NovelToon NovelToon
JANDA-JANDA UNDERCOVER

JANDA-JANDA UNDERCOVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan
Popularitas:953
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Arsila

siapa sangka tiga janda dari latar belakang berbeda seorang Bella damayanti 28(mantan polwan) ,Siska Paramita 30(mantan koki) , dan Maya Adinda 29(mantan guru TK) tanpa sengaja membentuk tim detektif amatir. Mereka awalnya hanya ingin menyelidiki siapa yang sering mencuri jemuran di lingkungan apartemen mereka.

​Namun, penyelidikan itu malah membawa mereka ke jaringan mafia kelas teri yang dipimpin oleh seorang bos yang takut dengan istrinya. Dengan senjata sutil, semprotan merica, dan omelan maut, ketiga wanita ini membuktikan bahwa status janda bukanlah halangan untuk menjadi pahlawan (yang sangat berisik).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Arsila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Operasi Jemuran Damai dan Drama Sambal Terasi

​Setelah berbulan-bulan berpindah dari satu zona perang ke zona perang lainnya dari dinginnya Islandia hingga sesaknya kapal selam di Pasifik akhirnya The Justice Widows mendapatkan apa yang paling mereka dambakan kehidupan normal yang membosankan.

​Pagi itu di Apartemen Puri Kencana, matahari bersinar terik, menciptakan suhu yang sempurna untuk satu hal yang sangat sakral bagi kaum ibu: menjemur pakaian.

​Maya Adinda berdiri di balkon lantai tiga dengan handuk melilit rambutnya. Ia tidak lagi mengenakan daster antipeluru seharga miliaran rupiah. Ia kembali ke akarnya daster batik murah meriah hasil borongan di Pasar Senen yang sudah agak pudar di bagian ketiak.

​"Bel! Siska! Liat deh, daster macan favoritku yang baru warnanya nggak luntur sama sekali! Ini baru namanya kualitas!" seru Maya sambil menepuk-nepuk kain basah itu ke jemuran aluminiumnya. "Hidup tanpa dikejar ninja itu ternyata enak banget ya. Pori-poriku kerasa lebih tenang."

​Bella Damayanti keluar dari unitnya membawa segelas kopi hitam tanpa gula. Penampilannya sangat jauh dari kesan agen rahasia. Ia hanya memakai kaus oblong putih dan celana pendek longgar. Wajahnya yang biasa tegang kini tampak lebih rileks, meski matanya tetap secara insting memindai setiap pergerakan di area parkir bawah.

​"Normal itu relatif, May," sahut Bella sambil bersandar di pagar balkon. "Buat lo, normal itu daster nggak luntur. Buat gue, normal itu bangun tidur tanpa harus ngecek apakah ada kabel peledak di bawah bantal. Tapi gue akuin, bau pewangi pakaian ini jauh lebih enak daripada bau mesiu."

​Di unit 301, Siska Paramita sedang dalam elemen aslinya. Dapur kecilnya mengepulkan aroma yang bisa membuat orang pingsan karena lapar. Siska sedang mengaduk santan di kuali besar menggunakan sutil titaniumnya yang sekarang benar-benar ia gunakan hanya untuk memasak, bukan untuk memukul kepala orang.

​"Siska! Rendangnya masih lama nggak?!" teriak Bang Jago, si tukang galon, dari koridor luar. "Pelanggan di bawah sudah antre, Mbak! Katanya rendang 'Janda Undercover' bikin nagih!"

​Siska menyeka keringat di dahinya dengan ujung celemek. "Sabar, Bang! Rendang itu soal kesabaran. Kalau buru-buru nanti rasanya kayak dendeng gagal! Kasih mereka kerupuk dulu sana!"

​Siska menoleh ke arah Bella dan Maya yang asyik berjemur di balkon. "Woy, Janda-janda santai! Bantuin gue bungkusin sambal terasi dong! Pesanan buat arisan RT sore ini belum selesai!"

​Maya mengeluh manja. "Duh Siska, aku baru aja pakai hand cream mahal. Nanti tanganku bau terasi gimana? Kalau ketemu cowok ganteng di lift, dia bakal ngira aku jualan ikan asin!"

​"May, kalau lo nggak bantuin, jatah rendang lo minggu ini gue ganti pakai tempe goreng sisa kemarin," ancam Siska tenang.

​Dalam hitungan detik, Maya sudah berada di dapur, memegang plastik kecil dan sendok dengan sigap. "Siap, Chef! Demi rendang, bau terasi pun aku jabanin!"

​Kehidupan sehari-hari mereka tidak sepenuhnya tanpa aksi. Saat mereka sedang asyik membungkus sambal, suara keributan terdengar dari arah lobby melalui interkom apartemen yang masih menyala.

​"Pak Bambang! Tolong! Dompet saya dijambret!" suara Ibu RT terdengar histeris.

​Bella otomatis menegakkan punggungnya. Insting polwannya menyala. Ia melihat ke arah kamera CCTV yang ia pasang sendiri secara ilegal di koridor. Seorang pria berjaket kusam berlari kencang menuju gerbang samping.

​"Maling kelas teri," gumam Bella. Ia menatap Siska dan Maya. "Gimana? Mau lanjut bungkus sambal atau mau olahraga bentar?"

​Maya tersenyum licik, ia mengambil botol semprotan air pembersih kaca yang sudah ia isi dengan air cabai sisa rendang Siska. "Bungkus sambalnya bisa nanti. Aku butuh testimoni baru buat 'Semprotan Pedas' versiku."

​Siska melepaskan celemeknya dan mengambil sutilnya. "Gue juga butuh latihan otot lengan. Ayo."

​Si jambret malang itu mengira dia sudah bebas saat mencapai area taman belakang. Namun, langkahnya terhenti saat seorang wanita berdaster motif bunga (Maya) mendadak muncul dari balik pohon kamboja.

​"Halo, Mas Ganteng. Mau lari ke mana sih? Buru-buru banget," goda Maya.

​"Minggir, Bu! Jangan ikut campur atau saya sakiti!" gertak si jambret sambil mengeluarkan pisau lipat kecil.

​"Aduh, pisaunya kecil banget, kayak pisau kupas bawang," Maya tertawa, lalu dengan gerakan secepat kilat ia menyemprotkan air cabai tepat ke mata si pria. PSSSSSTTT!

​"AAAAARGH! MATAKU! PANAS!" Si jambret jatuh berlutut, menjatuhkan dompet Ibu RT.

​Di saat yang sama, Siska muncul dari arah belakang dan menggunakan gagang sutilnya untuk menekan titik saraf di bahu si pria hingga ia lemas. "Lain kali kalau mau nyuri, jangan di apartemen ini, Mas. Di sini banyak janda yang lagi sensitif."

​Bella datang terakhir dengan santai, membawa borgol plastik yang selalu ia kantongi. Ia memborgol si pria dengan rapi. "Pak Bambang! Orangnya sudah aman di taman belakang! Tolong panggil polisi patroli ya!"

​Ibu RT datang dengan napas terengah-engah. "Ya ampun, Mbak Bella, Mbak Siska, Maya... kalian ini emang hebat ya. Cuma pakai daster sama sutil aja bisa nangkep jambret.

​Maya mengibaskan rambutnya yang mulai kering. "Ah, ini mah cuma hiburan sore, Bu RT. Itung-itung pemanasan sebelum makan rendang."

​Malam harinya, mereka bertiga duduk di meja makan unit Siska. Di tengah meja tersedia rendang, sayur nangka, dan sambal terasi yang tadi mereka buat. Lampu apartemen yang temaram memberikan suasana yang sangat hangat.

​"Gue mikir," ujar Bella sambil menyendok nasi. "Dulu kita pikir hidup kita bakal selesai setelah agensi bubar dan musuh-musuh itu hilang. Ternyata, tantangan paling gede itu justru hidup damai kayak gini."

​"Bener, Bel," Siska menimpali. "Hidup tanpa adrenalin itu kadang bikin kita lupa kalau kita ini manusia yang butuh istirahat. Gue seneng bisa masak buat orang-orang yang beneran lapar, bukan buat ngeracunin penjahat."

​Maya menatap dasternya yang kini terkena sedikit noda rendang. "Aku juga. Walaupun aku kangen kemewahan Hollywood atau Paris, tapi daster ini... daster ini punya banyak cerita. Dan daster ini nggak perlu ditenun pakai teknologi nuklir buat bikin aku ngerasa berani."

​Tiba-tiba, ponsel Bella berdering. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Mereka bertiga terdiam. Apakah ada misi baru? Apakah Sindikat Benang Hitam kembali?

​Bella membuka pesan itu, lalu tertawa terbahak-bahak.

​"Ada apa, Bel?" tanya Maya penasaran.

​Bella menunjukkan layar ponselnya. Pesan itu berisi: "Mbak Bella, ini Bang Jago. Galon di lantai 4 bocor, tolong bantuannya ya, airnya mulai masuk ke unit tetangga. Saya nggak tahu harus minta tolong siapa lagi selain tim Janda Hebat."

​Siska dan Maya ikut tertawa.

​"Tugas memanggil, Janda-janda!" seru Siska. "Tapi makan dulu! Jangan sampai kita nyumbat bocoran dalam keadaan laper!"

​Malam itu di Puri Kencana, tidak ada ledakan, tidak ada pengkhianatan, dan tidak ada daster ajaib. Hanya ada tawa tiga wanita yang telah menemukan bahwa kebahagiaan terbesar bukanlah saat mereka menyelamatkan dunia, melainkan saat mereka bisa menyelamatkan tetangga dari genangan air galon.

1
yumin kwan
baru nemu, langsung marathon....
seru kocak... walau ga masuk akal 🤣🤣🤣
yumin kwan
astaga.... kok bisa kepikiran ide begini.... salut....
yumin kwan
astaga.... seru bgt ini 3 janda.... 😄
yumin kwan
kayaknya kocak ini cerita..... save ah...
Marley
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!