NovelToon NovelToon
Dekapan Bayang

Dekapan Bayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / CEO / Cintapertama
Popularitas:150
Nilai: 5
Nama Author: Queenca04

Seorang gadis cantik bernama Anggi yang menjadi korban perceraian orangtuanya karena ayahnya selingkuh dengan sahabat ibunya sendiri. Kejadian itu pun dialami oleh Anggi sendiri.
Anggi memiliki sahabat dari kecil bernama Nia. Bahkan dia sudah dianggap Nia saudara sendiri bukan lagi seperti sahabat. Nia mengkhianati Anggi dan mengambil kekasih Anggi.
Bagaimana kisah selanjutnya yuk baca cerita selengkapnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenca04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

Anggoro kini sudah ada di rumah Rasti setelah dia pergi dari rumah yang sudah menemaninya dari mulai mereka berumah tangga.

Seusai perjanjian Anggoro pergi tanpa membawa apapun. Mobil yang dia pakai pun tidak di bawa. Hal itu membuat Rasti kesal dan marah karena dia takut jatuh miskin seperti dulu sebelum dia kenal Anggun dan Anggun yang selalu memberikannya bantuan dari biaya sekolah hingga dia kerja di sebuah perusahaan dan mendapatkan gaji yang besar. Bukan hanya itu Rasti juga selalu diberikan barang-barang branded oleh Anggun.

"Aku kan udah bilang sama kamu kalau aku gak mau hidup susah," rajuk Rasti.

"Iya terus aku harus gimana kan semua sudah kita sepakati saat akan menikah dulu. Kamu kan sudah aku wanti-wanti kalau jangan sampai ketahuan Anggun."

"Kok kamu jadi marah sama aku. Yang seharusnya marah itu aku sama kamu kenapa kamu harus jatuh miskin?" bentak Rasti.

Saat Rasti marah tiba-tiba perutnya merasa sakit.

"Aduh Mas perut aku sakit," Rasti sambil memegang perutnya.

"Kita ke rumah sakit sekarang."

Anggoro pun langsung membawa Rasti ke rumah sakit. Setelah di periksa dokter dan dokter pun menyatakan kalau Rasti hamil.

"Mas gimana dong aku hamil."

"Kok bisa kamu hamil?"

"Kamu nyalahin aku kenapa aku hamil? Seharusnya Kamu mikir kenapa kamu gak pernah pake pengaman. Aku takut di usiaku yang sudah tak muda lagi tapi aku hamil."

"Iya sudah kamu jangan terlalu dipikirkan. Aku akan tanggung jawab besok kita menikah."

"Beneran besok kita menikah?"

Anggoro pun mengangguk.

***

Setelah dua bulan berselang kini Anggoro dan Anggun sudah resmi bercerai dan menikah dengan Rasti. Anggun pun kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya walaupun Anggoro di minta nafkah untuk anak-anak mereka tapi Anggun tidak percaya pada Anggoro akan memberikan haknya kepada anaknya.

Sebenarnya keputusan Anggun untuk kerja juga ditentang keras oleh Angkasa. Ia yang kini sudah kerja di sebuah perusahaan dan ia pun mendirikan CV bersama temannya. Hingga Angkasa melarang ibunya kerja. Tapi Anggun tetap saja tidak mau merepotkan anaknya dan sekarang Anggun bekerja di perusahaan di luar kota. Sebenarnya perusahaan tempat Anggun kerja itu masih milik keluarganya juga makanya dia tidak susah untuk kerja di usia yang sudah tidak muda. Anggie pun ikut bersama ibunya untuk sekolah di sana.

Angga dan Angkasa tinggal di rumah lama mereka karena rumah itu sudah jadi gak ketiga anaknya.

***

Kini Anggie sudah SMP di sekolahnya Anggie di kenal dingin lebih ke judes. Anggie juga sudah memiliki teman baru bernama Ria dan Dika seorang laki-laki kemayu.

"Gita lo gak nonton pertandingan basket?" tanya Ria.

"Enggak ngapain juga gue harus nonton?"

"Ih lo gimana sih kan si Riko main," seru Riko dengan manja.

"Apa hubungannya sama gue kalau dia main?"

"Kan seantero sekolah udah tahu kalau dia suka sama lo," Dika sambil menunjuk Anggie.

Disekolah yang sekarang Anggie lebih suka di panggil Gita dari pada Anggie. Ia ingin membuang semua kenangan di masa lalu dengan menggantinya dengan yang baru.

Tiba-tiba temen ekskul Anggie datang mencarinya. Di sekolah Anggie memilih ekskul PMR.

"Git cepetan lo di tunggu kak Mira di lapangan semua anggota PMR harus udah standby di sana," seru Gea teman ekskulnya.

"Apa gak bisa di cancel gitu Ge gue harus belajar buat olimpiade."

"Olimpiade kan masih lama Git, cepetan nanti kita di hukum lagi."

Akhirnya Anggie dan Gea pun pergi ke lapangan untuk persiapan jika ada yang cedera atau membutuhkan bantuannya saat pertandingan.

"Memangnya hari ini sekolah kita lawan mana?" tanya Anggie.

"Lo beneran gak tau Git?" tanya Gea.

"SMP Merdeka, musuh bebuyutan sekolah kita."

Anggie hanya menanggapinya dengan dingin. Sedangkan anggota PMR yang lain sudah histeris saat pemain basket dari sekolahnya masuk lapangan.

"Itu Riko ganteng banget," teriak murid-murid perempuan di tribun.

Permainan pun di mulai semua orang histeris melihat permainan mereka sedangkan Anggie sibuk di perpustakaan dengan bukunya.

Sedangkan dilapangan sorak sorai penonton yang menyaksikan pertandingan basket rame.

"Itu Riko kenapa?" teriak penonton.

PMR dengan sigap menolong Riko yang kakinya terkilir dan membawanya ke pinggir lapangan. Sebenarnya Riko berharap yang menolong itu Anggie tapi dia tidak melihat Anggie di sana.

"Gita kemana?" tanya Riko pada salah satu anggota PMR.

"Gak tahu tadi sih di sini," seru yang menolong Riko.

"Lo sebenarnya modus ya pura-pura terkilir padahal sebenarnya lo pengen di obati sama Gita," seru Martin ketua PMR.

"Tahu aja lo," Riko sambil tertawa. "Memangnya Gita kemana?"

"Gak tahu gue juga kemana tuh anak dari tadi ngilang terus."

"Kalau dia gak ada ya udah gue main aja lagi," Riko kembali bangkit dan ikut main lagi.

"Dasar Riko ada aja modusnya," gumam Martin sambil menggelengkan kepalanya.

Sedangkan Anggie yang dicari Riko ada di perpustakaan karena di panggil guru pembimbing untuk olimpiade matematika se-provinsi.

"Bu bukannya masih satu minggu lagi?" tanya Anggie pada guru pembimbingnya yang bernama Bu Maria.

"Iya ibu juga gak tahu jadi besok, tapi ibu yakin kamu pasti bisa karena ibu tahu kemampuan kamu. Ibu gak terlalu berharap kamu juara tapi dengan kemampuan kamu dan semangat kamu belajar ibu yakin kalau kamu pasti bisa mengharumkan nama sekolah kita."

Karena harus belajar ekstra buat olimpiade besok Anggie pun pulang habis magrib tapi untungnya ada Angkasa yang menjemput adik kesayangannya itu. Angkasa yang sedang berada di kota yang sama karena urusan pekerjaan menyempatkan untuk bertemu adiknya dan menjemputnya.

"Abang," teriak Anggie pada kakaknya yang sudah lama tak bertemu. Anggie langsung memeluk Angkasa dan abangnya pun membalasnya.

"Kangen banget sama Abang."

"Abang juga kangen sama kamu dek. Gimana sekolahnya udah dapet temen baru?"

"udahlah Bang, masa iya sekolah udah mau satu tahun gak punya teman," Anggie sambil tertawa.

"Kita mau langsung pulang atau kemana dulu?"

"Makan dulu yuk Bang aku lapar," rengek Anggie sambil memegang perutnya.

"Oke let's go."

Anggie pun menaiki motor kakaknya sambil melingkarkan tangannya ke perut kakaknya dan menyenderkan kepalanya di punggung kakaknya. Memang sudah jadi kebiasaan Anggie jika dia dibonceng kakaknya. Mungkin jika ada yang melihat mereka sudah seperti pasangan kekasih.

"Adek mau makan apa?"

"Apa aja deh Bang yang penting kenyang."

Angkasa hanya tersenyum melihat kelakuan adiknya itu. Setelah sampai di sebuah kedai nasi goreng motor Angkasa pun sudah sampai. Angkasa dengan telaten membukakan helm Anggie lalu menggandeng tangan Anggie untuk masuk ke dalam kedai.

Setelah pesan mereka pun duduk di tempat agak pojok karena kedai cukup ramai pembeli.

"Bang Angga kapan ke sini ya Bang?" tanya Anggie.

"Katanya besok sih karena dia kan sudah selesai tinggal menunggu kelulusan aja. Katanya pengen ketemu adiknya yang cerewet."

"Aku gak cerewet ya Bang," Anggie pun cemberut tapi Angkasa menyukai adiknya kala merajuk seperti itu. Angkasa pun mengelus kepala adiknya itu.

"Kalau begitu besok Abang semua harus datang."

"Datang kemana?"

"Aku besok mau ikut olimpiade Bang dan aku harap Abang datang kalau Bunda sih pasti datang karena tadi aku udah hubungi bunda. Bunda juga sudah mengajukan cuti buat besok.

"Abang juga pasti datang nanti Abang juga akan cuti buat nonton kamu lomba dan nanti Abang juga telpon Angga supaya cepat ke sini."

Tak lama kemudian pesenan mereka pun datang mereka pun menikmati makanannya. Namun tiba-tiba ada yang menyapa Anggie seorang pria.

"Hai Gita," seru Riko.

Anggie pun mendongakkan kepalanya melihat ke sumber suara. Angkasa pun melihat ke arah laki-laki yang menyapa adiknya dan memberikan tatapan tajam.

"Hai."

"Boleh kita ikut duduk di sini, di sini penuh gak ada tempat lagi."

Saat Anggie akan menjawab tiba-tiba Angkasa menyuruhnya pindah tempat.

"pindah ke sini."

Anggie pun pindah ke samping kakaknya.

"Gue kok tadi gak lihat lo waktu pertandingan. Kaki gue terkilir lho. Gue berharap lo yang ngobatin tapi Lo gak ada," seru Riko.

"Tadi gue di panggil Bu Maria."

"Emang lo udah mau olimpiade ya?" Anggie mengangguk.

"Tempatnya di SMP Nusa ya?" Anggie kembali mengangguk.

"Kita bakalan ke sana buat ngasih support sama lo tenang aja."

"Yuk pulang," ajak Angkasa sambil menggandeng tangan Anggie.

Anggie pun pergi tanpa pamit lebih dulu sama Riko.

"Dia siapanya Gita sih?" kesal Riko.

"Apa mungkin dia cowoknya Gita Ko," ujar Diki temannya Riko.

"Masa cowoknya Gita udah tua dia kayak udah kerja gitu. Apa mungkin kakaknya Gita?" ujar Bian teman Riko.

Mereka pun dibuat bertanya-tanya tentang laki-laki yang bersama Anggie.

Sepanjang perjalanan Angkasa tidak bicara sepatah kata pun pada adiknya.

Sesampainya di rumah Angkasa langsung masuk ke dalam kamarnya.

"Abang kenapa dek?"

"Gak tahu Bun tadi Abang gak ngomong apa-apa sama adek."

"Iya udah sekarang adek mandi terus istirahat besok kan harus persiapan buat olimpiade."

Anggie pun mengangguk dan tidak membantahnya. Ia langsung pergi menuju kamarnya.

1
Abah Pnd
pasti jatuh miskin anggoro
Queen: pantas ya buat seorang tukang selingkuh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!