NovelToon NovelToon
ANAYA-nya HELGA

ANAYA-nya HELGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Bad Boy / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:559
Nilai: 5
Nama Author: NLiRa

Sekolah internasional terkenal dijakarta yang bernama Grand Imperial Academy, sedang disibukan dengan kedatangan siswa-siswi baru, yang sedang melakukan masa orientasi.

Anaya menjadi salah satu siswi baru di Grand Imperial Academy, ia bersekolah disana karena ada kedua abang kandungnya dan juga abang sepupunya yang bersekolah disana dan sudah menjadi siswa kelas 12 yang merupakan panitia orientasi juga.

Helga si Ketua OSIS yang tak pernah terlihat senyumannya sedikitpun menjadi icaran banyak siswi di Grand Imperial Academy.

Namun senyum Helga mulai muncul saat ia mulai tertarik dengan Anaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NLiRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BREW LAB

"Vinka gak boleh gitu" tegur Arunika yang pusing melihat anaknya yang terus berdebat.

"Pokoknya nanti kamu ikut abang kamu, mama mau ke kamar dulu, pusing mama kalau dengar kalian debat terus" ucap Arunika yang berdiri dan berjalan menuju ke kamarnya.

"Tuh kan mama kalian ngambek" ucap Devandra.

Malam di kediaman Wiranta.

"Papa, mama hati-hati dijalan ya" ucap Anaya yang melihat orang tuanya yang sudah berada di dalam mobil.

"Iya Ana" sahut Sinta.

"Pa, nanti pulang beliin Ana coklat" ucap Anaya lagi.

"Siap princess papa" sahut Andreas yang kemudian langsung berangkat.

"Coklat terus" ucap Mahesa yang berada dibelakang Anaya.

"Biarin napa sih" ucap Anaya kesal.

"Yaudah yok kita jalan" ucap Farraz.

"Wil, lo bawa motor atau mobil? " tanya Farraz.

"Gue bawa motor, mau jemput Flo sambil night ride tipis-tipis lah" ucap William.

"Gue juga mau jemput Retta dulu" sahut Mahesa.

"Kayak yang udah jadian aja" sindir Farraz.

"Gue mah maju selangkah ya, jadi hts bukan hanya sekedar teman" sahut Mahesa yang juga menyindir Farraz.

"Hts mulu, jadian kagak" ulti William.

"Oke kalau dia yang ngomong gue kalah" ucap Mahesa yang mengangkat kedua tangannya.

"Udah gue sama Ana langsung ke cafe, nanti kalian langsung nyusul aja" ucap Farraz yang mengambil kunci motornya.

"Raz, hati-hati bawa motornya, soalnya lo bawa adik gue" ucap Mahesa sambil memeluk Anaya.

"Adek gue juga kalau lo lupa" sahut Farraz santai.

"Udah sono berangkat" ucap William.

"Abang wil, abang Hes, Ana duluan ya" ucap Anaya pada William.

"Oke Ana" sahut William dan Mahesa barengan.

Mereka pun berangkat. Farraz dan Ana langsung menuju ke cafe tempat nongkrong mereka biasa, sedangkan William dan Mahesa memilih untuk menjemput pasangan mereka terlebih dahulu.

"Abang, emangnya kalian sering nongkrong dimana? " tanya Anaya dengan sedikit berteriak.

"Cuma di satu tempat, Brew Lab itu cafe favorit abang sama temen-temen abang" sahut Farraz.

"Owhhh, tempatnya bagus ya? " tanya Anaya lagi.

"Bagus, nyaman dan cozy" sahut Farraz lagi.

"Abang disana ada es coklat gak?" tanya Anaya.

"Hahahhaa, coklat selalu jadi favorit Ana ya" ucap Farraz sambil tertawa.

"Iya doang, kata mama coklat manis cocok untuk Anaya yang manis juga" teriak Anaya sambil merentangkan tangannya.

"Hahahaha, Oke princess manis duduk yang tenang dan pegangan yang erat karena kita akan menambahkan kecepatan" ucap Farraz yang menambahkan kecepatannya yang membuat Anaya langsung memeluk abangnya lagi.

Akhirnya mereka sampai di sebuah cafe dengan nuansa kekinian dan juga luas. Farraz membantu melepaskan helm Anaya.

"Ayok masuk" ajak Farraz yang menggandeng tangan adiknya.

Anaya takjub saat melihat suasana di dalam cafe yang dimana banyak meja yang sudah di isi oleh pengunjung lain. Farraz langsung membawa adiknya duduk di tempat biasa mereka tempat yaitu sofa yang tepat di depan meja bar cafe.

"Ana, duduk disini dulu ya. Abang ke toilet sebentar" ucap Farraz yang meminta adiknya duduk di tempat biasa mereka.

"Tunggu disini abang pesanin Ana minum dulu" ucap Farraz yang menuju meja pesanan.

Ana duduk sambil memperhatikan sekitar, ia bisa jelas melihat abangnya yang masih berdiri di meja bar cafe, sekiranya lima menit kemudian Farraz kembali dengan membawa segelas minuman untuk Ana.

"Ana harus coba ini, pasti Ana suka" ucap Farraz yang menaruh minuman coklat di depan Anaya.

"Terimakasih abang" ucap Anaya yang senang.

"Sama-sama, abang tinggal sebentar ya" ucap Farraz dan mendapatkan anggukan dari Anaya.

Anaya mulai menikmati minuman yang diberikan oleh Farraz tadi. Matanya langsung berbinar buat pertama kali ia mencoba minuman coklat itu.

"Euuuummm ini enak banget"ucap Anaya yang seperti anak kecil.

Tak lama saat Anaya sedang menikmati minuman coklatnya, Jefran dan Nevan pun datang ke meja itu. Keduanya terkejut melihat ada gadis yang duduk tempat biasa mereka.

"Eh adik kecil, orang tuanya mana? " tanya Nevan yang membuat Anaya hanya diam menatap keduanya.

"E.. ee gini adik kecil, ini itu tempat duduk kami, kamu bisa cari tempat lain ya" ucap Jefran dengan hati-hati.

"Nama kalian siapa? " tanya Anaya dengan polos sambil seseorang menyeruput minumannya. "Kakak Nevan dan ini Jefran" ucap Nevan yang membuat Anaya langsung celingak-celinguk melihat ke sisi meja dan sisi sofa.

"Lagi nyari apaaan adik kecil? " tanya Nevan.

"Lagi nyari nama kalian di meja maupun sofa ini, tapi gak ada tuh" ucap Anaya yang membuat Nevan dan Jefran menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Bu-bukan begitu maksudnya adik kecil" ucap Jefran.

"Aduh gimana cara ngusirnya ini" ucap Jefran pelan pada Nevan.

"Jadi gini adik kecil, ini itu tempat duduk kami, bahkan orang-orang di sini sudah tau ini tempat kami" ucap Novan dengan hati-hati.

"Enak aja, kan duluan aku yang duduk disini. Ini tempat umum harusnya siapa yang duluan datang" ucap Anaya dengan polosnya.

"Iya ini emang tempat umum, tapi kan..." ucap Nevan yang kehabisan kata-kata dan menatap Jefran.

"Aduh gimana ya cara jelasinnya" ucap Jefran pelan.

"Lagian kamu anak kecil ngapain sih nongkrong malam-malam di cafe. kamu masih SMP kan" ucap Jefran yang membuat Anaya kesal dan lansung berdiri dari duduknya.

"Enak aja, aku bukan anak kecil lagi ya. Aku bukan anak SMP" ucap Anaya yang berdiri.

"Masa sih, kecil gini kalau bukan anak SMP anak apa? anak SD" ucap Nevan sambil tertawa.

"Ihhh aku aduin sama abang aku ya" ucap Anay kesal.

"Aku udah SMA tau" ucap Anaya dengan tatapan tajam, namun itu hanya terlihat mengemaskan bagi Nevan dan Jefran.

"Baru kali ini gue pengen jadi penculik, pengen nyulik ini bocah" bisik Nevan pada Jefran.

"Benar, pengen gue adopsi ni bocah untuk jadi adik gue, gemes" sahut Jefran yang ikut berbisik.

"Ngapain bisik-bisik" ucap Anaya yang semakin kesal.

"Eh eng-" ucap Nevan yang terhenti saat kedatangan Helga.

"Ada apa ini? " tanya Helga yang membuat Anaya menatap kearah Helga dan langsung terkejut dan membalikkan tubuhnya berlawanan arah dengan Helga.

("Aduh gawat, ini kan ketua panitia MPLS di Grand Imperial Academy. Aduh gimana ini, dia pasti tau kalau aku gak ikut MPLS hari ini, dia pasti bakal hukum aku besok di lapangan "batin Anaya yang masih membelakangi Helga, Jefran dan Nevan. Ia gak tau kalau MPLS sudah gak dilanjutkan.)

("Aduh abang mana sih, kok belum balik. Gimana kalau dia pikir aku sengaja bolos karena habis di hukum kemarin, aduh bahaya ini. Abanggg" isi kepala Anaya mulai berisik sendiri?).

"Heh anak kecil kenapa membelakangi kita" ucap Nevan yang membuat Anaya terkejut.

"Ihhhh aku bukan anak kecil tau" ucap Anaya yang langsung membalikkan badannya lagi.

"Kalau gak percaya tanya aja sama kakak ini, dia ketua MPLS di sekolah aku dan kemarin kita ketemu kok, ya kan kak" ucap Anaya pada Helga, namun Helga hanya terdiam menatap Anaya, karena ia sudah tau kalau Anaya adalah adik Farraz, Mahesa dan sepupu William.

"Aduh kak jangan salah paham, aku gak datang MPLS bukan karena takut dihukum lagi, eh emang takut sih di hukum, cuma aku gak datang hari ini karena sedang sakit dan ini aku diajak sama abang kesini karena papa dan mama aku sedang ada acara. Tolong jangan hukum aku besok ya, nanti kalau aku sakit lagi gimana, tapi kalau emang mau tetap hukum aku hukumannya yang lain aja, jangan keliling lapangan lagi. "ucap Anaya panjang lebar karena panik dan membuat Jefran dan Nevan kebingungan.

"Hel, lo... " belum sempat Nevan bertanya ucapan dia sudah di selat oleh kehadiran Havinka.

"Abanggg, kamu benar-benar ya gak nungguin aku" ucap Havinka yang emang ditingal oleh Helga di motor dan susah melepaskan helmnya.

"Inka" ucap Anaya yang merasa beruntung bertemu dengan teman barunya.

...****************...

...****************...

Hai udah lama author gak up cerita, so kali ini author up cerita baru yang bertemakan anak sekolah lagi. mohon dukungannya, maaf kalau banyak kata yang typo. Jangan lupa Like, Comment dan Sarannya. Jujur saran dari kalian bisa menjadi motivasi bagi author untuk buat jalan cerita. Makasih semuanya, selamat menikmati...

...****************...

...****************...

1
Meenyaaa
Ana cukup manja sama abang2nya aja, kalau sama musuh cakar Ana cakar
Meenyaaa
nah gini baru keren
Meenyaaa
aaakkkkkk helgaaaa
Meenyaaa
pada heboh semua🤣🤣
Meenyaaa
HELGAAAA
Meenyaaa
Vika kecintaan soalnya😄
Meenyaaa
ka Helga doang bye bye nya🤭
Meenyaaa
lanjuttt
Meenyaaa
nasip lu mahesss🤣🤣🤣
Meenyaaa
🤣🤣
Meenyaaa
up lagi kak
Meenyaaa
up yang banyak thor
Meenyaaa
bner lagi🤣🤣
Meenyaaa
mampusss
Meenyaaa
huhuhu Mahesa... ☹️
Meenyaaa
keren ceritanya, ringan untuk kisah anak SMA. lanjut tiap hari thor
Meenyaaa
ucapan tajam emang gak membekas di kulit tapi selalu membekas di batin. peluk jauh Ana
Meenyaaa
ya jlas perhatian, wong abangnya
Meenyaaa
ini manusia mulutnya gak ada etika ya, main nuduh org digilir lagi
Meenyaaa
lanjut lagi thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!