NovelToon NovelToon
Bercerailah, Dan Menikah Denganku

Bercerailah, Dan Menikah Denganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Selingkuh / Dark Romance / Berondong
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Widia

Perayaan empat tahun pernikahan Laura, seorang pemimpin perusahaan muda dirayakan begitu meriah bersama suaminya yang juga yang juga temannya saat SMA. Hubungan mereka begitu harmonis, layaknya pasangan suami istri sempurna di mata publik yang melihatnya.
Namun, kebahagiaan itu seketika di rusak oleh sebuah pesan dari seseorang misterius yang seolah tak suka dengan pernikahannya.
Dia pun mencari tahu sendiri kebenarannya, dan menguak kenyataan yang lebih mencengangkan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Widia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Mona

"Bercerailah, dan menikah denganku."

Ucapan Andreas masih terngiang di benak Laura, seperti suara alarm.

"Apa-apaan dia berkata seperti itu, apa dia tak tahu malu memintaku bercerai dan mengajakku menikah?" Umpat Laura yang menutupi rasa tak percaya dirinya.

"Jika dia tahu aku hamil, apakah dia akan tetap mengajakku menikah? Apa dia akan menerima anakku juga?"

Penolakan Laura selama ini bukan hanya sekedar rasa tak percaya diri. Tapi rasa takut akan kegagalan dan pengkhianatan yang baru saja dia alami. Sesekali dia menghirup nafas dalam, sambil melihat pemandangan halaman belakang rumah di balkon kamarnya.

"Aku bahkan tak sempat merawat bunga mawar dan anggrek. Besok aku akan meminta Pak Danu untuk membawa seorang tukang kebun profesional. Dan menghias sedikit halaman belakangku," gumamnya sambil mengirim pesan pada supirnya yang setia.

Laura tersadar jika waktu liburan akan semakin dekat. Dia yang sudah lama tak menyenangkan staffnya berencana untuk mengajak mereka ke pulau Phu Quoc di Vietnam.

"Ya, budgetnya cukup murah. Aku akan meminta Andreas untuk menghitung semua budget untuk tiga hari berlibur di sana."

Berbeda dengan Laura yang sedang memikirkan liburan, Dave justru masih memikirkan strategi untuk merebut kembali hati Laura. Rencana sebelumnya gagal, walau Joanna bersikeras merayu kakak iparnya untuk bisa memaafkan kesalahan Dave.

"Sayang," panggil Mona sambil memeluk dan mengusap dada Dave dari belakang.

"Mona, aku mohon untuk tak menggangguku sekarang."

Keluhan Dave membuat Mona semakin takut jika pria itu akan meminta Laura untuk kembali bersama. Ada rasa benci di hatinya karena tak bisa memiliki Dave seutuhnya.

"Dia masih saja memikirkan wanita angkuh itu. Padahal sudah jelas, hari itu kau sudah di buang oleh Laura," gumam Mona dalam hatinya.

Sikap Dave yang semakin dingin menumbuhkan kekesalan di hatinya. Sepintas dalam benaknya, dia memikirkan rencana jahat agar Laura tak lagi mengganggu impiannya untuk menjadi satu-satunya wanita dalam hidup Dave.

"Apa yang kupikirkan? Bagaimana pun Laura adalah sahabatku."

Mona berjalan ke balkon apartemennya sambil melihat gedung-gedung tinggi di kota itu.

"Ya, aku harus mencari cara sendiri untuk bisa sejajar dengan Laura," gumamnya sambil memikirkan sesuatu.

***

Dave masih menunjukan raut wajahnya yang kusut. Pikirannya tak fokus bekerja dan hanya bertaut pada Laura.

Tok tok tok!

Suara ketukan pintu, membuat pikirannya kembali pada pekerjaan.

"Masuklah," titahnya sambil melihat orang yang berada di luar pintu.

"Tuan Dave, ada beberapa karyawan baru yang sudah di tempatkan di bagiannya oleh para kepala bagian. HRD meminta tanda tangan anda di sini."

Dave menandatangani laporan dari data karyawan baru tanpa melihat isi daftarnya. Dia pun meminta orang itu untuk segera keluar.

"Ini masih pagi, tapi kepalaku sudah berdenyut. Aku butuh kopi," gumamnya sambil menghubungi sang sekretaris untuk memesankan kopi.

"Joanna sudah gagal merayu kakak iparnya, dan aku pun sudah beberapa kali merendahkan harga diriku hanya untuk mendapat maaf darinya. Dia terlalu angkuh, maka akan ku balas dengan keangkuhan. Laura, aku tak akan menceraikanmu dan aku juga tak akan meminta lagi kau kembali. Aku akan menggantung status pernikahan ini."

Dave tersenyum sinis, menepis semua kekhawatirannya akan pernikahan dengan Laura.

Tiba-tiba telepon kantor berdering, Dave mengangkatnya dan menyuruh sekretarisnya untuk mengantarkan kopi yang dia pesan.

"Ini tuan, kopi yang sudah anda pesan."

Dave meneguk kopinya pelan, menikmati sambil memikirkan sebuah rencana yang dia rasa paling ampuh untuk membuat Laura menyerah dan memintanya kembali.

***

Jam pulang, Dave keluar dari kantor dan segera masuk ke dalam mobilnya. Dari jauh dia melihat seseorang yang dia kenal, sedang menunggu taksi tepat di depan gedung kantornya.

"Mona, sedang apa dia di sini. Dan dia meninggalkan Larissa di apartemen sendiri?" Gumamnya sambil menahan emosi melihat Mona yang justru berkeliaran di luar apartemen.

Dave mengebutkan laju mobilnya, khawatir pada Larissa yang sendirian di rumah.

"Ibu macam apa kau meninggalkan anakku sendiri, Mona?"

Sepanjang jalan Dave terus menggerutu. Sampai mobilnya dia parkirkan di basement apartement dan segera menaiki lift menuju unitnya yang ada di lantai tiga.

"Sus Saidah?" Gumam Dave yang melihat Saidah tengah memberi makan Larissa.

"Tuan," sapa Saidah yang melihat tuannya masuk.

Dave mengusap wajahnya menahan malu, karena Saidah pasti menilai dirinya pria yang buruk karena telah mengkhianati Laura.

"Siapa yang menghubungimu?" Tanya Dave penasaran.

"Non Mona yang meminta saya datang ke sini," ucap Saidah jujur, karena dia pun tak tahu di mana Mona mendapatkan kontaknya untuk menghubunginya.

"Jadi sekarang kau tahu, tentang Mona?"

Saidah mengangguk, walau baginya ini bukanlah urusannya. Pekerjaannya hanya dia dedikasikan untuk merawat anak.

Mona pun masuk ke dalam apartemen, dan melihat Dave yang sedang berbicara dengan Saidah.

"Dari mana saja kau? Aku sudah bilang untuk tinggal saja di apartement," bentak Dave yang di respon santai oleh Mona.

"Aku pergi bekerja Dave, untuk meng upgrade diriku agar bisa di terima keluargamu."

Dave menghembus nafas kasar dengan tingkah Mona, karena sampai kapanpun keluarganya tak akan bisa menerima kehadirannya.

"Mona, kau tahu persoalan ini bukan hanya tentang dimana kau bekerja. Tapi silsilah keluarga dan juga pendidikan... "

"Aku lulusan D3 akuntan, jadi kau tak bisa meremehkanku. Otakku pintar Dave, kau tahu sendiri kan saat SMA dulu. Bahkan aku yang selalu membantu mengerjakan tugasmu," potong Mona yang kesal dengan perkataan Dave.

"Di mana kau bekerja?"

"Di kantormu, bagian keuangan. Jangan coba-coba untuk menghentikan ku," ucap Mona yang mulai melawan. Dave begitu kebingungan menghadapi istri keduanya yang memberontak. Dia pun merubah raut wajahnya dan kembali merayu Mona.

"Maaf sayang, aku sudah kasar padamu. Aku tak akan melarangmu, asal kau sembunyikan status kita di hadapan orang-orang."

Dave memeluk Mona berharap wanita itu tak lagi marah padanya. Dan dengan cepat, Mona membalas pelukan Dave sambil mengusap lembut punggung pria itu.

"Aku janji sayang, aku tak akan membuka mulut perihal hubungan kita."

***

Lama tak ada gebrakan dari Dave, membuat Laura hidup dalam ketenangan. Dia pun memilih sibuk untuk persiapan liburan menuju luar negeri bersama staff di kantornya.

Sementara David semakin uring-uringan, menyadari jika Laura tak mempedulikan sikap cueknya. Hidupnya dengan Mona nampak damai, namun hatinya begitu semrawut memikirkan Laura.

"Kau tak lagi mengunjungi Laura?" Tanya Mona seolah memancing, ingin tahu perasaan Dave saat ini.

"Aku sudah tak peduli padanya, sekarang tekadku adalah hidup tenang bersamamu."

Mona tersenyum sinis, dia pun memeluk Dave yang kini berbaring bersama di atas kasur.

Laura nampak sibuk memilah milih pakaian yang akan dia pakai untuk berlibur. Tak sengaja dia melihat gaun yang di belinya saat liburan terakhir kali dengan Dave di Singapura. Laura duduk di ujung kasur sambil meremas gaun itu, mengingat kenangan indah bersama Dave.

"Ternyata aku masih belum melupakannya, hatiku masih berdebar mengingat kebersamaan dengan Dave. Tapi aku tak mungkin menyiksa perasaanku, dan harus membagi cinta dengan sahabatku sendiri."

1
sutiasih kasih
sdh g sabar mnunggu khncuran dave....
saat lbh memilih mndua krna nafsu dan serakah....
tpi trnyata perempuan yg di piara... dan bhkn rela mnyakiti laura.. tak lbh dri seorang jalang....
makin hncurlah kau dave... klo trnyata ank yg km sayangi dri gundikmu... trnyata bukan ank kndungmu.... tpi ank org lain🤣🤣🤣
Reni Anjarwani
move on mona
sutiasih kasih
up banyak" thor...
Fitri Widia: do'akan bisa sehat dan lancar up episode banyak2 ya 🥰 semoga para pembaca sehat selalu 😍
total 1 replies
sutiasih kasih
rayuanmu tak akn mmpan joanna...
terlalu lucu klo laura harus bersaing dgn gundiknya.... yg g ada levelnya
🤣🤣
Reni Anjarwani
keren
Fitri Widia: Terima kasih 🥰🙏
total 1 replies
Titien Prawiro
jangan2 Larisa anak mona sama Dave
Fitri Widia: wait and see, simak terus cerita kedepannya yah 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!