NovelToon NovelToon
TAHANAN OBSESI

TAHANAN OBSESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Misteri / Psikopat / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:921
Nilai: 5
Nama Author: Celyzia Putri

seorang gadis bernama kayla diculik oleh orang misterius saat sedang bereda di club malam bersama teman temannya. pria misterius itu lalu mengurung kayla di sebuah ruangan yang gelap bagaikan penjara. kayla bertanya tanya siapa pria yang menculiknya.

apa yang akan dilakukan oleh penculik itu kepada kayla yuk baca kelanjutan kisah dari tahanan obsesi.

mencari ide itu sulit gusy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Celyzia Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PAKSAAN

Pria itu bangkit dari duduknya dengan gerakan yang sangat tenang, hampir menyerupai robot. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, ia berjalan menuju sebuah meja konter di sudut ruangan yang selama ini tersembunyi dalam bayangan.

Kayla hanya bisa mematung dengan mata terbelalak saat pria itu mengeluarkan sebuah blender dari bawah meja. Suara mesin yang diletakkan di atas permukaan logam itu terdengar begitu nyaring di ruangan yang sunyi. Pria itu kemudian membuka sebuah wadah kecil berisi cairan pengawet medis, dan di dalamnya, beberapa bola mata manusia tampak mengapung-apung, menatap kosong ke arah langit-langit.

Dengan gerakan yang presisi, pria itu mengambil bola-bola mata tersebut menggunakan penjepit besi. Satu per satu, ia menjatuhkannya ke dalam tabung blender.

Ctek.

Suara mesin blender menderu keras, menghancurkan jaringan saraf dan lensa mata itu menjadi gumpalan keruh yang mengerikan. Pria itu kemudian mengambil gelas kristal milik Kayla yang tadi sempat ia tolak. Ia menuangkan hasil blenderan yang kental dan berbuih itu ke dalam minuman merah di tangan Kayla.

Cairan itu kini berubah warna menjadi lebih gelap, dengan serat-serat halus yang mengapung di permukaannya.

Pria itu kembali mendekati Kayla. Ia berdiri tepat di samping kursi gadis itu, bayangannya yang besar menutupi seluruh tubuh Kayla. Ia mengulurkan tangannya, jari-jarinya yang bersarung tangan hitam menutup jemari Kayla yang sedang memegang gelas, memaksa gadis itu untuk menggenggamnya lebih erat.

Dengan gerakan tangan yang lain, pria itu menunjuk ke arah gelas, lalu melakukan gerakan menyapu ke arah mulutnya sendiri di balik penutup wajah—sebuah perintah mutlak untuk segera menghabiskannya.

Kayla merasa perutnya bergejolak hebat. Bau anyir yang keluar dari gelas itu menusuk hingga ke otaknya. Air mata jatuh satu per satu membasahi gaun merah seksinya. Pria itu tidak bergeming; ia hanya terus menatap Kayla, menanti kepatuhan korbannya dalam keheningan yang mematikan.

"Tolong... jangan..." rintih Kayla, namun pria itu justru mempererat genggamannya pada tangan Kayla, memaksa bibir gelas itu menyentuh bibir Kayla yang gemetar.

Genggaman pria itu pada tangan Kayla terasa seperti catut besi yang tidak bisa dilawan. Ketika Kayla mencoba mengatupkan giginya rapat-rapat, pria itu menekan rahang bawah Kayla dengan ibu jarinya yang kuat, memaksa mulut gadis itu terbuka sedikit.

Tanpa ampun, ia memiringkan gelas kristal itu.

Cairan kental, anyir, dan bertekstur kasar itu mengalir masuk ke dalam kerongkongan Kayla. Rasa besi dari darah dan sensasi kenyal yang hancur dari sisa-sisa bola mata membuat Kayla tersedak hebat. Ia ingin memuntahkannya, namun telapak tangan besar pria itu segera membekap mulutnya, memaksanya untuk menelan setiap tetes cairan menjijikkan tersebut.

"Mmphhh! Mmmghhh!"

Kayla meronta, air mata dan keringat bercampur menjadi satu. Kerongkongannya terasa panas dan mual yang luar biasa menghantam lambungnya. Namun, pria itu tetap tenang. Ia tidak melepaskan bekapan tangannya sampai ia yakin Kayla telah menelan semuanya hingga tetes terakhir.

Setelah gelas itu kosong, pria itu menarik tangannya.

"Hoakkk... uhuk!" Kayla langsung membungkuk, terbatuk-batuk hebat di samping kursinya. Ia merasa dunianya seakan runtuh. Rasa jijik yang tak terlukiskan membuatnya ingin menguliti kulitnya sendiri.

Namun, efek dari minuman itu ternyata bekerja lebih cepat dari yang ia bayangkan.

Hanya dalam hitungan detik, rasa mual itu digantikan oleh sensasi panas yang menjalar ke seluruh pembuluh darahnya. Jantungnya berdegup sepuluh kali lebih cepat. Pandangan Kayla mulai berubah; cahaya lilin di atas meja tampak memanjang dan menari-nari dengan liar. Foto besar dirinya di dinding seolah-olah mulai bernapas dan menatapnya dengan benci.

Pria itu berdiri diam di hadapannya, mengamati reaksi tubuh Kayla. Ia kemudian menggerakkan tangannya, menunjuk ke arah lantai di bawah kaki Kayla.

Perlahan, lantai marmer itu terasa seperti mencair. Kayla merasa tubuhnya menjadi sangat ringan, namun kepalanya terasa seberat timah. Ia mencoba berdiri untuk melarikan diri, namun kakinya justru terasa lumpuh. Ia jatuh terduduk kembali di kursi dengan mata yang mulai berputar ke atas.

Pria misterius itu mendekat, lalu dengan gerakan perlahan, ia melepaskan sarung tangan hitamnya. Ia menyentuh pipi Kayla dengan punggung tangannya yang telanjang—kulitnya terasa sedingin es. Lewat gerakan tangan, ia memberi isyarat agar Kayla melihat ke arah layar monitor besar yang kini menyala, menampilkan rekaman CCTV saat Kayla masih kecil, sedang bermain di sebuah taman yang sangat ia kenali.

Kayla ingin berteriak menanyakan dari mana ia mendapatkan rekaman itu, namun lidahnya terasa kelu. Kesadarannya mulai memudar, dan hal terakhir yang ia lihat sebelum dunianya kembali gelap adalah pria itu yang perlahan-lahan mulai membuka penutup wajahnya.

1
Agus Barri matande
semangat thor
Thecel Put
omg saya sangat suka cerita dengan genre seperti ini❤️‍🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!