Chen Mo terlahir kembali di dunia kultivasi dengan sebuah sistem yang awalnya dianggap rusak dan tak berguna. Namun, seiring perjalanannya, ia menemukan bahwa sistem itu sebenarnya adalah Sistem Pemurnian Langit—warisan kuno yang bertujuan menjaga keseimbangan energi dunia.
Dengan fondasi yang disempurnakan secara unik, Chen Mo melewati berbagai tantangan: memenangkan kompetisi, masuk sekte terkuat, mengungkap rencana jahat organisasi kegelapan, hingga akhirnya memahami misi sejatinya. Ia tidak hanya berjuang untuk menjadi kuat, tapi juga mempelajari bahwa kekuatan sejati terletak pada keseimbangan, bukan penaklukan.
Cerita ini mengikuti perjalanannya dari pendatang tak dikenal hingga menjadi penjaga keseimbangan yang dihormati, melintasi alam yang lebih luas dan memegang tanggung jawab menjaga harmoni seluruh alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DARK SISTEM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30: RAHASIA LEMBAH UJIAN
BAB 30: RAHASIA LEMBAH UJIAN
Malam semakin larut.
Di dalam gua energi, suasana akhirnya kembali tenang setelah konflik dengan kelompok Sekte Pedang Langit dan Sekte Api.
Feng Wei duduk bersandar di dinding batu sambil menghitung lencana energi miliknya.
Wajahnya tampak puas.
"Aku sudah mengumpulkan cukup banyak."
katanya.
Chen Mo yang sedang memeriksa beberapa tanaman spiritual menoleh.
"Berapa?"
"Dua puluh satu."
"Itu lumayan."
"Lebih dari lumayan."
Feng Wei tersenyum.
"Awalnya aku bahkan tidak yakin bisa bertahan sampai akhir ujian."
Lin Qingyue yang sedang bermeditasi membuka mata.
"Lalu?"
"Aku akan bergerak ke wilayah luar besok."
Chen Mo mengangguk.
Keputusan itu cukup masuk akal.
Wilayah dalam lembah semakin berbahaya.
Dengan jumlah lencana yang dimilikinya sekarang, Feng Wei sudah memiliki peluang bagus mendapatkan hasil yang layak.
"Aku tidak akan ikut lebih dalam."
lanjut Feng Wei.
"Aku masih ingin hidup panjang."
"Itu keputusan bijak."
kata Chen Mo.
"Akhirnya kau mengatakan sesuatu yang normal."
"Aku juga terkejut."
Feng Wei tertawa.
Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, suasana terasa santai.
Pagi harinya mereka berpisah.
Sebelum pergi, Feng Wei memberi salam hormat.
"Kalau kita bertemu lagi setelah ujian, aku yang mentraktir makan."
Chen Mo mengangguk.
"Kalau kau masih hidup."
"Kalimat itu merusak suasana."
"Itu fakta."
Feng Wei menggeleng sambil tertawa.
Tak lama kemudian, sosoknya menghilang di antara pepohonan.
Sejak saat itu, perjalanan Chen Mo dan Lin Qingyue kembali berlanjut berdua.
Tentu saja bersama Rubah Awan Kecil.
Menjelang siang, Chen Mo kembali memeriksa bagian terdalam gua energi.
Semalam sistem terus memberikan notifikasi aneh.
【Energi Kuno Terdeteksi】
【Sumber Belum Ditemukan】
【Lanjutkan Penelusuran】
Notifikasi itu muncul berulang kali.
Membuat Chen Mo tidak bisa mengabaikannya.
"Aku yakin ada sesuatu di sini."
katanya.
Lin Qingyue ikut mendekat.
"Kau menemukan petunjuk?"
"Belum."
"Kalau begitu kenapa yakin?"
Chen Mo terdiam.
Ia tentu tidak bisa menjelaskan tentang sistem.
"Aku punya firasat."
Lin Qingyue menatapnya beberapa detik.
"Aneh."
"Itu pujian lagi?"
"Bukan."
Mereka mulai menyusuri bagian terdalam gua.
Semakin jauh masuk, lorong semakin sempit.
Beberapa bagian bahkan tampak tidak pernah disentuh manusia selama bertahun-tahun.
Tiba-tiba Rubah Awan Kecil berhenti.
Telinganya bergerak.
Lalu ia mencakar sebuah dinding batu.
Krek.
Suara retakan kecil terdengar.
Chen Mo dan Lin Qingyue saling berpandangan.
Mereka segera memeriksa bagian tersebut.
Setelah mendorong beberapa batu yang longgar, sebuah celah tersembunyi perlahan terbuka.
Angin dingin keluar dari dalam.
Chen Mo tersenyum lebar.
"Ketemu."
Lin Qingyue mulai curiga.
"Kau benar-benar punya keberuntungan aneh."
Di balik celah itu terdapat lorong kuno.
Dindingnya dipenuhi ukiran yang hampir pudar.
Jejak usia terlihat di mana-mana.
Namun energi spiritual di dalamnya jauh lebih pekat dibanding gua luar.
Mereka berjalan perlahan.
Semakin jauh masuk, semakin sering sistem bereaksi.
【Energi Kuno Meningkat】
【Sinkronisasi Sistem: 26%】
【Objek Penting Dekat】
Jantung Chen Mo mulai berdetak lebih cepat.
Beberapa menit kemudian, lorong berakhir pada sebuah ruangan batu besar.
Di tengah ruangan terdapat altar kuno.
Pilar-pilar retak berdiri di sekelilingnya.
Meski sudah tua, tempat itu masih memancarkan aura yang luar biasa.
"Tempat apa ini?"
gumam Lin Qingyue.
Bahkan dirinya yang berbakat pun belum pernah melihat sesuatu seperti ini.
Saat itulah cahaya samar muncul di atas altar.
Kabut putih berkumpul perlahan.
Membentuk sosok seorang lelaki tua transparan.
Roh.
Lin Qingyue langsung menggenggam pedangnya.
Chen Mo juga waspada.
Namun roh itu tidak menunjukkan niat menyerang.
Tatapannya tampak lelah.
Sangat lelah.
"Sudah... berapa lama berlalu..."
gumam roh itu.
Suaranya serak.
Seolah berasal dari masa yang sangat jauh.
Roh tua itu menatap mereka berdua.
"Lalu... masih ada penerus yang datang..."
Chen Mo memberanikan diri bertanya.
"Senior, tempat ini sebenarnya apa?"
Roh itu terdiam cukup lama.
Seakan sedang mengingat sesuatu.
Kemudian ia berkata pelan,
"Tempat ini dulunya adalah salah satu area latihan milik Sekte Langit Purba."
Nama itu terdengar asing.
Baik bagi Chen Mo maupun Lin Qingyue.
Namun dari nada suaranya, jelas sekte tersebut bukan sekte biasa.
"Sekte Langit Purba pernah menguasai wilayah ini ribuan tahun lalu."
kata roh itu.
"Ribuan murid."
"Ratusan ahli."
"Tak terhitung sumber daya."
Chen Mo dan Lin Qingyue langsung terkejut.
Jika itu benar...
Maka Sekte Awan Hijau terlihat kecil seperti desa dibanding kekuatan sebesar itu.
"Lalu apa yang terjadi?"
tanya Lin Qingyue.
Mata roh tua itu menjadi redup.
"Mereka lenyap."
"Dalam satu malam."
Ruangan langsung menjadi sunyi.
Chen Mo merasakan bulu kuduknya berdiri.
Sekte sebesar itu lenyap dalam satu malam?
Siapa yang mampu melakukan hal seperti itu?
Roh tua itu menggeleng.
"Aku tidak tahu."
"Aku hanya penjaga tempat latihan ini."
"Ketika bencana datang..."
"Semuanya berakhir."
Setelah mengatakan itu, tubuh roh mulai semakin transparan.
Jelas energinya sudah hampir habis.
Sebelum menghilang, ia menatap Chen Mo.
Atau lebih tepatnya...
Menatap sesuatu di dalam dirinya.
Tatapan roh itu berubah aneh.
Seolah mengenali sesuatu.
"Jadi... benda itu masih ada..."
gumamnya.
Chen Mo terkejut.
"Benda apa?"
Namun roh itu tidak menjawab.
Tubuhnya perlahan berubah menjadi titik-titik cahaya.
Lalu menghilang sepenuhnya.
Meninggalkan ruangan dalam keheningan.
Tak lama kemudian, sistem tiba-tiba bergetar hebat.
Lebih kuat dibanding sebelumnya.
【Data Kuno Ditemukan】
【Memulai Analisis】
【...】
【...】
【Sinkronisasi Sistem: 30%】
Mata Chen Mo membelalak.
Untuk pertama kalinya, ia merasa sistemnya memiliki hubungan dengan sesuatu yang jauh lebih besar dari yang pernah dibayangkannya.
Ia menatap altar kuno di depan.
Kemudian melihat sekeliling ruangan.
Dunia kultivasi yang selama ini dikenalnya ternyata hanyalah sebagian kecil dari kenyataan.
Di luar sana pernah ada sekte raksasa.
Peradaban kuno.
Rahasia yang telah hilang selama ribuan tahun.
Dan mungkin...
Sistem yang dimilikinya juga berasal dari masa itu.
Sebuah masa yang perlahan mulai membuka tabir rahasianya.