NovelToon NovelToon
ILMU LELUHUR DI MEDAN PERTEMPURAN

ILMU LELUHUR DI MEDAN PERTEMPURAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Dokter / Ilmu Kanuragan / Penyelamat
Popularitas:651
Nilai: 5
Nama Author: E'Ngador Together

Di tangan yang terbiasa memegang senjata, juga tersimpan keahlian untuk menyembuhkan.

Setelah menerima dua warisan tak ternilai dari leluhurnya – ilmu beladiri yang mengakar dalam darah dan keterampilan pengobatan dengan bahan alami yang hanya dia yang tahu rahasianya – Evan berpikir kehidupannya akan berjalan sesuai dengan rencana: melanjutkan kuliah dan melestarikan warisan leluhur. Namun, setelah lulus SMA, keputusannya untuk mendaftar sebagai tentara mengubah segalanya.

Diterima dengan prestasi tinggi, dia pertama kali ditempatkan di wilayah konflik dalam negeri, sebelum akhirnya dikirim sebagai bagian dari pasukan perdamaian ke negara asing yang sedang dilanda perang. Tugasnya jelas: menjaga perdamaian dan melindungi warga sipil. Tetapi ketika pihak negara lain menolak kehadiran pasukan perdamaian dan serangan tiba-tiba menerjang, Evan terpaksa mengangkat senjata bukan untuk berperang, tetapi untuk bertahan hidup dan melindungi rekannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon E'Ngador Together, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGUNJUNGI KANTOR REKRUTMEN TENTARA

Hari Sabtu pagi, Evan berjalan dengan langkah mantap menuju Kantor Rekrutmen Angkatan Darat yang terletak di kawasan pusat kota Cirebon. Ia mengenakan baju kasual yang rapi – kaos putih dan celana panjang hitam – dengan tas ransel yang berisi buku catatan dan beberapa dokumen penting.

Setelah menyelesaikan semua persiapan untuk kuliah, Evan merasa ada sesuatu yang kurang dalam rencana masa depannya. Ia ingat cerita Kakek Darmo tentang leluhur mereka yang pernah menjadi tentara dan menggunakan ilmu beladiri serta pengobatan untuk membantu rekan-rekannya di medan perang. Ide untuk menjadi tentara mulai muncul di benaknya beberapa minggu yang lalu – bukan hanya sebagai cara untuk melayani negara, namun juga sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya dan membantu lebih banyak orang.

Ketika sampai di kantor rekrutmen, ia disambut oleh seorang perwira muda dengan seragam yang rapi. "Selamat pagi, mas," ujar perwira tersebut dengan senyum ramah. "Ada yang bisa saya bantu?"

"Selamat pagi, Pak," jawab Evan dengan sopan. "Saya ingin mencari tahu tentang syarat dan ketentuan untuk menjadi tentara, terutama untuk program yang berkaitan dengan kesehatan atau ilmu beladiri."

Perwira tersebut mengangguk dan mengajak Evan masuk ke dalam ruangan informasi yang nyaman. Di sana, terdapat berbagai brosur dan poster tentang berbagai korps dan program di dalam Angkatan Darat.

"Nama kamu siapa, mas?" tanya perwira tersebut sambil mengambil formulir pendaftaran informasi.

"Saya Evan Saputra, Pak. Baru lulus SMA dan akan melanjutkan kuliah kedokteran komplementer di bulan depan."

Perwira tersebut menunjukkan ekspresi kagum. "Kedokteran komplementer? Itu bidang yang cukup baru dan menarik di Indonesia. Apakah kamu memiliki latar belakang khusus di bidang itu?"

Evan mengangguk dan menjelaskan secara singkat tentang warisan ilmu pengobatan tradisional dari Kakek Darmo, serta impiannya untuk menggabungkannya dengan ilmu kedokteran modern. Perwira tersebut mendengarkan dengan penuh perhatian, tampak semakin tertarik dengan cerita Evan.

"Kalau begitu, ada beberapa program yang mungkin cocok untuk kamu," ujar perwira tersebut sambil mengambil beberapa brosur khusus. "Pertama adalah Korps Medis Angkatan Darat, yang menerima mahasiswa kedokteran untuk menjadi perwira medis. Selain itu, ada juga program Bintara Medis yang fokus pada perawatan kesehatan di tingkat lapangan."

Ia melanjutkan, "Selain itu, jika kamu memiliki keahlian dalam beladiri atau ilmu pertahanan diri, kamu bisa mendaftar untuk Korps Khusus atau program pelatihan khusus yang berkaitan dengan taktik dan teknik pertahanan."

Evan dengan cermat membaca setiap brosur yang diberikan padanya, mencatat poin-poin penting di buku catatannya. Ia juga mengajukan berbagai pertanyaan tentang jadwal pendaftaran, syarat kesehatan, pendidikan, dan juga tentang bagaimana ilmu pengobatan tradisional bisa diterapkan dalam layanan kesehatan militer.

"Kita sebenarnya sedang mencari orang-orang dengan keahlian khusus seperti kamu," ujar perwira tersebut dengan siniseri. "Di medan operasi atau di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh fasilitas kesehatan modern, ilmu pengobatan tradisional bisa menjadi sangat berharga. Banyak kasus di mana obat-obatan tradisional berhasil menyembuhkan pasien yang tidak merespon pengobatan konvensional."

Ia kemudian menjelaskan tentang program khusus yang baru saja diluncurkan oleh Angkatan Darat – program kolaborasi dengan universitas untuk mengembangkan pengobatan komplementer dalam layanan kesehatan militer. "Jika kamu mendaftar ke program ini, kamu bisa melanjutkan studimu sambil juga menerima pelatihan militer. Setelah lulus, kamu akan ditempatkan di unit yang membutuhkan keahlianmu, baik di dalam maupun di luar negeri."

Evan merasa hati nya berdebar kencang mendengar penjelasan tersebut. Ini adalah kesempatan yang sempurna untuk menggabungkan semua impiannya – melanjutkan studi kedokteran, mengembangkan ilmu tradisional, melayani negara, dan membantu banyak orang.

"Berapa usia maksimal untuk mendaftar, Pak?" tanya Evan dengan penuh semangat.

"Untuk program mahasiswa, kamu bisa mendaftar hingga usia 22 tahun. Kamu masih punya waktu cukup banyak karena baru saja lulus SMA," jawab perwira tersebut. "Namun saya sarankan untuk mulai melakukan persiapan fisik dan kesehatan sejak sekarang, karena seleksinya cukup ketat."

Ia memberikan Evan sebuah daftar lengkap syarat dan ketentuan, mulai dari persyaratan akademik, tes kesehatan, tes fisik, hingga tes psikologi. "Kamu juga perlu mendapatkan surat rekomendasi dari pihak yang berwenang, terutama jika kamu akan mengajukan keahlian khusus seperti pengobatan tradisionalmu."

Setelah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan, Evan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada perwira tersebut. Sebelum pergi, perwira tersebut memberikan kartu nama nya dan mengatakan bahwa Evan bisa menghubunginya kapan saja jika ada pertanyaan lebih lanjut.

"Saya melihat potensi besar dalam dirimu, Evan," ujar perwira tersebut dengan penuh pengharapan. "Angkatan Darat sangat membutuhkan orang-orang muda yang memiliki visi dan keahlian khusus seperti kamu. Semoga kita bisa bekerja sama di masa depan."

Pada perjalanan pulang, Evan merasa sangat bersemangat. Ia langsung pergi menemui orang tuanya untuk memberitahu mereka tentang rencana barunya. Meskipun ayahnya awalnya sedikit terkejut, namun setelah mendengar penjelasan Evan tentang manfaat dan tujuan dari keputusannya, ia akhirnya memberikan dukungan penuh.

"Kamu benar-benar telah tumbuh menjadi orang yang memiliki visi yang jelas, anak kita," ujar ayahnya dengan bangga. "Melayani negara sambil mengembangkan ilmu yang kamu miliki – itu adalah hal yang sangat mulia."

Ibu Evan juga merasa bangga dan mulai merencanakan bagaimana membantu Evan dalam persiapan fisik dan kesehatan. "Kita akan mulai berolahraga secara teratur mulai besok," ujarnya dengan semangat. "Kamu perlu memiliki kondisi fisik yang prima untuk melewati seleksi."

Malam itu, Evan menghabiskan waktu untuk membuat rencana persiapan rinci – mulai dari jadwal olahraga, studi untuk tes akademik, hingga pengumpulan dokumen dan surat rekomendasi yang dibutuhkan. Ia juga menghubungi Pak Jono dari kampung untuk meminta surat rekomendasi tentang pengalaman nya dalam membantu masyarakat dengan ilmu pengobatan tradisional.

"Saya sangat mendukung kamu, Evan," ujar Pak Jono melalui telepon. "Kakek Darmo pasti akan sangat bangga jika tahu bahwa kamu akan menggunakan ilmu yang diajarkannya untuk melayani negara dan membantu lebih banyak orang. Saya akan segera membuat surat rekomendasinya dan mengirimkannya ke kota."

Sebelum tidur, Evan mengambil kalung batu giok nya dan menyentuhnya dengan lembut. Ia melihat ke arah foto Kakek Darmo yang terpajang di dinding dan berbicara dalam hati. "Kakek, aku menemukan jalan baru untuk mewujudkan impian kita. Aku akan melanjutkan studi kedokteran dan juga menjadi tentara untuk bisa membantu lebih banyak orang di mana saja mereka berada. Aku akan menjaga warisanmu dengan baik dan menggunakannya untuk kebaikan yang lebih besar."

Dengan hati yang penuh tekad dan semangat baru, Evan bersiap menghadapi tantangan baru dalam hidupnya. Ia tahu bahwa jalannya tidak akan mudah – seleksi untuk menjadi tentara sangat ketat, dan menggabungkan studi dengan pelatihan militer akan membutuhkan usaha yang sangat besar. Namun dengan dukungan keluarga, teman-teman, dan kekuatan yang diberikan oleh warisan leluhurnya, ia yakin bahwa ia akan mampu mengatasi segala rintangan dan mencapai tujuannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!