NovelToon NovelToon
Asal Mula Pedang Buta

Asal Mula Pedang Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Tianyuan, kekuatan adalah segalanya. Namun, Ren Zhaofeng hanyalah seorang murid pelayan buta di Sekte Awan Hijau yang bertugas menyapu halaman. Tanpa penglihatan dan tanpa latar belakang, ia dianggap tidak lebih dari debu di bawah kaki para jenius yang berlomba mengejar keabadian.

Namun, dunia tidak tahu bahwa di balik kain penutup matanya, Zhaofeng memiliki "Hati Pedang Tanpa Cela". Ketika orang lain hanya melihat wujud, ia mendengar napas semesta.

Di bawah bayang-bayang Monumen Daftar Naga Langit yang agung, Zhaofeng memulai langkah pertamanya. Bukan untuk melihat puncak dunia, tetapi untuk memaksa dunia mendengarkan gema pedangnya. Dari penyapu hina menjadi legenda yang membelah langit—inilah kisah asal mula Sang Pedang Buta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Darah yang Tidak Bisa Berteriak

Suara tepuk tangan yang lambat dan sarkastik menggema di dasar jurang yang sunyi.

"Luar biasa. Benar-benar luar biasa."

Dari balik bayangan pilar batu di pinggir kawah, Xue Sha berjalan keluar. Dia diikuti oleh tujuh murid Sekte Pedang Darah yang tersisa. Jubah merah mereka sedikit robek, tanda mereka baru saja melewati pertarungan sengit di atas, tapi aura pembunuh mereka masih meluap-luap.

Xue Sha menatap bangkai Golem Pedang Besi yang hancur berkeping-keping, lalu matanya beralih ke Ye Qingyu yang terengah-engah, dan akhirnya berhenti pada Ren Zhaofeng.

"Aku harus berterima kasih pada kalian," kata Xue Sha sambil membuka kipas besinya. "Kalian sudah bersusah payah membersihkan penjaga makam ini untukku. Sekarang, sebagai balasannya, aku akan membebaskan kalian dari penderitaan hidup."

"Xue Sha!" Ye Qingyu mencoba berdiri tegak, mengacungkan pedangnya. "Jangan mimpi. Kami masih sanggup memotong lidahmu."

"Oh? Benarkah?" Xue Sha tertawa meremehkan. "Lihat dirimu, Putri Es. Qi-mu sudah habis. Murid-muridmu gemetar ketakutan. Siapa yang akan melawanku? Si Buta itu?"

Xue Sha menunjuk Zhaofeng dengan ujung kipasnya.

"Hei, Buta. Serahkan apa pun yang kau ambil dari altar itu. Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu. Pedang karatmu itu... baunya berbeda sekarang."

Zhaofeng berdiri tenang di depan Ye Qingyu. Tangan kanannya memegang gagang Pedang Hitam (yang menyamar jadi berkarat).

"Kau menginginkannya?" tanya Zhaofeng datar. "Datang dan ambil. Tapi hati-hati, benda ini suka menggigit tangan pencuri."

Wajah Xue Sha berubah dingin. "Kau punya nyali, budak. Sayang sekali nyali tidak bisa menambal leher yang putus."

"Bunuh mereka semua!" perintah Xue Sha.

Tujuh murid Sekte Pedang Darah menerjang maju seperti serigala lapar. Target mereka adalah murid-murid Sekte Awan Hijau yang sedang terluka.

"Lindungi formasi!" teriak Huo Lie, memaksakan diri bertarung meski kakinya pincang.

Sementara itu, Xue Sha melesat menuju Zhaofeng. Kecepatannya jauh di atas Li Dong atau Wang Gang. Dia adalah kultivator Pengumpulan Qi Tahap 2.

"Mati!"

Kipas besi Xue Sha menebas horizontal. Bilah-bilah pisau tajam muncul dari ujung kipas, dilapisi Qi berwarna merah darah yang korosif.

"Teknik Kipas Darah: Sungai Merah!"

Gelombang energi merah meluncur ke arah leher Zhaofeng. Baunya amis dan membuat mual.

Zhaofeng tidak mundur.

Di telinganya, suara serangan Xue Sha terdengar seperti aliran air yang deras dan kotor. Ada banyak "kebisingan" di dalamnya—jeritan jiwa-jiwa yang pernah dibunuh oleh teknik itu.

"Suaramu sumbang," gumam Zhaofeng.

Dia mengangkat pedangnya.

Tidak ada teknik mewah. Dia hanya melakukan satu tebasan vertikal sederhana.

Namun, saat dia menebas, dia mengaktifkan Resonansi Kehancuran.

WUUUNG!

Bilah pedang Zhaofeng bergetar dengan frekuensi yang berlawanan dengan gelombang Qi darah Xue Sha.

Saat kedua serangan itu bertemu, tidak ada ledakan besar.

Yang terjadi adalah... pembatalan.

Gelombang "Sungai Merah" milik Xue Sha terbelah dua, lalu pecah menjadi butiran Qi merah yang tidak berbahaya, seolah air yang menabrak batu karang tajam.

Xue Sha terbelalak. "Apa?! Dia membelah Qi-ku?!"

Sebelum Xue Sha sempat memproses apa yang terjadi, Zhaofeng sudah melangkah masuk ke dalam pertahanannya.

Langkah Pedang Hantu: Hantu Mengetuk Pintu.

Tiba-tiba Zhaofeng sudah berada di samping Xue Sha. Ujung gagang pedangnya menghantam pergelangan tangan Xue Sha yang memegang kipas.

Krak!

"ARGH!" Xue Sha menjerit, kipas besinya terlepas.

Tapi Zhaofeng belum selesai. Dia memutar tubuhnya, dan kali ini, dia menggunakan sisi tajam pedangnya.

Tebasan mendatar ke arah dada Xue Sha.

Xue Sha panik. Dia buru-buru mengaktifkan Perisai Darah—sebuah lapisan Qi merah tebal yang melindungi tubuhnya. Perisai ini mampu menahan serangan senjata Roh Tingkat Rendah.

Tapi Pedang Zhaofeng sekarang adalah Senjata Roh Puncak.

Srrreeet!

Suara kain robek terdengar.

Pedang Zhaofeng menembus Perisai Darah Xue Sha seolah itu kertas. Bilah hitam itu menyayat dada Xue Sha, menciptakan luka panjang yang mengerikan.

Darah muncrat.

Xue Sha terlempar ke belakang, berguling-guling di tanah.

"Tuan Muda!" Murid-murid Sekte Pedang Darah yang lain terhenti, kaget melihat pemimpin mereka dikalahkan dalam dua jurus.

Zhaofeng berdiri tegak, mengibaskan darah dari pedangnya.

Anehnya, darah Xue Sha tidak menetes ke tanah. Darah itu diserap oleh Pedang Hitam Zhaofeng. Bilah pedang itu berdenyut merah sesaat, lalu kembali hitam. Zhaofeng bisa merasakan kepuasan dari pedangnya.

"Iblis..." Xue Sha memegangi dadanya, wajahnya pucat pasi. Dia menatap Zhaofeng dengan horor. "Pedang itu... itu Pedang Iblis! Dia memakan darahku!"

Zhaofeng berjalan mendekat perlahan. Setiap langkah kakinya terdengar seperti lonceng kematian di telinga Xue Sha.

"Kau datang untuk membunuh, jadi jangan mengeluh saat dibunuh," kata Zhaofeng dingin.

Xue Sha gemetar. Dia tahu dia akan mati. Dia merogoh sakunya, mengeluarkan sebuah bola kristal merah.

"Jangan harap! Jika aku mati, kalian semua ikut mati!"

Xue Sha membanting bola itu ke tanah.

BOOM!

Kabut merah pekat meledak, menutupi area seluas lima puluh meter. Itu adalah Bom Asap Darah, racun halusinogen yang juga berfungsi sebagai sinyal darurat dan pengalih perhatian.

"Mundur! Tahan napas!" teriak Ye Qingyu.

Zhaofeng mundur, menutup hidung dan mulutnya dengan lengan baju. Telinganya mencoba melacak Xue Sha, tapi suara ledakan asap itu mengacaukan pendengarannya sesaat.

Saat asap mulai menipis karena tertiup angin lembah, Xue Sha dan sisa murid Sekte Pedang Darah sudah menghilang. Mereka melarikan diri menggunakan terowongan tikus di dinding gua.

"Cih, lolos," desis Huo Lie, tapi wajahnya lega.

Zhaofeng menyarungkan pedangnya. Dia tidak mengejar. Dia tahu kondisi timnya sudah kritis. Mengejar musuh yang terdesak ke sarangnya adalah tindakan bodoh.

Ye Qingyu berjalan mendekati Zhaofeng. Wajah cantiknya masih pucat, tapi matanya menatap Zhaofeng dengan intensitas baru.

"Kau..." Ye Qingyu ragu sejenak. "Kau baru saja mengalahkan Jenius Nomor 1 Sekte Pedang Darah. Dengan dua jurus."

"Dia meremehkan saya, Kakak Senior," jawab Zhaofeng rendah hati. "Dan dia takut pada pedang ini, bukan pada saya."

"Jangan merendah," potong Ye Qingyu. "Aku melihatnya. Cara pedangmu membatalkan tekniknya... itu bukan hanya kekuatan senjata. Itu pemahaman tentang 'Hukum'. Zhaofeng, siapa kau sebenarnya?"

Zhaofeng tersenyum tipis di balik kainnya. "Hanya penyapu yang suka mendengarkan."

Tiba-tiba, tanah mulai bergetar. Runtuhnya Golem dan pertarungan barusan telah mengguncang struktur gua purba ini. Langit-langit gua mulai retak.

"Tempat ini mau runtuh!" teriak seorang murid.

"Kita harus keluar! Sekarang!" perintah Ye Qingyu.

Mereka berlari kembali ke jalan setapak, mendaki tebing curam di saat bebatuan mulai berjatuhan.

Zhaofeng berada di paling belakang, memastikan tidak ada yang tertinggal.

Saat dia melompat keluar dari jurang, kembali ke jembatan, dia mendengar satu suara terakhir dari dasar kegelapan.

Terima kasih... Tuan...

Itu bukan suara manusia. Itu suara ribuan pedang patah yang berbisik bersamaan. Mereka berterima kasih karena Zhaofeng telah membebaskan "Raja" mereka (Pecahan Pedang Hitam) dan menghancurkan penjara golem.

"Istirahatlah."

Tim Sekte Awan Hijau berhasil keluar dari gerbang makam tepat saat matahari terbenam. Mereka lelah, terluka, tapi hidup.

Dan di antara mereka, seorang legenda baru telah lahir. Kabar tentang "Si Buta yang Mengalahkan Xue Sha" akan segera mengguncang seluruh wilayah selatan.

1
Nanik S
Gadis Cantik....
Nanik S
Gagang pedang yang berlokasi dg pecahan... cari celah
Nanik S
Gagang pedang.... yang dicari Zhaofeng ada diKlan Phonik
Nanik S
Garis darah Zhao feng atau Xiao Yu dg gadis yang ada didalam kereta
Apliti warman
alumrnya bagus, cara penulisannya dah expert nih, lanjut thor, ada yg hilang thor, tentang penguasaan jurus 2 mc, menarik cara othor menjelaskan, juga ranah mc, naikkan dikit...😁
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Panen Zhaofeng.... dan bersihkan harta karun Duanmu
Nanik S
Krek., hancur sudah tulangnya
yos helmi
lanjut
Nanik S
Nyonya Merah mengerikan juga, banjir Darah dibilang ramai
Nanik S
Jual barang rampasan
Nanik S
Xiao Yu... ikut saja Zhaifeng
Nanik S
Lanjutkan dan tetap semangat Tor
Nanik S
Mantap Pooool
Nanik S
Lanjutkan Zhaofeng dan bantai semua Taring naga
Nanik S
Demi melindungi Sekte Zhaofeng rela meninggalkan Sekte
Nanik S
Lanjut mengembsra
A 170 RI
cerita pendekar buta cukup menarik
A 170 RI
trus berkarya jangan hiatus ya thor..
💪
Nanik S
Zhaofeng perusak rencana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!