Bukan Akhir (Part 2 – Selesai)
Malang, 2020. Jam dinding rumah menunjukkan pukul 22.10. Suara hewan khas malam saling bersahut-sahutan. Langit hitam legam dengan bulan purnama bulat sempurna di atas sana. Jari lentikku masih setia
0
0
Nilam Aku Pergi
TOPI Sarjana yang beberapa saat lalu disemat dan disyahkan oleh seorang profesor dekan fakultas, kuturunkan dari kepalaku. Entah ada yang melihatku melakukan kebodohan ini, diantara hadirin. Cita-cita
0
0
Dear Gadis Pengagum Senja
Untukmu, yang aku jaga dari jauh. Juga yang selalu ada ketika tangisan alam perlahan membasahi punggung bumi. Aku cuman mau bilang, rindu. Itu saja. Senja datang lagi. Kilauan orangenya sempat memenuh
0
0
Mengagumi Dalam Diam, Dilema: Menunggu Atau Melupakan?
Paras seorang gadis saat pertama kali aku kenal, ketika melihat sebuah vidio yang dibagikan oleh adik saya di group via whatsapp. Video yang ditayangkan di youtube itu, menyanyikan lagu dalam bentuk v
0
0
Roomate
Di dalam kamar 4×4 ini Mira membuka matanya karena suara alarm yang berasal dari ponsel seseorang di sampingnya sedangkan yang punya ponsel masih berlomba dengan besarnya suara alarm yang ia setting s
0
0
Truth or Dare
Pagi ini cuaca seakan bersahabat dengan suasana hati Dea yang juga bad mood sejak ia bangun dari tidur dan mengingat kembali kejadian semalam. Dea kembali mengacak rambutnya karena membuatnya harus me
0
0
Sepertiga Kisah di Jogja (Part 3)
Kebosanan dan kejenuhan kini menyelimuti hari-hariku, hingga membuat aku seakan menjadi pribadi hilang kendali. Tugas kuliah yang menumpuk dan tekanan dari organisasi yang aku ikutin menuntut keaktifa
0
1
Sepertiga Kisah di Jogja (Part 2)
Seminggu usai ajakan itu ditolak, ia membeli motor baru dan lewat di hadapan kakakku dan pacarnya Ardo. Pulang kuliah dengan tubuh yang melelahkan aku harus mendengar cerita dari Kak Rani, Ardo akan m
0
1
Sepertiga Kisah di Jogja (Part 1)
Dua tahun di kota ini, lingkungan yang berbeda serta mulai membiasakan diri dengan mulai belajar bahasa daerahnya. Di mana aku harus menyesuaikan diri terhadap lingkungan serta masyarakatnya yang bera
0
0
Natalia (Perempuan Yang Pernah Memenjarakanku Dengan Cinta)
Ini tentang dirimu dan kerinduan yang selalu membunuh diriku. Aku selalu mengenangmu lewat cerita-cerita berulang. Saat segala sesuatu tak layak lagi kutemui, maka kenanganlah rumah yang lebih sering
0
0
Terlambat Untuk Mudah, Dan Terlalu Mudah Untuk Menjadi Lambat
Untuk sebuah perjalanan hati yang tak mau menjadi tuntas, yang digambar tanpa sengaja oleh dua insan manusia, tetapi saya yakin bahwa tuhan menggambarnya dengan sengaja sekalipun tuhan tak pernah berc
0
0
Mertua Ujianku
“saya terima nikah dan kawinya Viana Mumtaz binti bapak munhadip dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai” Kalimat terindah yang pernah aku dengar, Dangan Kalimat itulah statusku berubah
0
0
Bubuk Kopimu di Ramadhan
Ya, Tuhan kenapa harus seperti ini? Setelah tiga chat WhatsApp-ku tidak dibalas sedari tadi pagi olehmu, aku mengumpat sendirian dalam kamar, bicara pada angin, tembok dan malam yang gelap gulita. Seb
0
0
Terimakasih Arga (Part 2)
Arga membelokkan mobilnya ke bagian kanan komplek dimana taman yang ia maksudkan berada. Dulu sewaktu kecil, ia sering bermain disini. Dan taman ini sekarang berubah, menjadi lebih bagus dan baru. San
0
1
Terimakasih Arga (Part 1)
Siang ini tidak terlalu terik, dengan malas Keira melangkahkan kaki keluar kamarnya. Raut wajahnya keruh dan seluruh tubuhnya seakan ingin meluruh. Ke lantai. Gadis berusia 17 tahun itu memegangi kepa
0
1
Secangkir Kopi Almira
Nathan mengusap tato kecil di punggung tangan kanannya. Sudah tiga kali. Dia terbiasa mengusapnya ketika keraguan muncul di benaknya. Mungkin hanya sugesti semata, tapi dia selalu merasa yakin setelah
0
0
Aku Juga Capek, Gamon Terus
“Orang gamon itu, bukan gamon sama orangnya. Tapi sama kenangannya” Aku menatap lurus kata-kata itu. Kenangan apa, coba yang aku buat bersamanya sampai-sampai aku masih tak rela melepaskannya selama 7
0
0
Kukira Martabak Spesial
Sudah tiga bulan aku menjalin hubungan dengan Farah, namun tak ada kemajuan apapun dari hubunganku dan Farah. Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri. Bagian mana yang dirasa tidak ada kemajuan serta a
0
0
Wisata Kenangan di Akhir Tahun
“Kau yakin, kau baik-baik saja?” Aku hanya membalas pertanyaan itu dengan anggukan kepala. Angin dingin yang berhembus dengan kencang menusuk pori-pori kulitku. Aku merekatkan jaket berbahan wol berwa
0
0
Misi Penyamaran
Setelah para polisi memberitahu kalau Pembunuh Abu-abu sudah tewas, hal ini pun membuat warga kota dapat bernafas dengan lega. Dan hal ini pun membuat aktivitas di kota dapat kembali berjalan seperti
0
0