NovelToon NovelToon
Lusy Ratu Peri Terkuat

Lusy Ratu Peri Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Pembaca Pikiran / Fantasi Isekai / Peramal / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:762
Nilai: 5
Nama Author: Nadia Papendang

Lusy peri muda yang tidak memiliki sihir seperti peri lainnya. Dia berkeinginan menjadi ratu peri yang melampaui ratu peri generasi sebelumnya.

Lusy di remehkan oleh kaumnya sendiri. Namun, suatu ketika dia menemukan sebuah teknik terlarang dan sebuah pedang leluhur peri yang membuatnya bisa membangkitkan kekuatan sejatinya.

Lusy bangkit menjadi peri terkuat tanpa sihir, tapi banyak orang yang masih tidak menerima sebuah kenyataan kalau Lusy adalah peri terkuat di alam Peri.

Akankah Lusy berhasil menjadi Ratu Peri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Papendang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lusy part 1

Lusy terlahir sebagai peri yang cacat, dia tidak bisa menggunakan sihir seperti peri pada umumnya.

Lusy di kucilkan oleh kaumnya sendiri, sampai-sampai ibunya saja tega membuangnya ke hutan kematian, di mana tidak ada seorang Peri pun yang berani masuk ke dalam hutan tersebut, kecuali Ratu Peri.

Helena, Ibu Lusy melakukan hal tersebut karena dia tidak ingin nama baiknya sebagai penasehat Ratu Peri tercemar.

Helena merupakan orang kepercayaan Ratu Peri Titania, Ratu peri generasi ke lima yang sangat mahir dengan berbagai sihir.

Helena tidak segan-segan membuang Lusy ketika dia baru berumur sembilan tahun, di hutan Kematian.

Pada saat itulah Lusy bertekad untuk tumbuh menjadi peri yang kuat dan membalaskan dendam atas perbuatan ibunya.

Hoss... Hoss....

Terlihat seorang Peri muda dengan tubuh berlumuran darah sedang berlari dengan tertatih-tatih. Air matanya terus menetes, dia berlari sambil terisak karena sangat ketakutan.

Puluhan Cerberus mengejarnya tanpa memberikan peri muda tersebut napas sama sekali.

"Ayah, Ibu! Tolong Lusy!" Lusy masih berlari dengan tertatih-tatih, dia kehilangan banyak darah akibat serangan para Cerberus yang terus mengejarnya.

Air matanya bercampur dengan darah perak khas darah peri langka. Lusy tidak tahu harus berlari kemana lagi untuk menyelamatkan diri.

Cerberus semakin mendekat ke Lusy, peri muda tersebut terus berlari dengan sisa-sisa tenaganya.

Karena dia tidak melihat arah ketika berlari, Lusy tidak melihat ada sebuah lubang di depannya.

Arghhh.....

Lusy berteriak sangat keras saat dia terjatuh di sebuah lubang yang sangat dalam dan dalam beberapa tarikan napas saja dia belum mencapai ujung lubang tersebut.

Bruukkhh.... Arghh.....

Setelah lama jatuh, akhirnya Lusy sampai di dasar lubang tersebut. Namun, Lusy langsung tidak sadarkan diri.

Puluhan Cerberus yang mengejar Lusy terlihat memandangi Lusy dari atas lubang tersebut, mereka kemudian pergi karena tidak mungkin menyusul Lusy jatuh ke dalam lubang.

Lusy terkapar di sana dengan penuh luka, di tambah dia jatuh dari ketinggian sehingga tulang Kaki dan beberapa rusuknya patah.

Di usianya yang sudah menginjak sembilan tahun, meski Lusy seorang peri, tapi dia belum menumbuhkan sayapnya, sehingga dia tidak bisa terbang seperti para peri lainnya.

Beberapa hari Lusy tidak sadarkan diri, hingga akhirnya dia terbangun ketika ada sebuah Lendir yang menempel di wajahnya.

Lusy mengerjapkan matanya, ketika dia membuka mata sepenuhnya.

Lusy langsung membelalakkan mata saat melihat Monster aneh yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

Sontak saja Lusy langsung bergegas menjauh dari Monster tersebut, dia beringsut ketakutan mencoba menjauh darinya.

"Salamander? atau roh unsur api (makhluk elemental) yang hidup di dalam api itu sendiri.

Kenapa ada Roh api di sini?" Lusy baru menyadari kalau sosok yang dia lihat adalah Roh Api yang seharusnya hanya ada dalam legenda saja.

"Tunggu dulu! Lukaku...." Lusy memegangi wajahnya, dia juga memeriksa tubuhnya, betapa terkejutnya Lusy ketika seluruh tubuhnya sudah pulih sepenuhnya.

Lusy menatap Salamander tersebut, Salamander malah meninggalkan Lusy dan pergi ke suatu tempat.

"Tunggu dulu! Aku mau berterima kasih!" Ujar Lusy sambil mengejar Salamander yang berlari dengan loncat-loncat itu.

Lusy mengejar dengan cepat, karena Salamander tersebut menjauh dengan sangat cepat meninggalkan-nya.

Lusy yang beberapa hari ini terus berlari karena kejaran dari berbagai Monster penghuni Hutan Kematian, dia merasakan kalau tubuhnya sangat ringan ketika mengejar Salamander tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!