Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
Daniel sedikit cemburu melihat aksi berani Jefry. Namun dia hanya tersenyum, meskipun hatinya sakit. Daniel perna menyatakan perasaanya keoada Agatha, namun waktu itu Agatha menolak dengan baik, karena dia masih konsentrasi pada cita - citanya. Dan Daniel mengerti dia tidak akan memaksa kehendaknya.
Ketika cita - cita Agatha menjadi dokter terwujud, kembali dia di kalahkan dengan status Agatha yang seorang perwira dia hanya seorang bintara polisi. Dan semakin apes lagi, ketika tahu bahwa ada perwira angkatan laut yang seorang atlit renang sedang mendekati Agatha.
"Sebelum janur kuning, atau mengaku didepan altar, aku masih punya harapan." Daniel tertawa. Perawakannya yang periang dan kocak membuat mood booster tim itu meningkat. Sekarang dia sedang mengoda Agatha.
"Neng lagi bahagia ya? mukanya merah tuh, senang ya dapat bunga dari penyeludup." Semua tersenyum. Mereka tahu siapa penyeludup yang dimaksud Daniel. Agatha jadi salah tingkah. Dia pun duduk di kursi sebelah Daniel yang dia anggap sebagai kakak buatnya.
"Aku mohon maaf mas Dan."
"Jangan rayu aku."
"Sssstsssss, bisa ngak volumenya dikecilin."
"Ngak bisa." Suara Daniel semakin besar, semua didalam bis yang akan mengantar mereka ke hotel, hanya senyum - senyum.
"Dasar tua bangka jelek." Agatha langsung berdiri dan mau pindah ketempat duduk lain. Saat ini Agatha sedang marah sangat kepada Daniel. Namun Daniel menarik tangannya untuk tetap duduk di sebelah dia dengan muka memohon. Semua di bis kembali tertawa.
"Gitu aja marah, hipertensi dek."
"Sok tahu."
"Tapi aku cemburu loh dek. Terus terang alasan kamu ngak jelas waktu menolak saya. Kamu bukan anak remaja, atau anak baru dewasa. Masa pacaran menghambat masa depan."
"Memang benar mas. Sekarang aoa mas kamu masih berani menyatakan cinta kamu ke saya."
"Kenapa saya harus takut. Karena status pangkat saya. Saya bisa berhenti dari kepolisian dan mungkin jadi pengusaha." Agatha langsung menepuk bahu Daniel.
"Jangan sempit pikirannya." Muka Agatha tampak serius, hati Daniel sudah mau tertawa, namun di tahan. "Cinta itukan tidak bisa di paksakan. Cinta aku itu ke mas seperti seorang adek kepada masnya."
"Aku ngak tua - tua amat. Umur kita berdua tidak berbeda jauh. Aku ngak mau seperti itu. Apa sudah ada Jefry dihatimu?? Iya kan???"
Agatha hanya terdiam. Dia tidak merespon satu pun pertanyaan Daniel. Akhirnya sampai di hotel mereka hanya berdiam diri. Meskipun sikap care Daniel kepada Agatha tetap ada dengan mengambil tas di bagasi atas dan menolong waktu turun dari bis. Tidak menjawabnya Agatha dia tahu bahwa, Agatha ada perasaan juga kepada Jefry.
Dua hati mereka tidak bertegur sapa seperti biasa. Mereka berdua bagaikan orang asing. Sampai pada pagi ini, Daniel membuat suasana tegang antaranya dengan Agatha kembali nyaman.
"Selamat pagi dek." Daniel menyapa Agatha, namun karena kaget atas kejutan suasana hati Daniel, dia terdiam. Langsung ditarik hidungnya oleh Daniel.
"Sakit tahu."
"Kalau orangtua menyapa, dibalas."
"Kan ngak ngaku orangtua?"
"Iya sih masih muda gini, ganteng lagi." Sambil mengambil sarapan Daniel kembali mengoda Agatha, namun semua teman - teman sesama atlit sudah tahu kelakuan mereka berdua.
"Kamu benar suka sama Jefry, kapten Jefry??"
"Suka, namun aku ngak mau menyatakan perasaanku duluan."
"Dia belum nembak kamu??"
"Mati dong aku." Daniel langsung menyentil jidat Agatha.
"Bagus dong, berarti kesempatan buat aku masih ada." Agatha menunjukan muka terkejutnya namun tidak direspon oleh Daniel.
Daniel mengantar Agatha ke rumah dinasnya. Yang dekat dengan rumah sakit tempat dia bekerja. Kebetulan kedatangan Agatha diantar Daniel di lihat oleh Jefry yang sedang menemani anggotanya yang tadi pagi dirawat di rumah sakit ini.
"Sudah pulang dek."
"Sudah mas."
"Kelelahan tidak??? Mas ada di rumah sakit."
"Siapa sakit???"
"Anggota." Selesai mandi Agatha mampir ke mini market dan membeli makanan buat Jefry dan anggotanya.
"Malam ini, mas yang jaga?" Agatha sudah berada di kelas tempat anggotanya Jefry dirawat membeli makan malam sate dan beberapa cemilan serta air minum mineral. Dan dia menyempatkan diri memeriksa anggotanya Jefry.
"Ini hanya kelelahan, istirahat cukup dan konsumsi makanan sehat. Pasti sembuh."
"Terima kasih dokter."
Semenjak pertemuan dengan Jefry dirumah sakit. Agatha sudah hampir enam bulan tidak saling kontak dengannya. Rasa gengsi membuat mereka tidak saling menghubungi. Jefry mendapat jabatan baru di Papua. Enam bulan berlalu, sampai setahun Jefry tidak menghubungi Agatha begitu sebaliknya. Namun mereka bertemu kembali pada ajang olahraga asean di Vietnam. Mereka berdua masih terpilih mewakili Indonesia pada cabang olah raga masing - masing.
Agatha yang memiliki perasaan suka kepada Jefry berasa dirinya di gantung. Berasa perasaannya dipermainkan. Dia mulai mengambil sikap untuk cuek dengannya. Sialnya rombongan keberangkatan atlit voli bersamaan dengan atlit renang dan satu penerbangan, mau tidak mau mereka akan bertemu.
Kebiasaan Daniel adalah peduli kepada Agatha, ketika mereka di panggil untuk boarding, Daniel sudah memegang tas koper kecil milik Agatha.Jefry hanya bisa melihat. Ingin dia mendekat kepada Agatha, namun sudah dicuekin oleh Agatha dirinya. Begitu kagetnya Agatha ternyata dia duduk sederet dengan Jefry di class room. Sedangkan Daniel bersama atlit yang lain di ekonomi.
"Tas kamu sudah mas simpan."
"Makasih mas."
"Usahakan diri untuk istirahat karena sampai besok pagi kalian sudah bertanding." Agatha hanya tersenyum. Dia sudah duduk dan menggunakan headset. Jefry tahu, bahwa Agatha lagi menghindar padanya. Agatha sudah posisi untuk tidur. Namun ditegor oleh Jefry, dia langsung memegang tangan Agatha dan membuka Headset itu.
"Aku bisa jelasin tha."
"What, sori. I dont know you." Jefry hanya mengusap mukanya. Frustasi atas sikap Agatha. Jefry mengakui kesalahannya yang tidak menghubungi Agatha, hal itu karena dia berada dalam satu misi rahasia yang berhubungan dengan tanggung jawabnya sebagai abdi negara.
Agatha kembali pada mode awalnya jadi orang yang cuek dan cendrung menghindar dari keramaian orang. Satu minggu disana mereka tidak saling menyapa, masing - masing konsentrasi atas tanggungjawab mereka. Agatha tahu, bahwa Jefry merebut tiga medali emas, medali yang sudah berturut - turut dia peroleh tepatnya sudah tiga tahun ini.
Hati ini Jefry ada di bangku penonton sedang menyaksikan partai final tim bola voli putri. Agatha tampil menawan dengan makeup tipis - tipis dan rambutnya diikat serapi mungkin. Seperti biasa jual beli serangan selalu datang silih berganti. Agatha tampil menawan smas tajam dan menungki diberikan kepada lawan sehingga susah diblok atau dikembalikan. Pertandingan sengit antaa tuan rumah vietnam dan tim Indonesia berakhir dengan kemengan berada pada Agatha dan teman - teman. Nilai kemengan terakhir diperoleh ketika smas keras Agatha susah dikembalikan. Tim putri menyumbangkan emas pagi Indonesia.