamanan akademi. Investigasi internal dimulai, tetapi seperti diduga, tidak ditemukan bukti yang mengarah ke pihak tertentu. Drone itu generik, tidak bisa dilacak.

Namun, pesannya jelas: bahkan di dalam akademi, Min-jae tidak sepenuhnya aman.

Setelah kejadian itu, pengawal dari Chrono Vanguard meningkatkan kewaspadaan. Mereka juga memasang penyaring energi di sekitar asrama Min-jae untuk mendeteksi penyusupan serupa.

Di sisi lain, perkembangan kemampuan Min-jae menarik perhatian positif dari pihak akademi. Hasilnya, dia ditawari untuk bergabung dengan “Program Bakat Khusus” untuk siswa C-rank yang menunjukkan potensi luar biasa. Program ini memberikan akses ke pelatih pribadi, sumber daya penelitian terbatas, dan misi khusus yang memberikan poin besar.

Min-jae menerima. Ini kesempatan untuk menjadi lebih kuat lebih cepat.

Pelatih pribadinya adalah Hunter A-rank pensiunan bernama Mentor Kwon, pria tua dengan sikap santai tapi penuh dengan pengalaman. Pertemuan pertama di sebuah dojang pribadi di dalam kompleks akademi.

“Jadi kamu yang sedang ramai dibicarakan,” sapa Mentor Kwon sambil memeriksa catatan Min-jae. “Psikis dengan sensing kuat dan resonansi khusus. Unik.”

“Saya masih banyak harus belajar, Mentor.”

“Tentu saja. Tapi dasar-dasarmu sudah bagus.” Mentor Kwon duduk bersila di hadapannya. “Kemampuan psikis itu seperti air. Bisa mengalir lembut, bisa juga menjadi tsunami. Tergantung bagaimana kamu membentuknya. Selama ini, kamu menggunakan sensing dan telekinesis secara terpisah. Coba gabungkan.”

“Gabungkan?”

“Iya. Gunakan sensing bukan hanya untuk mendeteksi, tapi juga untuk ‘memegang’. Rasakan setiap partikel udara, setiap getaran, lalu kendalikan mereka dengan telekinesis halus. Itu akan memberimu kendali lingkungan yang lebih luas, bukan hanya benda padat.”

Latihan baru itu menantang. Min-jae berjam-jam mencoba merasakan aliran udara di ruangan, lalu mencoba mempengaruhinya dengan telekinesis halus. Awalnya hanya membuat angin sepoi-sepoi. Tapi perlahan, dia bisa membuat pusaran kecil atau menenangkan area tertentu.

**[Kemampuan berkembang: Environmental Psionics (Dasar). Kontrol Psikis: 8.1%]**

Kemajuan stabil. Selain itu, Mentor Kwon juga melatihnya dalam taktik menghindar dan pertahanan tanpa kontak fisik—cocok untuk psikis yang biasanya tidak tangguh dalam pertarungan jarak dekat.

“Musuh terbesarmu bukan monster, tapi asumsi bahwa kamu lemah secara fisik,” kata Mentor Kwon suatu hari. “Gunakan kelemahan itu sebagai umpan. Biarkan mereka mendekat, lalu serang dengan psikis di saat yang tepat.”

Pelatihan dengan Mentor Kwon memberi Min-jae perspektif baru. Dia bukan hanya belajar menggunakan kekuatannya, tetapi juga bagaimana berpikir seperti seorang Hunter sejati.

Sementara itu, investigasi Chrono Vanguard mulai membuahkan hasil kecil. Melalui sumber rahasia, mereka mengetahui bahwa Dr. Seo Ji-hyun terakhir terlihat di Busan, seperti yang sudah diduga, tetapi sekarang mungkin sudah pindah ke kota kecil di pedalaman—tempat yang sulit dilacak.

“Kami akan terus mencari,” janji Yoo Soo-jin melalui panggilan aman. “Tapi ini butuh waktu. Sementara itu, kamu fokus pada akademi dan peningkatan kemampuan. Semakin kuat kamu, semakin banyak yang bisa kamu lakukan nanti.”

Min-jae patuh. Dia menyadari bahwa dia masih terlalu hijau untuk terjun langsung ke dalam permainan mata-mata tingkat tinggi. Tapi setidaknya, sekarang dia tidak berlari sendiri.

Di akademi, kehidupan sosialnya juga berkembang. Selain Ji-woo dan Seo-yeon, dia sekarang sering berdiskusi dengan Hana dan Min-ki tentang taktik dan teori. Bahkan, dia mulai disegani oleh beberapa siswa C-rank lain karena prestasinya.

Namun, tidak semua respons positif. Song Min-hyuk, yang sekarang juga sudah naik ke rank C (tampaknya dengan mudah), sesekali masih melemparkan pandangan dingin atau komentar tajam. Tapi dia tidak lagi mendekati atau mengancam secara langsung. Mungkin karena dia tahu Min-jae sekarang berada di bawah payung Chrono Vanguard.

Suatu malam, Min-jae mendapat kunjungan tak terduga dari Guru Han di asrama.

“Ada yang ingin kubicarakan,” kata Guru Han dengan suara rendah. “Tentang ayahmu dan Ouroboros.”

Mereka duduk di ruang tamu kecil asrama.

“Aku melakukan penyelidikan sendiri,” mulai Guru Han. “Ternyata, tidak hanya Ouroboros yang tertarik dengan proyek Anchor. Ada pihak ketiga—kelompok yang menyebut diri mereka ‘Penjaga Keseimbangan’. Mereka adalah mantan peneliti dan Hunter yang percaya bahwa Gerbang harus dibiarkan seperti adanya, tidak distabilkan secara artifisial.”

“Mereka menentang Ouroboros?”

“Lebih dari itu. Mereka percaya bahwa upaya stabilisasi justru akan menarik perhatian entitas dari dimensi lain yang lebih berbahaya. Dan mereka melihatmu sebagai kunci—baik untuk mendukung Ouroboros atau untuk menghentikan mereka.”

Min-jae merasakan sakit kepala yang mulai datang. Semakin dalam dia menyelami, semakin banyak pihak yang muncul.

“Apakah mereka berbahaya?”

“Mereka lebih idealis daripada jahat. Tapi idealisme bisa berubah menjadi kekerasan jika diyakini benar.” Guru Han menatapnya. “Aku memberitahumu ini agar kamu waspada. Dunia Hunter penuh dengan faksi yang saling bersaing. Dan kamu, sayangnya, berada di tengah-tengahnya.”

“Lalu apa yang harus saya lakukan?”

“Tetap fokus pada kekuatan dan kebenaranmu sendiri. Jangan terjebak menjadi pion bagi siapapun. Pilih jalanmu sendiri, dan jalani dengan konsekuensi.”

Nasihat itu mirip dengan apa yang dikatakan banyak orang kepadanya belakangan ini. Tampaknya, itu adalah tema umum dalam hidupnya yang baru.

Setelah Guru Han pergi, Min-jae merenung di kamarnya. Dia merasa seperti bidak catur yang baru sadar bahwa dia ada di papan, dikelilingi oleh pemain-peman besar dengan agenda masing-masing. Tapi dia tidak mau menjadi bidak. Dia ingin menjadi pemain.

Dengan tekad yang diperbarui, dia memutuskan: dia akan menggunakan semua sumber dayanya—akademi, Chrono Vanguard, kemampuannya—untuk menjadi cukup kuat sehingga tidak ada yang bisa memanfaatkannya lagi. Dan saat itu tiba, dia akan mencari kebenaran, bukan untuk membalas dendam, tapi untuk mengakhiri permainan berbahaya ini.

Malam semakin larut. Di luar jendela, bulan purnama bersinar terang. Di kejauhan, menara Ouroboros masih berdiri dengan cahaya birunya yang tak berkedip.

Tapi kali ini, Min-jae tidak merasa takut. Dia merasa siap.

Besok adalah hari baru. Dan setiap hari baru adalah kesempatan untuk menjadi lebih kuat, lebih tahu, dan lebih dekat pada tujuannya.

Perjalanan masih panjang. Tapi dia tidak akan berhenti. Tidak sekarang, tidak pernah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!