NovelToon NovelToon
Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**

Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.

Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.

Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.

Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 : Orkestrasi Sembilan Naga

Begitu namanya dipanggil, Mira'tok langsung melompat maju dengan penuh semangat.

"Akhirnya!" Ia tertawa lebar sambil memutar kedua pedangnya. "Teknikku bernama Tarian Pedang Cepat!"

"Gaya bertarung pribadi yang ku kembangkan selama lima tahun!"

Tatapannya penuh antusiasme.

"Filosofinya sederhana."

"Kecepatan adalah segalanya."

"Kalau lawan tidak bisa menyentuhmu… maka pertahanan tidak diperlukan!"

Ia langsung mengambil posisi.

"Lihat baik-baik!"

Bentuk Pertama — Langkah Petir

Tubuh Mira'tok langsung menghilang seperti kilatan cahaya. Dalam sekejap, ia sudah berpindah seratus meter.

Gerakannya hampir setara Langkah Kekosongan milik Lin Tian. Namun tidak ada manipulasi ruang sama sekali.

Itu murni kecepatan fisik.

Lin Tian langsung menyipitkan matanya.

Mustahil… Bagaimana tubuh fisik bisa bergerak secepat itu?

Bentuk Kedua — Badai Pedang

Dua pedang Mira'tok bergerak begitu cepat hingga membentuk badai cahaya.

Puluhan tebasan muncul hanya dalam satu detik. Namun yang paling mengerikan adalah presisinya.

Tidak ada satu gerakan pun yang sia-sia. Semua tebasan diarahkan ke titik vital.

Bentuk Ketiga — Serbuan Ilusi

Puluhan bayangan tubuh Mira'tok muncul di seluruh arena. Lawan akan kesulitan membedakan mana yang asli.

Dan saat perhatian mereka terpecah, serangan sebenarnya sudah datang.

Teknik ini sangat berbahaya untuk pertarungan cepat.

Bentuk Keempat — Reflek Petir

Mira'tok melemparkan dirinya ke arah beberapa proyektil energi yang diciptakan Kharos.

Namun tubuhnya bergerak otomatis menghindari semuanya tanpa berpikir.

Gerakannya terasa seperti reflek alami. Cepat, dan sangat hemat energi.

Bentuk Kelima — Pukulan Penutup Petir

Mira'tok langsung menggabungkan seluruh teknik sebelumnya menjadi satu rangkaian serangan.

Kecepatannya meningkat terus menerus sampai mencapai puncak.

Dan pada serangan terakhir...

BOOOM!

Ledakan tekanan udara langsung mengguncang arena.

Demonstrasi itu benar-benar spektakuler.

Bahkan Khor'sal terlihat kagum meski tetap berusaha terlihat tenang. "Kecepatanmu benar-benar tidak masuk akal, hampir mustahil menyentuhmu."

Mira'tok langsung tertawa puas. Sementara itu, Lin Tian terlihat sangat tertarik.

Kecepatan Mira'tok hampir mampu menyaingi Langkah Kekosongan miliknya. Padahal itu murni teknik tubuh tanpa manipulasi ruang.

Bagaimana mungkin? Apakah ini karena kepadatan energi di Alam ini?

Apakah pemahaman bangsa Asura? Atau latihan ekstrem selama bertahun-tahun?

Apa pun alasannya, teknik ini sangat berharga untuk dipelajari.

Lin Tian langsung bertanya,

"Mira'tok."

"Bentuk Pertama tadi… bagaimana kau mencapai kecepatan seperti itu?"

Mata Mira'tok langsung berbinar. Jelas sekali ia senang karena akhirnya bisa membuat Lin Tian terkesan. "Rahasianya ada di perubahan struktur otot!"

Ia langsung menjelaskan penuh semangat.

"Selama bertahun-tahun aku melatih ulang serat otot dan sirkulasi energi tubuhku."

"Energi di dunia ini digunakan untuk memperkuat tubuh secara permanen."

Ia menunjuk kaki dan lengannya sendiri. "Semua gerakan dioptimalkan. Makanya kecepatanku bisa mencapai level ini."

Tatapannya semakin bersemangat. "Aku bisa mengajarimu kalau kamu mau!"

"Tapi latihannya sangat menyiksa, minimal beberapa bulan."

Lin Tian menjawab tanpa ragu.

"Aku tertarik. Sangat tertarik."

Mira'tok langsung hampir melompat kegirangan. "Bagus! Kalau begitu kita mulai besok, latihan tambahan! Ini akan sangat menyenangkan!"

Lin Tian tanpa sadar tersenyum tipis melihat antusiasme itu.

Mira'tok benar-benar tulus. Dan entah kenapa, energi positifnya cukup menyenangkan untuk berada di dekatnya.

Selain itu, belajar teknik kecepatan jelas akan sangat membantu pertarungannya di masa depan.

Karena dalam pertempuran sejati, Kecepatan sering kali menentukan hidup dan mati.

Kharos tertawa puas sambil menyilangkan tangan besarnya.

"Bagus! Mira'tok dan Lin Tian mulai membentuk kerja sama, itu perkembangan yang sangat baik."

Tatapan emasnya lalu beralih pada Lin Tian. "Sekarang giliranmu."

"Semua orang di sini penasaran dengan teknik orang luar."

Seluruh perhatian langsung tertuju pada Lin Tian. Bahkan Zhen'ar yang biasanya tenang terlihat sedikit lebih fokus dibanding sebelumnya.

Lin Tian menarik napas perlahan sebelum melangkah maju ke tengah arena.

Aura di sekelilingnya mulai berubah.

Hari ini ia bukan hanya menunjukkan teknik miliknya sendiri.

Ia juga membawa warisan Yeye.

Dan untuk pertama kalinya sejak tiba di Dimensi Asura, Lin Tian benar-benar merasakan kebanggaan terhadap teknik keluarganya.

Namun bersama kebanggaan itu, ada juga tanggung jawab besar. Ia harus menjaga warisan tersebut tetap hidup.

Lin Tian berdiri tenang di tengah arena.

"Teknik ini bernama Orkestrasi Sembilan Naga." Suaranya stabil. "Diciptakan oleh kakekku, dan diwariskan khusus dalam keluarga Lin."

Tatapan semua orang mulai berubah serius.

"Filosofinya adalah harmoni."

"Sembilan elemen tidak saling bertarung, mereka saling bekerja sama dan kekuatan sejati lahir dari keseimbangan."

Energi spiritual langsung mulai berputar di sekeliling tubuhnya. "Aku akan menunjukkan lima bentuk dasar, namun teknik ini sangat kompleks."

"Bahkan penguasaan seumur hidup pun mungkin belum cukup untuk menyempurnakannya."

Bentuk Pertama — Perisai Harmoni

Sembilan elemen muncul mengelilingi tubuh Lin Tian sebelum menyatu menjadi penghalang besar.

Perisai itu terus berubah secara dinamis.

Api memperkuat petir.

Air menetralkan panas berlebih.

Tanah memperkuat kestabilan.

Dan seluruh elemen saling mendukung satu sama lain.

Pertahanannya terasa hidup. Bukan sekadar dinding energi biasa.

Bentuk Kedua — Napas Naga

Lin Tian mengangkat tangannya. Sembilan elemen langsung menyatu menjadi satu sinar energi besar.

BOOOOM!

Serangan multi-elemen itu melesat lurus melintasi arena dan menghancurkan target latihan dalam satu ledakan besar.

Tekanan energinya bahkan membuat udara bergetar.

Bentuk Ketiga — Domain Elemen

Area di sekitar arena langsung berubah.

Suhu meningkat dan menurun secara bersamaan di titik berbeda.

Gravitasi berubah.

Aliran energi spiritual terganggu, dan seluruh lingkungan seperti dipaksa mengikuti kehendak Lin Tian.

Meskipun skalanya belum sempurna, kemampuan manipulasi wilayah itu tetap terlihat sangat mengerikan.

Bentuk Keempat — Penyatuan Sembilan Naga

Sembilan naga elemen muncul mengelilingi tubuh Lin Tian.

Masing-masing memiliki warna dan aura berbeda.

Mereka terus berputar sebelum perlahan menyatu menjadi satu manifestasi energi raksasa.

Tekanan yang keluar dari teknik itu langsung membuat beberapa murid di arena menahan napas.

Kekuatan penghancurnya terasa luar biasa besar.

Bentuk Kelima — Simfoni Orkestrasi Agung

Dan akhirnya, Lin Tian menggabungkan seluruh bentuk sebelumnya secara bersamaan.

Sembilan elemen bergerak dalam harmoni sempurna.

Serangan.

Pertahanan.

Manipulasi wilayah.

Semuanya aktif secara bersamaan tanpa saling mengganggu.

Energi di arena langsung berubah kacau akibat tekanan teknik tersebut. Namun hanya beberapa menit kemudian, Lin Tian menghentikannya sendiri.

Konsumsi energinya terlalu besar untuk dipertahankan lama.

Demonstrasi selesai.

Keheningan langsung memenuhi arena.

Tidak ada yang berbicara selama beberapa detik. Bahkan Khor'sal terlihat benar-benar terpaku.

Orkestrasi Sembilan Naga terlalu berbeda dari teknik Asura mana pun yang pernah mereka lihat.

Akhirnya Zhen'ar menjadi orang pertama yang berbicara. "Aku belum pernah melihat teknik seperti ini."

Tatapan peraknya penuh keseriusan. "Sembilan elemen yang menyatu sempurna… seharusnya mustahil."

"Tapi aku baru saja melihatnya." Ia menatap Lin Tian lebih dalam. "Kakekmu adalah seorang jenius sejati."

Khor'sal perlahan menghembuskan napas panjangnya. "Sekarang aku mengerti kenapa kau bisa mengalahkan ku."

Tatapannya tidak lagi dipenuhi rasa iri seperti sebelumnya. "Teknikmu memang berada di tingkat yang berbeda."

"Itu layak dihormati."

Sementara itu, Mira'tok hampir terlihat seperti anak kecil yang terlalu bersemangat.

"LIN TIAN! Itu luar biasa!"

"Sembilan elemen bergerak seperti sebuah simfoni!" Tatapannya berbinar kagum. "Rasanya seperti melihat alam semesta sedang dimainkan!"

Lin Tian sedikit terdiam mendengar reaksi mereka. Namun yang paling mengejutkan datang dari Kharos.

Kepala Perang Asura itu memandang Lin Tian dengan sangat serius. "Teknik kakekmu… telah melampaui batas biasa."

Tatapan emasnya terasa dalam. "Filosofinya selaras dengan sifat asli alam semesta."

"Keseimbangan."

"Harmoni."

"Kerja sama."

"Itulah fondasi dari realitas sejati."

Aura di sekitar Kharos perlahan menjadi lebih tenang. "Kekuatan sejati tidak selalu lahir dari dominasi."

"Terkadang kekuatan terbesar justru muncul dari persatuan."

Ia lalu menatap langsung ke mata Lin Tian. "Kau telah menjaga warisan itu dengan baik, dan kakekmu pasti bangga."

Jantung Lin Tian terasa sedikit bergetar mendengar kata-kata itu.

Yeye…

Jika benar arwahnya masih melihat, Mungkin pria tua itu benar-benar sedang tersenyum sekarang.

Lin Tian perlahan mengepalkan tangannya

Warisan itu akan terus ia jaga.

Apa pun yang terjadi.

1
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Mat
seru, semangat thor💪
Rinaldi Sigar
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!