NovelToon NovelToon
Bangkitnya Darah Serigala

Bangkitnya Darah Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Identitas Tersembunyi / Manusia Serigala / Romansa Fantasi / Anak Genius / Balas Dendam
Popularitas:56.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: hofi03

Kehidupan Jasmine sebagai pemimpin tunggal wilayah Alistair berubah drastis saat dia menyadari keganjilan pada pertumbuhan putra kembarnya, Lucian dan Leo. Di balik wajah mungil mereka, tersimpan kekuatan dan insting yang tidak manusiawi.

Tabir rahasia akhirnya tersingkap saat Nyonya Kimberly mengungkap jati dirinya yang sebenarnya, sebuah garis keturunan manusia serigala yang selama ini bersembunyi di balik gelar bangsawan.

Di tengah pergolakan batin Jasmine menerima kenyataan tersebut, sebuah harapan sekaligus luka baru muncul, fakta bahwa Lucas Alistair ternyata masih hidup dan tengah berada di tangan musuh.

Jasmine harus berdiri tegak di atas dua pilihan sulit, menyembunyikan rahasia darah putra-putranya dari kejaran para pemburu, atau mempertaruhkan segalanya untuk menjemput kembali sang suami.

"Darah Alistair tidak pernah benar-benar padam, dan kini sang Alpha telah terbangun untuk menuntut balas."

Akankah perjuangan ini berakhir dengan kebahagiaan abadi sebagai garis finis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEDATANGAN RAJA REIFAN

"Tuan Muda Lucian, Tuan Muda Leo," panggil Mark dengan suara beratnya.

Saat ini Mark tidak lagi berdiri menantang, tapi berjongkok agar tingginya sama dengan kedua bocah itu.

"Ibu kalian sudah kasih kita taring yang hebat, tapi, serigala yang paling berbahaya bukan serigala yang menggonggong paling keras, melainkan yang tidak terdengar sampai gigitannya mendarat di leher musuh," ucap Mark, menatap Leo dan Lucian.

"Maksud Paman, kita harus jadi hantu?" tanya Leo memiringkan kepalanya.

"Benar, kita akan belajar cara menyelinap," jawab Mark terkekeh.

"Musuh di benteng hitam itu punya mata di mana-mana,.jika mereka dengar langkah kaki kalian, rencana Ibu bisa gagal," lanjut Mark, menjelaskan.

"Kalau begitu, ayo kita latihan, jadi hantu Paman!" seru Leo, semangat.

Mark tersenyum kecil, melihat semangat kedua Tuan muda nya.

"Baiklah," jawab Mark, mengangguk kan kepala nya.

Mark menyebarkan daun-daun kering dan ranting patah di atas tanah.

"Tugas pertama, yaitu berjalanlah dari sini sampai ke pohon itu, tanpa membuat satu pun bunyi," ucap Mark, mulai memberikan instruksi.

"Gunakan insting serigala kalian, rasakan tanah sebelum kaki kalian menapak sepenuhnya," lanjut Mark, tegas.

"Baik Paman," jawab Leo dan Lucian, mengangguk paham.

Lucian maju duluan, dia memejamkan mata, telinganya bergerak-gerak, Lucian tidak hanya melihat dengan mata, tapi mendengarkan getaran di tanah, tapi dengan gerakan yang sangat anggun dan pelan.

Srek...

Srek...

Srek...

Lucian mulai melangkah seperti kucing, bunyi halus sekali, tapi tidak ada ranting yang patah.

"Bagus, Tuan Muda Lucian! Fokus mu luar biasa," puji Mark, bangga.

Sekarang giliran Leo, bocah kecil ini biasanya grasak-grusuk, kali ini dia mencoba melangkah dengan pelan, sesuai instruksi dari paman raksasa nya.

KRAK

Sebuah ranting patah di langkah ketiga.

"Yah... gagal," keluh Leo sambil memanyunkan bibirnya.

"Jangan buru-buru, Tuan Muda, ingat saat Leo minta digendong Paman semalam? Leo sangat tenang saat itu, gunakan ketenangan itu, jangan lawan tanahnya, tapi jadilah bagian dari bayangannya," ucap Mark mendekat dan memegang bahu Leo.

Leo mencoba lagi, kali ini dia lebih serius, dia sedikit membungkukkan badannya, meniru gaya jalan Mark, meskipun masih ada bunyi kecil, tapi kemajuannya sangat pesat.

Setelah dasar-dasarnya dikuasai, Mark membawa mereka kembali ke tengah lapangan di mana para ksatria Serigala Hitam sedang berdiri berjaga dengan zirah lengkap.

"Sekarang ujian aslinya," bisik Mark.

"Kalian harus menyelinap di antara paman-paman ksatria ini dan menaruh pita merah ini di kaki mereka tanpa mereka sadari. Kalau kalian tertangkap, kalian harus mulai dari awal!" ucap Mark, memberikan perintah dengan tegas.

Lucian dan Leo saling berpandangan, lalu mereka mengangguk kompak, melesat pergi dari sana.

Mark memperhatikan dari jauh bersama Peter dan Ketty.

Mereka melihat bagaimana Lucian menggunakan indra pendengarannya untuk mengetahui kapan ksatria itu berbalik arah, sehingga dia bisa bergerak di saat yang tepat.

Sementara Leo, dengan tubuh mungilnya, bersembunyi di balik bayangan jubah atau perisai ksatria yang sedang diam.

Satu per satu, ksatria-ksatria itu berhasil ditempeli pita merah.

Ethan, yang sedang berdiri tegak, tiba-tiba merasa ada sesuatu yang menyentuh sepatunya, tapi saat dia menoleh ke bawah, tidak ada siapa-siapa, tapi sebuah pita merah sudah terikat rapi di sana.

"Luar biasa..." gumam Ethan sambil mencari-cari.

Tiba-tiba, Lucian dan Leo muncul dari balik tumpukan jerami sambil tertawa kecil.

"Hahahaha..."

Suara tawa dua bocah kecil itu, mengalun indah di tengah-tengah lapangan.

"Kami berhasil, Paman Mark!" seru Leo dengan bangga.

Mark tertawa bangga sampai perutnya terguncang.

"Kalian adalah Serigala yang paling cerdas, yang pernah Paman temui," ucap Mark, bangga.

"Tentu saja," jawab Leo, menepuk dada nya, bangga.

Mark masih tertawa, dengan gerakan cepat, Mark mengangkat kedua bocah itu dan mendudukkan mereka di pundaknya lagi, seperti semalam.

"Kalian benar-benar bibit unggul, musuh tidak akan menyangka kalau maut yang mendatangi mereka ternyata hanya setinggi lutut," ucap Mark, masih dengan tawa dan besarnya.

Jasmine yang memperhatikan dari jauh, hanya bisa tersenyum haru.

Dia melihat Mark yang sangar itu sekarang benar-benar menjadi pelindung bagi anak-anaknya.

"Sedikit lagi, Lucas," bisik Jasmine, pelan.

"Anak-anakmu sudah siap untuk menjemputmu," lanjut Jasmine.

Suasana haru di lapangan latihan mendadak berubah tegang saat salah satu prajurit yang berjaga di gerbang utama datang, memberitahu bahwa Raja Reifan dan Pangeran Mahkota Lucius, datang berkunjung.

"Salam Yang Mulia, Duches, Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Pangeran Mahkota, datang berkunjung," lapor prajurit itu, sopan.

Kereta hitam megah dengan lambang kerajaan Harper, memasuki gerbang, dikawal pasukan jubah merah.

Jasmine segera memberi isyarat mata yang tajam kepada Mark, Ketty, dan Peter untuk menyembunyikan aura liar mereka.

Dengan cepat, ketiga serigala itu menarik napas dalam, menyembunyikan mata kuning mereka menjadi cokelat biasa, dan bersikap seperti pelayan atau pengawal biasa.

Pintu kereta terbuka, Raja Reifan turun dengan jubah kebesarannya, diikuti Pangeran Lucius yang tampak gagah dengan pedang di pinggangnya.

"Ayah? Kakak? Kenapa kalian datang tiba-tiba?" Jasmine menyambut mereka dengan hormat, berusaha tetap tenang meski jantungnya berdebar.

Raja Reifan menatap putrinya dengan tatapan iba, sejak lima tahun lalu, saat kabar kematian Lucas Alistair di medan perang sampai ke istana, sang Raja selalu merasa bersalah karena membiarkan putrinya menjadi janda di usia muda.

"Jasmine, putriku..." ucap Raja Reifan memeluk Jasmine erat.

Grep

"Kami datang karena mendapat kan surat dari Ayah mertua mu, Steven mengatakan dia butuh Ayah untuk melindungi pergerakan mu," ucap Raja Reifan, melepaskan pelukan

"Belerang? Perak murni? Untuk apa semua itu?" tanya Raja Reifan, penasaran.

Pangeran Lucius berjalan berkeliling, matanya yang tajam menatap Mark yang sedang berdiri kaku di pojok.

"Dan siapa orang-orang ini, Jasmine? Mereka tidak terlihat seperti ksatria resmi Alistair. Wajah mereka, sangat liar dan asing," tanya Pangeran Lucius, dengan tatapan menyelidik.

Mark menunduk dalam, tidak berani menatap mata Lucius agar identitas serigalanya tidak terbongkar.

Raja Reifan dan Lucius hanya tahu bahwa Nyonya Kimberly adalah bangsawan dari Utara, mereka sama sekali tidak tahu rahasia darah serigala di keluarga ini.

"Mereka adalah pemburu dari Utara, Kak, mereka teman lama Ibu mertuaku," jawab Jasmine berbohong dengan lancar.

"Soal bahan-bahan itu, aku hanya sedang mencoba membuat parfum dan ramuan baru untuk menenangkan diri," nya ucap Jasmine, menyembunyikan rencana nya.

"Lalu perlindungan yang dimaksud Ayah mertua mu itu apa?" tanya Raja Reifan, merasa putri nya sedang menyembunyikan sesuatu.

"Ah, itu bukan apa-apa Ayah, mungkin Ayah Steven hanya Khawatir dengan ku," jawab Jasmine, tersenyum.

1
Ari Peny
aduh thor /Sob//Sob//Sob/
Silla Okta
deg deg an akunya Thor,,,, sungguh menguras emosi,,,,, lanjutkan Thor
Kusii Yaati
paling tidak enak pas lagi tegang" nya bersambung /Sob//Sob//Sob/
Fitri Bawono
lanjut thor... makin seru 📹📹📹📹📹
TriAileen
kau membuatku penasaran Thor. kau cut di saat menengangkan
Wulan Sari
ia ayo jangan buat nerves semua yg baca Thor itu pasti bs di buka semangat 💪
Ulufi Dewi
kukirim vote biar smangat nulisnya dan dobel up.....
Wulan Sari
semangat lanjuuuut bacaaa❤️
Kavina
Deg²an gw baca nya njirr 🥺
Ulufi Dewi
apakah lucas berubah menjadi srigala manusia seperti mark❓
Wulan Sari
semoga semuanya bisa teratasi dan mendapat kemenangan sampai serius bacanya eh episodenya habis, ayo Thor lanjut lg seru2 nih semangat
Rahma Sari
sangat sangat bagus....lanjut tour...
kaylla salsabella
semoga berhasil
Tiara Bella
Daebak semoga Lucas berhasil ya dan berkumpul dngn keluarga nya kembali amiin....
kaylla salsabella
ya Alloh ikut deg" an
kaylla salsabella
Lucian, Steven, mark
kaylla salsabella
ayo Lucian kau pasti bisa
Tiara Bella
berasa lg nnton film gk sh....campur degdegan.....
renjani
lucas hayo berjuang😍😍 cinta dan mutiaramu menunggumu..hayo lucas semangat💪💪💪
renjani
Thor jgn buat was2 donk..lucas pasti bebaskan..mine hayu semangat..💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!