NovelToon NovelToon
Callie Si Bocah Genius

Callie Si Bocah Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:93.7k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Season Terakhir dari Keluarga Roberto.

Baca Dulu Season Sebelumnya:
1. Anak Genius Milik Sang Milliarder
2. Pesona Si Kembar (Ada Cerita di Balik Gerbang Sekolah)
3. Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi di Balik Gerbang Kampus)
4. Pesona Si Gadis Badas

Callie Noura Eleanor, bocah cilik berusia 3 tahun dan merupakan anak dari Rachel dengan Lucky. Si bocah cilik cerewet dan sangat genius. Usianya yang baru menginjak 3 tahun itu, dia sudah pintar berbicara dan memainkan senjata andalannya. Begitu licik, hingga membuat keluarga hanya bisa geleng-geleng kepala.

Jika sepupunya seringkali merahasiakan identitas keluarganya, justru berbeda dengan Callie. Dia akan terang-terangan mengaku dari Keluarga Roberto. Hal itu membuat dia selalu berada dalam bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alasan

Callie...

Opa...

Kak Angga...

Callie sangat terkejut melihat Angga dan Papa Fabio berada tak jauh darinya. Callie sedang membuat lubang dan sayatan pada batang pohon yang ada di samping rumah. Padahal Callie biasanya sangat peka terhadap sekelilingnya. Namun kali ini Callie merasa kecolongan. Kegiatannya malam ini diketahui oleh sepupu dan Opanya.

Tadi Angga diminta oleh Papa Fabio untuk berhenti. Angga diminta untuk berjalan pelan dan melihat siapa yang ada di samping rumah. Jika sampai Papa Fabio ikut mendekat, pasti derit suara ban kursi roda akan terdengar. Sehingga bisa saja target itu akan bersembunyi. Sebenarnya Angga takut jika yang dilihatnya itu adalah hantu. Namun Papa Fabio dengan keyakinan ini mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Sehingga Angga berusaha untuk melawan ketakutannya.

"Ngapain kamu malam-malam begini di luar rumah, Callie?" tanya Papa Fabio sambil menyipitkan matanya. Angga mendorong kursi roda milik Papa Fabio untuk mendekati Callie.

"Lagi cali semut," ceplos Callie memberikan alasan yang sangat tidak masuk akal.

"Buat apa cari semut di luar rumah? Di rumah banyak semut tuh. Tinggal tabur gula aja nanti semut juga akan datang sendiri. Mana bawa pisau dan palu juga," sindir Papa Fabio membuat Callie membulatkan matanya.

"Mau Callie kembalikan nanti ke Pak Uslo. Tadi habis buat lotisan ini pisaunya,"

Callie terus memberi alasan saat Papa Fabio bertanya. Walaupun Papa Fabio sudah tidak muda lagi, tapi beliau tahu apa yang akan dilakukan oleh Callie. Dia adalah seseorang yang dulu pernah bergelut di dunia bawah. Tentu saja tahu dengan trik atau ucapan Callie yang merupakan sebuah kebohongan. Callie pun segera menyimpan pisau dan palu kecilnya ke dalam kotak yang dibawanya. Callie menghentikan kegiatannya kemudian mendekati Opanya.

Callie duduk di pangkuan Papa Fabio. Hal itu membuat Angga memelototkan matanya. Dia saja sudah bersusah payah mendorong Papa Fabio dengan kursi roda. Ditambah sekarang malah Callie yang menambah beban di atas kursi roda. Sebenarnya Angga penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Callie. Namun malah Callie selalu saja mengelak dari pertanyaan Papa Fabio. Angga merasa curiga kalau Callie akan melakukan sesuatu yang aneh-aneh.

"Callie ngantuk, Opa. Ke kamal yuk," ajak Callie yang kini merebahkan kepalanya pada dada bidang Papa Fabio.

"Ini mah cuma mau mengalihkan perhatian dan pertanyaan Opa kan?" tuduh Papa Fabio dengan tatapan menyelidik.

"Olang Callie ngantuk benelan kok. Anak kecil lho masa jam segini belum tidul," Callie menguap lebar, seakan dia memang sangat mengantuk.

"Callie, kamu tuh sebenarnya ngapain di sini? Nggak mungkin mau cari semut malam-malam begini," Sekarang berganti Angga yang bertanya pada Callie.

"Jangan kepo, Kak Angga. Nanti telkejut sampai jantungnya copot lho kalau tahu. Bahaya, anak kecil ndak boleh tahu." ucap Callie dengan raut wajah seriusnya.

Angga yang mendengar itu langsung terdiam. Bukan peringatan akan bahayanya yang dia pikirkan, tapi tentang anak kecil tidak boleh tahu. Papa Fabio terkekeh pelan menanggapi ucapan Callie. Papa Fabio mengelus rambut panjang Callie dengan lembut. Bahkan bocah cilik itu sudah memejamkan matanya dengan bersandar pada dada bidang Papa Fabio.

"Dia sama aku kan lebih bocil si Callie. Kok jadi ini kesannya aku anak yang paling kecil ya," gumam Angga sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Dia sedang bereksperimen dengan getah batang pohon itu, Angga. Nanti getahnya itu biasanya dicampurkan dengan cairan tertentu agar bisa digunakan untuk jadi obat atau racun. Sepertinya Callie ini punya bakat jadi tenaga medis atau ilmuwan saat dewasa kelak," ucap Papa Fabio tiba-tiba. Tak masalah bagi Papa Fabio jika Angga mengetahui ini semua.

"Apa? Callie sud..."

"Ya, keturunan keluarga Roberto memang sudah punya kemampuan menonjol dari sejak kecil. Kamu pun begitu kan? Opa tahu lho kalau kamu sudah bisa membantu Papamu membuat proposal kerjasama," sela Papa Fabio membuat Angga sedikit malu. Memang benar jika Angga sudah mulai membantu Papanya yang sedang membangun usaha. Namun masih ada beberapa kesalahan kecil.

Nyam... Nyam...

Mie ayamnya Callie jangan diambil dong, empus. Ini mie ayam halganya sepuluh juta,

Astaga... Tidur aja mimpinya makan mie ayam,

Ayo masuk,

Iya, Opa.

***

Mika masuk ke dalam kamar Papa Fabio. Tumben sekali Angga belum bangun pagi. Weekend dan sekolah libur, tapi tak biasanya Angga belum bangun. Callie pun tak terdengar suaranya. Semalam Callie memang tidak tidur bersamanya dengan alasan sedang malas. Namun Mika justru senang kalau tidak tidur bersama Callie. Dia bisa melakukan apapun tanpa perlu ada Callie yang mengganggunya.

Ceklek...

"Kali mambu tidur di sini juga?" Mika tampak terkejut melihat Callie yang tidur di kamar Papa Fabio. Angga berada di tengah antara Callie dan Papa Fabio. Namun posisi kaki Callie yang berada di badan Angga, membuat Mika hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Opa, sudah jam 7."

"Angga, bangun."

"Kali mambu, bangun. Kebo amat sih," serunya membangunkan ketiganya.

"Biarkan saja, Mika. Ini hari sabtu, biar puas mereka tidurnya." ucap Papa Fabio yang langsung terbangun.

Papa Fabio tahu Callie dan Angga pasti masih mengantuk karena tengah malam mereka belum tidur. Ini semua gara-gara Callie yang keluar rumah dengan misi cerdiknya itu. Namun Mika tetap tidak mau tahu, gadis remaja itu langsung duduk di samping Callie. Mulutnya yang terbuka dengan rambut acak-acakan itu membuatnya sangat gemas. Dia tak bisa tidak menjahili Callie dalam waktu yang lama.

Aaaaa...

"Digigit golila pahanya Callie," seru Callie tiba-tiba di dalam mimpinya. Bahkan Callie sama sekali belum membuka matanya.

"Mika, hentikan. Merah itu kulitnya," tegur Papa Fabio saat melihat Mika menggigit paha Callie. Sedangkan Mika hanya cengengesan saja dan melepaskan gigitannya.

"Bangun, kali mambu. Mandi, sebentar lagi kita akan jumpa fans di kebun binatang lho." seru Mika pada Callie. Namun yang bangun bukan Callie, tapi Angga. Dia sangat terganggu dengan teriakan Kakaknya itu.

"Berisik banget, Kak. Ngapain juga jumpa fans di kebun binatang? Emangnya fans Kak Mika dan Callie itu binatang?" gerutu Angga yang kemudian menegakkan badannya.

Angga segera membantu Papa Fabio untuk ke kamar mandi. Sebentar lagi pasti Papanya akan segera datang untuk membantu Papa Fabio mandi. Pagi ini anak-anak Papa Fabio tidak bisa datang. Berakhir Rifky yang akan membantu Papa Fabio untuk membersihkan diri. Pasalnya Papa Fabio tidak mau mandi jika dibantu oleh orang yang bukan keluarganya.

"Iya, fansnya kali mambu kan onyet." ceplos Mika sambil tertawa.

Bugh...

"Ketawanya kaya Nenek lampil,"

"Oh... Lupa, kan dia cucunya Nenek lampil." ceplos Callie yang kini sudah membuka matanya.

Heh...

Hahaha...

Ampun, plastik Mika. Kan cuma belcanda,

Rasakan ini biar Kak Mika gelitikin sampai badannya kempes,

1
Adinda
si callie gk bisa pisah dari reska🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Lah kpn Reska masuk sekolah klo hrs jd asisten si Callie 😁
Ita Xiaomi
Opa makin tak jelas🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣 tak bs cakaplah
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Ros ama Vita berasa jd pengasuh
🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ampun dech
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 gk kuat
Atik Kiswati
ulah si callie tuh....🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Novita Sari
callie dilawan... keturunan Roberto..
tia
konyol Callie ,,baru tk paud udah punya asten 😁😁😁
Novita Sari
cayo uncle panpan,tentang perizinan tenang ada callie oma.m
Sani Srimulyani
ayo Callie kasih tau onty aja siapa tau bisa masuk kriteria.....🤭🫣
Rai Gojess
Callie datang uncle panpan
Rai Gojess
Callie datang uncle Arvan, mungkin hanya om nya Arvan kali yang dapat cungkil rahsia Callie atau Arvan sekali di jahili oleh Callie, ikut saya om mu itu ke cafe dan gym nya Callie, supaya makan dan senaman terus🤣🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Callie si Serba Tau😁
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣 tengah malam dr mana coba. Ayam aja udah pergi bertualang.
Ita Xiaomi
Aku jg suka halaman yg luas.
Ita Xiaomi
Sengkuni tokoh antagonis di cerita Mahabharata😁.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!