NovelToon NovelToon
Jodoh Kedua

Jodoh Kedua

Status: tamat
Genre:Duda / Janda / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bunda RH

Nazwa Kamila, seorang perempuan cantik yang pernah gagal dalam pernikahannya lantaran ia tidak bisa memiliki keturunan. Keluarga suaminya yang terlalu ikut campur membuat rumah tangganya hancur. Hubungan yang ia pertahankan selama tiga tahun tidak bisa dilanjutkan lagi lantaran suaminya sudah menalaknya tiga kali sekaligus.

Kehilangan seorang istri membuat hidup seorang Rayhan hancur. Ia harus kuat dan bangkit demi kedua buah hatinya yang saat itu usianya masih belum genap dua tahun. Bagaimana pun hidupnya harus tetap berjalan meski saat ini ia bagaikan mayat hidup.

Suatu hari takdir mempertemukan Nazwa dan Rayhan. Akankah mereka berjodoh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ke Panti

Malam harinya

Mereka baru saja selesai makan malam. Nazwa makan malam di depan paviliun bersama bibi dan asisten rumah tangga yang lain. Sebenarnya Mami sudah memintanya untuk makan bersama di meja makan, tapi Nazwa tidak mau karena merasa sungkan. Mami tidak ingin memaksanya.

Malam ini sikap Nazwa benar-benar berubah. Ia bahkan tidak berani melihat ke arah Rayhan.

Nazwa membantu Bibi membereskan meja makan. Namun Oma Salwa melarangnya. Nazwa pun kembali ke kamar karena ia ada janji akan menelpon Ambar. Dan benar saja ada notif telpon tak terjawab sebanyak dua kali dari Ambar. Nazwa segera menghubungi Ambar kembali. Mereka bertukar cerita di telpon.

"Wa, kamu balik ke Jakarta kapan?"

"InsyaAllah besok sore, Mbak."

"Kamu nggak bisa main ke sini Wa?"

"Duh, gimana ya Mbak. Aku ngga enak yang mau ngomong sama Ibu."

"Wa, mereka itu orang baik. Coba deh kamu pamit dulu ya. Siapa tahu dibolehin. Apa kamu tidak rindu dengan tempat masa kecilmu ini?"

"Baiklah, besok pagi aku coba pamit sama Ibu."

"Ya sudah, kamu istirahat sekarang. Mbak mau periksa anak-anak dulu."

"Iya, Mbak."

Setelah menutup obrolannya dengan Ambar, Nazwa turun lagi untuk melihat si kembar.

Keesokan harinya.

Setelah sarapan, Nazwa menyampaikan keinginannya kepada Mami. Kebetulan Mami dan Papi sedang duduk di ruang tengah. Nazwa ragu-ragu ingin menghampiri mereka. Namun ia harus mencobanya.

"Bu.... "

"Eh Nazwa. Ada apa?"

Nazwa berdiri di dekat Mami.

"Ayo duduk dulu, ada apa?"

"Bu saya mau izin."

"Izin apa?"

"Itu, Bu. Saya mau pergi ke panti asuhan tempat saya dulu dirawat."

"Jadi benar Wa, kamu dulu di panti asuhan Pimpinan Bu Sholeha, yang kemarin anak-anak panti diundang itu?"

"Iya Bu, benar. Mbak Ambar minta saya untuk main, mumpung saya ada di Surabaya. Sejak saya diadopsi, saya belum pernah sama sekali mengunjungi panti. Saya juga tidak tahu kalau Ibu Sholeha sudah meninggal. Apa saya boleh pergi Bu?"

"Tentu saja boleh, tapi harus sama Rayhan. Ibu nggak mau kamu nyasar. Surabaya Barat itu jauh. "

"Bu, saya bisa naik taxi."

"Nazwa, sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab kami. Pergilah bersama Rayhan dan si kembar agar kalian terhindar dari fitnah. Biar Ibu yang bilang sama Rayhan."

"Ba-baik Bu."

Nazwa menurut saja dari pada tidak diizinkan. Ia tidak enak hati kepada Ambar. Padahal Nazwa ingin menghindar dari Rayhan untuk sementara waktu karena ia masih merasa belum siap menghadapi. Tapi malah didekatkan oleh keadaan.

Mami pun memanggil Rayhan.

"Ada apa Mi?"

"Antar Nazwa ke panti asuhan Darul Muttaqin was sholihin."

"Bukankah itu panti asuhan tempat biasanya Opa memberi santunan. Mau ngapain dia ke sana Mi?"

Mami pun menjelaskan kepada Rayhan. Setelah mendengarkan penjelasan Mami, entah kenapa Rayhan seperti menemukan sesuatu yang ia cari.

"Baiklah, bilang sama Nazwa kalau Ray akan mengantarnya jam 9."

"Bang, kamu bisa bilang sendiri. Orangnya masih ada di rumah ini kok."

"Oh iya, Mi."

Rayhan tidak mungkin berbicara langsung kepada Nazwa. Sejak kejadian kemarin lagi, dirinya juga enggan karena merasa malu. Akhirnya Rayhan mengirim pesan kepada Nazwa.

Nazwa baru saja selesai mengirim chat kepada Ambar kalau dirinya jadi main ke panti. Mendapat chat dari Rayhan, ia pun langsung membuka dan membacanya.

📩 Es balok

Nanti jam 9, kita berangkat ke panti.

-

"Huh... sekarang sudah setengah 9. setengah jam lagi." Lirih Nazwa.

Ia pun membalas pesan Rayhan.

^^^✉️ Nany^^^

^^^Baik Pak, Terima kasih. ^^^

Si kembar sedang berada di kamar Oma uyut. Mereka berdua memijit kaki Oma uyut. Nazwa mencari keberadaan mereka berdua.

"Cari siapa Wa? " Tanya Mami.

"Si kembar Bu."

"Oh, mereka sedang di kamar Bunda. Nanti biar Ibu yang panggil mereka. Sudah mau berangkat?"

"Jam 9 nanti Bu."

"Oh, ya sudah."

Jarum jam sudah menunjuk angka 9. Nazwa dan si kembar sudah siap. Rayhan sudah masuk ke dalam mobil. Mereka pun menyusul masuk ke mobil. Nazwa duduk di samping kemudi. Sedangkan si kembar di belakang. Rayhan tancap gas dengan kecepatan sedang. Jarak dari rumah Opa ke Panti cukup jauh. Mereka membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk sampai di panti. Sebelum sampai, Nazwa ingin berhenti di supermarket untuk membeli oleh-oleh, tapi dia malu untuk mengatakannya kepada Rayhan. Nazwa hanya melirik sosok di sampingnya seraya membatin.

"Duh, mau ngomong kira-kira gimana? Nggak kebayang kalau jadi istrinya. Hawanya masih dingin saja."

Namun tanpa Nazwa ngomong pun, Rayhan mampir di salah satu supermarket.

"Kita turun dulu, beli oleh-oleh untuk anak panti." Ujar Rayhan tanpa menoleh.

"Iya Pak. " Nazwa menyunggingkan senyum. Ia bersyukur karena Rayhan sendiri yang mengajaknya bicara.

Anggi dan Anggun tidak ingin turun karena mereka sedang asik bermain game di i-pad.

Nazwa memilih beberapa snack kesukaan anak-anak, biskuit, sereal, susu kemasan, permen dan coklat. Rayhan membantu mendorong troli. Ada dua troli belanjaan mereka.

"Sudah? "

"Sudah, Pak."

"Masih panggil Bapak, memangnya dia kira aku Bapaknya." Batin Rayhan.

Mereka pun ke kasir untuk membayar.

"Total 1.365.000."

Nazwa hendak mengeluarkan uang dari dompetnya. Namun Rayhan lebih cepat memberikan kartu ATM nya kepada kasir.

"Pinnya, Pak."

Rayhan pun menekan pinnya.

"Terima kasih, Pak, Bu."

Setelah belanjaan mereka dimasukkan ke dalam mobil. Mereka melanjutkan perjalanan.

"Em... Pak, nanti uangnya saya ganti."

"Tidak perlu, itu sedekah saya. Kalau kamu juga mau bersedekah, beri saja dalam bentuk lain."

"Iya, Pak. "

Jawaban Rayhan tidak bisa diperdebatkan. Nazwa lebih memilih menyetujuinya. Nazwa pun berniat memberikan uang saja nanti untuk anak panti.

Akhirnya mereka sampai panti asuhan. Ternyata panti asuhan tersebut sudah banyak berubah. Nazwa hampir tidak mengenalinya. Di samping panti juga sudah ada bangunan baru. Nazwa turun dari mobil dan membukakan pintu untuk si kembar. Mereka masuk ke kantor panti.

"Assalamu'alaikum... "

"Wa'alaikum salam... "

Ambar berdiri menyambut kedatangan mereka.

"Ayo duduk Wa."

Anggi dan Anggun mencium punggung tangan Ambar. Nazwa tidak sabar ingin melihat keadaan di kamar anak-anak. Kamar yang dulu pernah ia tempati. Meski sudah ada perubahan, namun Nazwa masih merasakan kehangatannya.

"Anak-anak, ayo salim dulu. Ini ada Tante Nazwa dan Om Rayhan. Dan ini si kembar anak-anak mereka." Ambar tiba-tiba menutup mulutnya karena salah bicara.

Sontak Nazwa melirik, memberi kode kepada Ambar.

"Maaf, salah ngomong." Ujar Ambar sambil nyengir kuda.

Rayhan tidak mempermasalahkan hal tersebut. Justru ia mengaminkan ucapan Ambar di dalam hati.

Anak-anak sudah mengerubungi mereka. Anggi dan Anggun diajak bermain bersama mereka. Sedangkan Nazwa, ia pergi ke taman belakang panti bersama Ambar dan Rayhan.

Bersambung...

...****************...

1
Kas Mi
aku reader bru thor..jdi msih bingung silsilah keluarga..🤭
Dian
lanjutt
Kas Mi
salam kenal..aku bru bca kryamu thor🤭
Bunda RH: salam kenal juga kak, makasih ya 😍🙏
total 1 replies
Ning Suswati
duhhh pak bos ngidam, rasain gimana rasanya ngidam, semua terasa gk nyaman, enak kalau ada makanan yg diinginkan, bisa masuk dg lancar,
Bunda RH: hehe biar tahu rasa
total 1 replies
deeRa
Aku baca dulu yaak, review menyusul😊
Bunda RH: makasih kak 🙏
total 1 replies
lee zha
luar biasa ....
Ning Suswati
pucuk dicinta ulampun tiba, 🤣🤣🤣🤣
Bunda RH: cie cie 😄
total 1 replies
Ning Suswati
hhhhhh jalannya mami akan tambah mulus sdh ada berita sampai dikampus bahwa rania tunangannya fajri, segera beraksi🤔
Ning Suswati
ada2 saja kalau gosip sih bisa cepat menyebar kaya virus aja
Ning Suswati
kok kaya gk ada orang lain lagi, sekeluarga jadi nikah sama keluarga, ini kayanya rania mau jadi calon berikutnya
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Mampir dan dukung karyaku, yuk!

‎- TRUST ME

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Jangan lupa juga untuk Like, Komen, Share, dan Subscribe, ya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Ning Suswati
penyatuan orang2 kaya, semuanya serba mudah, tapi di keluarga papi zaki, mereka tdk membedakan kasta dan tdk pilih2 menantu
Ning Suswati
dasar anak memalukan masa masalah laki2 ortu harus turun tangan, dasar anaknya yg gila, memaksakan kehendak
Ning Suswati
alangkah bahagianya ortu punya anak banyak dan semua nurut dan berhasil semua
Ning Suswati
yg seneng banget nih ya bang rendra, selamat sekoga sampai acara nya dilancarkan.
Ning Suswati
si rendra bagus banget, sambil menyelam minum air, dapat bonus banyak
Ning Suswati
cihuiiii rendra kacian deh lho, elifnya belum nongol, jadi selimpungan kaya nya
Ning Suswati
pergi keturki kali ya mau ketemu sama kakek nya
nazwa
Ning Suswati
gk usah drama2 koma/kritis segala macam abis melahirkan dong, perasaan gk ada2 koma2an abis melahirkan
Ning Suswati
adakah orang tua seperti kehidupan mami dan papi di dunia nyata, apakah mereka titisan nabi🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!