NovelToon NovelToon
Mawar Yang Tersisih Kan

Mawar Yang Tersisih Kan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Saudara palsu / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Mawar adalah anak ke 2 yang di paksa harus selalu mengalah dengan adik nya, Mawar di bedakan oleh ibu nya.

Mawar harus selalu mengalah demi sang adik, Mawar di perlakukan seperti anak tiri. Penderitaan Mawar semakin pedih saat ayah nya meninggal dunia, sikap ibu nya semakin menjadi terhadap diri nya.

Untung saja kakak laki - laki Mawar bisa melindungi diri nya, sebagai sang kakak dia tidak rela melihat penderitaan sang adik.

Sang kakak bahkan rela menolak beasiswa nya di sebuah universitas ternama karena dia tidak ingin meninggal kan Mawar sendirian.

Ikuti kisah Mawar dalam mengarungi kehidupan di bawah tekanan sang ibu dab juga adik nya, bisa kah ibu nya Mawar menyayangi Mawar seperti dia menyayangi putri bungsu nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Dengan di bantu oleh Mentari, Kinan pun akhir nya mendapat kan sebuah kontrakan kecil berukuran 3 x 3 meter. Kontrakan itu adalah kontrakan khusus perempuan, dengan kamar mandi dan dapur yang ada di luar.

Mawar tidak ingin membebani kakak nya, itulah sebab nya dia memilih kontrakan kecil saja dan dekat dengan kampus nya. Jarak antara kontrakan dan kampus nya hanya memakan waktu 5 menit dengan berjalan kaki.

Mawar dan Mentari sudah lulus dalam tes penerimaan Mahasiswa baru, tapi jadwal perkuliahan baru di mulai 2 tahun lagi. Mawar berniat untuk mencari pekerjaan saja menjadi pelayan toko mungkin, sambil menunggu jadwal perkuliahan di mulai. Tapi sebelum nya Mawar pulang kembali ke desa nya untuk meminta izin pada kakak nya.

"Kak, aku mau kerja dulu sebagai pelayan toko, sebelum jadwal perkuliahan aku di mulia!" Mawar memberi tahu sang kakak tentang rencana nya.

"Bekerja? Tidak Mawar, kau fokus saja pada pendidikan mu, biar urusan mencari uang menjadi urusan kakak!" Farhan tidak setuju jika Adik nya harus kuliah sambil bekerja.

"Tapi kak,,,,!" Mawar ingin membantah, tapi Farhan dengan cepat menyela ucapan nya.

"Mawar, kakak tidak meminta mu bekerja. kau hanya perlu fokus pada pendidikan mu, apapun kebutuhan mu beritahu kakak, kakak akan penuhi semua nya!" Farhan berkata pada adik nya.

Akhir nya Mawar pun mengikuti apa yang di katakan oleh sang kakak, dia tidak bekerja dan memilih untuk tetap di rumah hingga jadwal perkuliahan nya di mulai.

*****

Tidak terasa waktu terus berlalu dan satu minggu lagi Mawar akan memulai pendidikan nya si sebuah perguruan tinggi Swasta di kota nya, Mawar belum menyiapkan peralatan untuk dia gunakan di kontrakan nya.

"Mawar, ini uang untuk membeli ponsel. Kau harus punya ponsel sendiri, kau harus mengabarkan kakak jika kau butuh sesuatu!" Farhan memberikan uang sebesar 2 juta pada sang adik.

"Terima kasih kak!" Jawab Mawar sambil menerima uang pemberian dari sang kakak.

Selama ini memang Mawar belum memiliki ponsel, berbeda dengan Indah yang sudah memiliki ponsel. Bagi Bu Indah, ponsel bukan lah hal yang penting untuk Mawar.

Tanpa Mawar dan Farhan sadari di balik pintu ada Indah dan bu Munah yang melihat Farhan memberikan uang pada Mawar, seketika rasa iri dan dengki yang tercokol di hati Indah semakin menjadi ketika dia menyadari bahwa Mawar di berikan uang oleh Farhan.

"Mawar, sekarang kakak mau berangkat bekerja. Segera kabari kakak jika kau sudah memiliki ponsel!" Farhan berpesan pada adik nya.

"Baik kak!" Jawab Indah sambil mengangguk kan kepala nya.

Farhan pun segera berangkat bekerja, beberpa waktu yang lalu Farhan sudah mengantar kan beberapa alat yang akan di perlukan Mawar di kontrakan nya. Biaya sewa kontrakan itu suah di bayar oleh Farhan selam satu tahun ke depan. Jadi sekarang Mawar tinggal membawa pakaian nya saja.

"Mawar, mana uang yang tadi Farhan berikan pada mu?" Bu Munah langsung bertanya pada Mawar ketika Farhan sudah pergi bekerja.

"Ini bu!" Mawar menunjuk kan uang pemberian kakak nya tadi.

Farhan memberikan uang sebesar 2 juta rupiah pada Mawar untuk membeli ponsel baru, tentu saja hal itu membuat Indah merasa iri. Masalah nya ponsel yang di gunakan oleh Indah harga nya tidak sampai 2 juta rupiah.

"Ini terlalu banyak jika hanya untuk membeli ponsel, kau tidak perlu beli ponsel baru. Beli ponsel bekas saja!" Ujar bu Munah sambil mengambil separuh uang pemberian Farhan tadi.

"Kau tidak pantas menggunakan ponsel baru, pake saja ponsel bekas!" Ejek Indah sambil tersenyum.

"Ingat Mawar, jangan pernah kau katakan pada Farhan jika ibu mengambil uang ini setengah nya. Ibu akan menghukum mu jika sampai Farhan tahu!" Bu Munah mengancam Mawar agar tidak buka suara pada sang kakak.

"Baik bu!" Jawab Mawar sambil menunduk kan kepala nya.

Sejak kecil Mawar tidak berani menatap mata ibu nya, Mawar sangat ketakutan saat melihat wajah sang ibu.

Bu Munah dan Indah segera pergi meninggal Mawar setelah mendapat kan uang itu, Indah sangat senang karena semua uang yang mereka ambil dari Mawar akan menjadi milik nya.

"Enak saja Mawar mau pake ponsel baru, mana uang yang di kasih sama kakak melebihi harga ponsel aku lagi. Syukurin kamu Mawar, beli aja ponsel bekas!" Batin Mawar sambil tersenyum puas.

Mawar segera keluar dari dalam rumah ibu nya dengan membawa sebuah tas yang berisi pakaian milik nya, mobil angkutan yang akan dia tumpangi untuk pergi ke kota L sudah tiba di depan rumah nya.

Baik Indah dan bu Munah tidak ada yang perduli jika Mawar mau berangkat, hal itu tentu saja membuat Mawar sedih. Tidak seperti teman - teman nya yang lain nya, orang tua mereka bahkan ikut mengantar kan nya hingga tiba di kontrakan mereka.

Tapi tidak dengan Mawar, dia keluar dari rumah dengan perasan sedih. Tidak ada sedikit pun niat ibu nya untuk mengantar kan diri nya, walau pun hanya di depan pintu.

"Kau harus kuat Mawar, bukan kah kau sudah terbiasa menghadapi hal yang lebih menyakitkan dari hal ini!" Mawar mensugesti diri nya sendiri di dalam hati.

Mobil yang di tumpangi Mawar sudah melaju perlahan meninggal kan rumah nya, ada sedikit perasaan sedih di hati Mawar meninggal kan rumah Masa kecil nya. Padahal dia bukan pergi untuk selama nya, dia hanya pergi sementara untuk menuntut ilmu.

"Bapak, andai kan bapak masih ada, mungkin dia akan mengantar kan aku seperti anak - anak lain nya!" Batin Mawar sambil mengenang kembali kehadiran almarhum pak Harto.

Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, mobil yang di tumpangi Mawar tiba di kota tempat Mawar menuntut ilmu. Mawar sengaja meminta sang sopir untuk mengantar kan nya hingga di depan kontrak nya, agar dia tidak perlu naik angkutan lain lagi untuk tiba di sana.

Ketiak Mawar tiba di sana, para penghuni kamar - kamar yang lain nya sudah tiba lebih dulu. Mereka semua nya adalah para mahasiswa yang masih satu kampus dengan Mawar, hanya berbeda jurusan saja.

"Hai, baru tiba ya!" Sapa salah satu perempuan dengan rambut panjang menyapa Mawar.

"Iya, kamu ngontrak di sini juga?" Mawar balik bertanya untuk berbasa - basi.

"Iya,, kamar ku nomor 5, kamu nomor berapa?" Tanya perempuan itu lagi.

"Kamar ku nomor 7, itu arti nya kita cuma berjarak satu kamar ya!" Ujar Mawar sambil tersenyum.

"Iya bener, kenal kan nama ku Rindi, aku mahasiswa baru jurusan Sejarah!" Dia memperkenalkan diri nya dengan mengulur kan tangan nya

"Aku juga mahasiswa baru, aku jurusan Matematika!" Mawar menyambut uluran tangan Rindi.

"Wah, berarti kita sama dong. Cuma beda jurusan saja!" Ujar Rindi sambil tersenyum

"Iya, semoga kita bisa berteman baik ya!" Mawar pun ikut menimpali.

Setelah berbasa - basi dengan Rindi, Mawar pun masuk ke dalam kamar nya. Untung saja kamar nya sudah dia bersih kan minggu lalu bersama sang kakak. Jadi Mawar bisa langsung beristirahat dengan tenang.

1
sutiasih kasih
dih ank g tau diri n g punya adab di piara...🙄
Isabela Devi
mawar ga usah pulang tiap akhir pekan thor, biar kasih pelajaran untuk ibunya mawar, supaya sadar apa yang dia lakukan selama mawar masih ada di rumah
kalea rizuky
maaf males MC nya glblok
partini
bicara lembut ada maunya,, semoga kena stroke biar tau rasa
Isabela Devi
pada halkan mawar bisa sambil kerja Farhan
Isabela Devi
kasian mawar tp Farhan ingin mawar sukses
Isabela Devi
ibu yg ga punya belas kasih sama anak
Isabela Devi
mawar pergi dari rumah itu mungkin kamu bukan anaknya
Isabela Devi
ibu jahat bangatnya
Isabela Devi
dapat kak yang baik gitu, rasanya senang bangat
Isabela Devi
Farhan ga terimah beasiswa Krn dia mau jaga adiknya, amanah dari papanya sebelum meninggal
Isabela Devi
biasanya anak yang di manja gitu dibtengah jalan sekolahnya ga henar
Isabela Devi
semoga mawar kuat
Isabela Devi
semoga suatu saat mawar mendapatkan kebahagiaan
Isabela Devi
ibu yang py hati emang, apa mawar bukan anak kandung dia ya
kalea rizuky
ibuk gendeng nunggu karma mu
kalea rizuky
mending pergi dr rmh lag
partini
sambil kuliah kan bisa kerja yg online ataupun offline
Dede Azwa
semoga km pergi mawar..dari rumah sendiri tp bagai kan neraka... semoga di luar sana km menjadi orang yg sukses...😭sedih aku thorrr kok ada seorang ibu modelan kaya gitu..😡
Dede Azwa
astagfirullah...itu sich janji edan🤦😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!