NovelToon NovelToon
Asal Mula Pedang Buta

Asal Mula Pedang Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Tianyuan, kekuatan adalah segalanya. Namun, Ren Zhaofeng hanyalah seorang murid pelayan buta di Sekte Awan Hijau yang bertugas menyapu halaman. Tanpa penglihatan dan tanpa latar belakang, ia dianggap tidak lebih dari debu di bawah kaki para jenius yang berlomba mengejar keabadian.

Namun, dunia tidak tahu bahwa di balik kain penutup matanya, Zhaofeng memiliki "Hati Pedang Tanpa Cela". Ketika orang lain hanya melihat wujud, ia mendengar napas semesta.

Di bawah bayang-bayang Monumen Daftar Naga Langit yang agung, Zhaofeng memulai langkah pertamanya. Bukan untuk melihat puncak dunia, tetapi untuk memaksa dunia mendengarkan gema pedangnya. Dari penyapu hina menjadi legenda yang membelah langit—inilah kisah asal mula Sang Pedang Buta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Sang Dewi

Lapangan Latihan Utama Sekte Awan Hijau adalah hamparan batu pualam putih seluas empat lapangan bola. Di sekelilingnya, pilar-pilar naga menjulang tinggi, memancarkan formasi pelindung tak kasat mata.

Pagi itu, suasana di lapangan terasa dingin dan menekan.

Sepuluh orang Murid Dalam berdiri dalam barisan. Mereka adalah elit terpilih. Kultivasi terendah di antara mereka adalah Penempaan Tubuh Tahap 7. Aura mereka kuat, sombong, dan tajam.

Ren Zhaofeng berdiri di ujung barisan, terpisah dari kelompok.

Kehadirannya seperti seekor gagak di tengah kumpulan bangau. Dia hanya Murid Luar, kultivasinya baru Tahap 4 Puncak, dan dia buta.

"Hei, apa Tetua Pedang sudah pikun?" bisik seorang murid dalam bertubuh jangkung yang membawa tombak perak. "Kenapa dia merekomendasikan murid luar cacat ini masuk ke Tim Inti?"

"Mungkin sebagai umpan?" sahut temannya sambil terkekeh. "Di Makam Pedang banyak jebakan. Kita butuh seseorang untuk berjalan di depan dan mati duluan."

Zhaofeng mendengar semuanya. Dia mendengar detak jantung mereka yang penuh ejekan. Tapi dia tetap diam, berdiri tegak dengan tangan terlipat di belakang punggung.

Tiba-tiba, suhu udara turun drastis.

Embun beku mulai muncul di rumput di pinggir lapangan. Suara langkah kaki yang sangat ringan—seperti salju jatuh—terdengar mendekat.

Semua murid dalam langsung diam dan membungkuk hormat.

"Salam, Kakak Senior Ye!"

Dari gerbang utama, berjalanlah seorang gadis yang kecantikannya seolah membekukan waktu.

Ye Qingyu.

Dia mengenakan jubah putih bersih dengan sulaman awan perak. Rambut hitamnya panjang terurai, kulitnya seputih giok es. Wajahnya cantik tanpa cela, namun ekspresinya sedingin gletser abadi. Di punggungnya, tersarung sebilah pedang ramping berwarna biru muda—Pedang Beku, senjata Roh Tingkat Menengah.

Kultivasinya? Pengumpulan Qi Tahap 1. Dia sudah melampaui batasan fisik manusia biasa dan memasuki ranah kultivasi sejati.

Ye Qingyu berhenti di depan barisan. Matanya yang tajam menyapu satu per satu anggota tim.

"Makam Pedang Kuno bukan tempat wisata," suaranya merdu tapi menusuk tulang. "Setiap langkah di sana bisa berarti kematian. Aku tidak butuh sampah yang hanya akan menjadi beban."

Tatapan Ye Qingyu akhirnya berhenti pada Zhaofeng.

"Ren Zhaofeng," panggilnya.

"Hadir, Kakak Senior," Zhaofeng maju selangkah, membungkuk sopan.

"Tetua Pedang memujimu setinggi langit," kata Ye Qingyu datar. "Dia bilang persepsimu melampaui mata dewa. Tapi yang kulihat di sini hanyalah seorang Murid Luar Tahap 4 dengan pedang rongsokan."

"Mata bisa menipu, Kakak Senior," jawab Zhaofeng tenang. "Terkadang rongsokan lebih tajam dari permata."

Alis Ye Qingyu terangkat sedikit. Keberanian (atau kebodohan) Zhaofeng menarik perhatiannya.

"Bagus. Kalau begitu buktikan," Ye Qingyu mengangkat tangan kanannya. "Aku tidak akan menggunakan Qi. Aku akan menekan kultivasiku ke Tahap 5 Penempaan Tubuh. Tahan tiga seranganku tanpa mundur keluar dari lingkaran ini."

Ye Qingyu menghentakkan kakinya. Krak!

Lantai batu di sekitar Zhaofeng retak membentuk lingkaran berdiameter tiga meter.

"Jika kau keluar garis, kau gagal. Jika kau mati, itu nasibmu."

Para murid dalam menyeringai. Tiga serangan dari Ye Qingyu? Meskipun dia menekan kultivasinya, pemahaman teknik pedangnya jauh di atas mereka semua. Zhaofeng pasti tamat.

Zhaofeng tidak gentar. Dia masuk ke dalam lingkaran itu.

"Silakan, Kakak Senior."

Dia tidak mencabut pedangnya. Dia hanya berdiri rileks, tapi telinganya terbuka lebar-lebar.

Sring!

Ye Qingyu tidak memberi peringatan. Dia mencabut pedangnya.

Serangan Pertama: Kilatan Es.

Ye Qingyu meluncur maju. Kecepatannya luar biasa. Pedangnya menusuk lurus ke bahu Zhaofeng.

Di mata penonton, itu hanya seberkas cahaya biru.

Di telinga Zhaofeng, itu adalah suara gesekan udara yang sangat halus dan... dingin.

Pedang Ye Qingyu mendinginkan udara di sekitarnya, menciptakan lapisan vakum tipis.

Zhaofeng tidak melihat pedangnya. Dia mendengar kekosongan di udara.

Tepat sebelum pedang itu menyentuh bahunya, Zhaofeng memutar bahu kirinya ke belakang dan menggeser kaki kanannya selangkah.

Wusss!

Pedang Ye Qingyu menusuk udara kosong, hanya berjarak satu inci dari baju Zhaofeng.

"Satu," hitung Zhaofeng.

Mata Ye Qingyu menyipit. "Kebetulan?"

Dia mengubah arah pedangnya seketika.

Serangan Kedua: Badai Salju Berputar.

Ye Qingyu memutar pergelangan tangannya. Pedangnya berubah menjadi lusinan bayangan yang menyerang dari segala arah—atas, bawah, kiri, kanan. Ini adalah teknik ilusi tingkat tinggi.

Suara desingan pedang memenuhi udara, membingungkan pendengaran biasa.

Zhaofeng menutup matanya lebih rapat.

Bising. Terlalu banyak suara palsu.

Tapi di antara lusinan suara desingan itu, hanya ada satu suara yang memiliki "bobot". Suara logam asli.

Zhaofeng tiba-tiba berjongkok dan menyapu kakinya rendah.

Bukan untuk menyerang Ye Qingyu, tapi untuk mengganggu pijakan gadis itu.

Ye Qingyu terpaksa melompat untuk menghindari sapuan kaki, membatalkan rentetan serangannya.

"Dua."

Zhaofeng berdiri kembali. Dia masih di dalam lingkaran.

Wajah para murid dalam berubah pucat. "Dia... dia menghindari Teknik Badai Salju?"

Ye Qingyu mendarat dengan anggun. Kali ini, tatapan meremehkannya hilang sepenuhnya. Digantikan oleh tatapan seorang pendekar yang melihat lawan.

"Kau benar-benar bisa melihat tanpa mata," kata Ye Qingyu pelan. "Baiklah. Serangan ketiga. Aku tidak akan menahan teknik ini."

Aura Ye Qingyu meledak. Meskipun dia menahan tenaganya di Tahap 5, Niat Pedang-nya adalah asli.

Udara di lapangan menjadi sangat dingin hingga napas Zhaofeng mengeluarkan uap putih.

"Teknik Pedang Awan Hijau: Tusukan Awan Beku!"

Ye Qingyu melesat. Kali ini tidak ada trik. Hanya kecepatan dan kekuatan murni yang dipadatkan menjadi satu titik tusukan mematikan. Pedangnya mengarah tepat ke jantung Zhaofeng.

Zhaofeng tahu dia tidak bisa menghindar. Area serangan ini terlalu luas, dan dia dibatasi lingkaran.

Jadi, dia harus menangkis.

Zhaofeng mencabut Pedang Karat-nya untuk pertama kali.

SREK!

Bukan tebasan indah. Dia memegang pedangnya dengan dua tangan dalam posisi vertikal di depan dada, seperti pilar.

Dia tidak memblokir ujung pedang Ye Qingyu. Dia memukulkan sisi datar Pedang Karat-nya ke sisi bilah Pedang Beku Ye Qingyu tepat saat pedang itu akan mengenainya.

Teknik Gema: Disrupsi Getaran.

TING!!!

Suara denting nyaring memekakkan telinga.

Getaran aneh merambat dari pedang Zhaofeng ke pedang Ye Qingyu. Getaran itu mengacaukan kestabilan aliran tenaga Ye Qingyu sesaat.

Pedang Ye Qingyu tergelincir ke samping, meleset dari jantung Zhaofeng dan hanya menyayat lengan jubah kirinya.

BUM!

Sisa tenaga tusukan Ye Qingyu menghantam udara di belakang Zhaofeng, menciptakan ledakan angin yang menerbangkan debu.

Zhaofeng tidak bergeming. Kakinya masih tertanam kokoh di dalam lingkaran, meski tumitnya sudah berada tepat di garis batas.

Hening.

Zhaofeng menyarungkan pedangnya kembali. Darah menetes sedikit dari goresan di lengan kirinya, tapi itu luka dangkal.

"Tiga," kata Zhaofeng tenang. "Saya masih di dalam lingkaran, Kakak Senior."

Ye Qingyu menurunkan pedangnya. Dia menatap Zhaofeng lama, lalu menatap pedang karat di tangan pemuda itu.

"Pedangmu..." gumam Ye Qingyu. "Tadi itu bukan teknik sekte. Itu teknik liar. Tapi efektif."

Dia berbalik menghadap murid-murid lain yang masih ternganga.

"Mulai hari ini, Ren Zhaofeng adalah anggota resmi Tim Ekspedisi. Posisinya adalah Penunjuk Jalan. Jika ada yang keberatan, maju dan kalahkan aku."

Tidak ada yang berani bersuara.

Ye Qingyu kembali menatap Zhaofeng. Untuk pertama kalinya, ada sedikit rasa hormat di mata dinginnya.

"Jangan mati di sana, Buta. Aku butuh telingamu."

"Saya akan berusaha, Kakak Senior," Zhaofeng membungkuk.

Ye Qingyu pergi, diikuti oleh rombongan murid dalam yang kini menatap Zhaofeng dengan waspada.

Zhaofeng menghela napas panjang, menekan luka di lengannya.

Ujian masuk tim selesai. Tapi ujian sesungguhnya—Makam Pedang Kuno—baru akan dimulai. Dan dia punya perasaan, bahaya terbesar di sana bukan berasal dari mayat hidup atau jebakan kuno...

Melainkan dari punggung teman satu timnya sendiri.

1
Apliti warman
alumrnya bagus, cara penulisannya dah expert nih, lanjut thor, ada yg hilang thor, tentang penguasaan jurus 2 mc, menarik cara othor menjelaskan, juga ranah mc, naikkan dikit...😁
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Panen Zhaofeng.... dan bersihkan harta karun Duanmu
Nanik S
Krek., hancur sudah tulangnya
yos helmi
lanjut
Nanik S
Nyonya Merah mengerikan juga, banjir Darah dibilang ramai
Nanik S
Jual barang rampasan
Nanik S
Xiao Yu... ikut saja Zhaifeng
Nanik S
Lanjutkan dan tetap semangat Tor
Nanik S
Mantap Pooool
Nanik S
Lanjutkan Zhaofeng dan bantai semua Taring naga
Nanik S
Demi melindungi Sekte Zhaofeng rela meninggalkan Sekte
Nanik S
Lanjut mengembsra
A 170 RI
cerita pendekar buta cukup menarik
A 170 RI
trus berkarya jangan hiatus ya thor..
💪
Nanik S
Zhaofeng perusak rencana
Nanik S
Racun disapu Petir.... k\kwkwkw
Nanik S
mana ada Penghianat mengaku
Nanik S
Qingyu.... ya karena juga Jenius
Nanik S
Tantangan yang Elegan pada Tuanya Li Ding
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!