Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.
Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.
Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 10 - Latihan Bertarung
Sinar matahari yang terang, mulai menyinari seluruh sisi Lapangan Bela Diri. Embusan angin yang masih terasa segar, mengibaskan rambut serta pakaian Xiao Yun dan Xiao Lin yang sudah siap melakukan Latihan Bertarung. Keduanya saling berhadapan di atas Lapangan Bela Diri dengan tatapan mata yang tajam. "Baiklah! Sebelum Latihan Bertarung pada hari ini dimulai. Aku akan menjelaskan tiga peraturan penting kepada kalian." ucap Ye Wuling dengan lantang
"Peraturan pertama! Kalian hanya diizinkan memakai senjata biasa di Latihan Bertarung. Peraturan kedua! Tidak ada batasan dalam menggunakan Teknik Bertarung. Dan peraturan ketiga.." Ye Wuling terdiam sejenak sebelum kembali menjelaskan
"Kalian tidak diizinkan melukai bagian vital lawan bertarung kalian! Jika salah satu dari kalian melakukannya, maka aku akan langsung menghancurkan basis kultivasinya." jelas Ye Wuling
Sebuah hukuman yang sangat tegas pada peraturan ketiga, menjadi hal penting di dalam Latihan Bertarung. Hukuman tersebut merupakan sebuah pengingat bagi para generasi muda Klan Xiao. Bahwa, meskipun di antara mereka terjadi perselisihan seperti halnya Xiao Yun dan Xiao Lin. Mereka tidak diperbolehkan menyelesaikannya dengan cara yang buruk. Sebab bagaimanapun, mereka berada di bawah atap yang sama. Seburuk apapun perselisihannya, tetap ada batasan yang tidak dapat mereka lewati.
"Baiklah! Aku sudah selesai menjelaskan semua hal yang penting. Sekarang, waktunya untuk menunjukkan kemampuan serta kekuatan yang kalian miliki di Latihan Bertarung hari ini!" Setelah selesai berbicara, Ye Wuling segera pergi ke tempat berkumpulnya para murid Klan Xiao yang berada di tepi Lapangan Bela Diri. Seluruh murid Klan Xiao tampak bersemangat saat melihat Xiao Lin berdiri tegap di atas Lapangan Bela Diri. Mereka tanpa henti memberi dukungan kepada salah satu Jenius Klan Xiao tersebut.
"Kalahkan dia, Junior Xiao Lin!"
"Jangan menahan dirimu, Junior Xiao Lin! Beri dia pelajaran!"
"Buat dia menyesal karena sudah berani menantang salah satu Jenius Klan Xiao!"
Satu demi satu dukungan para murid Klan Xiao datang menghampiri Xiao Lin. Keinginan mereka untuk melihat Xiao Yun kalah dan dipermalukan sangat kuat. Sebuah senyum menyeringai pun seketika terlukis di wajah Xiao Lin, sebagai bentuk tanggapan atas dukungan yang ia dapatkan. Dukungan-dukungan tersebut juga membuat kepercayaan diri serta sifat sombong Xiao Lin kembali. "Apa kau mendengar semua sorakan ini, Xiao Yun? Semua dukungan ini datang karena mereka mengakui kekuatanku, bukan sebab status yang didapatkan melalui keturunan."
Pandangan Xiao Yun langsung menjadi berat dan intens. Kalimat sindiran yang diucapkan Xiao Lin mulai memantik api di dalam diri Xiao Yun. "Ada apa dengan para bocah di Klan ini?! Kenapa mereka sangat arogan dan sombong?!"
"Apakah mereka.."
"Cukup, Yan! Tenangkan dirimu." ucap Xiao Yun melalui transmisi suara
Xiao Yun sangat memahami perasaan Yan saat ini. Namun membalas perlakuan buruk dengan cara yang sama, tidak akan berakhir baik. Xiao Yun pun segera menghela napas panjang seraya mengalihkan pandangannya ke arah Ye Wuling. "Apakah Latihan Bertarungnya bisa langsung dimulai, Paman? Aku sudah lelah melihat sikap sombong dari Jenius Klan Xiao."
Ye Wuling langsung menganggukan kepalanya. "Aku mengerti. Tetapi sebelum itu, karena perbedaan tingkat kultivasi di antara kalian cukup jauh. Maka Xiao Lin harus menurunkan tingkat kultivasinya, hingga setara dengan tingkat kultivasimu."
"Itu tidak perlu, Paman."
Ye Wuling seketika tertegun. "Apa maksudmu, Xiao Yun? Apa kau.."
"Aku ingin melawan Jenius Klan Xiao yang berdiri di hadapanku dengan kekuatan penuhnya." ucap Xiao Yun bersungguh-sungguh
Semua orang yang mendengar perkataan Xiao Yun sontak terkejut, terutama Xiao Lin. Mereka merasa kalau akal sehat Xiao Yun sudah hilang, karena berani melawan Xiao Lin dengan tingkat kultivasi yang lebih tinggi darinya. Ini merupakan tindakan yang sangat ceroboh. Seluruh murid Klan Xiao pun semakin meremehkan dirinya. Akan tetapi, semangat api yang menyelimuti hati Xiao Yun tidak akan padam semudah itu. Melihat keteguhan hati Xiao Yun yang tidak goyah seperti sebelumnya, membuat Ye Wuling tersenyum kecil. Ia benar-benar kagum pada perkembangan putra sahabatnya tersebut. Sementara itu, Xiao Lin tampak semakin sombong setelah mendengar ucapan Xiao Yun tadi.
"Hahaha! Ini sangat menarik! Karena kau sangat ingin melawanku dengan kekuatan penuh, maka akan kubuat kau menyesal untuk selamanya!!"
BOOM!!
Tubuh Xiao Lin langsung mengeluarkan ledakan energi yang sangat kuat. Meskipun Xiao Lin masih berada di tahap Pemurnian Energi Lapisan Kesembilan. Namun, aura yang dipancarkannya sudah setara dengan seorang Master Energi. Momentum menakjubkan tersebut, membuat pandangan murid-murid Klan Xiao serta Ye Wuling tidak bisa teralihkan. Mereka menatap Xiao Lin dengan penuh rasa kagum. "Luar biasa. Padahal usia Xiao Lin baru enam belas tahun, tetapi aura miliknya sudah sangat kuat. Mungkin, julukan Jenius Klan Xiao yang diberikan kepadanya bukanlah suatu kebohongan." batin Ye Wuling
Setelah merasa cukup menatap kagum Xiao Lin. Ye Wuling segera mengalihkan pandangannya ke arah Xiao Yun. "Apa yang akan kau lakukan saat ini, Yun'er? Apakah kau bisa menghadapi Xiao Lin yang lebih kuat darimu?" tanya Ye Wuling dalam hati
Walaupun berada di bawah tekanan aura Xiao Lin, ekspresi wajah Xiao Yun tidak berubah sedikitpun. Tatapan matanya tetap terlihat lurus dan tajam. Ia menegakkan punggungnya, menunjukkan konsentrasi penuh serta tekadnya.
"Kenapa kau mendadak terdiam, Xiao Yun? Apakah kau mulai merasa menyesal?" tanya Xiao Lin seraya mengeluarkan tombak hitam miliknya
"Menyesal atau tidak. Itu bukanlah urusanmu, Xiao Lin!" Xiao Yun juga mengeluarkan sebuah pedang dari cincin ruangnya
Situasi di Lapangan Bela Diri semakin memanas, ketika Xiao Yun dan Xiao Lin saling mengeluarkan senjata mereka. Di sisi lain, Ye Wuling yang menjadi pengawas sekaligus juri pada Latihan Bertarung hari ini. Segera mengangkat tinggi tangan kanannya, kemudian ia turunkan dengan cepat. "Latihan Bertarung dimulai!!"
Xiao Lin langsung melesat cepat dengan tombak miliknya yang ia arahkan ke wajah Xiao Yun.
BOOM! TRANG!
Serangan cepat pertama yang dilancarkan Xiao Lin, berhasil ditahan oleh pedang Xiao Yun. Ia tampak berusaha sekuat tenaga menahan serangan yang sangat kuat dari tombak Xiao Lin. Dengan pengalaman bertarung yang dimilikinya, Xiao Yun pun langsung menendang gagang tombak Xiao Lin secara vertikal. Seketika, tombak milik Xiao Lin terlepas dari tangannya dan terlempar ke udara.
Xiao Lin sontak terkejut. Kedua matanya langsung terbuka lebar. Melihat kelengahan yang ditunjukkan Xiao Lin, membuat Xiao Yun dapat melancarkan serangan balik keduanya. Ia langsung mengarahkan tebasan pedangnya ke arah Xiao Lin. Namun, Xiao Lin bereaksi cukup cepat dengan menarik tubuhnya ke belakang sehingga serangan Xiao Yun tidak mengenai dirinya. "Hampir saja aku terkena tebasan pedangnya." bisik Xiao Lin
Sementara itu, tombak milik Xiao Lin yang terlempar ke udara sebelumnya. Terlihat sudah turun ke permukaan lapangan dan segera diraih oleh tangan Xiao Lin. Kemudian, Xiao Lin kembali menyerang Xiao Yun dengan serangan yang lebih kuat dan cepat.
TRANG! TRANG! TRANG!
Xiao Lin terus-menerus menyerang Xiao Yun tanpa memberinya celah sedikitpun. Mau tak mau, Xiao Yun harus menahan semua serangan Xiao Lin hingga membuat dirinya mulai tampak kelelahan. Xiao Lin pun tiba-tiba menghentikan serangannya dan segera menjauh dari tempat Xiao Yun berada. "Hei, Xiao Yun! Kenapa kau terus-menerus bertahan dan tidak melakukan serangan balik seperti sebelumnya. Apakah hanya sampai di sini saja, kemampuan dari Tuan Muda Klan Xiao?" tanya Xiao Lin dengan nada menghina
Xiao Yun hanya terdiam. Ia lebih memilih untuk mempertahankan posisi berdirinya yang tegap dengan kedua tangan yang menggenggam pedang. Akan tetapi, ritme napasnya terdengar tidak beraturan. Keringat yang berada di sekitar wajahnya juga sesekali jatuh ke permukaan lapangan. Saat ini, Xiao Yun sedang dihadapkan oleh situasi yang cukup sulit. "Apa yang terjadi denganmu, Yun? Kau tidak terlihat seperti dirimu yang biasa. Seharusnya kau mampu mendominasi pertarungan ini." ucap Yan melalui transmisi suara
"Yah.. Sebenarnya, ada satu hal yang terus mengganggu pikiranku saat ini."
"Apa itu? Cepat katakanlah! Kita tidak punya banyak waktu."
"Apakah aku masih bisa menggunakan Teknik Bertarung yang kumiliki saat di kehidupan sebelumnya?"
"Tentu saja bisa. Tetapi, dengan tingkat kultivasimu yang sekarang. Kau hanya bisa menggunakan Teknik Telapak Api." jawab Yan
Alis Xiao Yun seketika terangkat. "Sungguh?! Hanya Teknik Telapak Api yang bisa aku pakai saat ini?"
"Itu benar."
Xiao Yun langsung menghela napas panjang. "Sudahlah! Jangan terlalu dipikirkan. Sebaiknya saat ini kau fokus menghadapi bocah sarkas dihadapanmu. Tunjukkan kemampuanmu yang sebenarnya, Xiao Yun!"
"Sesuai keinginanmu, kawan." ucap Xiao Yun sambil tersenyum kecil
Xiao Yun segera memejamkan matanya seraya mengatur ritme napasnya agar lebih teratur. Atmosfer di sekitarnya seketika berubah menjadi lebih tenang, namun memancarkan aura kuat yang tersamarkan. Semua orang memandang Xiao Yun dengan saksama, termasuk Xiao Lin. Tanpa disadari, mereka semua menantikan sebuah perubahan besar dari Xiao Yun.
"Hahh.." Xiao Yun kembali menghela napas panjang. Kemudian, ia membuka kedua matanya secara perlahan. Tubuh semua orang seketika membeku. Mata mereka melebar. Mereka semua terkejut serta tertekan saat melihat tatapan mata Xiao Yun yang terasa sangat kuat dan menakutkan. Layaknya tatapan seekor singa yang siap menyerang mangsanya. Dengan tatapan mata yang tampak berbeda dari sebelumnya. Xiao Yun menatap tajam Xiao Lin. "Pertarungan ini baru saja dimulai!"
WUSH!!
Xiao Yun langsung melesat cepat menuju Xiao Lin dengan posisi pedang yang mengarah lurus ke depan.
TRANG!!
Serangan cepat pedang Xiao Yun yang ia arahkan ke bagian leher Xiao Lin, berhasil tertangkis oleh kelihaian gerakan tombak Xiao Lin. Melihat serangan pedangnya dapat digagalkan oleh Xiao Lin. Xiao Yun pun langsung menarik dirinya ke belakang, sebelum kembali menyerang Xiao Lin dengan langkah kaki serta gerakan pedang yang lebih cepat dari sebelumnya. Akan tetapi, Xiao Lin yang memiliki kebanggaan besar pada dirinya sebagai Jenius Klan Xiao. Tidak akan membiarkan Xiao Yun mendominasi dirinya dan merubah situasi di Latihan Bertarung.
Dengan keputusan yang cepat, Xiao Lin langsung memusatkan seluruh aliran energi pada kaki kirinya. Lalu melancarkan sebuah tendangan tegak lurus ke arah dagu Xiao Yun. Akan tetapi, karena kondisi yang kurang menguntungkan. Tendangan Xiao Lin tampak sedikit lambat sehingga dapat dihindari dengan mudah oleh Xiao Yun.