Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....
CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.
Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.
Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.
suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 14
Pagi itu sebenarnya berjalan seperti biasa bagi Ghina.
Ia datang ke kantor, menyapa rekan-rekannya, lalu mulai mengerjakan beberapa laporan yang menumpuk di mejanya.
Namun suasana hatinya langsung berubah saat jam makan siang.
Saat itu beberapa staf sedang berkumpul di pantry.
Saat ini Ghina mendengar nama Bastian menjadi topik pembicaraan.
" Pak Bastian memang jarang ada di kantor pusat ya." tanya seorang karyawan yang juga masih baru.
" Iya, beliau sering bolak-balik."
" Kesini kalau ada pekerjaan penting "
" Kasihan juga sih, harus membagi waktu antara perusahaan dan keluarganya."
Ghina yang sedang meminum jus langsung berhenti.
" Keluarganya?"
Salah satu staf mengangguk.
" Iya."
" Beliau kan sudah menikah."
" Apa? " sahut karyawan baru itu.
" Loh, kamu baru tahu?"
" Iya, aku pikir dia masih single, aku masih dua kali bertemu dengan beliau, saat pertama kali aku masuk kerja, dan kemarin " kata karyawan baru itu.
Deg.
Entah kenapa dada Ghina langsung terasa sesak.
Wajahnya langsung terlihat murung.
" Jadi dia sudah menikah " gumam Ghina pelan di kursi di belakang mereka.
Matanya tidak bisa di bohongi, ada perasaan sakit di hatinya.
" Bahkan sudah punya anak." sahut yang lainnya.
Kali ini gelas di tangan Ghina hampir terlepas.
Semua suara di sekitarnya mendadak terasa jauh.
Seolah tidak terdengar jelas.
Sudah menikah.
Punya anak.
Kalimat itu terus berputar-putar di kepalanya.
Dan untuk pertama kalinya sejak mengenal Bastian...
Ia merasakan sesuatu yang aneh.
Perih.
Meski sebenarnya ia sendiri tidak pernah memiliki hubungan apa pun dengan pria itu.
Ghina meninggalkan makanannya yang masih belum di sentuhnya, ia berjalan kembali ke arah ruangan.
Ghina berjalan dengan menundukkan kepalanya, langkahnya seperti tak ada tenaga.
Dalam ruangan ia berpapasan dengan Bu Ratna.
Bu Ratna melihat wajah sendu Ghina.
" Ghina, ikutlah denganku ada yang ingin aku katakan "
Ghina mengangkat kepalanya, dan saat melihat Bu Ratna, matanya terlihat berkaca-kaca.
Entah apa yang sebenarnya yang di rasakan Ghina, pertemuan singkat itu sepertinya sudah menorehkan sesuatu yang di hati Ghina.
Di ruang rapat tim, Bu Ratna menatap sendu Ghina.
" Kamu menyukai pak Bastian ?"
Tanpa berpikir apapun, Ghina langsung mengangguk.
Bu Ratna menghela nafasnya.
" Ghina, Pak Bastian..."
" Aku tahu Bu....dia sudah menikah dan memiliki anakkan "
kembali Bu Ratna menghela nafas panjang.
" Aku baru tahu tadi saat di pantry Bu "
Tak terasa ada setetes airmata Ghina yang luruh.
" Ghina, perasaan memang tak bisa di bendung, tapi ibu ingin kamu menghentikan perasaanmu itu "
" Aku tahu Bu "
Bu Ratna tersenyum tipis dan memegang tangan Ghina.
" Percayalah dengan kata jodoh itu sudah ada yang mengatur, bersabarlah "
Ucap Bu Ratna Ambigu.
Sebenarnya Bu Ratna tahu bagaimana rumah tangga Bastian saat ini, tapi ia tidak ingin mengatakan pada Ghina, ia takut Ghina akan nekat masuk ke dalam rumah tangga Bastian.
Ratna tajuk Ghina akan berurusan dengan keluarga Tan yang dikenal sangat arogan.
" Pergilah bekerja, jangan terlalu di fikirkan, kamu masih muda dan cantik, masa depanmu masih panjang "
Ghina mengangguk dan pergi dari ruangan tim.
***
Sepulang kerja.
Biasanya Ghina langsung pulang ke rumah sambil mendengarkan musik keras-keras di mobilnya.
Namun hari itu berbeda.
Ia justru pergi ke sebuah taman kota, setelah memberi kabar mamanya kalau di pulang terlambat, dengan alasan masih banyak pekerjaan.
Sesampainya di taman Ghina Duduk sendirian di bangku taman.
Memandangi danau kecil yang tenang.
Berjam-jam.
Tanpa melakukan apa-apa.
Ia bahkan tidak menyentuh ponselnya.
Tidak membuka media sosial.
Tidak menghubungi siapa pun.
Hanya duduk diam.
Mencoba memahami kenapa hatinya terasa begitu kecewa.
Padahal sejak awal mereka tak ada komitmen apapun.
Tidak pernah bersikap istimewa.
Tidak pernah mengatakan apa pun.
Namun kenyataan bahwa pria yang diam-diam ia kagumi ternyata telah memiliki keluarga tetap membuat dadanya terasa kosong.
" Dasar bodoh..."
gumamnya pelan.
" Aku bahkan menawarinya untuk menjadi pacarku "
" Bahkan aku terang-terangan sudah mengagguminya, dan dia pun tahu "
" Ahhh...."
" Bodoh sekali kamu Ghina, kamu bahkan dengan jelas menunjukan ketertarikanmu padanya "
" Bodohnya anaknya Zayyandra "
Ghina menudukkan wajahnya sambil mengacak-ngacak rambutnya.
Di dalam hatinya ada rasa kecewa, dan juga ada rasa malu.
" Bagaimana aku bisa bertemu dengannya nanti " gumam Ghina.
" Dasar anak kodok " maki Ghina pada dirinya sendiri.
******
Malam harinya.
Saat Ghina akhirnya pulang ke rumah keluarga Manggala.
Suasana rumah sedang hangat.
Semua anggota keluarga berkumpul di ruang makan.
Biasanya saat Ghina pulang, rumah akan langsung ramai.
Karena gadis itu selalu membawa cerita.
Bercanda.
Mengeluh.
Menggoda saudara kembarnya.
Atau sekadar membuat keributan kecil dengan Ghani.
Namun malam itu...
Tidak ada apa-apa.
Ghina berjalan melewati ruang makan dengan langkah lambat.
Kepalanya tertunduk.
Bahunya lemas.
Rambutnya masih berantakan.
Tidak ada senyum.
Tidak ada celotehan.
Tidak ada energi.
Semua orang langsung menoleh.
Anin mengernyit.
" Itu Ghina?"
Zayn menoleh
" Gadis yang sama?"
Ghani bahkan sampai melihat ulang ke arah Ghina.
Karena biasanya saudara kembarnya itu tidak pernah terlihat setenang itu.
" Ghina."
panggil Anin.
Ghina berhenti.
Lalu menoleh pelan.
" Iya, Mom."
" Kamu kenapa?"
" Tidak apa-apa."
Jawaban itu justru membuat semua orang semakin curiga.
" Kamu kesambet ?" tanya Ghani .
Karena Ghina tidak pernah menjawab sesingkat itu.
Biasanya satu pertanyaan bisa dijawab dengan lima menit cerita.
Anin langsung berdiri.
" Ayo makan dulu."
Ghina menggeleng.
" Tidak mau."
Seluruh ruangan langsung sunyi.
Zayn hampir tersedak.
Ghani membelalakkan mata.
Bahkan Gala yang hendak menyuapkan makanan ke mulutnya, ia urungkan dan menaruh kembali sendoknya di atas piring.
Gala menatap ke arah adiknya.
Gala heran saat mendengar jawaban Ghina.
Tidak mau makan?
Ghina?
Ini lebih mengejutkan daripada pasar saham turun.
" Kamu sakit?" tanya Gala.
Anin terlihat cemas.
" Tidak."
" Lalu kenapa tidak makan?"
" Biasanya kamu yang menghabiskan makanan yang ada di sini " kata Gala.
" Tidak nafsu."
Semua orang kembali saling pandang.
Situasinya semakin aneh.
Akhirnya Zayn meletakkan sendoknya.
Seprtinya Zayn tahu apa penyebab perubahan Ghina.
Zayn mengira Ghina pasti sudah tahu tentang status Bastian.
Zayn menatap putrinya.
" Ghina."
" Iya, Dad."
" Katakan yang sebenarnya."
Ghina terdiam beberapa saat.
Lalu menghela napas panjang.
Wajahnya terlihat sedih.
Sangat sedih.
Dan sebelum siapa pun siap mendengarnya...
Ia berkata dengan suara pelan.
" Dia sudah punya istri, Dad."
Ruangan langsung sunyi.
" Aku patah hati."
Deg.
Anin membeku, Sambil menutup mulutnya.
Ghani memejamkan mata.
Gala menatap bingung pada adiknya.
Sedangkan Zayn langsung menundukkan kepala.
Karena ia tahu persis apa yang dimaksud putrinya.
Anin yang sama sekali tidak mengerti langsung menoleh kepada suaminya.
" Siapa?"
" Siapa yang punya istri?"
Tatapannya penuh kebingungan.
Kemudian Anin melihat reaksi seluruh anggota keluarga yang terlihat seperti sudah memahami situasinya.
Kecuali dirinya dan Gala.
" Maksudnya apa ini, apa ada yang bisa menjelaskan "
Anin menatap Zayn.
" Sayang."
" Ada apa dengan putri kita?"
Zayn menghela napas panjang.
Sangat panjang.
Lalu memijat pelipisnya.
Sementara Ghina masih berdiri dengan wajah lesu seperti anak kecil yang baru kehilangan sesuatu yang sangat disayanginya.
Dan saat itulah Zayn sadar...
Kekhawatirannya beberapa hari terakhir ternyata benar.
Putrinya memang sudah terlanjur menyukai Bastian.
Meskipun untungnya, perasaan itu patah sebelum tumbuh terlalu jauh. Namun melihat wajah sedih Ghina malam itu, hati seorang ayah tetap merasa tidak tega. Karena bagaimanapun juga, itu adalah patah hati pertama yang benar-benar dirasakan putrinya.
Zayn memberi isyarat pada Ghani untuk membawa Ghina ke atas.
" Nanti akan aku jelaskan sayang "
#####
🥰🥰
Terima kasih Upnya Kak Mia..
apa yang sebenarnya Zayn pikirkan dengan situasi seperti yang di alami Ghina serta tujuan intinya terhadap Bastian maupun keluarga Tan..
soga semua akan terungkap dengan berjalannya waktu dn Bastian bebas dari belenggu keluarga Tan lebih dari istri laknatnya..😡😡😡
cepat up lg ya thor biar g darting kbnyakan pikiran
dengan nempunyai istri jalang, mertua dan klrga istri yg Diktator. merasa plg hrbat, padahal yg bekerja mati2 an Bastian. mwreka hanya ti ggal mengambil hasil pemikirn dan kerja keras ny 😔😔😔
Seru banget ngikutin kisah keluarga Dio Cs - Kendaru Cs. & Narendra Cs.
pokoknya Baper abiiisss... 👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘