Ada apa dengan istriku?
Tak seperti biasanya istriku terlihat diam tak banyak bicara lagi, seolah bukan orang yang kukenal selama ini.
Diam bukan berarti tak mengerti apapun - Luna.
Maafkan, sungguh diriku menyesali semua itu - Akbar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MS.Tika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Luna dan Edward tiba di bandara mereka berdua menuju pesawat pribadi milik Edward yang akan membawanya menuju London, suasana di bandara sepi sekali karena Edward mengutus orang suruhannya untuk mensterilkan bandara tak ingin ada siapapun mengetahui dirinya dan Luna berada.
"Sangat sepi sekali bandara ini kak?"tanya Luna memandang sekitar bandara.
"Kakak khusus kosongkan bandara siang ini, jadi tak usah dipikirkan lagi. Ayo naik pesawat.."ajak Edward yang langsung menggandeng tangan Luna berjalan menuju pesawat.
Kurang lebih lima belas menit kemudian pesawat yang ditumpangi Edward dan Luna lepas landas dan mulai mengudara menuju ke London perjalanan memakan waktu 14 jam lamanya. Adam tak dapat ikut menemani Luna soalnya ada pertemuan dengan klien diluar kota jadi dirinya bisa menyusul kesana dua hari kemudian.
"Adam akan menyusul kita kan kak?"tanya Luna pada Edward.
"Iya dia akan menyusul dua hari lagi, biarkan dirinya menyelesaikan pekerjaannya disini dulu."ucap Edward.
Mendengar ucapan Edward, Luna pun hanya diam saja kemudian. Ia membuka ponselnya dan mengirim pesan kepada suaminya untuk memberitahu agar tak mencari dirinya untuk sementara waktu.
{Jangan mencariku sementara waktu, aku tak ingin diganggu siapapun!}pesan Luna.
Setelah Luna mengirim pesan, nomor ponsel Akbar pun langsung di blokir sementara waktu agar dirinya tak diganggu olehnya.
Ting..
Bunyi pesan ponsel Akbar menandakan ada pesan baru masuk, Akbar yang sedang ada rapat internal perusahaan merasa agak terganggu ia pun melihat ke arah ponsel dan mengetahui kalau istrinya yang mengirim pesan untuknya ada sedikit senyuman tipis dibibirnya.
"Jadi kamu benar-benar pergi dariku. Akan aku bereskan wanita sialan itu baru aku mengejarmu sekali lagi sayang. Aku benar-benar tak ingin berpisah denganmu aku menyadari semuanya. tunggu aku Luna..."gumam Akbar dalam hati
Akbar tak membalas pesan itu, ia tau kalau nomornya pasti akan diblokir setelah Luna mengirim pesan untuknya.
"Saya tak mau tau laporan perusahaan bulan depan harus lebih baik dari yang ini, proyek mall saya ingin tiga bulan lagi selesai saya lihat ini sudah 75% seharusnya sebentar lagi selesai. Oke, meeting kali ini sampai disini selesai minggu depan kita meeting lagi."ucap tegas Akbar pada masing-masing divisi disana.
Meeting pun berakhir, kursi yang diduduki Akbar memutar dan menghadap kearah luar jendela ia temenung dan memejamkan matanya sejenak.
"Kesalahanku sungguh banyak padamu Luna."gumam Akbar dalam hatinya.
- -
Sampai dirumah Akbar melihat sudah ada Dita yang berada disana, Akbar hanya menghela nafas.
"Akhirnya kamu pulang sayang."kata Dita yang melihat kekasihnya turun dari mobil.
Akbar berjalan masuk kedalam rumah mengabaikan Dita yang menyambutnya pulang, Dita melihat Akbar sedang duduk diruang keluarga. Ia pun menghampirinya untuk bersalaman dengan Akbar tapi Akbar kembali mengacuhkannya dan memilih berjalan ke lantai atas tanpa berniat untuk menyapa atau berbicara dengan kekasihnya itu.
Dita mengeram kesal saat melihat Akbar yang mengabaikan keberadaannya lalu duduk di sofa dengan lemas, Akbar memilih untuk membersihkan dirinya lebih dulu dikamarnya lalu turun kebawah untuk waktu makan malam telah tiba. Dita langsung menegakkan tubuhnya saat melihat Akbar berjalan menuruni tangga, Akbar masih saja acuh bahkan tak menganggap keberadaan Dita dirumahnya.
"Ingin kumasakkan makanan sayang?"tanya Dita pada Akbar yang sedang duduk diruang keluarga.
"Enggak usah Dita, aku sudah kenyang."tolak Akbar, tapi Dita yang masih keras kepala memilih ke arah dapur membuatkan makanan kecil meskipun posisinya sedang hamil muda saat ini tapi ia tak memikirnya sama sekali.
"Dita enggak usah buat apapun, duduk saja disini.."teriak Akbar
Dita tak mendengar sama sekali dan langsung berjalan ke dapur, lima belas menit kemudian apa yang dibuat Dita telah selesai Lalu ia menghampiri Akbar kembali dan menunjukkannya apa yang sudah dibuatnya, sekilas Akbar hanya melihatnya saja. ia pun bangun dari duduknya dan memilih berjalan menuju ruang kerjanya.
"Akbar ini aku buatkan kentang goreng untuk cemilan malam ini."kata Dita sambil memegang piring ditangannya.
Akbar tak menjawab apapun dan memilih pergi dari sana, Dita menatap sendu punggung Akbar sekarang dia merasakan sakitnya di acuhkan dan diabaikan, padahal ini belum tiga hari Akbar bersikap seperti itu.
Yah.. semenjak terbongkarnya hubungannya dengan Akbar di hadapan Luna dan mamanya, semenjak hari itu pun Akbar sudah tidak lagi memperhatikannya. Tak ada lagi pesan untuk mengingatkan makan dan istirahat ataupun menanyakan keberadaannya. Akbar sudah membulatkan tekadnya untuk menyelesaikan masalahnya dengan Dita, itu dilakukan mulai dari saat ia dan Dita terjebak di pesta klien ia akan mencari tau kebenarannya apa anak yang dikandung Dita benar miliknya atau bukan.
Didalam ruang kerja Akbar memilih menghabiskan waktunya dengan beberapa dokumen yang sempat dibawa pulang, akan tetapi Dita tiba-tiba mengetuk pintu.
Tok..tok..
"Masuk.."teriak Akbar dari dalam ruang kerja.
"Akbar aku minta maaf kalau aku ada salah sama kamu, aku minta maaf sudah hadir di hubunganmu dengan Luna menjadi orang ketiga dalam pernikahanmu seharusnya dari awal tak pernah terjadi dan kita akhiri sejak pernikahamu dimulai waktu itu. Tapi semua itu karena aku masih sangat mencintaimu Akbar, aku enggak bisa melepaskanmu dari hidupku."kata Dita dengan mata berkaca-kaca.
"Apa yang kamu katakan Dita? tenanglah, kamu enggak salah disini aku yang salah dari awal. Sudah jangan menangis lagi."ucap balas Akbar yang langsung memeluk Dita.
Dibalik pelukan yang diterima Dita, sebenarnya ini hanya akting yang dilakukan Dita. Dita tersenyum sinis aktingnya berhasil lagi didepan Akbar, ia hanya perlu berucap panjang lebar berusaha meminta maaf dan Akbar percaya kembali.
"Makan yang aku buatkan tadi yah Akbar, apa perlu ku buatkan kopi untumu?"ucap Dita dengan pelan.
"Bawakan kesini nanti akan ku makan, dan kembalilah ke kamarmu setelah itu kamu sedang hamil muda tak baik tidur terlalu malam."kata Akbar pada Dita yang masih dalam pelukannya.
"Baik Akbar, tunggu aku akan kembali ke bawah mengambilkannya untukmu."kata Dita dan ia pun langsung berjalan keluar dari ruang kerja Akbar.
Akbar yang melihat Dita keluar dari ruang kerjanya hanya menghelas nafas kasar, ia terpaksa kembali memeluk Dita.
"Maaf..maafkan aku Luna, lagi-lagi aku berbuat kesalahan."gumam Akbar
Tak lama kemudian Dita kembali masuk sambil membawa piring berisi kentang goreng dan segelas kopi untuk Akbar.
"Ini sayang buatmu, kalau begitu aku kembali ke kamar."kata Dita setelah meletakkan diatas meja.
Dita kembali ke kamar tamu yang khusus dibuat untuknya selama tinggal dirumah Akbar, sedangkan ibunya Akbar kebetulan pergi keluar kota jadi rumah itu hanya ada Akbar dan Dita dan para pengurus rumah saja.
"Aku tak akan menyerah sampai disini saja, ini masih awal setelah ini akan ada kejutan untukmu dan Luna."gumam Dita sambil tersenyum sinis.
se BADAS apa kamu luna
apa mau berbagi lendir dengan mereka lun OMG
biar kamu ga sama Kaya yg lain cuma mewek doang 🤦