Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Sesampainya diparkiran keduanya berdebat karena Niko memaksa Bella.
"Ayolah Bella, kamu naik mobil aku saja, aku masih suami kamu loh ini, kok kamu gitu banget sama aku? ". Ucapnya dengan sangat kesal karena istrinya ini sangat keras kepala.
" Aku ingin berangkat dengan Nana, kenapa kamu memaksaku, aku tidak mau". Sungut Bella dengan kesal.
Dia tidak tahu jika suaminya ini pemaksa sekali saat dia mengangkat sesuatu.
"Aku hanya mau kamu naik mobil bersamaku Bella, mereka tahunya kita ini adalah pasangan, bulannya lebih baik kalau kita bersama kan? ". Ucapnya sambil menarik tangan Bella dengan sedikit paksaaan
Bella menghela nafasnya kasar, dia malas berdebat dan akhirnya setuju.
Mereka berdua memasuki mobil Niko karena Niko memaksa Bella untuk pergi bersamanya, padahal Bella ingin pergi bersama sahabatnya itu.
"Aku tidak suka kamu paksa begini Niko, aku bukan barang yang seenaknya kamu perlakuan seperti ini". Ucapnya dengan marah.
Dia menatap tajam suaminya itu begitu dia memasuki mobil suaminya itu.
"Aku hanya ingin kita pergi selayaknya pasangan Bel, jangan salah paham dan marah kepadaku". Ucapnya berusaha sabar.
Dalam hati dia sangat kesal karena istrinya selalu menolaknya bahkan seperti mempermalukan dirinya dihadapan orang.
"Tapi tidak begini juga Niko, aku ini manusia bukan barang yang bisa kamu tarik seenaknya seperti itu". Ucapnya meradang.
"Ya sudah maafkan aku kalau kamu tidak suka aku tarik seperti itu". Ucapnya mengalah.
Dia tidak mau membuat keributan semakin besar karena tidak ada yang mau mengalah.
Terjadi keheningan diantara keduanya, mereka fokus pada masing-masing yang mereka lakukan.
"Bagaimana kalau kita memulai semuanya dari awal, apa kamu mau? ". Tanyanya pelan berusaha mencairkan suasana yang sejak tadi dingin dan kaku.
"Terserah saja sih, toh kita punya waktu 49 hari untuk melakukannya, lagian aku hanya tidak mau terlalu berharap dengan pernikahan ini lagi". Ucapnya tidak peduli.
Dia bahkan sibuk dengan handphone ditangannya karena malas berbicara dengan suaminya, entah mengapa rasa yang dulu begitu menggebu pada suaminya terasa sangat hambar sekarang
Niko yang berada disebelahnya menghela nafas sambil melirik istrinya yang tidak biasa, sebelum perbuatannya terbongkar istrinya ini sangat antusias mengajaknya berbicara dan menceritakan apapun yang dia alami walau dia sering membentak dan juga tidak memperdulikan dirinya.
"Apa kamu akan terus bersikap seperti ini padaku? ". Tanyanya dengan kesal.
Dia sudah berusaha sebaik mungkin untuk berubah tapi istrinya seolah membuatnya tersingkir sebelum dirinya berjuang, apakah cinta untuknya sudah tidak ada?.
Dia merasakan hal lain dihatinya ketika memikirkan jika cinta yang besar untuknya malah tidak ada padahal selama ini istrinya begitu mencintainya.
"Tidak juga, aku hanya berusaha untuk mengikhlaskan segalanya, mendengar pengakuan menyakitkan darimu itu seolah membuat segalanya menjadi berat dan tidak terkendali serta perasaan yang ku berikan padamu selama ini terasa sakit jika aku Terima kembali". Ucapnya dengan jujur.
Niko menoleh, wajahnya berubah pias dan memucat, ketakutan tiba-tiba menyelimuti hatinya mendeteksi perkataan istrinya itu.
Dia tidak mau kehilangan istrinya juga, perempuan yang selalu mencintai dieinya dengan tulus dan juga sabar menghadapi sikapnya, dimana lagi dirinya mendapatkan perempuan seperti itu dan bodohnya dia baru sadar akan hal itu.
"Aku sudah berusaha berubah Bel, aku sudah memutuskan hubunganku dengannya, aku juga sudah mengembalikan uangmu 75 persen dan aku akan berusaha untuk menyelesaikan nya, bukankah itu sudah cukup membuktikan jika aku sedang berusaha? ". Tanyanya dengan memelas.
Dia sungguh-sungguh khawatir kalau istrinya juga akan membuangnya setelah nanti perjanjian mereka berakhir.
"Perasaan dan cintaku tidak sesederhana pemikiranmu Niko, kamu pasti tahu rasanya bagaimana cinta yang sangat besar yang telah kamu berikan malah dikhianati oleh orang yang begitu kamu cintai". Bella menoleh dan menatap tajam Niko.
Niko hanya menunduk berusaha mencerna perkataan istrinya, benar sekali rasanya sangat sakit ketika tahu cinta yang begitu besar itu dikhianati dan juga dihancurkan oleh orang yang dicintai dan kini dia merasakannya bahkan sangat membenci Merry, apakah ini yang dirasakan istrinya .
"Aku tahu itu Bel, kesalahanku tidak mungkin bisa terhapus begitu saja dari hatimu, tapi berikan aku kesempatan untuk memperbaiki segalanya, aku memang tidak bisa langsung mencintai kamu karena aku terlanjur mencintaimu Merry sejak dulu, tapi aku akan berusaha untuk memberikan cinta ku yang tulus kepadamu melebihi cintaku dulu pada Merry". Ucapnya penuh tekad dan kesungguhan.
Merry hanya tersenyum tipis melihat dan mendengar perkataan Niko itu, dia tentu saja meragukan rasa yang diberikan Niko padanya.
"Lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan, tidak perlu mengatakan apapun karena segala sesuatu bisa dirasakan tanpa harus dikatakan karena rasa cinta itu tidak hanya soal perkataan tapi juga perbuatan".
Perkataan istrinya itu bagai panah yang menusuk jantungnya terasa sangat sakit sampai dirinya tidak bisa bernafas.
"Aku akan berusaha Bel, tolong berikan aku kesempatan untuk memperbaiki segalanya, aku tidak meminta banyak, hanya itu".
Bella menghela nafasnya kasar, dia sebenarnya malas berurusan dengan hal seperti ini.
"Sudahlah Niko jalani saja yang ada, toh semuanya juga bermula darimu, jika kamu mau berubah yah silahkan saja, tidak ada yang memaksa dan menyuruhmu melakukannya".
Bella langsung turun begitu dia sampai di restoran tempat pertemuan itu, dia meninggalkan Niko yang termenung sambil menghela nafas kasar.
"Aku tidak akan menyerah, kali ini aku akan berjuang lebih lagi untuk mendapatkan nya, karena di sini aku memang salah".
Niko turun dari mobilnya kemudian menyusul sang istri, sebenarnya dia kesal dengan istrinya karena tidak menunggu dirinya.
"Begini kah rasanya diabaikan?". Cicitnya dalam hati.
Kini semuanya berbalik, dulu dia dengan angkuh meninggalkan Bella seorang diri dan tidak peduli sama sekali padanya, jangankan memberi perhatian, begitu pulang kerumah saja dia langsung masuk ke kamarnya dan tak keluar sama sekali.
"Sial, sungguh menyebalkan". Umpatnya dalam hati masuk kedalam restoran.
"Emang enak, rasain itu Niko, siapa suruh perlakukan Bella seperti itu, dibalas baru rasa". Sungut Nana yang melihat Niko kesal setengah mati.
Sedangkan sekretaris Niko hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah aneh dari ketiga orang yang berlalu dihadapannya.
Sesampainya disana, Niko mengepalkan tangannya karena istrinya kini berbicara ringan kepada para investor lelaki yang ada disana tanpa menunggunya.
"Hello Mr. Frans ". Sapa Niko mengulurkan tangannya menjabat tangan salah satu investor dan bergantian dengan yang lainnya.
"Hello Mr. Niko.
Mereka pun semua duduk dan membahas tentang kerjasama mereka dan bisa mendapatkan kontraknya, Bella tersenyum puas dengan hasil kerja sama itu.
Setelah selesai, para investor telah pulang diantar oleh Nana dan juga sekretaris Niko, dan hanya tinggal keduanya.
"Pulang sama aku yah". Ucap Niko saat mereka diparkiran
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆
Bella kayak ban serap,Merry pergi masih ada Bella...
gila aja ya kamu 😆😆😆
klo gak bakalan sibuk kelonan ma Merry
yang kemaren di bela habis habisan...
sekarang di hina di caci maki habis habisan juga...
kesiaaaaaan...
kemaren video cctv,kalau sekarang di depan biji mata ya Niko