NovelToon NovelToon
Akan Ku Buat Dia Menyesal

Akan Ku Buat Dia Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Fantasi Wanita / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:46.9k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Aku yang menghancurkan keluargaku sendiri."
"Aku yang membuat semua orang mengetahui tentang hubungan gelap kalian."
"Aku yang membuatmu berlutut meminta ampun saat ini."

Fransisca menikahi seorang milyarder yang mengalami cacat mental hanya untuk membalaskan dendam kematian ibunya. Menganggap lebih baik hidup sebagai pengasuh pria cacat, tapi mendapatkan kekuasaan mutlak.

Karena cinta baginya hanya... Bullshit!

Tapi mungkin tanpa disadarinya mata pria yang dianggapnya mengalami cacat mental itu hanya tertuju padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

To Be Next Level

"Ayah tidak lihat! Mira sedang pingsan! Masih saja membicarakan---" Kalimat Doni terhenti.

Brak!

Johan menggebrak meja cukup kencang."Apa gunanya lulusan luar negeri. Lebih baik Fransisca yang lulusan UI sudah memiliki relasi dan pengalaman kerja. Daripada wanita penyakitan seperti ini."

"Johan! Menantu kita sedang sakit, selain itu cucu kita ada dalam perutnya." Naya meninggikan nada bicaranya.

"Kanker darah stadium akhir..." Johan tertawa kecil."Bukankah seharusnya lebih sering mimisan. Stadium akhir tapi masih memiliki tenaga untuk melayani Doni di ranjang. Aku tidak mau tau, sembuhkan dia! Atau lebih baik mati secepatnya! Doni tidak memiliki kecakapan di perusahaan. Sedangkan Fransisca mulai mengancam kekuasaan kita. Kalau tidak berguna lebih baik biarkan mati secepatnya setelah melahirkan."

Kalimat yang sejatinya membuat Mira mengepalkan tangannya dalam kecemasan tanpa disadari satu orang pun. Johan jelas menganggap kehadirannya adalah beban. Benar-benar sial! Kenapa Fransisca tidak menurut saja. Tetap menjadi anj*ing setia yang menurut pada Doni. Menunggu posisi sebagai istri kedua yang tidak akan kunjung datang. Tapi malah memilih berpihak pada Arkan Zoya yang mengalami cacat mental.

Benar-benar wanita sialan!

"Ayah! Tidak boleh seperti ini! Ibu! Cepat hubungi ambulance!" Ucap Doni mendekap tubuh Mira yang seolah-olah tidak sadarkan diri.

Naya mengigit bagian bawah bibirnya. Tidak dipungkiri perkataan Johan ada benarnya juga. Lama-kelamaan Mira hanya akan menjadi beban setelah melahirkan.

"Ibu!" Bentak Doni lagi.

"Doni, lebih baik hubungi dokter keluarga ya? Yang penting cucu ibu bertahan." Kalimat dari Naya pelan. Mengetahui Mira tidak sadarkan diri, sudah pasti tidak akan mendengar apa yang diucapkan olehnya.

Tapi Mira mendengar segalanya. Jika dirinya tidak segera berpura-pura sembuh, posisinya di rumah ini dapat benar-benar terancam.

Tidak! Akan ada cara untuk berpura-pura sembuh secara alami...

***

Sementara itu Fransisca yang melangkah keluar dari rumah menatap curiga ke arah Zedna. Sang butler yang terlihat tengah bicara dengan seseorang. Seseorang berpakaian resmi dalam mobil mewah. Dirinya tidak pernah mengenal atau melihat orang ini.

Tapi orang tersebut memberikan micro USB pada sang butler dan beberapa map. Entahlah apa isinya...

Pria yang segera meninggalkan Zedna. Mobil mewah entah siapa pemiliknya meninggalkan halaman kediaman.

Kala Zedna berbalik, raut wajahnya terlihat begitu tegang? Gugup? Entahlah. Tapi dalam beberapa detik seperti kembali terlihat biasa-biasa saja.

"Selamat pagi... nyonya..." Ucap Zedna sedikit menunduk.

"Aku akan berangkat kerja. Nanti aku pesankan makanan delivery untuk Arkan. Ingat! Jangan biarkan dia makan-makanan yang ada di rumah ini. Jangan biarkan dia berkeliaran di lantai satu. Jika ingin membawanya bermain lebih baik di halaman. Selain itu...." Fransisca menyipitkan matanya.

"Tadi yang bicara padamu itu siapa?" Tanya Fransisca curiga.

"Hanya kenalan." Sang butler tersenyum merapikan letak kacamatanya."Saya undur diri, masih ada banyak pekerjaan yang harus saya lakukan."

Pria yang berjalan meninggalkan Fransisca. Fransisca sendiri menyipitkan matanya. Benar-benar semakin curiga pada butler satu ini. Apa rahasia uang disimpannya? Apa isi micro USB dan Map yang dibawanya? Kenapa seperti begitu melindunginya?

Wanita yang kembali berjalan ke dalam mobil milik Arkan Zoya. Kala sang supir membukakan pintu mobil.

Ada begitu banyak hal ganjil dan mencurigakan dari hari ke hari. Siapa sebenarnya teman dan siapa sebenarnya musuh, semuanya masih belum jelas.

Menatap ke arah jendela mobil yang mulai melaju. Sejenak dirinya menatap ke arah kaca jendela tempat kamar Arkan Zoya berada.

Pemuda itu ada di jendela, memandang ke arahnya dengan tatapan kosong. Seperti tidak ada keceriaan...apa akan merindukannya?

Entahlah.

Fransisca membuka jendela mobil melambaikan tangannya. Sedangkan Arkan Zoya tiba-tiba saja tersenyum, membalas lambaian tangannya. Bagaikan ekspresi wajahnya seperti dua orang yang berbeda.

Ada apa dengan suaminya? Seperti tidak siap jika dirinya melihat dari dalam mobil. Apa itu hanya perasaannya saja?

***

Kali ini dirinya akan masuk ke perusahaan milik suaminya sebagai staf bagian keuangan. Perusahaan Red Lily Group yang didirikan Arkan memiliki ratusan karyawan di kantor pusat. Jadi wajar bagi karyawan untuk tidak begitu saling mengenal.

Brak!

"Maaf...aku tidak sengaja." Ucap seorang pemuda terlihat rupawan maksimal, menabrak dirinya dan menumpahkan sedikit kopi.

"Tidak apa-apa." Fransisca mengelap sedikit pakaiannya menggunakan tissue basah.

"Emm... perkenalkan, namaku Rendi. Staf bagian keuangan." Pemuda yang mengulurkan tangannya penuh senyuman ramah.

Fransisca mengangkat sedikit alisnya."Fransisca." Ucapnya menyambut uluran tangan sang pemuda.

"Kamu dari divisi mana? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya. Apa kamu staf baru?" Tanya Rendi antusias.

"Ya...aku bagian keuangan. Sama denganmu." Fransisca melangkah menuju lift diikuti oleh Rendi.

"Wah...kita dapat saling mengenal lebih baik jika seperti ini. Bagaimana kalau makan siang nanti aku traktir sebagai permintaan maaf." Pemuda yang berucap dengan nada ceria. Menampilkan senyuman ala play boy kabel. Entah apa tujuan dan isi hatinya. Yang jelas jika ada mangsa lewat harus dimakan hingga habis.

"Deal! Nanti aku tunggu di cafe dekat kantor." Fransisca yang memang berhenti di lantai dua, guna mengambil name tag di bagian HRD mengedipkan sebelah matanya. Melangkah keluar dalam senyuman.

Sedangkan Rendy kembali menekan tombol lift. Perlahan senyuman indah di wajahnya menjadi senyuman arogan. Wanita mana yang tidak akan dapat ditaklukkan oleh buaya buntung ini.

Dalam permainan balas dendam semuanya butuh strategi. Apa Fransisca akan tergoda oleh paras rupawan? Semuanya dapat dimanfaatkan dan dikendalikan bagaikan boneka tali.

***

Hingga dirinya diperkenalkan sebagai staf biasa. Pekerjaan yang tidak begitu sulit, hanya saja dirinya harus menyelidiki satu persatu. Dan itu bukan hal yang mudah.

Kala jam makan siang tiba, seseorang melangkah mendekat."Fransisca!" Panggilnya penuh senyuman.

"Kenapa?" Tanya Fransisca tersenyum manis. Seperti terhipnotis akan pesona pria yang baru sekali ditemui olehnya.

"Kita jadi makan siang bersama bukan? Aku yang traktir." Kalimat yang diucapkan oleh Rendi, dibawa dengan anggukan kepala olehnya yang segera mematikan komputer kantor.

Berjalan melangkah berdua, tersenyum dengan lelucon kecilnya. Apa Fransisca sudah memutuskan untuk memiliki pasangan baru?

Entahlah...

Tapi yang jelas para staf mulai membicarakan mereka.

"Rendi dan pacar barunya."

"Mereka benar-benar cocok."

"Bukankah itu staff baru bagian keuangan? Benar-benar seperti Dewi."

Penampilan Fransisca hari ini memang menarik. Berjuta pujian juga diungkapkan Rendi dalam perjalanan.

"Fransisca, kamu begitu cantik."

"Terimakasih."

"Jujur saja, aku tidak pernah melihat wanita seperti ini. Aku lumayan tegang dan berdebar ketika bertemu denganmu."

"Tegang dan berdebar? Itu artinya kamu terkena serangan cemas. Lebih baik temui psikiater."

"Kamu tau maksudku kan? Aku... sebenarnya menyukaimu pada pandangan pertama."

"Benarkah?"

Pertanyaan terakhir dari Fransisca yang menyimpan segalanya dalam otaknya. Ini menyenangkan sekali, digoda oleh pria tampan.

Walaupun...

"Mau lebih dekat denganku?" Tanya seorang Fransisca yang tidak percaya pada cinta pandangan pertama. Apalagi percaya pada buaya buntung tanpa modal. Sungguh luar biasa! Musuh menaikan level permainannya.

1
Septi Lahat
nggk ush diajarin,, ajak praktek lgsung je,, toh kalian kan suami istri sah😁
Alishe
gue yg gregetttttt manis bgt si mreka🤭🤭🤭🤭🤭
Alishe
order dmn su enak beud perasaan isca ihh pengen🤣🤣🤣
Alishe
dibayar lunas tuh sakit beneran🤣🤣🤣🤣
Alishe
pantesan meriksanya ati atiiii bgt ya dok🤭🤭🤭
Alishe
lebih menarik martabaknya beli dmn si isca tuh mayan buat liat drama🤣🤣🤣🤣
Alishe
nyawa Rendi sisa separo kayanya🤣🤣🤣🤣
Alishe
kesian juga yg mulia istri kita klo arkan masi stay cool bocah seakan berjuang sendiri jdnya sooo ganbateeee semangattt😘😘😘😘
Alishe
end udah end🤣🤣🤣
Alishe
beda tipis🤣🤣🤣
chataleya
🙈🙈🙈
Alishe
nah nah sapose dteng😱😱😱
Alishe
ahahaha kretek🤣🤣
Alishe
huahahahahaha dpt cilok goceng kembalian beli data buat sehari🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Alishe
gaplok Rendi🤣🤣🤣
Alishe
mamp**🤣🤣🤣🤣
Inah Ilham
ternyata lebih boooommm...
Alishe
agak apa emang bod** si tungtung🤣🤣🤣🤣
Alishe
bayangin pas lg mode normal ngomong bikin anak muka arkan gmn ya🤣🤣🤣🤣
Nur Wahyuni
ayo gimana cara ngajarinnya Fransisca.. yg ada setengah jalan trz Fransisca disuruh minum susu dan pusing 😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!