Di Antara Baris Meja
Hari-hariku di kelas selalu sama, penuh suara riuh teman-teman, tumpukan buku, dan tugas yang tak ada habisnya. Tapi ada satu hal yang selalu berhasil membuat suasana jadi berbeda, sesuatu yang diam-d
0
1
Malam Pertama di Rumah Mertua
Namaku Ratih, 28 tahun. Sudah tiga bulan menikah dengan suamiku, Andi. Kami tinggal di rumah mertua karena rumah kami sendiri masih dalam proses renovasi. Mertuaku, Pak Hadi (53 tahun), adalah duda ya
0
0
Cinta tanpa memandang agama
Aku kon gladys valencia, aku adalah anak pertama dikeluargaku, dan saat aku menduduki bangku smp kelas 7 aku memiliki seorang hts (hubungan tanpa status) yang bernama gio sriwijaya. Sekitar 1 minggu
0
1
KILL MONSTER EP 1
KILL MONSTER - Ep 1: "Anak Petir" Setiap malam, saat bulan merah menggantung di langit kota, celah itu terbuka. Retakan di udara, seperti kaca yang dipukul palu. Dan dari sana, mereka keluar. Lapar.
0
1
Neraka yang ku Peluk Sendiri
Namaku Anna Anindya. Aku adalah putri bungsu dari lima bersaudara. Mungkin karena aku lahir paling akhir, takdir seakan memanjakanku sejak awal. Aku tumbuh menjadi gadis yang lucu, manja, dan sedikit
0
0
Luka yang Di Bawa Pergi
Empat tahun. Waktu yang tak sebentar untuk menumbuhkan rasa, menyimpan harapan, dan membangun angan-angan yang terasa begitu nyata. Selama empat tahun lamanya, Kirana mencurahkan seluruh isi hatinya
0
0
Tahun Baru di Bawah Hujan
Sore tanggal 31 Desember. Langit di Kecamatan Tumbang Titi tiba-tiba berubah gelap gulita, lalu hujan deras turun membasahi setiap sudut jalan dan halaman rumah. Suara rintiknya yang keras bergema di
0
0
Kali Ketiga : Runtuhnya Langit di Atas Adelaide
Autralia begitu buas, angin musim gugur di Adelaide berhembus kencang, menusuk hingga ke tulang, namun tak ada yang lebih dingin daripada hati Dania Salsabila malam itu. Di tangannya, sebuah ponsel pi
0
1
𝗧𝗼𝗸𝗼 𝗕𝘂𝗸𝘂 𝗣𝗲𝗻𝗷𝘂𝗮𝗹 "𝗞𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗿𝗵𝗮𝗽𝘂𝘀"
Di gang sempit yang hanya basah saat gerimis, toko kecil itu berdiri dengan aroma kertas tua yang menenangkan. Bu Patmi, sang penjaga toko, selalu menata tumpukan buku harian dengan rapi, meski ia sen
0
0
Hidup Dalam Momen
Jeritan melengking nan heboh membuat diriku refleks melompat ke belakang, untungnya tidak terjungkal. Setelah melakukan terapi pernapasan agar jantungku normal seperti sedia kala, mataku menatap ke ar
3
1
"Di Bawah Langit yang Sama".
DI BAWAH LANGIT YANG SAMA Langit sore itu berwarna jingga keunguan, memancarkan cahaya hangat yang menyentuh setiap sudut kota. Di sebuah taman kota yang rindang, duduklah seorang pria bernama Arion
0
1
Senja di bumi
Bunyi derap langkah kaki bergema di lapangan SDN 2 Pucang. Empat bocah tak beralas kaki berlarian dengan keringat yang sudah membasahi punggung. Ada sedikit debu beterbangan, tetapi terabaikan dengan
0
1
"Yang Menyimpan Namaku di Bintang"
Di kerajaan Langit Utara, ada hukum yang tidak bisa dilawan: _Penyihir tidak boleh jatuh cinta pada manusia_. Karena cinta akan membakar sihirnya, dan sihir yang terbakar akan membakar dunia. Alya bu
0
0
📿💍 GELANG MANIK DAN CINCIN PERAK
📖 BAB 1: PERTEMUAN DI BAWAH PAYUNG MERAH Hujan turun sangat deras sore itu. Air membanjiri jalanan kota kecil di kaki gunung itu. Angin berhembus kencang membawa hawa dingin yang menusuk tulang. D
0
1
📖 JUDUL NOVEL: "BOTO IJO: ANTARA NAPRAS DAN FANDOM"
📚 BAB 1: HIDUP YANG HAMPA DAN BERDEBU Di kedalaman Hutan Larangan, tepatnya di bawah pohon beringin yang umurnya sudah ratusan tahun, hiduplah sesosok makhluk legendaris. Namanya Boto Ijo. Tubuhny
0
0
Secangkir Kopi di Cafe Luna
Hujan sore itu di Tokyo punya aroma yang berbeda—campuran antara aspal basah dan rindu yang mendadak tiba-tiba. Aku duduk menyendiri, memeluk cangkir kopi yang hangatnya mulai merambat ke telapak tang
0
0
Internal
1939 Perang dunia 2 dimulai, dimana polandia di serang oleh Nazi jerman. Di kota Wieluń pukul 04:40 pagi dimana serangan jerman kepada polandia pertama kali. Para warga berhamburan dan terjadi kepani
0
1
Air Mata Bapa (Part 3)
Lampu-lampu kafe remang-remang di sudut Jakarta Selatan itu seolah ikut menahan napas. Aku duduk di kursi kayu yang paling pojok, mengenakan topi cap yang kutarik dalam-dalam hingga menutupi dahi. Jan
0
1
Air Mata Bapa (Part 2)
Dinding kamar kos yang sempit ini terasa semakin menghimpit saat aku memandangi sebuah foto kusam yang warnanya sudah mulai menguning di bagian tepi. Di sana, seorang lelaki muda dengan rambut yang ma
0
1
Air Mata Bapa
Layar televisi di sudut kedai kopi ini tidak pernah berbohong, tapi ia sangat mahir menyayat hati. Di sana, di bawah sorotan lampu kristal yang berkilau, putriku—Syarifa Hadinah Salju—berdiri dengan k
0
1