NovelToon NovelToon
CINTA TAK TERDUGA DARI BERONDONG MANIS

CINTA TAK TERDUGA DARI BERONDONG MANIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Berondong
Popularitas:668
Nilai: 5
Nama Author: intan_fa

Ranaya Aurora harus rela mengakhiri hubungan asmaranya dengan sang kekasih karena perselingkuhan. akibat dari itu, Naya tidak lagi percaya cinta dan pria sehingga memutuskan untuk tidak akan pernah menikah.
akan tetapi, tuntutan keluarga membuatnya harus menikah. Aero Mahendra menjadi pilihan Naya, lelaki asing dengan usia empat tahun di bawahnya. Walaupun pernikahan itu di tentang keluarga hanya karena perbedaan status sosial, Naya kekeh memilih Mahen atau tidak menikah sama sekali.
Bagaimana Naya menjalani pernikahan dan hidup bersama Mahen?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intan_fa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjodohan lagi

Dengan ragu-ragu Naya menghampiri Papa dan mamanya di meja makan. Sembari berpikir apa yang akan ia jelaskan pada mereka.

"Makanlah dulu," titah Ilham.

Naya mengambil roti dan mengolesinya dengan selai cokelat. Lalu memakannya perlahan sesekali ia selingi dengan meneguk susu hangat yang sudah Suci buatkan.

"Lebih menegangkan di diamkan seperti ini daripada di omeli!" batin Naya.

"Naya, kau tahu apa kesalahanmu?" tanya Ilham memecah keheningan.

"Papa ... Maafkan aku ..." lirihnya.

"Kau terbawa pengaruh buruk Mahen sehingga menjadi seperti ini." tuduh Ilham tanpa mengetahui kalau itu sudah hal biasa Naya lakukan.

"Jangan salahkan Mahen. Dia tidak salah apa-apa, ini salahku," bela Naya. Tidak tahu mengapa ia refleks membela Mahen.

"Naya, papa tahu yang terbaik untukmu dan Mahen tidaklah baik. Jadi, papa harap kamu jangan berhubungan lagi dengannya. Jauhi dia ... Lagi pula status sosial diantara kau dan Mahen tidaklah setara!" tutur Ilham.

"Kok papa gitu sih ... Mahen gak salah apa-apa, kenapa malah merembet ke status sosial sih?" protes Naya.

"Pokoknya jangan berhubungan lagi dengan Mahen. Papa yang akan carikan jodoh untukmu dan kamu tidak bisa menolaknya!" ungkap Ilham seraya berlalu pergi.

"Pa ... Papa ... aku gak mau di jodohkan. Papa ..." panggil Naya.

"Sudahlah biarkan papamu pergi ke kantor dan hatinya tenang. Lagi pula kamu ada-ada saja mabuk seperti itu, sekarang kamu temui Mahen dulu sana. Kasihan dia," titah Suci.

Apa yang mamanya katakan ada benarnya. Naya jadi kepikiran Mahen apalagi sampai kena pukul papanya pasti sangat menyakitkan.

"Kalau begitu aku pergi dulu, Ma." Naya pamit untuk pergi ke kantor.

Mahen senyum-senyum menatap layar ponselnya itu. "Lucu juga Naya ... Apa aku ungkap saja identitasku, dengan begitu papanya akan menyetujui hubungan ini? Aghh tapi apa Naya akan menerimanya? Lagi pula semalam saja dia masih galauin mantannya. Akan sangat susah untuk mendapatkan Naya!" gumannya.

Ia datang ke studio tepat waktu dan mulai bekerja menjadi fotografer profesional dengan gaji yang terbilang kecil jika di bandingkan dengan bisnis dan aset-aset yang di milikinya. Akan tetapi Mahen enjoy dan menikmati itu.

Sementara itu, Naya baru selesai meeting dan waktunya makan siang kemudian Ilham menghubunginya dan mengajaknya untuk makan siang bersama diluar.

Naya setuju dan akan menggunakan kesempatan ini untuk berbaikan dengan sang papa.

Sampai di restoran yang papanya tentukan dan mencari tempat duduk yang kosong dan menunggunya sembari memesan minuman.

Tidak lama kemudian, pria asing menghampiri Naya dan duduk di kursi di hadapan Naya.

"Naya, ya ..." ucapnya seraya mengulurkan tangan.

Dengan keheranan, Naya menerim uluran tangan pria asing itu. "Maaf, siapa ya?"

"Saya sampai lupa memperkenalkan diri. Saya Dimas, pria yang akan di jodohkan denganmu. Pak Ilham yang menyuruh saya datang kemari," jelasnya.

Naya hanya bisa bernafas dengan berat. Ternyata sang papa berulah kembali, mengajaknya bertemu untuk mempertemukan dengan pria-pria aneh lagi.

"Saya masih bujang kok, saya punya perusahaan di bidang farmasi. Menikah dengan saya kehidupanmu akan terjamin dan setelah menikah kau tidak perlu bekerja lagi, cukup lahirkan banyak anak untukku," tuturnya.

Naya seketika memelototkan matanya seakan mau keluar. Menikah saja tidak mau apalagi harus melahirkan banyak anak, itu sama sekali tidak ada dalam pikirannya. Meneguk minumannya itu seraya berpikir bagaimana caranya menolak pria ini?

"Bagaimana?"

"Apa papa saya tidak mejelaskan kalau saya tidak mau memiliki anak?" cetus Naya asal. Hanya itu yang ada di pikirannya saat ini.

"Kau jangan bercanda. Lalu siapa yang akan meneruskan bisnis-bisnisku? Oh tidak bisa, kau harus melahirkan banyak anak," kekehnya.

"Kalau begitu berarti kita tidak cocok," ujar Naya berusaha tenang.

"Pak Ilham ini bagaimana sih?" gerutunya.

"Begini saja, kita sama-sama tolak saja perjodohan ini dan semuanya beres. Saya yakin banyak perempuan yang mengantri diluar sana yang mau melahirkan anak-anak untukmu," tutur Naya.

"Apa yang kau katakan itu benar?"

"Tentu saja ..." Naya meyakinkannya.

"Baiklah aku akan menolak perjodohan ini karena sebenarnya aku juga sudah mempunyai orang yang aku suka!"

"Nah, apalagi kalau seperti itu. Hidup akan lebih bahagia jika menikah dengan orang yang di cintai," ujar Naya.

Pria itu akhirnya mau menolak perjodohan itu sehingga membuat Naya bisa bernafas dengan lega. "Seniat itu papa tidak ingin aku bersama Mahen. Aghhh kenapa jadi rumit sihhhh?" gerutunya.

Menghadapi orang asing itu membuat Perut Naya keroncongan. Kemudian memesan beberapa makanan dan ia bawa untuk makan di kantor.

Sesampainya di kantor, ia melahap makanan itu.

Tok ... Tok ... Rossi mengetuk pintu dan masuk.

"Bu, ada kiriman untuk bu Naya." Rossi meletakkannya di meja.

"Dari siapa?"

"Tulisannya sih dari Mr. M ... Itu siapa bu?" tanya Rossi penasaran.

Naya berpikir sejenak lalu nama Mahen yang muncul di kepalanya. "Kau kepo sekali. Sana keluar, jangan mengganggu makanku!"

"I–iya maaf bu saya lancang. saya permisi ..." Rossi berlalu pergi.

Dengan cepat Naya membuka kotak itu. Ternyata isinya cokelat dan setangkai mawar merah seperti biasanya.

"Hmmm padahal sudah di pukul papa, masih saja berani ternyata nih anak," gumam Naya diiringi tawa kecil.

"Lucu sih, tapi kek berasa jadi anak remaja lagi ... Hahahaaa ..." Naya merasa geli memikirkan itu.

1
Kaira
sejauh ini sih seru
Kaira
Harus jodoh Naya sama Mahen dong
Aruna
Naya cocoklah sama Mahen
Intan Diamond: penasaran, kan???
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!