NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Putri Buangan

Balas Dendam Sang Putri Buangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: novi niajohan

Jiang Qiuye, putri tabib Jiang begitu sedih setelah tahu bahwa dirinya bukanlah putri kandung dari orang yang telah membesarkannya selama lima belas tahun.

Apalagi saat ia tahu bahwa ayah kandungnya tidak menginginkannya bahkan tega membuangnya begitu saja.

Untuk itu Qiuye berusaha agar bisa masuk ke dalam istana dan berharap mendapatkan informasi mengenai dirinya dan keluarga aslinya itu.

Akan tetapi perjuangannya tidak lah mudah, Qiuye harus menghadapi berbagai macam rintangan. Bahkan ayah kandungnya yang telah mengetahui bahwa dirinya masih hidup pun, menjadikannya sebagai buronan istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi niajohan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Putri musim gugur

"Kak Guan Yu," sapa Putri Xu senang ketika bertemu pria pujaan hatinya mengunjungi istana.

"Hormat pada putri," salam Guan Yu.

"Kau datang kesini ada perlu apa?"

"Hamba datang memenuhi permintaan Putra Mahkota," jawab Guan Yu.

"Kalau begitu ayo kita masuk ke dalam," ajak Putri Xu.

"Maaf Putri, tapi hamba baru saja bertemu dengan Putra Mahkota dan hamba harus segera pergi. Hamba mohon pamit," ucap Guan Yu menolak dan berlalu pergi.

Melihat Guan Yu pergi begitu saja membuat Putri Xu kesal. "Buru-buru pergi memangnya mau kemana?"gerutunya lalu pergi menemui Putra Mahkota.

"Kakak," panggil Putri Xu masuk dengan raut wajah kesal.

"Xu Er ada apa? Kenapa wajahmu muram begitu?" tanya Putra Mahkota.

"Kakak, kenapa tidak beritahu aku kalau kak Guan Yu datang kesini?"

"Ya, hanya meminta bantuan kecil. Tapi tidak jadi karena dia ada urusan mendadak," balas Putra Mahkota.

"Urusan apa sampai dia terburu-buru begitu?" tanya Putri Xu.

"Ya mana aku tahu, kau tahu sendiri kan kalau dia itu termasuk orang penting. Pasti ada berita darurat sehingga dia pergi terburu-buru," balas Putra Mahkota.

"Baiklah, lalu kenapa kakak memanggil kak Guan Yu? Ada urusan apa?" selidik Putri Xu.

"Oh tidak ada yang penting, hanya berkaitan dengan urusan negara saja. Aku hanya memintanya menjaga keamanan ayahanda saat perjalanan pulang nanti," jawab Putra Mahkota berbohong. "Lalu, kau sendiri kenapa datang kesini?"

"Aku dengar kau memanggil putri perdana menteri datang ke ruanganmu, kenapa kau memanggilnya? Lalu apa yang kalian bicarakan?" selidik putri Xu ingin tahu.

"Kami hanya berpamitan saja dan sedikit memberikan cinderamata karena hari ini Yao Er akan pulang," jawab Putra Mahkota.

"Benarkah begitu?" tanya Putri Xu tidak percaya. "Apa dia datang kesini dan bertemu dengan kak Guan Yu?"

"Mana ada, Guan Yu aku panggil setelah Yao Er pergi. Jadi mereka tidak bertemu," jawab Putra Mahkota.

"Ah syukurlah kalau begitu," ucap Putri Xu menghela nafasnya lega. "Ya sudah aku mau kembali ke kamarku," ucapnya kemudian.

"Ya baiklah," balas Putra Mahkota.

Setelah tiba di kamarnya Putri Xu diberi tahu oleh dayang Han jika rombongan keluarga perdana menteri sedang pergi menghadiri pesta rakyat.

"Hmm.. Bagus. Cepat kirim orang-orang kita untuk menghabisi mereka semua," titah Putri Xu.

"Baik Putri," patuh Dayang Han menjalankan perintah.

"Kau bisa lolos kemarin, tapi hari ini ku pastikan kau akan celaka."

Hahaha ...!

"Inilah akibatnya kalau berani merebut perhatian kak Guan Yu dariku," dendam Putri Xu teringat peristiwa kemarin saat pesta perayaan ulang tahunnya.

...***...

Pesta Rakyat.

Hiruk pikuk terjadi dipusat ibu kota, dimana lautan manusia terlihat memenuhi pesta rakyat yang diselenggarakan oleh pihak istana sebagai perayaan tahunan untuk memperingati musim gugur dan juga kelahiran tuan putri kaisar.

Kegiatan tersebut dilakukan selama tujuh hari berturut-turut agar rakyat benar-benar puas dan dimanjakan dengan berbagai macam suguhan yang dapat mereka beli secara bebas.

Seperti jajanan pasar, makanan tradisional khas negara itu, gerabah, tembikar, perhiasan, maianan dan lain sebagainya.

Bukan hanya berbagai macam kuliner dan barang dagangan, disisi lain pun riuh gelak suara tawa pengunjung menonton pertunjukkan opera rakyat.

Lampion kertas warna merah bergantung disepanjang jalan itu, ditemani guguran dedaunan kering menambah kesan hangat dan romantis bagi sebagian mereka yang baru memiliki pasangan.

Qiuye tidak henti-hentinya menatap kagum, menangkap dedaunan kering yang baru saja jatuh dari ranting pohon dan merasa gembira seakan-akan daun itu bermain dengan dirinya.

Sedangkan nona Huang dan yang lainnya hanya bisa tersenyum melihat tingkah Qiuye yang kekanak-kanakkan dan berlarian kesana kemari. Sesekali memuji kecantikan gadis itu karena memakai hanfu merah jambu dan sedikit riasan manis.

Rambutnya terurai bebas, warna coklat keemasan yang selama ini ia tutup dibiarkan terhembus angin begitu saja. Di tambah perhiasan rambut yang diberikan nona Huang menambah kesan bagai seorang putri bangsawan.

Sehingga ia pun menjadi pusat perhatian banyak orang.

Semua orang memuji Qiuye yang cantik, bahkan ada yang menyebut dirinya sebagai putri musim gugur. Dan tidak sedikit dari mereka yang membandingkan kecantikkannya dengan putri Xu.

...Bersambung....

1
Noviyanti
terima kasih sudah membaca karyaku, jangan lupa berikan like dan komen ya.
Joan
keren thor satu persatu mulai terungkap. gk sabar sama reaksi qiuye pas dia tahu guan yu ngerawat dia🤣
Joan
semakin seru lanjut thor
Joan
semakin pnasran. lanjut thor💪
Joan
parah banget kaisarnya /Panic/
Joan
makin seru thor, lanjutkan💪
Joan
lanjut thor
Noviyanti
Selama menunggu kelanjutan cerita ini, kalian bisa baca karya yang lain dulu ya
Lina Zascia Amandia: Sama2 Kak Nov.... selamat aktif menulis kembali ya.
total 3 replies
Joan
ceritanya bagus dan cukup menarik. terus semngat
Noviyanti: terima kasih semangatnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!