NovelToon NovelToon
Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Rebirth For Love / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Wulandari

Zhen Nuo editor di salah satu platform novel online. Secara tidak sengaja terjebak di dalam dunia novel yang penuh intrik pernikahan. Dengan semua kemampuannya ia berusaha merubah takdirnya sebagai pemeran pendukung. Yang akan terbunuh di bab kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria yang menyebalkan

Kaisar Xiao Chen bangkit.

Sreenggg...

Pedang di samping tahtanya di tarik dari sarungnya.

Setiap langkah yang ia lakukan. Bagaikan kengerian untuk para pendosa yang sudah tidak lagi memiliki tempat berlari di Kekaisaran Zuanxu.

"Setiap jengkal tubuhmu telah menjadi milikku. Sekalipun aku hanya menjadikanmu sebagai vas bunga untuk menghiasi istana ku. Tidak semestinya kau memberikannya kepada pria lain selain diriku." Suaranya seperti angin gurun yang sangat kencang menyapu jiwa yang rapuh. "Kematian untuk penghianat hanyalah kemudahan menuju pembebasan yang lain."

Pedang langsung menekan leher Selir Jing.

"Yang Mulia, ampuni hamba." Tubuh Selir Jing bergetar hebat.

Seeettt...

Satu tebasan membuat garis memanjang di wajah Selir Jing.

"Aaaaaa..." Darah mengalir deras dari bekas sayatan. "Wajahku..." Wanita itu tersungkur.

Darah menyiprat pada jubah kemegahan Kaisar Xiao Chen.

Sleee...

Pedang di lempar.

Sllppp...

Langsung menancap pada kemaluan Ketua utama penjaga gerbang Ibu Kota. Pria yang telah dengan beraninya berselingkuh dengan Selir Jing.

"Aaaaaaa..." Darah menyembur deras tanpa henti dari selakangan pria itu.

Melihat hal itu Selir Yu tentu saja terkejut. Dia mundur dan pingsan. Tepat di saat tubuhnya akan terjatuh di lantai. Kaisar Xiao Chen berhasil menangkapnya. "Bawa mereka berdua ke wilayah hening sebagai budak buangan. Jangan biarkan mereka mati sebelum seluruh rambut mereka memutih."

"Baik."

Empat penjaga menyeret Selir Jing dan selingkuhannya keluar dari istana.

Sedangkan Kaisar Xiao Chen menatap tanpa ekspresi. Dia mengangkat tubuh Selir Yu, membawanya pergi dari aula istana. Luka yang ada di perutnya terasa sakit saat merasakan beban. Tapi masih dapat di tahan untuk sementara waktu. Setidaknya dia harus memindahkan wanita yang telah menyelamatkan hidupnya semalam.

Kebaikan timbal balik tentu harus ada.

Di ruangan kamar istana, Kaisar Xiao Chen menempatkan Selir Yu di atas tempat tidur. Dia diam di sampingnya sampai wanita itu benar-benar sadar kembali.

Selir Yu tidak sadarkan diri sampai malam hari. Saat bangun kepalanya terasa sangat sakit.

"Kau bangun." Suara dingin itu terdengar dari tengah ruangan.

"Ini di mana?" Dia bangun dari tempat tidur dengan beralaskan kain sutra. Kedua kakinya menggantung. Ia melihat kearah suara. "Kau menggendongku kesini?" Ujar Selir Yu.

Ingatannya tertuju pada malam hari. Di saat pria itu datang ke kamarnya dengan luka. "Bagaimana dengan luka mu?"

"Kau istriku. Tentu aku yang menggendong mu," jawab Kaisar Xiao Chen. Menatap kearah istrinya. "Lukaku sudah mendingan."

Gaun yang ia kenakan jatuh menjuntai kelantai di saa ia bangkit dari tempat tidur itu. Dia melangkah tanpa alas kaki. "Berapa banyak istri yang kau miliki?" Tanya wanita itu.

Pertanyaan itu membuat Kaisar Xiao Chen mengerutkan keningnya. "Bukankah kau yang lebih tahu."

"Kau tidak mengetahuinya!" Selir Yu menatap pasti.

Pria itu tidak menjawab.

Bibir samping wanita itu menyinggung. 'Suami macam apa yang hanya menjadikan wanita sebagai koleksinya. Untung saja ini semua tidak nyata. Jika sampai aku mendapatkan pria sepertinya. Aku pasti akan gila.'

Hanya dengan tatapan, Kaisar Xiao Chen sudah mengetahui isi pikiran wanita di depannya. "Ibu Suri Agung dan Ibu Ratu yang telah mengambil mereka sebagai selir di istana. Bukankah kau salah satu bagian dari mereka." Mengambil teko teh panas yang ada di tungku kecil di sampingnya. Teko di angkat lalu teh di dalamnya ia tuangkan perlahan kedalam cangkir. "Sampai kapan kau akan bersikap bodoh di hadapanku. Kau tahu apa yang aku maksudkan."

Cangkir di angkat perlahan. Setiap tiupan membuat panas pada teh mulai meredam. Senyuman tipis melintas sebelum Kaisar Xiao Chen menikmati teh yang ia seduh.

Selir Yu duduk di hadapan pria itu. Dia seperti wanita tanpa rasa takut dan bersikap tidak peduli. Sekalipun dia berada di hadapan pengusaha negeri. Nyawanya saja bisa berakhir hanya dengan satu ucapan lembut dari bibir pria di depannya. "Senyuman itu membuatku tidak nyaman."

Kaisar Xiao Chen memandang kearahnya.

Selir Yu justru memutar kedua matanya malas.

"Kua sudah menunjukkan sifat aslimu. Bukankah bersandiwara selama ini cukup melelahkan bagimu?" Kaisar Xiao Chen meletakan cangkir yang ia pegang di atas meja.

"Apa kau pikir aku hanya bersandiwara di hadapanmu?" Menyandarkan tubuhnya pada pembatas kursi. Kedua tangannya menyilang. "Di saat wanita ini berusaha mendapatkan hatimu dan cinta darimu. Kau berpikir semua itu hanyalah sandiwara. Sekarang, di saat aku tidak sudi ada di dekatmu. Kau pikir semua tindakan ku juga hanya sandiwara. Yang Mulia, kau terlalu narsis."

Kedua alis Kaisar Xiao Chen di terangkat. "Narsis?"

"Seseorang yang kagum pada dirinya sendiri dan selalu berpikir lebih istimewa dari orang lain." Menatap pasti. "Sekalipun kau Kaisar. Kau juga tetap manusia." Pemikirannya membantah kalimat terakhir. "Ah, manusia dua dimensi." Selir Yu mengoreksi ucapannya. Dia lalu mengambil kue kering di meja. Memakannya dengan cukup lahap.

Tapi pria di depannya semakin binggung dengan ucapan wanita itu. Istilah baru yang pertama kali ia dengar membuat dirinya semakin penasaran. Namun rasa gengsi menekan keinginannya untuk bertanya lebih jauh. "Baru beberapa waktu tidak bertemu. Tapi tingkah mu sudah seperti wanita rendahkan."

Selir Yu bangkit. Gerakan tangannya seperti kilatan yang langsung menyambar mulut yang telah menghinanya. "Apa benar kau karakter utama?" Meremas bibir Kaisar Xiao Chen. "Kenapa penulis buku ini membuat karakter dengan pendidikan yang minim. Pemimpin negeri tapi mulutnya seperti wanita."

Untuk beberapa saat Kaisar Xiao Chen mematung karena terkejut. Saat sadar dia langsung menepis tangan Selir Yu. "Kurang ajar. Apa kau ingin di penggal."

"Ini leherku. Kau bisa memenggalnya jika mau." Wanita itu berdiri tanpa rasa takut. Dia berjalan pergi membawa sepiring kue yang ada di meja. "Tidak ada masalah besar selama perut terisi penuh."

"Heh." Mendengus kesal. "Dia menjadi semakin kurang ajar." Amarah menekan hati Kaisar Xiao Chen. "Untuk saat ini akan aku biarkan kau hidup."

Sepanjang perjalanan kembali, Selir Yu memandangi langit malam. Mulutnya selalu penuh dengan ramah kue yang lezat. Hingga, "Tunggu dulu. Benar juga. Panahnya." Dia berlari sekuat tenang kembali ke kamar Kaisar Xiao Chen. "Aku tidak boleh mati di dunia dua dimensi ini."

"Aaaaa..."

Kaisar Xiao Chen yang masih duduk di kursi langsung bangkit. Dia melihat kearah Selir Yu yang terlihat seperti di kejar oleh sesuatu.

Wanita itu menyerbu dengan cepat. Dia langsung melompat kepelukan Kaisar Xiao Chen tanpa aba-aba.

"Apa yang kau lakukan?" Kaisar Xiao Chen berusaha menurunkan Selir Yu dari tubuhnya. Tapi kedua tangan wanita itu seperti ikatan yang sulit di lepas. Bahkan tubuhnya melekat sangat kuat.

"Yang Mulia, anggap saja ini sebagai balas budi untuk perawatanku kemarin malam." Selir Yu semakin mempererat pelukannya.

Sreettt...

Sllppp...

Trakakk...

Dari arah pintu depan, anak panah melesat kuat menancap pada teko teh yang ada di meja.

Teh yang ada di dalamnya meluncur bebas tanpa sisa.

"Sudah aku duga." Wanita itu menatap kearah anak panah dengan kedua mata melebar. Hembusan napas lega dapat ia keluarkan leluasa.

Kaisar Xiao Chen melihat tajam kearah kegelapan yang ada di luar ruangan itu. Tapi dia tidak bisa menemukan sosok orang yang telah dengan berani menembakkan anak panah kearahnya.

"Ada pembunuh."

Semua prajurit pengawal istana yang tengah berpatroli berlari menuju ketempat Kaisar berada.

"Yang Mulia." Pengawal Zhu Wan memberikan hormatnya. Dia juga langsung datang di saat melihat panah masuk kedalam tempat Kaisar berada.

"Cari sampai ketemu. Aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri," ujar tegas Kaisar Xiao Chen.

"Baik." Pengawal Zhu Wan segara pergi melaksanakan tugasnya. Mencari orang yang telah menembak anak panah kearah Kaisar. Dia memerintahkan semua pasukan yang ada dalam kendalinya. Untuk mencari kesetiap sudut istana. Sekalipun harus membalikkan istana, dia tetap harus menemukannya.

Setelah kegaduhan itu mulai meredam. Kedua mata saling bertemu.

"Turun," kata Kaisar Xiao Chen dingin.

"Baik." Selir Yu segara turun.

Anak panah yang masih menancap di teko, di ambil Kaisar Xiao Chen. Dia terus memperhatikan ukiran yang ada di ujung anak panah.

'Pemahamanku benar. Hanya pemeran utama yang bisa menghadang kemalangan untuk tokoh pendukung.' Melihat anak panah yang ada di tangan Kaisar Xiao Chen. 'Selama aku ada di dekatnya. Kematianku bisa di cegah untuk sementara waktu.' Selir Yu terus bergumam di dalam hatinya.

1
Susilawati
lanjut lagi thor
Susilawati
sebenarnya apa yg membuat kaisar begitu membenci selir Yu
Ai
crazy up donk thor😄
Susilawati
lanjut thor
Susilawati
tahan tahan diri mu selir Yu
Susilawati
selir Yu kenapa pingsan nya sebentar aja, seharusnya di lama2in sampai besok paginya baru sadar
Susilawati
seharusnya kaisar dan selir Yu bersatu utk menggulingkan ibu Suri agung
Susilawati
jgn lemah Yu Jian, keadilan harus di tegak kan
Susilawati
mantap selir Yu, kamu harus berani melawan ketidakadilan walaupun itu ayahmu sendiri
Susilawati
ckckck ternyata ayahnya selir Yu selain gila jabatan juga gila uang
Susilawati
yahhh kenapa gosip nya harus di hentikan padahal lagi seru2 nya
Ai
up nya yang banyak kak author, semangatttt💪
Susilawati
pantas saja selir Yu yg asli sangat kejam, krn dia terus di tekan oleh ayahnya.
mungkin sebenarnya selir Yu ingin melindungi adiknya makanya dia melarang ayahnya mengirim adiknya ke istana krn selir Yu tahu bagaimana sulit dan bahaya nya tinggal di istana
Susilawati
pantas saja kaisar masih membiarkan selir Yu hidup, rupanya ada yg dia ingin kan.
Susilawati
kebencian yg akan berubah menjadi kecintaan yg mendalam
Susilawati
jahat bangt sih kalo benar selir Zhang membunuh pelayan nya sendiri hanya utk memfitnah selir Yu.
Susilawati
tidak apa2 Zhen Nuo, ini hanya dunia novel, itu yg harus kamu ingat
Susilawati
dasar gila si selir Yu 😄😄😄
Susilawati
Untung aja Zhen Nuo atau selir Yu ingat adegan selanjutnya dan langsung berbalik ke kamar nya kaisar, tapi kok bisa pembunuh masuk ke kediaman kaisar, pasti ada pengkhianat nih dlm istana
Susilawati
hahaha saking takut nya si selir Yu, sampai sembunyi dikolong ranjang, ngejar katak lah sampai mau lompat ke danau segala,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!