KILL MONSTER - Ep 1: "Anak Petir"
Setiap malam, saat bulan merah menggantung di langit kota, celah itu terbuka. Retakan di udara, seperti kaca yang dipukul palu. Dan dari sana, mereka keluar. Lapar.
Di lorong sepi antara rumah susun, udara tiba-tiba _kretakk_. Sebuah tangan bercakar, hitam pekat, menyembul dari robekan dimensi. Suara geraman rendah menggema. _Graaahhh..._
Di atas, Arga duduk di pinggir atap rumah susun lantai empat. Seragam SMA-nya kusut, sepatunya sudah usang. Di tangan ada nasi bungkus pecel, sisa makan malam.
Tiba-tiba tato di punggung tangan kirinya berkedip biru. Panas.
"Lho... tanganku panas lagi," gumamnya. Firasat buruk itu datang lagi. "Jangan-jangan..."
Matanya langsung awas. Di pantulan matanya, dia lihat jelas: di jalan bawah, sesosok monster setinggi 3 meter sedang mengendap. Targetnya Bu Yati, penjual pecel langganannya yang baru pulang pasar membawa bakul.
"Celaka! Bu Yati!"
Tanpa pikir panjang Arga melompat. Empat lantai. Angin malam menerpa wajah. Tato di tangannya sekarang menyala terang, petir biru berputar-putar seperti mau meledak.
"MINGGIR KAU!!" teriaknya sambil mengarah ke monster itu.
_BZTTT!_
Di udara, dia berpapasan dengan monster. Dari tangannya muncul senjata energi berbentuk keris, berderak petir. "JURUS KERIS PETIR!!"
_CRAZANGK!!_
Sekali tebas. Kepala monster terpental, badannya meledak jadi asap hitam pekat sebelum menyentuh tanah.
Arga jatuh terengah di aspal, lutut lecet. Bu Yati yang dari tadi bengong akhirnya bisa bicara, "Nak... Arga? Kamu kenapa? Kok bisa..."
Arga cuma nyengir kecut sambil garuk kepala. "Hehe... aman kok, Bu..."
Yang tidak mereka sadari, dari atap seberang ada yang mengawasi. Cewek berjaket hoodie, menulis sesuatu di buku kecil. Dia tersenyum tipis.
"Tenaga Bawana aktif... Satria Dimensi pertama sudah bangun," bisiknya ke angin malam.
Bersambung...