NovelToon NovelToon
Conquer Me

Conquer Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Bad Boy
Popularitas:165k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Deanada Kharisma, hampir 3 tahun menjalani kehidupan remaja diantara toxic circle. Memiliki teman yang toxic, menindas, bertindak sesukanya, dan melakukan diskriminasi.

Namun siapa sangka di balik itu, sebenarnya ia menyimpan rahasia bahkan dari teman-temannya sendiri, hingga Tuhan mempertemukannya dengan Rifaldi yang merupakan pemuda broken home sekaligus begundal sekolah dan naasnya adalah musuh bebuyutannya di sekolah.

Bagaimana Tuhan membolak-balikan perasaan keduanya disaat faktanya Dea adalah seorang korban victim blaming?

Conquer me ~》Taklukan aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22🩷 Berdamai dengan keadaan

Dea langsung mengangkat panggilan ketika ponselnya baru saja berdering dua detik. Seperti ada dorongan jemarinya untuk bergegas menerima panggilan itu. Ataukah bisa jadi, setelah ini...nomor itu akan menjadi nomor prioritas?

"Hallo?" Dea bicara.

Hofft! Rifal mendadak gugup saat suara Dea mengisi pendengarannya yang langsung nyesss ke hati.

"Hai." Balas Rifal kini bingung, ditambah...ia harus mengatur perasaan menggebu, geli dan menggaruk-garuk hati yang tiba-tiba datang menyerang.

Bahkan Rifal sampai memejamkan matanya, demi bisa berpikir, "gimana sekarang, udah sehat?" Udah dong ya! Udah bisa renang.

"Udah." Jawab Dea, "besok juga kayanya sekolah. Pulangnya----aku mau jemput Inggrid di kantor polisi."

Hmm, Rifal menggumam, "sorry to say...Inggrid mesti masuk kantor Polsek."

Dea menunduk dan mengambil gerakan berjalan di depan kasurnya, tanpa disadari gerakan yang sama dengan Rifal yang sudah beranjak dari kursi berjalan ke arah luar, ia mengayunkan langkah kaki bolak-balik di teras.

"Kayanya aku yang harus minta maaf. Atas nama temen-temen yang lain, aku minta maaf sama kamu sama MIPA 3. Nanti kalau Inggrid bisa keluar dari Polsek, aku bujuk buat minta maaf terutama sama Nara sama Rama."

Ada senyum lebar yang tak bisa dilihat Dea, senyum yang entah kapan terakhir kali terlukis di wajah seorang remaja laki-laki bernama Rifaldi Elvan Januar, apalagi saat suara yang terdengar lembut dan lunak itu mengucap kata, aku ..kamu. Ahiwww!

Semua perubahan Dea, semua yang kini Dea lakukan, terlihat terpuji, sempurna tanpa cela di mata Rifal. Gadis itu menakjubkan. Bukan karena wajah cantik dan senyum manisnya, apalagi rasa bibirnya ..melainkan karena tak mudah untuk keluar dari pergaulan dan lingkungan toxic, tak mudah lepas dari belenggu kebiasaan buruk, tak mudah menolak keinginan teman dan ia...tak gila validasi untuk itu, untuk membantu Rama dan Nara kemarin.

Dea sungguh-sungguh.

"Yang kamu lakuin udah bener. Thanks." Balas Rifal.

"Cerita dong. Jadi kemarin itu gimana?" tanya Dea, memancing Rifal mengeluarkan 2 ribu katanya, dan mungkin baru Dea yang begitu pada si pemuda datar, suka mengantuk dan tak banyak bicara ini.

"Gimana ya, ya gitu pokoknya."

Dea tertawa, "yang bener!" suara Dea menuntut disana membuat Rifal mengehkeh.

"Serius aku pengen tau dari versi kamu. Karena besok aku bakalan tau dari versinya Inggrid, jadi sebelumnya aku pengen tau dari versi kamu..."

Rifal melirik layar ponselnya, memastikan kembali jika durasi panggilan dengan Dea adalah 1.20.30

"Edannn." Gumamnya lirih sendiri, ponselnya cukup terasa hangat hingga ke kuping. Namun ia cukup puas untuk itu, rasanya seperti----waktu Dea hanya untuknya.

Eh, apa tuh?!

"Dan! Gue balik lah. Kunci pager!" seru Rifal pada Dani yang memang menghuni basecamp bersama Juan.

"Yo Fal!" ia menyusul dari dalam setelah mencuci gelas di dapur.

Dea menempelkan punggung tangan mas Huda di pipinya, "masuk dulu, mas."

"Ya. Belajar yang bener." Pagi ini, Dea diantar oleh mas Huda. Selain karena ia yang masih berada di rumah, namun karena Willy dan Gibran yang belum masuk sebab masih menjalani pemeriksaan dan cuti mengurus kasus ini sampai 2 hari ke depan.

Dea menoleh kembali, dimana mas Huda dengan motornya masih memperhatikan Dea berjalan.

"Dea." Nara yang baru datang juga turut mengejarnya berjalan dengan diantar Akhsan.

"Ra."

Ia lihat mas Huda sudah memutar motor dan pergi, begitupun bang Akhsan, Kaka Nara.

"Ra,"

"Thanks, De!"

Dea hanya tersenyum getir, sadar dengan mata Dea yang mulai berkaca-kaca, Nara memeluk Dea.

"Bukan salah Lo, De. Kalau Inggrid harus masuk, itu pelajaran buat dia, karena dirinya sendiri. Kalau Gibran sama Willy mesti ikut rasain anggap aja kena getahnya, biar nanti lebih keras lagi nolak, sekalipun itu temen sendiri."

Dea menghela nafasnya berulang kali, terkekeh garing mengipasi wajah, "ini takut softlens gue copot kalo nangis."

"Tapi Lo baik, kan? Rama?" tanya Dea mengurai pelukannya.

Nara mengangguk, "kalo Lo ngga keberatan, selama mereka ngga ada, Lo diterima di MIPA 3, De."

Lantas beberapa orang datang dari arah pintu gerbang, "mamaaa!" teriak Muti, ada Vina berangsur berdatangan. Termasuk Rifal.

Dea menggeleng, "gue baik. Thanks..kalo gitu gue duluan."

Nara langsung menerima serbuan pelukan dan rangkulan, sementara Dea, ia berjalan sendiri menuju kelasnya. Rifal melihat itu.

/

Dea melirik ke arah samping bangkunya, dimana Inggrid tak ada. Begitupun ke belakang dimana Gibran dan Willy pun tak disana.

Dea mencatat semua, mendengar apa yang diucapkan, ia lebih khusyuk belajar hari ini. Meski kemudian, sepi kembali menemani...sebab, tak ada yang mau duduk bersamanya. Rasanya sama seperti dulu, sendirian lagi, hanya kali ini tidak seburuk itu, sebab...

Sharena

De, istirahat ke ruang cheers. Jajan bareng.

Deanada

Oke.

Kasus Kenzi dan Inggrid ini, meskipun ditutupi, tetap saja bocor dan menjadi konsumsi para siswa yang simpang siur. Dea, tentu saja namanya terseret dipergunjingkan, meski tak begitu dipermasalahkan.

Udah kena batunya tuh...

Dasar kriminal...

Mestinya kemaren pas bully gue laporin juga...biar sekalian yang satu lagi juga kena.

Dan Dea harus menebalkan telinganya. Dea sempat melirik postingan seseorang sewaktu ia mere-post milik kak Fani.

Sebuah foto yang baru dibuat sehari sebelum Dea ke Ciwidey.

You and me ❤️, lalu ada tanggal yang Dea taksir adalah tanggal jadian si pemilik akun bernama Jovanka Rahardi. Tentu saja gadis itu bukan Dea, sebab sudah lama sejak pertemuan terakhirnya dengan Jovan, Dea belum pernah bertemu kembali.

Ada denyut jantung yang terasa mencubit? Tentu, sebab Jovanka seperti memberikannya harapan sebelumnya, atau mungkin ia yang terlalu kepedean menganggap hubungan mereka spesial? Tapi Dea sudah kebal dengan itu, ia terbiasa dan terlatih sejak dulu.

Kesendirian ini, mungkin masih ada sisa dosanya yang sedang Tuhan bersihkan. Akan ia nikmati itu sekarang.

/

Dea berjalan dari kelas saat bel istirahat berbunyi. Tanpa curiga ataupun menyangka, ia yang menunduk demi membenarkan simpul tali sepatu langsung terdiam ketika ada langkah sepatu lain berhenti tepat di depannya, "mau lewat, lewat aja jalan masih luas." Ujar Dea tak peduli.

"Sombongnya mah tetep masih ada, ya..."

Dea mendongak dan berdiri, mengernyit melihat sosok Rifaldi.

"Punya temen buat diajak jajan ngga?" kedua tangannya masuk ke dalam saku, tidak berniat untuk menawarkan apapun pada Dea.

Dea tertawa renyah, menggeleng namun menjawab berbeda, "punya. Ngapain kesini? Biasanya juga tidur di kelas kan?" Dea mulai berjalan menjauhi kelas ke arah kantin, dimana Rifal justru menemani langkahnya, dan kebersamaan keduanya itu cukup ternotice justru bikin heboh.

Sebab, Rifaldi, adalah sosok siswa yang jarang terlihat, mereka juga terkenal sebagai rival. Antara MIPA 3 dan anak-anak circle Dea.

Tapi sekarang?

"Ya kalii aja si neng ini ngga punya temen. Kasian sendirian. Temen-temennya lagi belajar dulu sama polisi."

Dea tersenyum miring, "udah biasa. Dihina, diomongin...juga udah biasa." Jawab Dea membuat Rifal menaikan alisnya sebelah. Namun sejurus kemudian Dea justru menahannya untuk diam, "eh sebentar. Ada titipan dari mamahku buat kamu."

MIPA 3

(Yusuf) sorry, numpang lewat. Liat om Fal kagak? Tumben bangkunya kosong.

(Vian gans) 😶‍🌫️coba tanya pada rumput yang bergunjing, katanya lagi mojok di kantin 🤣

(Mutiara) Satu sekolah geger woyyy!

(Rio de Janeiro) Lebih heboh daripada Lucinta Luna ganti kulit.

(Tasya mutz) Om Fal, balik kagak? Ini kelas MIPA 3 kagak ada kuncennya.

(Just_Rama) Rifal jatuh cinta, siap siap dunia bentuknya jadi abstrak.

(Bo_Lang) Langit bumi bersaksi. 🤸

.

.

.

.

1
La Harida
suka bangat. hampir semua karya teh sin udah aku baca
Farani Masykur
Dea ngomong dong ma om Fal terusterang apa alasannya om Fal tuh sensian orangnya maklum dia miskin kasih sayang
Farani Masykur
gaskeun lah Dee nanti kalau gk kamu trima tantrum om om caemnya toh kamu jg ada rasa kan ma dia
Farani Masykur
widih om Fal kayak induk singa kehilangan anaknya ketika harga dirinya tercolek
dea harus bangga atau sedih ya dapat cinta brutal dr bedboy
sweet escape
🥹🥹🥹🥹🥹
sweet escape
Kl kamu jujur mungkin om fal bisa ikut k jogja🤭
sweet escape
Kurangnya dea itu selalu memendam masalahny sendiri , semoga nanti bisa belajar sharing masalah ke rifal ya
sweet escape
🥹🥹🥹🥹🥹🥹
sweet escape
Semoga seblm dea ke jogja kalian udah sama sama atau palinng nggak dalam keadaan baikan ya
sweet escape
Om fal nanti dea takut iniiiii liat berdi kamu kelepasan begini
sweet escape
Duh lah om si pujaan hati mau ke jogjaaaaa
sweet escape
Ooooo salah sekali jawabanmu kisanat krn ada yg kecewaaaaaa
sweet escape
Omgggggg d tembak tembak dorrrrrrr hatinya
sweet escape
Bagus deee jgn mau di bully lg
sweet escape
🤣🤣🤣melatih jantung dea kalo sering begini wkwkwk
sweet escape
Baru tau ya mah kalo papah dibantah omongannya jadi nekat🤭🤭🤭
sweet escape
Oalaah ing kamu ternyata mau jagain temen kamu dr sakit hati🥰
sweet escape
Haruskah dea meminta pertolongan wkwkwk om fal mengamuk mau begal cewek cantik
sweet escape
Wkwkw taaaaamatlah sudaaaaaah🤣🤣🤣🤣🤣🤣
sweet escape
Hahaha tetangga pada kaget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!