1939 Perang dunia 2 dimulai, dimana polandia di serang oleh Nazi jerman. Di kota Wieluń pukul 04:40 pagi dimana serangan jerman kepada polandia pertama kali. Para warga berhamburan dan terjadi kepanikan karena serangan udara jerman yang menghancurkan bangunan-bangunan. Donovan seorang remaja berusia 19 tahun terbangun di dalam apartemen nya dan merasakan getaran hebat di iringi ledakan sebuah bom artileri yang di jatuhkan tepat di sebelah apartemen nya yang membuat lubang besar. Dia terkejut bukan main dia panik mengambil jaket nya lalu pergi keluar "Sialan ada apa ini" teriak nya sembari menuruni tangga dengan panik dan saat sampai di bawah donovan terdiam melihat sekitar yang kacau balau dengan di iringi gerimis yang membuat jaket kulit nya basah. Donovan tidak tahu harus kemana yang membuatnya hanya diam di balik orang-orang yang berhamburan panik namun tiba-tiba seorang pria yang umur nya kisaran 28 hingga 30 menarik nya masuk ke dalam sebuah toko "Kau gila? Kenapa dia saja apa kau ingin mati! Para orang jerman itu pasti nanti akan menangkapmu" ucap nya tegas kepada Donovan. Mereka berdua bersembunyi di bawah meja kasir setelah mendengar suara tembakan dan teriakan orang-orang jerman "Sepertinya kita yang di serang duluan di perang ini" ucap sang pria sembari membetulkan sepatu nya. Suara rantai dari tank yang melaju terdengar di iringi suara langkah kaki yang mengenakan sepatu bot. Salah satu tentara jerman masuk kedalam toko yang membuat Donovan dan pria itu terpaksa diam. Mereka berdua menahan napas "Berapa jumlah orang yang masuk" tanya sang pria dengan pelan. Donovan mengintip sebentar dan kembali "Sepertinya dua orang" sang pria menepuk pundak donovan "apa kau bisa bertarung?" Tanya sang pria. Donovan mengangguk "Memukul bisa". Pria itu mengangguk dan bersiap lalu memberi arahan kepada Donovan "Kalau begitu kita serang satu orang dahulu berdua dan setelah itu satu orang lainnya" sang pria berpindah bersama Donovan mendekat kepada tentara jerman itu "Baiklah 1.. 2.. 3!" BUGG.. sang pria memukul kepala tentara nazi itu lalu Donovan menopang tubuh sang tentara yang pingsan karena pukulan di kepala nya agar tidak mengeluarkan suara "Baguslah.." ucap sang pria sembari menghela nafas dengan lega. Sang pria mengambil senjata tentara itu lalu mengenalkan dirinya "Namaku Steven.. siapa namamu anak muda". Donovan melepaskan tubuh tentara itu dengan tremor dan menjabat tangan Steven "Namaku Donovan". Mereka berdua melucuti senjata tentara itu Steven mengambil MP-38 yaitu yang di kenal sebagai pendahulu senapan MP-40. Steven kebingungan karena ini pertama kali nya dia melihat senjata seperti ini karena dia terbiasa menggunakan senjata dengan gagang kayu yang tidak full semua badan senjatanya besi atau metal "Senjata apa ini? Ringan sekali berbeda dengan senjata saat aku gunakan dahulu" Donovan mengambil pistol Luger P08 yang terkenal dengan akurasi nya yang sangat tajam. Terdengar suara langkah sepatu bot di tangga dengan diringin teriakan tentara kedua yang sepertinya memanggil temanya yang sudah mereka berdua buat pingsan, Steven dengan cepat menyuruh Donovan bersembunyi di belakang meja makan yang terjatuh sementara Steven bersembunyi di sebelah balik pintu "Cepat nak sembunyi di meja yang jatuh itu". mereka menunggu rekan dari tentara nazi yang sudah mereka jatuhkan. di kondisi yang dingin itu dahi Donovan berkeringat dan tangan kanan nya yang memenggang pistol Luger P80 sembari tremor dengan napas nya yang berat sementara Steven terlihat tenang dengan tatapan yang waspada nya. tentara itu memanggil rekan nya "Hans? Wo bist du?" (Hans? Kamu di mana?). suara langkah tentara itu semangkin dekat dan pintu terbuka perlahan yang membuat napas Donovan semangkin berat karena merasa tertekan oleh situasi. saat tentara Jerman itu masuk Steven menyerang tentara Jerman itu dengan gagang senjata namun berhasil di tangkis oleh tentara Jerman itu dengan senjata nya. mereka berkelahi saling memukul dengan gangang senjata masing-masing namun senjata Steven terpental dan dia di cekik dengan senjata Tentara Jerman itu. tentara Jerman itu berteriak
"Hier gibt es Feinde!" (Ada musuh di sini!). sembari menahan tubuh Stevem yang tertahan oleh senjata, tangan Donovan bergetar dan berusaha membidik saat Steven meminta tolong Donovan untuk menembak tentara Jerman itu "Donovan tembak dia". Donovan dilema karena dia tidak pernah menghabisi seseorang karena sejak kecil dia di besarkan di keluarga religius yang dimana pasti nya tidak boleh menghabisi seseorang namun kalau dia tidak menembak maka mereka berdua akan tertangkap. suasana sekita menjadi hening dan Donovan seperti di paksa untuk memilih. suara tentara Jerman yang berada di luar terdengar yang sedang menuju ke arah mereka. Donovan menutup mata dan menekan pelatup senjata, suara tembakan senjata terdengar dan tentara Jerman itu tewas di tembak di bagian kepala sebelah kiri nya. Steven segera membangunkan Donovan yang terdiam dengan tatapan kosong. "ayo nak. bangunlah jangan diam di sini saja" ucap Steven sembari menyadarkan Donovan. Steven mengangkat tubuh Donovan yang matanya menatap kekosongan seolah telah melakukan hal yang di takuti nya
(baca selengkap nya di novel saya)