"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar
kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta
tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya
bagaimana kelanjutan ceritanya???
mari kita simak........
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 (kembali mengingat mu)
Kini Viona termenung di taman yang berada dekat dengan kolam, fikiran nya kembali mengingat seorang laki-laki yang berapa tahun lalu ia tolong ketika hampir tenggelam di tengah-tengah danau
wajah laki-laki itu sekilas mirip sekali dengan Baskara, tetapi sifat dan sikap yang di miliki oleh tuan muda nya sangat berbeda jauh dengan laki-laki yang pernah ia tolong itu
FLASHBACK....
Di sebuah danau yang tidak banyak orang tau, terlihat ada seorang gadis yang sedang duduk santai sembari membaca sebuah buku novel, samar-samar gadis itu mendengar ada sebuah suara minta tolong yang seperti nya jarak nya lumayan dekat dari tempat ia duduk
"kok kayak ada yang minta tolong ya?" gumam Viona
Dengan keberanian yang besar, gadis itu mulai berjalan menyusuri sebuah danau yang nampak terlihat sepi, mata nya kini terbelalak kala melihat ada seorang anak laki-laki tenggelam dengan wajah yang mulai sedikit pucat
tanpa menunggu lama, Viona dengan cepat berenang ke tengah danau untuk menyelamatkan laki-laki itu, ia tak memperduli kan nyawa nya sendiri, padahal ia tau jika danau itu memiliki kedalaman sekitar 10 meter dari dasar tanah
Viona dengan sekuat tenaga membawa laki-laki itu ke daratan, wajah kedua nya kini sama-sama pucat dengan tubuh yang mengigil kedinginan
"m-akasih udah nolongin aku" ucap laki-laki itu yang bibir nya mulai membiru
"iya sama-sama" jawab Viona dengan tersenyum manis
Ia berjalan ke arah buku nya yang tergeletak di atas rerumputan, tangan nya meraih buku itu dan memasukan nya ke dalam kantong, Viona sangat takut jika buku yang ia beli dengan susah payah basah begitu saja
"kamu mau kemana?" tanya laki-laki itu setelah diam beberapa menit hanya untuk memperhatikan gerak-gerik Viona
"aku mau pulang, takut di cariin sama ibu, lagian ini juga udah sore" jawab nya
baru saja kaki nya berjalan beberapa langkah, tiba-tiba saja laki-laki itu menghadang nya dengan wajah memelas
"please, temenin aku dulu, gue kesepian" pinta nya dengan nada memohon
Viona yang kasihan melihat wajah laki-laki itu pun akhirnya nya mengangguk setuju
"Tapi jangan lama-lama ya, takut nanti ibu aku marah" Ucap Viona
"Iya aku janji gak lama kok"
Laki-laki itu meraih tangan Viona dan membawa nya pada sebuah bangku panjang yang berada tepat di bawah pohon besar
"Ngomong-ngomong kamu kelas berapa?" Tanya laki-laki itu
"Aku baru kelas lima, kamu sendiri kelas berapa?" Ucap Viona balik bertanya
Bukan nya menjawab, laki-laki itu malah mengulum senyum yang begitu manis, lalu dari dalam saku celana nya, ia mengeluarkan sebuah kalung liontin yang membuat Viona terpana
"Ini bagus gak?" Tunjuk nya pada kalung liontin berwarna merah
"Bagus, pasti itu harga nya mahal banget kan?" Tanya Viona yang membuat laki-laki itu tertawa
"Kenapa cewek itu gampang banget tau, mana barang mahal sama murah"
Viona nampak berfikir cukup lama sebelum menjawab pertanyaan laki-laki itu
"Gak tau juga ya, aku kan cuma nebak aja, soal nya kalo murah gak mungkin sekilau itu" Jelas nya
"Emang nya, kalo barang murah gak bakal berkilau ya?" Tanya nya lagi
"Ya nama nya juga barang murah, gak mungkin kan kalo berkilau" Jawab Viona dengan kesal
Melihat wajah Viona yang sangat menggemaskan, tangan laki-laki itu terulur untuk mencubit pipi gadis itu dengan pelan
"Lucu banget sih kalo lagi bete kayak gini" Goda nya yang membuat kedua pipi Viona bersemu merah
"Jangan keras-kers nyubit nya"
Viona menarik tangan laki-laki itu dan menggenggam nya dengan erat
"Kamu tinggal nya dimana? Terus kok bisa tau tempat ini? Padahal jarang ada yang mau kesini loh??" Tanya Viona beruntun
"Hmm, kalo rumah aku deket sih dari sini, terus kalo masalah tempat ini, tadi aku gak sengaja ngikutin kucing lucu, eh gak tau nya dia malah bawa aku ke sini" Jelas nya
"Ooh, jadi gitu cerita nya" Gadis itu mengangguk-anggukan kepala nya
"Eh, ini kalung nya buat kamu aja, tolong di jaga sebaik mungkin ya" Pesan laki-laki itu sebelum bangkit dari duduk nya
"Ini beneran buat aku?" Tanya Viona tak percaya
"Iya, itu buat kamu, besok kalo udah gede jangan lupa kita ketemu disini lagi"
Laki-laki itu berlari menjauh sembari terus melambaikan tangan pada Viona
Gadis itu pun membalas lambaian itu dengan wajah terlihat sendu, ia menatap liontin itu dan memeluk nya dengan erat
"Semoga aja semesta mempersatukan kita lagi"
Viona mengeluarkan kalung yang selama ini ia tutupi dari semua orang, ia mengusap pelan liontin itu dengan tatapan sendu, ada sebuah rindu yang tidak bisa ia jelaskan, dan rasa nya sangat menyakitkan
"Viona!" panggil Baskara dengan suara melengking, sudah berulang kali laki-laki itu memanggil nama nya, tetapi gadis itu sama sekali tak mau menoleh, hal itu membuat laki-laki itu menjadi sangat geram
Viona sendiri sangat kaget dengan teriakan itu, ia dengan cepat memasukan kalung itu ke dalam baju nya dan berlari tergesa-gesa mendekati Baskara yang wajah nya sudah memerah
"i-ya, ada apa?" tanya nya dengan nafas tersenggal-senggal
"ada apa, ada apa! elo latihan jadi orang budeg apa gimana! dari tadi gue panggilin gak nyaut-nyaut, lagi ngapain sih?" tanya Baskara dengan nada dongkol
"i-tu, tadi aku lagi bersihin rumput" ucap Viona yang bingung mencari alasan
"bersihin rumput? ini kan udah malem, kek gak ada kerjaan aja, bersihin malem-malem"
Baskara mengambil catatan kecil dan memberikan nya pada gadis itu, Viona yang tak paham dengan maksud laki-laki di depan nya hanya bisa memasang wajah bingung nya
"ini buat apa?"
"masih nanya buat apa? maka nya di baca dong Viona!" titah nya
Viona yang menurut pun membaca tulisan itu dari awal yang membuat Baskara nampak bertambah kesal
"semangka"
"nanas"
"apel"
"anggur"
"pep_
" udah-udah stop! gak usah di baca semua nya, sekarang mending ikut gue belanja itu semua" ajak Baskara dengan meraih tangan Viona
"bentar-bentar, masa iya aku pake baju kayak gini" ucap gadis itu sembari memperhatikan baju nya
"ya pake itu aja kenapa sih, emang nya elo mau pake baju yang kek gimana?" tanya Baskara dengan heran
"hmm, ya udah deh pake ini aja" putus Viona dengan wajah tersenyum yang membuat Baskara memutar mata nya dengan malas