Namaku Nisya Handayani. Aku berasal dari keluarga yang sederhana.setelah lulus sarjana ,aku pergi merantau kepulau seberang yang jauh dari kota asalku.
Dikota tempatku sekarang, aku mencoba belajar mandiri.mulai dari belanja ke pasar,masak sendiri hingga mencuci pakaian .yang biasanya dikerjakan oleh ibuku dan aku hanya membantu saja .aku ngekost ditempat yang nyaman tapi murah.
Sudah sebulan aku menjatuhkan lamaran kerja diberbagai perusahaan ditempatku.tapi tak ada satupun panggilan yang mau menerimaku.aku berusaha menghemat uang saku yang diberikan ibuku saat aku pergi merantau ,sambil menunggu panggilan kerja .tak berapa lama ponselku berdering sebuah pesan teks masuk ke emailku.aku diterima disalah satu perusahaan ternama.
Keesokan harinya,aku mulai bekerja,dengan ruang kerja yang nyaman serta layar laptop menyala dihadapanku.
Cleaning servis menghampiriku sambil menyerahkan Cup Coffee diatas mejaku .
" Bu ,dari bapak Rico manager kita". Ucapnya sambil menunjuk seorang lelaki diseberang dekat pintu Lift.
" Makasih ". Ucapku tersenyum sambil menatap kearah lelaki itu .
Aku melihat lelaki diseberang itu menatapku balik dan tersenyam tipis padaku dan langsung berbalik memasuki lift. Begitulah seterusnya sampai tiga hari dia memberikan coffe gratis padaku, akupun berusaha menemuinya diruang manager.disinilah aku sekarang,diruangan luas itu.aku duduk dikursi yang berhadapan dengannya .
" Makasih pak ,buat kopinya " ucapku sambil menatapnya .
" Sama-sama,itu buat kamu biar semakin semangat kerja .balasnya sambil menatapku balik .
Jam pulang kantor tiba ,tepat pukul 5 sore ,aku menunggu busway untuk pulang.sebuah mobil honda hitam menghampiriku ,kacanya terbuka ,kulihat pak Rico menghampiriku .
" Ayo Nis ,naik biar kuantar pulang ".ucap Rico .sebenarnya aku ingin menolak,tapi mengingat hari sudah gelap , seperti mau datang hujan.
Dengan ragu ,aku memasuki mobilnya. Saat dikabin, aku merasa dia menatapku dari samping.
" Sebenarnya kopi itu ,buat orang yang kusuka ". Ucapnya tiba-tiba padaku.
Aku mengernyit menatapnya heran .
" Maksud bapak ?"
" Yah ,kamu orang yang kusuka ".
Aku tersenyum malu dihadapannya .aku melihat Jelas wajah pak Rico dari dekat.rahang yang tegas ,hidung lancip ,bulu mata yang lentik ,serta wajah yang rupawan .didukung juga oleh bentuk tubuhnya yang profesional.sungguh idaman wanita .
" Besok kita nonton ya ?"
Aku mengangguk mengiyakan .
Hari demi hari,berbulan - bulan lamanya hubungan kami semakin dekat ,hampir setiap hari dia mengantarku pulang ,dan singgah kekost ku. Kami nonton bareng hingga main game PUBG barengan. aku merasa nyaman disisinya. Ibarat rumah , dia adalah tempat untuk aku tinggal dan menetap. dia pun begitu.saat dikost, Rico sering mencuri ciuman dariku dari kening hingga bibir.aku tidak menolaknya ,karena aku mau dan ingin .Tapi aku tidak tahu arah kelanjutan hubungan kami.dan aku tidak ingin menuntutnya .
Hingga suatu hari ,Rico tidak masuk kerja sudah 3 hari .aku berusaha menelpon dan mengiriminya pesan ,tapi tak ada balasan .keesokan harinya aku mencoba bertanya pada teman disampingku.
" Rat, pak Rico kok belum masuk ya ? Pak manager kita ?" Ucapku pada Ratna .
" Pak Rico lagi cuti Nis ,istrinya melahirkan ".jawab Ratna tanpa menoleh padaku ,pandangannya masih fokus kelayar laptop .
" Nanti kita pergi jenguk istrinya pak Rico, siap-siap aja nanti nis ,kita barengan perginya ". Sambung Ratna .
Aku terpaku ,Seperti dihantam palu yang besar ,jantungku serasa sakit dan dadaku sesak.kakiku lemas seperti tak berpijak .aku menggenggam kuat kertas laporan yang berada diatas mejaku.suara- suara disekitarku tak bisa terdengar lagi. Air mata mulai mengucur di pipiku tanpa suara .
Saat pulang kerja ,aku beralasan tak ikut rombongan untuk menjenguk istri pak Rico, tapi aku mengikuti mereka dari belakang . Dirumah sakit aku bersembunyi dibalik tembok putih dibelakang suster penjaga. Aku melihat rombongan teman kerjaku sudah selesai menjenguk bersama Rico yang berjalan kepintu keluar rumah sakit untuk mengantarkan mereka .
Aku mengikuti Rico, saat dikoridur rumah sakit .aku memanggilnya.
" Pak Rico?" Teriakku memanggilnya.diapun menoleh kebelakang,dia mendekat kearahku ,menyentuh kedua lenganku dan menatapku dengan pandangan sayu .
" Maaf " .ucapnya singkat tapi dengan tatapan yang sama .
Aku menamparnya keras ,dia terkejut menatapaku dan menunduk lagi.
" Hanya itu? Yang bisa kau ucapkan? Aku mencoba untuk tidak menanyakan kelanjutan hubungan kita ,tapi ternyata memang inilah jawaban darimu ".ucapku lantang padanya.
" Kita selesai " sambungku sambil menatap matanya .
Dia memelukku erat ,aku berusaha meronta tapi tak bisa .
" Aku akan memperjuangkanmu ,tenanglah sedikit lagi ". Ucapnya yakin padaku .
Aku mendorong dadanya agar menjauh dan berhasil ,dia melepas pelukannya .aku langsung berlari keluar rumah sakit ,tanpa menatapnya balik .
Keesokan harinya ,aku mengajukan surat pengunduran diri ,dan pulang balik kekota asalku .berkali- kali Rico menghubungiku dan memberi pesan teks ,tak ada satupun kubalas. Ucapanku tak searah dengan hatiku ,bibirku berucap putus dengannya ,tapi hatiku tak bisa melupakannya .
Jujur aku sangat menyayangi Rico,aku cinta padanya .salahkah jika aku menyukai lelaki beristri? Tapi sungguh perasaan ini indah dan nyata .tidak bisa kuabaikan .
Seringku dengar suara - suara ,jika aku bersama Rico, merana yang kudapat .tapi aku tidak tahu kemana arah hatiku ,jika tidak dengan dia ,bersamanya .aku seperti Perawan cinta yang mengemis cinta padanya.
Tolong bantu aku Tuhan...
Tapi aku menginginkannya...