Ricky Riswan ( Yasir Hamdan)seorang pekerja di kota Jakarta yang baru saja mendapatkan gelombang PHK dari perusahannya tempatnya bekerja, ia memutuskan untuk kembali ke Tasikmalaya, di mana tanah kelahirannya berada ,ia berencana untuk mengembangkan dan mengolah lahan milik keluarganya , hanya saja di tengah jalan ,mobil bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan meledak ,dan saat ia sadar ia berada di desa yang sangat asing bagi dirinya dan baru mengetahui bahwa dirinya akan dijadikan sebagai pengantin pria untuk dua gadis yang tidak dia kenal , bagaimana kelanjutan cerita ini, masih lama bro ,mungkin nunggu dua tahun atau lebih...!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta timur10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 19 sampai di rumah, menjamu tamu
Dalam waktu yang cukup lama ,kereta kuda sampai di perbatasan antara desa Plarangan dan desa sebelahnya .
Tepat waktu itu pukul dua belas kali suara kentongan, dan ia mengarahkan kereta kuda untuk melewati jalan menuju kaki bukit yang cukup rendah itu.
" dibandingkan dengan desa Kulon , desa ini cukup Makmur ya kang " kata pak Gani dengan mata kagum .
" ahh sama saja , desa Kulon yang menjadi tempat tinggal bapak juga dekat dengan kota kecamatan Tasikmadu, jadi pasti maju " ujar Yasir tersenyum.
" itu hanya hal yang dipaksakan kang , kami rakyat biasa tidak mendapatkan apapun dari hal keuntungan jalan utama itu "
" tidak ada ganti rugi ..?" Yasir keheranan saat mendengar tentang terobosan proyek jalan antara tiga kabupaten di wilayah selatan Pasundan , dan mereka rakyat biasa tidak mendapatkan sepeser pun dari keuntungan proyek jalan tersebut.
" tidak ada , tapi ya tidak apa apa , yang penting rumah dan pekarangan tidak di gusur " ucapnya dengan nada tertekan .
" yang sabar pak , mungkin nanti ada imbalannya " kata Yasir menenangkan.
" ya , tentu ..!"
Kereta kuda memasuki jalan kecil yang hanya bisa di lewati oleh satu kereta kuda saja ,dan tepat di jalan yang sedikit menanjak , Yasir menghentikan kereta kuda barang yang di tumpanginya.
" pak sudah di sini , turunkan perlahan , aku akan bawa beberapa barang yang cukup berat dahulu " kata Yasir mulai menurunkan barang barang belanjaannya .
Di kejauhan dari arah timur ,seorang remaja berpakaian sederhana mendatangi kereta kuda yang berhenti di dekat tepi jalan menanjak itu .
" kang Yasir belanja ya ,boleh ku bantu ..?"
Yasir menoleh dan tahu bahwa itu adalah Imran ,remaja kurus yang memberi informasi tentang hutannya yang rusak .
" oke ,bawa yang bisa kamu bawa ..!" Ucap Yasir dengan mengangkat beras dan pakaian yang ada di dalam karung kecil, " hati hati bawanya nanti jatuh " ingatnya dengan berjalan naik ke atas bukit .
Karena sudah terbiasa naik turun bukit , jalan di sekitarnya sudah menjadi jalan setapak yang cukup untuk dua atau tiga orang lewat , dan di kiri kanannya , pohon liar yang cukup subur, tumbuh dengan lebatnya, ia berfikir untuk menggunakan hutan kecil yang ada di sekeliling bukitnya dan mengolahnya menjadi lahan pertanian produktif, terlebih lagi ia sudah mengumpulkan banyak gabah dan siap untuk di tanam dan di budidayakan.
Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit, Yasir yang membawa barang barang itu sampai si halaman yang cukup luas, di mana dua gadis muda sedang sibuk memasak .
Melihat siapa yang datang, dengan cepat kedua gadis itu datang menghampiri.
" mas , akhirnya sudah pulang... "
" mas ,minum dulu .."
Yasir tersenyum, langkah kakinya tidak berhenti ,ia kemudian langsung masuk ke dalam rumah yang tampak sederhana itu , setelah itu meletakan barang barang yang di bawanya.
Di luar remaja kurus yang membawa barang lainnya , meletakan di dekat pintu masuk dan kembali lagi untuk mengambil barang yang masih ada di bawah .
Kedua gadis muda yang ada di luar terlihat bingung dan bertanya kepada pemuda yang baru saja keluar dari dalam rumah .
" mas , tadi siapa... ?" Tanya Lestari dengan mata penasaran .
" ohh apakah remaja kurus baju polos itu ?"
" ya mas , "
" itu Imran , tidak apa apa, dia membantu, lebih cepat lebih baik .." kata Yasir pelan , ia duduk di kursi bambu yang ada di luar , menunggu barang barang terkumpul semua.
Dalam waktu sepuluh menit ,semua barang sudah terkumpul , dan kedua orang yang mengangkut barang terlihat kelelahan.
Mereka berdua tidak berani mengeluh ketika melihat pemuda yang ada di depan mereka tidak lagi membantu membawa barang dari bawah bukit.
" pak Gani , terimakasih telah mengangkut barang dari bawah , tenang saja saya akan membayarnya " ia merogoh sakunya dan memberikan empat lembar uang hijau tua dan sepuluh koin sen kepada pria paruh baya yang ada di hadapannya.
" kang ini sangat banyak, dua gulden sepuluh sen saja " kata pak Gani mengembalikan dua lembar uang berwarna hijau tua yang ada di tangannya.
Yasir tersenyum, " tidak apa apa pak , sekalian itu untuk mengangkut barang , dari bawah ke atas sangat jauh dan itu sepadan , terima saja " Yasir menolak mengambil uang yang ada di tangan pria paruh baya itu.
" kalau begitu , terimakasih kang, bila ada barang lagi jangan sungkan beritahu saya " Pria paruh baya itu merasa bersyukur dan pandangan matanya teralihkan ke arah dua gadis muda yang ada di samping kanan pemuda yang sedang duduk itu .
" kalau boleh tahu ini siapa kang ?"
" ohh ini kedua istriku , namanya Lestari dan Halimah, "
" sungguh tidak di percaya , ternyata Kang Yasir telah menikah , kapan menikahnya , saya kok tidak tahu ?"
" tiga hari yang lalu, dan itu hanya sederhana saja , tidak meriah " ujar Yasir tertawa lirih, " ohh iya , sekalian sebelum pulang , makan siang dahulu , kebetulan ini sedang masak keong sawah " katanya berdiri ,lalu masuk ke dalam rumah .
Pak Gani yang tahu bahwa tidak ada kata penolakan ,mengiyakan dan segera duduk di atas tikar bambu yang cukup lebar , bersama dengan remaja kurus yang sejak awal terdiam tidak berbicara.
Tidak membutuhkan waktu lama ,satu mangkuk kayu sedang berisi sayur keong sawah datang dan satu priuk nasi hangat menyusul .
Kedua orang yang sedang duduk itu tampak begitu bersemangat, mata mereka menatap ke arah sayur keong sawah yang sangat harum dan juga nasi putih hangat di dalam priuk yang cukup besar itu.
Yasir juga ikut duduk, ia mempersilahkan kedua tamunya itu untuk segera menikmati makan siang yang sudah tersedia.
" kang Yasir ini sangat enak ,bagaimana bisa rasa daging keong sawah seperti rasa daging ayam ..!"
" itu menggunakan resep rahasia keluarga, tidak bisa diungkapkan begitu saja "
" oke kang, ... kalau boleh , apakah saya bisa bawa sedikit untuk di rumah ." Wajahnya tampak memerah malu , dan matanya tidak berani menatap ke arah pemuda yang ada di hadapannya.
" tenang saja ,makan saja dahulu pak, nanti akan ada buat di rumah.."
Yasir menggelengkan kepala , lalu menoleh ke arah Lestari yang duduk di sampingnya.
" tari siapkan satu wadah sedang untuk diisi keong sawah, buat pak gani " kata Yasir setengah berbisik.
" iya mas ..!"
Hanya dalam waktu lima menit, semua makanan yang ada di depan mata sudah berkurang , menyisakan setengah nasi dan cangkang keong sawah yang keras.
" kang bila harus di teruskan tidak akan berhenti, terimakasih atas makanannya, saya sangat bersyukur bisa makan dengan baik.."
" hehehehe santai saja pak , sebelum pulang, tunggu sebentar..." Yasir berdiri , langkah kakinya menuju ke dalam rumah , namun terhenti saat melihat gadis muda yang keluar dari dalam rumah dengan membawa wadah kedap udara .
" ini mas , sayur keongnya sudah di bungkus.."
" oke !"
Yasir berbalik dengan membawa sayur keong sawah yang di bungkus rapat itu, lalu memberikannya kepada pria paruh baya yang ada di depannya.
" ini pak, buat keluarga di rumah, sekalian promosikan sayur keong sawah yang kami masak .."
" hahahaha tentu , saya pasti akan promosikan ..!"