Lentera di Jakarta (Cinta Segitiga Merah Putih Ungu)
Jakarta, Februari 2026. Kota ini telah menjadi monster beton yang membelah diri. Di "Jakarta Atas", mobil-mobil listrik meluncur tanpa suara di atas aspal mulus SCBD, dinaungi gedung-gedung yang punca
0
1
Mahar di Atas Puing Malvinas (Part 3)
Metropolitan Jakarta di bawah siraman hujan badai tampak seperti kota yang sedang menangis, atau mungkin sedang mencuci darah yang bersiap tumpah. Di lantai tertinggi Menara Malvinas, Serena berdiri m
0
1
Mahar di Atas Puing Malvinas (Part 2)
Apartemen itu kini terasa sangat luas bagi Serena, namun terasa seperti sel yang mencekik bagi Ratna. Pukul enam lewat empat puluh lima menit pagi, udara Jakarta masih menyisakan sisa embun yang kotor
0
1
Mahar di Atas Puing Malvinas
Cairan cokelat pekat itu merembes di antara serat sutra gaun krem seharga tiga puluh juta milik Serena. Panasnya kopi americano itu masih menyengat kulit dadanya, namun Serena tidak bergeming. Di teng
0
1
Nasib Naas Sang Anak Tiri
Sore itu, rumah terasa seperti set film horor yang low-budget tapi disturbing. Ayah belum pulang, masih di jalan lintas kota mencari nafkah yang habisnya entah ke mana. Nizam (7 tahun) adalah ghost di
0
1
Di balik pembunuhan
Meyisya: Eh kamu kalo keluar hati hati ya Rarra: Kenapa memang? Kalo penculikan kan sudah di atasi oleh kepolisian setempat Meyisya: Sekarang banyak kasus anak hilang dan pembunuhan entah siapa pel
0
0
Labirin Antara Samarinda dan Labuan Batu
Bagi Taufik, jarak antara Samarinda dan Labuan Batu bukan sekadar ribuan kilometer di atas peta, melainkan bentangan doa dan harapan yang ia rapalkan setiap malam. Di usianya yang ke-23, ia menemukan
0
0
Tampang istri kedua?
Perkenalkan nama ku Ainun, orang biasa memanggil ku Ai. Asalku dari Lampung. Ituloh yang punya menara Siger, yang bahasanya paling susah, karena dari ibuku nikah sampe aku lulus Aliah (SMA) bahasa yan
1
1
Amore Gorengan
Pagi di Jakarta itu seperti cappucino buatan abang-abang starling: pekat, sedikit manis di awal, tapi bikin deg-degan kalau kelamaan didiemin. Di lantai 17 sebuah apartemen di bilangan Kuningan, aroma
0
1
Detak yang Terhenti Sesaat
Jakarta, pukul 06.15 pagi. Debu menyambut langkah-langkah Rama saat dia menyeberangi jalan menuju kantor. Keringat menetes di dahinya meskipun pagi hari masih cukup sejuk. Tubuhnya terasa lebih berat
0
0
When ya?
Gue Alifa, putri pertama emak bapak gue, umur 19 tahun. Sama kayak para dara di luar sana, gue juga lagi menjalani ritual paling sakral anak muda zaman sekarang: rebahan di kamar sambil scroll media s
0
1
Dua Hari Tanpa Kabar
“Abang ke mana sih? Dari semalam nggak ada kabar…” Tasya melempar ponselnya ke atas tempat tidur. Wajahnya memberengut, bibirnya mengerucut kesal. Dadanya penuh dengan rasa sebal yang tak tahu harus
0
0
Nulis novel atau cerita itu ga gampang.
Penulis novel remaja, fantasi wanita, atau romansa terbiasa menulis pakai bahasa gaul nih. Meskipun cocok dan lumayan seru, menurutku itu rada berantakan. Apalagi kalau dipublikasi, dijilid, dan dicet
1
2
PERAWAN CINTA
Namaku Nisya Handayani. Aku berasal dari keluarga yang sederhana.setelah lulus sarjana ,aku pergi merantau kepulau seberang yang jauh dari kota asalku. Dikota tempatku sekarang,
3
1
Cinta yang menyakitkan
Aku Jesslin, putri bungsu dikeluargaku, aku memiliki keluarga yang harmonis namun tidak dipercintaan aku selalu ditinggalkan bahkan di sakiti oleh kekasihku. Suatu hari, aku memiliki seorang pacar ya
0
2
Cinta dibawah pohon rindang
Cinta di Bawah Pohon Rindang* Aku tidak pernah berpikir bahwa cinta bisa datang dengan cara yang tak terduga. Aku, Rina, seorang gadis sederhana dari desa, yang hanya ingin hidup tenang dan bahagia d
0
1
Yang Tak Pernah Diucapkan
Langit sore itu berwarna kelabu, seperti menahan hujan yang tak kunjung jatuh. Arka duduk di tepi ranjangnya, menatap layar ponsel yang sejak tadi tak berhenti bergetar. Satu juta tayangan. Video be
0
1
Jam 07.12 dan 17.43 (Pagi dan Sore)
Jam di ponselku selalu berbunyi tanpa alarm. 07.12. Bukan karena aku disiplin, tapi karena tubuhku sudah hafal rindu. Jakarta belum sepenuhnya sadar. Dari jendela apartemen studio di lantai dua belas
0
1
potongan Novel : Cerita kita (eps:2)
Mungkin saat ini jam 3 - 4 pagi Saat itu kita di Lt3 dan matahari mulai terbit, dingin mu mulai reda, dan aku melihat pemandangan sekitar cukup bagus. Setelah itu kita pulang Aku mengkhawatirkan mu
0
0
**THE LAST MESSAGE BEFORE MIDNIGHT**
Hujan turun sejak sore. Bukan hujan deras yang gaduh, melainkan gerimis panjang yang membuat kota terlihat seperti kenangan lama—kabur, lembut, dan sedikit menyedihkan. Ara duduk di dekat jendela ka
0
0