Arka kembali ke masa lalu di saat kota kelahiran nya masih aman dan sebelum gerombolan monster menyerang, Arka dengan kisah cinta mengejar perempuan cantik dari anak tuan penguasa kota dan kisah arka mengubah masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuniPus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
Bab 11 – Ancaman
Melihat kemarahan Kirana, Arya tertawa kecil dan berkata, "Guru Kirana sangat berpengetahuan, Anda mengatakan buku itu tak akan pernah ada karena kau tak pernah melihatnya. Apakah itu berarti Anda telah membaca seluruh buku di dunia ini?"
Kirana termasuk orang yang suka mencari alasan di kehidupan sebelumnya.
"Buku Divine Lightning Fire? Oh aku ingat, sepertinya aku meminjam beberapa buku dari perpustakaan!" seorang murid biasa tiba-tiba berkata dengan suara yang terdengar takut. Ia meminjam 3 buku, dan salah satunya adalah buku tersebut. Namun, isi dari buku itu sangat dalam, ia tak dapat mengerti. Ia lupa mengembalikan setelah melihat isinya.
Perkataan anak tersebut membuat wajah Kirana menjadi suram. Murid itu membalik buku itu yang terbuka. Buku ini adalah salinan, bukan yang asli. Ditulis dengan kata-kata yang merupakan bahasa dari kerajaan Angin Salju. Hanya Edisi pertama yang diterjemahkan. Bahasanya sangat ilmiah yang orang biasa tak akan sanggup memahaminya.
Tak pernah menyangka bahwa buku itu ada, bahkan wakil kepala sekolah Handoko dan Bayu bertatapan dengan perasaan bingung. Meskipun mereka adalah wakil kepala sekolah dan profesor di Institut Anggrek Suci, jumlah buku yang hampir ratusan ribu dan 90% di antaranya berasal dari zaman kuno, tak mampu membuat mereka mengingat judul tiap buku. Bahkan banyak buku, mereka tak dapat terjemahkan.
Dalam pelariannya di benua tersebut di masa lalu, Arya menguasai 7 bahasa. Setelah mencapai tingkatan legenda, ia membaca banyak jenis buku dan mengingat seluruh isinya. Belum lagi, Arya tinggal di dalam ruang keseimbangan dengan Kitab Roh Iblis Temporal selama ratusan tahun, membaca jutaan buku selama di sana.
Bagi Arya membaca buku dengan menggunakan bahasa kerajaan Angin Salju merupakan hal mudah. Bahkan pria berjubah terlihat terkejut. Bahkan ia tak pernah membaca buku tersebut.
"Handoko, kirim seseorang ke perpustakaan untuk mengambil buku tersebut!" perintah pria berjubah.
"Siap!" Handoko melihat Bayu yang duduk di sampingnya. Bayu tak berani menolak dan langsung bergegas pergi.
Para murid terfokus pada buku yang dipegang oleh salah satu murid. Lestari dan Surya juga terkejut. Menjadi anggota keluarga dari ketiga keluarga terhormat, mereka juga membaca banyak buku, namun mereka tak mengetahui keberadaan buku yang ada di depan mereka saat ini. Buku itu terletak di sisi pintu, sehingga hanya beberapa yang berinisiatif untuk mempelajarinya.
Di Kota Kemuliaan, terdapat 3 pola inscription yang telah sempurna, Angin Salju, Api Suci, dan Perdana Perang. Hampir semua orang mempelajari 3 pola ini. Sejak pola Inscription Lightning Fire punah selama zaman kegelapan, hanya beberapa buku, seperti buku Divine Lightning Fire, yang masih ada. Semua buku belum diterjemahkan, sehingga hanya disimpan. Kadang-kadang, hanya beberapa murid yang meminjamnya, tapi setelah menyadari isi yang tak dapat dimengerti, mereka segera mengembalikannya.
"Biarkan aku melihatnya. Buku Divine Lightning Fire tujuh edisi."
Murid tersebut mulai membukanya. Buku ini terdiri dari beratus-ratus halaman. Di dalamnya berisikan ilustrasi, bacaan, dan pola diagram inscription Lightning Fire. Tak ada terjemahan setelah edisi pertama. Sulitnya lagi, huruf-huruf kuno membuat banyak orang merasakan sakit kepala hanya dengan melihatnya. Setelah membuka edisi ke tujuh, murid tersebut menyadari bahwa bagian ini memiliki ratusan pola inscription. Ia mencoba membandingkannya di papan, mencari yang tampak sama dengan pola Scarlet Sunburst.
Tiap orang di kelas itu menjadi tak sabaran, kapan pencarian itu akan berakhir?
Wajah Kirana terlihat menegang dan berkata, "Kau mungkin menemukan buku ini di sudut perpustakaan dan bahkan tak mengetahui isinya. Namun, kau berkata bahwa Scarlet Sunburst berasal dari buku itu! Anak yang sombong, kau berani melawan leluhur Keluarga Keraton! Jika kau tidak dapat menemukannya, aku akan pergi menuntutmu di aula Saint Judgement atas dasar penghinaan pada leluhurku!"
Arya tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Guru Kirana, terlalu cepat kau membahas hal itu. Buku ini merupakan peninggalan kerajaan Angin Salju, telah ada sejak ribuan tahun. Waktu penulisannya pun jauh sebelum Keluarga Keraton ada, bukan Begitu?"
"Benar!" jawab Kirana mengangguk. Ia tak dapat menghindari kenyataan ini.
"Lalu, sangat jelas," Arya melihat ke arah murid yang sedang membuka buku dan berkata, "Buka halaman 30 dari belakang di edisi ketujuh. Diagram ke enam bandingkan dengan pola inscription Scarlet Sunburst."
Melihat kepercayaan diri Arya, jantung Kirana seakan berhenti berdetak. Jika Arya benar dengan ucapannya, ini akan menjadi akhir bagi Keluarga Keraton. Karena Keluarga Keraton telah mengumumkan pada khalayak bahwa Scarlet Sunburst diciptakan oleh generasi pertama house master di keluarga mereka. Ini akan berdampak besar pada reputasi Keluarga Keraton. Jika khalayak umum mengetahui bahwa pola tersebut merupakan jiplakan dari buku kuno, maka reputasi keluarganya akan terlihat negatif.
Melihat wajah Kirana ketakutan, Arya tersenyum. Ketenaran Keluarga Keraton berasal dari penciptaan pola inscription Api Suci, yang diakui oleh banyak house master, dan menjadi bagian dari pencipta pola. Bakat mereka yang luar biasa yang menyelamatkan Kota Kemuliaan dari keruntuhan. Namun, kenyataannya, Keluarga Keraton hanya sekumpulan orang-orang munafik!
Di kehidupan sebelumnya, selama kehancuran Kota Kemuliaan, setiap keluarga bertarung untuk menyelamatkan kota ini. Keluarga Keraton seharusnya menjaga pintu gerbang barat, namun selama perang terjadi, dengan tujuan untuk menyelamatkan kekuatan mereka sendiri, mereka mengirimkan setiap anggota keluarga untuk memasuki wilayah Pegunungan Bukit Barisan. Ini menyebabkan gerbang terbuka, dan para binatang buas Angin Salju masuk ke kota. Masih teringat jelas adegan pembunuhan massal yang dilakukan binatang itu oleh Arya.
Arya dan yang lain tak memiliki pilihan selain meninggalkan kota! Setelah ia terlahir kembali, Arya tak memiliki rasa hormat sedikitpun pada keluarga ini.
"Saat ini, aku akan membuat keluarga munafik ini diusir dari Kota Kemuliaan!"
Jika ia menginginkan hal itu terjadi, lalu pertama yang harus dilakukan ia harus membuka kebenaran dari keluarga munafik ini!
"Halaman 30, diagram ke 6?" gumam murid itu. Ia lalu menemukan pola tersebut.
"Ya!"
Keriuhan murid yang terdengar terkejut. Pola inscription Lightning Fire terdiri 2 bagian. Dengan satu bagian yang terlihat sama dengan pola Scarlet Sunburst. Pola Scarlet Sunburst lebih sederhana jika dibandingkan dengan pola Lightning Fire, terlihat sama jika dipotong setengah bagian.
Arya sepenuhnya benar
Kirana mengepalkan tinjunya, jari-jarinya memutih. Surya yang berada di keramaian murid, melihat ke arah Arya, matanya penuh dengan kebencian. Arya telah memojokkan keluarganya!
Arya menyadari bahwa Kirana dan Surya melihatnya sebagai musuh dan tertawa sinis dalam hatinya. Keluarga Keraton memiliki watak yang sama. Saat mereka tak dapat mengelak, mereka akan menyalahkan kepada yang lain. Jika itu adalah kesalahan mereka, mengapa mereka khawatir orang lain akan mengungkapkannya?
"Lalu kenapa jika generasi pertama house master dari Keluarga Keraton mengambilnya dari buku Divine Lightning Fire?" balas Kirana.
Arya tertawa, "Guru Kirana, sepertinya kau tidak begitu mengetahui mengenai kode etik Demon Spirit. Apakah perlu saya menjelaskannya padamu? Kode etik Demon Spirit telah ada sekitar 3 ribu tahun. Hampir setiap iblis petarung mematuhi kode etik tersebut. Kode etik pasal 161: mengambil pola inscription atau menjiplak pola inscription dari kode Demon Spirit harus mencantumkan sumbernya dan tidak dibenarkan untuk diakui milik sendiri. Itu adalah salah satu kode etik!"
"Kau… Kau…" Kirana gemetar karena emosi yang memuncak. Perkataan Arya sangat tajam. Ia secara terang-terangan mengatakan Keluarga Keraton tak mematuhi kode etik, namun, Kirana tak dapat menyangkal pernyataan Arya.
"Jika mereka belajar dari pola Lightning Flame dengan tujuan menciptakan pola mereka sendiri, itu dapat dibenarkan. Namun, generasi pertama House master Keluarga Keraton mengambil sebagian pola itu dan mengakuinya sebagai milik mereka, bukankah itu sedikit.. tak masuk akal? Apakah generasi pertama Keluarga Keraton memiliki kesulitan yang dirahasiakan?" Arya mengedipkan matanya bagai tak berdosa.
Perkataan tajam Arya bagaikan menusuk Keluarga Keraton di bagian terlemah, dan bertingkah seakan tak berdosa. Kirana dan Surya seakan ingin membunuhnya.
Para murid berbincang sambil berbisik.
"Lalu generasi pertama house master Keluarga Keraton hanyalah seseorang."
"Jika seperti itu, walaupun house master pertama adalah iblis petarung tingkat emas, dalam pembelajaran pola inscription, ia adalah seorang guru besar yang menciptakan beberapa pola inscription Sacred Flame, apakah Keluarga Keraton selalu menjadi pembawa obor inscription Api Suci?"
"Tak menyangka bahwa Scarlet Sunburst dijiplak dari sebuah buku kuno."
"Aku melihat di catatan pola inscription Angin Salju. Pola yang di dalamnya telah diperbaharui dan diambil dari buku kuno tapi selalu menyertakan sumbernya, Tidak pernah menyebutkan itu milik mereka."
"Ini adalah Kode etik iblis petarung, setiap keluarga iblis petarung harus mematuhinya!"
Sekelompok murid mulai penasaran, apakah seorang guru besar dari pola inscription yang mereka agungkan hanyalah seorang yang mencari keuntungan?
Mendengar percakapan para murid, hati Surya merasa tak senang, ia telah menganggap Arya sebagai seorang musuh.
Dengan wajah yang pucat, ia berdiri dan berkata, "Arya, Keluarga Keraton telah diwariskan selama 300 tahun. Kami merupakan salah satu dari keluarga terhormat Kota Kemuliaan. Kami tak sepertimu, yang hanya berasal dari keluarga ningrat biasa, bisa mengkritik! Scarlet Sunburst ditulis dalam catatan pertama house master. Aslinya, tak akan diumumkan di depan umum. Kami generasi termuda menemukannya saat menata kembali catatan house master pertama. Jadi kami berpikir bahwa ia yang menciptakannya. Itu hal yang wajar."
Arya menatap Surya, ia adalah anggota Keluarga Keraton, ia membuat alasan untuk menutupi kesalahan keluarga ini!
Surya mempertegas suaranya saat berkata "Keluarga Terhormat", dan mengatakan Arya sebagai keluarga ningrat biasa, membuatnya lebih jelas. Jika Arya semakin memaksakan hal ini lebih jauh, lalu, sebagai seorang dari keluarga terhormat pastinya ia tak akan melepaskan Arya.
Seperti Surya, Arya juga mengabaikannya. Sebelum pernikahan Surya dan Lestari, perang dimulai, dan Surya tiba-tiba melarikan diri. Mendengarkan perkataan Surya, Arya menjadi lebih bahagia.
"Murid Surya adalah pengganggu yang sombong. Ah, untungnya ada hukum yang tegas di Kota Kemuliaan, Jika tidak, aku sangat khawatir bahwa Keluarga Keraton akan …" kata Arya bagaikan seekor babi yang tak takut direbus di air mendidih, mengedipkan mata dan berkata "Yakinlah bahwa keluarga besar seperti Keluarga Keraton akan menjaga keselamatanku, jika terjadi sesuatu, aku khawatir Keluarga Keraton tak akan mampu menghapus noda ini."