"Menjadi adik dari 7 megabintang dunia adalah satu hal, tapi menjadi penulis misterius yang diperebutkan oleh 4 pangeran kampus sambil menyamar jadi siswi biasa adalah tantangan yang sesungguhnya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kde_Noirsz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 : Proyek Film dan Izin dari Para Harimau
Suasana kelas Seni Film di Hanlim High School mendadak sunyi saat Pak Choi, guru perfilman yang paling disegani, masuk dengan membawa tumpukan map emas. Semua siswa tahu bahwa tugas akhir semester ini bukan sekadar tugas biasa, melainkan proyek kolaborasi yang hasilnya akan dipresentasikan di depan para agensi besar.
"Saya sudah membagi kelompok berdasarkan bakat yang saya amati selama ini," ujar Pak Choi tegas. "Untuk proyek utama, pembuatan film pendek berjudul 'The Silent Muse', saya menunjuk Lai Guanlin sebagai Sutradara dan Produser, dan Kim Aira sebagai Penulis Naskah sekaligus Konsultan Kreatif utama."
Aira tersentak dari lamunannya. Ia menoleh ke arah Guanlin yang duduk di barisan belakang. Pria itu memberikan senyuman tipis yang penuh kemenangan. Sementara itu, Sunoo, Heeseung, dan Eunwoo yang duduk di sekitarnya langsung memasang wajah tidak terima.
"Pak! Kenapa Aira tidak sekelompok dengan saya di bagian musik?" protes Heeseung pelan namun tajam.
"Atau dengan saya di bagian casting?" tambah Sunoo dengan nada kesal.
"Keputusan saya bulat. Guanlin dan Aira memiliki visi yang paling cocok untuk naskah ini. Proyek ini akan memakan waktu dua minggu penuh, termasuk riset di luar jam sekolah," tegas Pak Choi.
Aira menggigit bibirnya, ia merasa senang sekaligus takut. Senang karena ia bisa menuangkan bakat Miss KA-nya dalam tugas ini bersama Guanlin yang sangat mengerti visinya, tapi takut karena... ia tahu memberikan izin kepada "7 Harimau" di rumahnya akan lebih sulit daripada memenangkan piala Oscar.
Guanlin mendekati meja Aira saat bel istirahat berbunyi. Ia membungkuk sedikit, menatap mata Aira dengan intens. "Jangan khawatir soal izin. Aku yang akan bicara dengan kakak-kakakmu. Tapi kau harus janji, selama dua minggu ini, perhatianmu hanya untuk film kita... bukan untuk pangeran-pangeran lain ini."
Aira merona merah, ia meremas ujung seragamnya dengan manja. "Ih, Kak Guanlin... Aira kan jadi nggak enak sama yang lain. Tapi... ayo kita buat film yang keren banget ya!"
Malam harinya, suasana di Mansion Kim terasa sangat berat. Aira duduk di ujung kursi ruang makan, dikelilingi oleh ketujuh abangnya yang sedang melipat tangan di dada. Di depan mereka, Guanlin berdiri dengan tenang, mengenakan setelan jas santai yang sangat rapi, membawa draf proposal tugas filmnya.
"Dua minggu? Riset sampai malam? Berduaan saja dengan si Sultan Muda ini?" Yoongi membuka suara dengan nada dingin yang menusuk.
"Tidak berduaan, Kak Yoongi. Ada kru lain, meskipun fokus utamanya adalah diskusi naskah antara aku dan Aira," jelas Guanlin dengan sopan namun tidak gentar.
Seokjin menggebrak meja pelan. "Aira itu masih kecil! Dia belum pulih benar dari trauma kemarin. Bagaimana kalau dia kelelahan? Bagaimana kalau dia lupa makan karena sibuk riset?"
Aira langsung berdiri dan berlari menghampiri Jin, ia bergelayut di lengan abang tertuanya itu sambil mengeluarkan jurus "Mata Kucing" yang mematikan. "Kak Jinnie... please... ini tugas penting banget buat nilai Aira. Pak Choi bilang kalau film ini bagus, Aira bisa dapet beasiswa ke luar negeri. Aira mau buktiin kalau Aira hebat..."
"Hiks... kalian nggak sayang sama impian Aira ya?" lanjut Aira dengan suara yang mulai bergetar dan hidung yang memerah lucu.
Seketika, pertahanan ketujuh harimau itu runtuh. Jimin dan Jungkook saling berpandangan dengan wajah pasrah.
"Aduhhh, jangan nangis dong sayang!" Jungkook langsung menarik Aira ke pangkuannya. "Oke, oke. Kakak izinkan. TAPI! Ada syaratnya!"
Namjoon mengeluarkan tabletnya dan mulai membacakan syarat "Perjanjian Keamanan Aira".
"Pertama, riset hanya boleh dilakukan di perpustakaan publik atau di ruang belajar Mansion Kim. Kedua, Guanlin harus mengantar jemput Aira paling lambat jam tujuh malam sudah sampai rumah. Ketiga, setiap satu jam, Guanlin harus mengirimkan foto Aira yang sedang makan atau minum vitamin ke grup chat keluarga," ucap Namjoon tegas.
Guanlin mengangguk tanpa ragu. "Aku setuju dengan semua syarat itu. Keamanan dan kebahagiaan Aira adalah prioritas utamaku juga."
Taehyung menyipitkan matanya. "Dan ingat, Eunwoo, Sunoo, dan Heeseung tidak boleh ikut campur dalam proyek ini. Mereka hanya pengganggu. Kalau aku lihat mereka ada di lokasi riset, proyek ini batal!"
Aira bersorak kegirangan dan langsung menciumi pipi abang-abangnya satu per satu. "Makasih Kakak-kakak hebat Aira! Aira janji bakal rajin minum vitamin!"
Guanlin tersenyum menang. Dengan izin resmi ini, ia secara otomatis "menyingkirkan" ketiga saingannya dari lingkaran terdekat Aira selama dua minggu ke depan. Sunoo, Heeseung, dan Eunwoo yang biasanya menempel pada Aira di sekolah kini hanya bisa menatap dari kejauhan karena Aira selalu sibuk di ruang privat perpustakaan bersama Guanlin.
Saat mereka berdua mulai membuka naskah di ruang belajar malam itu, Guanlin mendekatkan kursinya ke arah Aira. "Hanya ada kita berdua sekarang, Aira. Mari kita buat dunia Miss KA menjadi nyata dalam film ini."
Aira tersenyum malu-malu, ia menyandarkan kepalanya sejenak di bahu Guanlin sambil membaca baris pertama naskahnya. "Kak... makasih ya sudah berjuang buat dapetin izin dari para harimau itu."
Sesuai dengan perjanjian, sesi riset naskah hari pertama dilakukan di perpustakaan pribadi Mansion Kim. Ruangan yang luas dengan dinding yang dipenuhi ribuan buku itu terasa sangat sunyi, hanya terdengar suara detak jam dinding dan gesekan pena di atas kertas.
Aira duduk di meja kayu besar, mengenakan kacamata bulatnya dan cardigan bulu warna putih yang membuatnya terlihat sangat mungil. Di hadapannya, Guanlin sedang serius menatap layar laptop, sesekali mencatat poin-poin penting dari naskah yang ditulis Aira.
"Aira, bagian ini... karakter utamanya harus menunjukkan sisi kerentanannya. Dia harus merasa seolah dunia meninggalkannya, tapi dia tetap harus terlihat kuat," ucap Guanlin dengan suara rendah yang menggema di ruangan sunyi itu.
Aira mengerucutkan bibirnya, ia menyandarkan dagunya di atas tumpukan buku. "Tapi Kak, kalau dia terlalu kuat, nanti penonton nggak bakal kasihan sama dia. Aira mau dia sedikit... sedikit manja, kayak Aira kalau lagi sedih," rengek Aira dengan nada yang sangat imut.
Guanlin mengalihkan pandangannya dari laptop ke arah Aira. Ia tersenyum tipis, sebuah senyuman yang jarang ia perlihatkan pada orang lain. Ia mengulurkan tangannya dan mengusap pipi Aira yang sedikit tembam. "Kau benar. Sisi manjamu itu sebenarnya adalah kekuatanmu, Aira. Itu membuat orang ingin melindungimu selamanya."
Wajah Aira seketika memerah panas. Ia langsung menyembunyikan wajahnya di balik buku naskah. "Ih, Kak Guanlin! Jangan mulai deh gombalnya! Kita kan lagi kerja!"
"Aku serius," bisik Guanlin sambil memajukan kursinya hingga lutut mereka bersentuhan. "Dua minggu ini, aku tidak akan membiarkan siapa pun mengganggumu. Termasuk Sunoo atau Eunwoo. Aku ingin kau fokus pada dunia yang kita bangun bersama di film ini."
Tiba-tiba, pintu perpustakaan terbuka sedikit. Mata Jungkook mengintip dari celah pintu, memastikan jarak antara Guanlin dan Aira masih dalam batas aman "satu meter" yang disepakati. Aira hanya bisa tertawa kecil melihat aksi mata-mata abangnya itu.
Tiga hari berlalu, dan tekanan proyek film mulai terasa. Aira mengalami writer's block. Ia sudah menghapus draf adegan kelima belas kali dan tetap merasa tidak puas. Emosinya mulai tidak stabil mode mood swing trauma dan kelelahannya mulai muncul kembali.
"Hiks... Aira nggak bisa nulis lagi! Aira payah!" tangis Aira tiba-tiba pecah di tengah sesi diskusi di sekolah. Ia melempar penanya dan menutup wajahnya dengan telapak tangan.
Guanlin yang sedang mempelajari storyboard langsung terperanjat. Ia segera berlutut di samping kursi Aira, mengabaikan tatapan beberapa siswa yang masih ada di koridor sekolah. "Aira, hey... lihat aku. Kau tidak payah. Kau adalah penulis terbaik yang pernah kutemui."
"Tapi naskahnya nggak bagus, Kak! Aira takut nanti filmnya gagal dan Kakak malu punya asisten kayak Aira... hiks..." rengek Aira sejadi-jadinya, air matanya membasahi pipinya yang bulat.
Tanpa peduli pada aturan "jarak aman" dari para abang BTS, Guanlin menarik Aira ke dalam pelukannya. Ia mendekap Aira dengan sangat erat, membiarkan gadis itu menangis di pundaknya. "Dengar, Aira. Film ini tidak akan gagal selama kau yang menulisnya. Menangis saja sepuasmu, setelah itu kita cari inspirasi bareng-bareng. Aku nggak akan pergi ke mana-mana."
Aira membalas pelukan Guanlin dengan sangat erat, ia membenamkan wajahnya di leher Guanlin, menghirup aroma parfum maskulin yang menenangkan. "Janji ya? Jangan tinggalin Aira sendirian?"
"Janji, Sayang. Janji," bisik Guanlin sambil mencium puncak kepala Aira dengan penuh kasih sayang.
Di kejauhan, Sunoo yang sedang berjalan melewati koridor melihat pemandangan itu. Hatinya terasa perih, namun ia tahu ia tidak bisa menginterupsi karena proyek film ini adalah benteng pertahanan Guanlin yang tak tertembus. Ia hanya bisa mengepalkan tangan dan berjanji akan merebut perhatian Aira kembali setelah dua minggu ini berakhir.
Malam harinya, Guanlin harus menjalankan tugas "syarat ketiga" dari Namjoon dengan mengirim foto Aira yang sedang makan ke grup chat keluarga. Guanlin mengajak Aira makan malam di sebuah kafe privat yang sangat cantik dengan pemandangan lampu kota.
"Ayo, Aira. Makan brokoli dan dagingnya. Kalau tidak habis, Kak Namjoon tidak akan mengizinkan kita riset ke luar kota besok," ucap Guanlin sambil menyuapi Aira sepotong tenderloin dengan sabar.
Aira membuka mulutnya manja, menerima suapan itu dengan wajah yang masih sedikit sembab namun terlihat sangat bahagia. "Enak... Kak Guanlin pinter milih tempat makan."
Guanlin mengeluarkan ponselnya dan mengambil foto Aira yang sedang mengunyah dengan pipi menggembung seperti hamster. Ia mengirimnya ke grup chat 'The Guardians of Kim Aira'.
[GRUP CHAT]
Guanlin : Aira sudah makan malam, Nutrisi terpenuhi, Kondisi stabil dan laporan syarat ketiga selesai.
Jungkook : Kenapa pipinya merah begitu?! Apa kau memberinya alkohol?!
Seokjin : Itu pipi kenyang, Kook! Tapi Guanlin, kenapa jarak dudukmu terlihat sangat dekat di foto itu? Geser sepuluh senti lagi!
Yoongi : Pulangkan dia dalam 30 menit atau aku akan menjemputnya dengan mobil box.
Aira yang ikut membaca pesan-pesan itu tertawa terbahak-bahak sampai tersedak. Guanlin segera memberinya minum dan menepuk punggungnya lembut.
"Kakak-kakakmu benar-benar luar biasa," ujar Guanlin sambil menggelengkan kepala. "Tapi mereka benar tentang satu hal. Kau memang harus pulang dan istirahat. Besok kita punya jadwal besar yaitu mencari lokasi syuting di tepi pantai."
Aira langsung bersemangat. "Pantai?! Beneran?! Aira mau pakai baju pantai yang imut!"
Guanlin tertawa kecil, ia mencubit hidung Aira gemas. "Pakai baju yang hangat, Tuan Putri. Aku tidak mau kau sakit. Sekarang, ayo pulang sebelum Yoongi-hyung benar-benar datang dengan mobil box."
Malam itu berakhir dengan Guanlin yang mengantar Aira sampai depan pintu kamar, memberikan kecupan ringan di punggung tangan Aira sebelum pamit. Aira menutup pintunya dengan perasaan berbunga-bunga, merasa proyek film ini adalah hal terbaik yang pernah terjadi padanya, tanpa menyadari bahwa tantangan sebenarnya baru akan dimulai saat mereka tiba di lokasi syuting besok.
📢 UWUUU BANGET! 😍 Guanlin bener-bener dapet momen emas buat jagain Aira! Dari pelukan di koridor sampai suap-suapan di kafe. Tapi gimana reaksi Sunoo dan Eunwoo pas tahu mereka mau riset ke pantai berduaan?
👇 VOTE [A] Setuju banget! Biar Guanlin menang! | [B] Nggak boleh! Pangeran lain harus ikut nyamar jadi nelayan! | [C] Aira harus ajak Kak Kookie ke pantai juga!
💬 KOMEN : Coba dong tebak, apa yang bakal dilakuin Aira kalau tiba-tiba dia harus akting jadi pemeran utama di filmnya sendiri bareng Guanlin? 😂
🔔 SUBSCRIBE & FAVORITE! Bab selanjutnya apakah bakal ada adegan romantis di bawah matahari terbenam di pantai?
⭐ KASIH RATING 5 STARS biar film Aira dan Guanlin dapet penghargaan terbaik!
BehindTheSpotlight #MangaToonRomance #AiraGuanlin #BeachResearch #ProtectiveBrothers #WriterBlockCured