seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6. Rencana Bagas In The Genk
Dalam keadaan tegang seperti itu seorang pria tua datang dengan menggunakan tongkat. “Heh..! Bagas kamu jangan membuat rusuh di desa lagi, atau saya tidak akan segan buat ngusir kamu dari desa ini.”
“Wah pak kepala desa datang, kayak nya Bagas gak bisa maksa Yuda kalau udah gini,” Ucap Bu Erni yang merasa kalau Yuda akan di bela.
warga yang lain pun mengangguk setuju. “Iya, pak Priyo sudah terkenal tidak bisa di sogok dan di desa ini siapa yang berani melawan beliau.”
terlihat raut wajah Bagas pun sedikit panik di ancam pak Priyo seperti kata warga pak Priyo adalah kepala desa yang tegas dan adil, ia mungkin berani membuat masalah dengan warga desa tapi tidak dengan pak Priyo.
“Euu..,,, kami hanya menyapa Yuda kok pak, kami kan teman jadi ingin meminta bantuan,, betul kan..” ucap Bagas meminta dukungan dua teman nya.
“I-iya, betul pak, kami sudah seperti saudara dengan Yuda, jadi meminta bantuan tidak masalah.”
namun walau begitu para warga yang melihat kejadian yang sebenarnya tidak akan diam saja. “Saudara dari ibu monyet! Jelas-jelas tadi kalian mau malakin Yuda supaya menyerahkan hasil buruan nya kepada kalian.”
Betul!,
“Iya, bisa ngeles kemana mana dasarr..!”
kali ini Bagas tidak bisa mengelak para warga lebih banyak dari nya dan pasti mereka akan kalah, karena sudah tidak punya pilihan ketiga orang itu memutuskan untuk kabur.
Ketiga nya lari terbirit-birit seperti di kejar macam ganas. “Huuu.!! Kami tidak punya warga seperti kalian,” ucap Erni dengan benci.
karena Bagas juga pernah membuat masalah dengan keluarga nya, dan membuat keluarga nya sengsara karena di rampok tapi pria itu tidak mau mengaku, di tambah dengan kelompok brandal yang lain, selalu ikut membela nya.
Yuda yang melihat itu tersenyum senang kemudian berterimakasih kepada pak Priyo dan para warga desa. “Terimakasih pak kepala desa, dan para warga.”
“iya, yasudah lebih baik sekarang kamu pulang, dan temui istri mu,” suruh pak Priyo melambaikan tangan.
Yuda pun mengangguk lalu langsung berlari hendak menuju rumah nya, entah kenapa di zaman ini walau miskin tapi Yuda merasa senang.
Mungkin karena di zaman ini semua orang merasakan jadi semua nya menderita dan bertahan hidup dengan keberuntungan masing masing, tidak seperti di zaman modern yang kaya makin kaya, dan yang miskin tetap miskin.
Berpindah ke sisi lain, Bagas yang berlari dengan dua anggota nya rupanya pulang ke rumah nya, di sana hanya ada istri dan satu putri nya. “Heh, ambilin air, aku harus..”
“Baik mas,” Yeti adalah wanita cantik yang dulunya adalah gadis idola satu desa tapi kemudian menjadi istri Bagas karena keluarga Yeti di ancam oleh Bagas.
Hingga sekarang menjadi istri nya sampai melahirkan seorang putri, tapi Bagas tidak pernah menganggap mereka sebagai keluarga.
“Ini mas, kamu sudah makan?” tanya nya.
Bagas menoleh dengan sinis membuat Yeti takut bahkan mundur selangkah. “Tidak perlu, makan pun tidak ada yang enak, coba kamu bisa minta makanan ke Yuda, kita pasti gak makan rumput lagi.”
“Tap-tapi mas..”
“Sudahlah, pergi sana aku mau ngobrol dulu, kamu jangan ganggu,” suruh Bagas mendorong istri nya untuk pergi ke kamar.
Sedangkan dirinya menoleh ke arah dua anak buah nya. “Pokok nya, kita harus bales dendam ke bocah kurang ajar itu.”
“Betul bos, gimana cara nya?”
“Go*lok, ya pikir pake otak..” maki Bagas.
“Kalau untuk di dalam desa kayak nya gak mungkin bos, tadi aja kita hampir di usir oleh pak Priyo jadi kita jangan ambil tindakan kalau di dalam desa,” ujar Andre.
“Kalau gitu, gimana kalau besok saat dia pergi ke hutan kita cegat baru kita kasih pelajaran di sana, kalau perlu kita bunuh saja sekalian,” sambar Jabran dengan berapi-api.
Bagas tampak menimbang-nimbang untuk rencana itu, memang hanya itu yang bisa mereka lakukan, di hutan kalau pun mereka membunuh nya para warga desa tidak akan curiga karena di hutan banyak hewan buas yang bisa membahayakan nyawa.
“Oke!! Kalau gitu sekitar pukul 2 siang kita kumpul di sini, gue yakin pasti bocah itu berangkat sekitar jam segitu, dari sini juga dekat sama rumah nya, jadi kita bisa pantau dia dulu,” ucap Bagas membuat keputusan dan itu di angguki oleh dua anak buah nya.
“Memang Lo cerdik bos, boleh kayak gitu juga, kalau gitu jangan lupa bawa senjata dulu sebelum kumpul,” ujar Jabran.
“Yaudah mending sekarang kalian pulang, gue juga mau tidur..« suruh Bagas kemudian dirinya langsung membaringkan tubuh di atas dipan yang terbuat dari anyaman rotan.
Tanpa ketiga orang itu sadari kalau pembicaraan mereka dari tadi di dengar oleh Yeti dari kamar, wanita itu hanya meremas baju lusuh dengan air mata yang menetes, begitu kejam dan keji hati suami nya ingin membunuh teman sendiri.
“Aku harus bagaimana, tidak mungkin aku membuat kejahatan di lakukan,” lirih Yeti. “Kemarin saja dia membunuh orang tak bersalah karena mabuk.”
wanita itu hanya bisa memandang rasa tertekan nya karena ingin mengadu juga ia akan habis oleh suami nya, iya kalua cuman dirinya, Bagas juga pernah kasar kepada putri mereka yang baru umur sekitar 7 tahun.
~
kembali ke tokoh utama kita, pemuda itu tiba di depan rumah dan di sambut hangat oleh sang istri yang sedang menyapu halaman. “Ehh, mas Yuda sudah pulang.”
“Iya, tadaaa..! coba liat apa yang kubawa untuk kita makan nanti malam,” Yuda mengangkat dua ayam hutan yang dari tadi menarik perhatian semua orang.
“In-ini ayam hutan mas..! di mana kamu dapat dua seperti ini, bahkan mereka gemuk gemuk sekali,” Leni tidak bisa menyembunyikan rasa senang bahkan langsung mengambil ayam itu dan membantu suami nya.
“Tentu saja aku dapat dari hutan, namanya juga ayam hutan,” canda Yuda terkekeh melihat wajah senang istri nya.
“Hehe,, iya juga, ihh bukan gitu mas, maksud nya kok bisa kamu dapat tetangga kit aja seharian di hutan gak dapat apa-apa tapi kamu malah dapat...” Leni benar-benar tidak bisa berkata-kata membayangkan mereka akan makan daging.
“Sebenarnya bukan itu saja, ayo kita masuk aku akan masak buat kita makan malam,” ajak Yuda sambil merangkul, Leni sempat menolak karena terkejut tapi akhirnya masuk bersama Yuda.
Setelah masuk Yuda menyuruh istri nya untuk mandi, sedangkan dirinya masuk ke dapur untuk memasak, tidak lupa Yuda mengeluarkan beras yang ia beli dari sistem tadi kemudian Yuda mulai memasukan kali ini ia membuat masakan sederhana menggunakan ayam hutan itu, dengan cara di panggang saja.
karena per bumbuan di sana sangat terbatas hanya ada garam dan beberapa cabai. “Mungkin kalau kembali ke zaman modern aku harus membeli kebutuhan dapur juga.”
sekitar satu jam nasi dan ayam bakar sudah matang, wangi nya walau hanya dengan bumbu sederhana tapi membuat nya terlihat sangat menggugah selera.
Leni yang sedang duduk santai di ruang makan berdiri saat mencium aroma yang memancing selera makan dan memancing perut yang sedang keroncongan.
“Ayam Bakar plus nasi putih hangat siap di nikmati,,”
Deghh.!! “In-ini nasi putih..”