NovelToon NovelToon
Suamiku (Bukan) Orang Gila

Suamiku (Bukan) Orang Gila

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta setelah menikah / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Fradella Gauta terpaksa menikah dengan Dayaksa Herlos, Tuan Muda keluarga Herlos yang dikenal sebagai orang gila setelah kematian ayah dan ibunya akibat kecelakaan. Ratu Mayesa, kakak tirinya yang merupakan tunangan Dayaksa (Aksa) merebut tunangannya Fradella, Adryan Juardi karena tidak mau berakhir menjadi mayat. Tak banyak yang tahu Fradella (Della) dirawat di rumah sakit jiwa selama lima tahun setelah ayahnya menikahi ibu Ratu. Kini Della harus tinggal dan bertahan di "Rumah Sakit Jiwa" yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NINE

"Wah... sepertinya aku datang di waktu yang salah," suara Della terdengar manis namun beracun. Ia berdiri di ujung meja, menatap satu per satu wajah yang pernah membuangnya ke RSJ. "Apakah aku mengganggu kegiatan 'kebersamaan' kalian yang indah ini?"

​Ratu meletakkan garpunya dengan kasar. "Rasa-rasanya aku mendengar suara sampah," desisnya tanpa menoleh. "Oh, ternyata Della. Masih hidup rupanya? Kukira kau sudah jadi santapan anjing Aksa."

​Della tidak terpancing. Ia justru tersenyum tenang, lalu dengan gerakan tiba-tiba, ia melemparkan bungkusan yang dibawanya ke tengah meja makan.

​BRAKK!

​Piring-piring beradu, gelas sampanye Tantowi terguling. Tiga buah papan nisan kayu dengan permukaan kasar tergeletak di atas taplak meja yang mahal.

​"Apa-apaan ini?!" teriak Tantowi sambil berdiri dengan wajah merah padam. "Della! Beraninya kau membawa benda jelek ini ke meja makan kami! Mana hadiah dari keluarga Herlos? Bukannya membawa emas atau cek, kau malah membawa sampah tidak berguna!"

​"Sampah?" Della memiringkan kepalanya. "Ini bukan sampah, Ayah. Ini adalah investasi masa depan untuk kalian."

​Adryan, yang juga ada di sana, merasa curiga. Ia membalik salah satu papan nisan tersebut dan matanya membelalak ngeri. Di sana tertulis nama, Tantowi Gauta. Dua papan lainnya berisi nama Yuhana dan Ratu.

​"Astaga! Kamu mengutuk kami mati, Della?!" seru Adryan tak percaya.

​"Mengutuk?" Della tertawa kecil. "Kenapa kesannya aku seperti anak yang tidak berbakti? Apa aku juga harus memberikan peti mati? Apa kalian sebegitu tidak sabarnya untuk bertemu dengan mendiang ibuku di alam baka? Tenang saja, papan ini bisa kalian simpan dulu sebagai pengingat bahwa waktu kalian sudah tidak lama lagi."

​"Della, hentikan!" Tantowi menggebrak meja. "Mau apa kau ke sini? Jangan mencari masalah atau aku akan menyeretmu kembali ke RSJ!"

​"Aku hanya ingin mengambil barang-barangku," jawab Della dingin.

​"Cih, memangnya kau masih punya barang di rumah ini?" sahut Yuhana dengan nada jijik. "Silakan periksa saja di kamar jelekmu yang kini sudah jadi gudang barang bekas. Cepat ambil dan segera pergi!"

​Della menaiki tangga menuju lantai dua. Begitu ia membuka pintu kamarnya, bau debu yang menyesakkan langsung menyeruak. Kamar yang dulunya indah kini penuh dengan tumpukan kardus lama, kursi patah, dan kain-kain kotor.

​Namun, Della tidak mencari pakaian atau buku. Ia berjalan menuju dinding di sudut ruangan, tepat di belakang sebuah lemari tua yang miring. Ia meraba permukaan dinding itu, mencari sebuah tonjolan kecil yang hanya diketahui oleh ibunya.

​Klik.

​Suara gesekan kayu dan semen terdengar pelan. Di bawah lantai, tepat di bawah bekas tempat tidurnya, sebuah celah kecil terbuka. Della merogoh ke dalam dan menarik sebuah kotak kayu kecil berwarna hitam.

​Ia membukanya dengan tangan bergetar. Di dalamnya, sebuah cincin giok hijau tua dengan ukiran bunga kecil berkilauan di bawah cahaya remang-remang. Cincin pusaka pimpinan Kalyla Grup, perusahaan milik keluarga ibunya yang kini dijarah oleh Tantowi. Cincin ini adalah kunci dari semua aset rahasia yang tidak bisa disentuh oleh Tantowi tanpa persetujuan pemegang cincin.

​Della menggenggam cincin itu erat, memasukkannya ke dalam saku, lalu bergegas turun.

​Namun, di kaki tangga, Tantowi sudah menunggu dengan wajah gelap. Di sampingnya, Yuhana memegang sebuah cambuk kulit kuda, benda yang sering digunakan Tantowi untuk "mendidik" Della dulu.

​"Tunggu, Della!" teriak Tantowi. "Berikan cincin milik ibumu. Aku tahu kau mengambilnya. Kau tidak pantas menyimpannya!"

​Della berhenti, namun ia tidak berbalik. "Cih. Tidak pantas? Justru kau yang tidak pantas memegang warisan ibuku. Kau hanya parasit yang menggunakan uang ibuku untuk membiayai gundik dan anak harammu ini!"

​PLAKK!

​Suara cambukan membelah udara. Della tidak sempat menghindar. Ujung cambuk itu mengenai betisnya yang terbuka karena potongan dress birunya. Rasa perih yang luar biasa menjalar, darah segar mulai merembes, namun Della tetap berdiri tegak. Ia tidak menjerit. Ia sudah terbiasa dengan rasa sakit yang jauh lebih hebat dari ini.

​"Beraninya kamu berkata seperti itu!" Tantowi mendekat dengan mata melotot. "Jangan keras kepala, berikan saja! Jangan sampai kami harus berbuat kasar padamu, Della."

​"Tidak akan," desis Della. "Meskipun aku harus mati, aku tidak akan memberikan milik ibuku pada pencuri sepertimu."

​PLAKK!

​Kali ini Ratu maju dan menampar pipi Della hingga wajah gadis itu tertoleh ke samping. "Mantan pesakitan jiwa seperti kamu, apa pantas memegang aset sebesar itu? Berikan, atau kamu tidak akan pernah keluar dari rumah ini hidup-hidup!"

​"Tidak! Jangan pernah bermimpi menguasai milik ibuku!"

​"Sialan, keras kepala!" Ratu kehilangan kendali. Ia menendang tubuh Della yang masih lemas akibat perih di kakinya. Della tersungkur ke lantai marmer, kepalanya nyaris membentur sudut meja.

​Yuhana mengangkat cambuknya tinggi-tinggi. "Biarkan aku memberinya pelajaran yang tidak akan pernah ia lupakan!"

​Namun, saat cambuk itu hendak mendarat di wajah Della, sebuah tangan kekar menangkap ujung cambuk tersebut di udara.

​BUGH!

​Zacky Wijaya muncul seperti bayangan hitam. Dengan satu tendangan presisi, ia menghantam perut Yuhana hingga wanita itu terpental ke belakang dan menabrak lemari pajangan.

​"Nyonya Muda, Anda tidak apa-apa?" Zacky membantu Della berdiri dengan satu tangan, sementara tangan lainnya tetap memegang cambuk yang ia rampas. Matanya yang biasanya dingin kini berkilat dengan kemarahan yang mematikan.

​"Lancang!" Zacky bersuara rendah namun menggetarkan ruangan. "Beraninya kalian melukai Nyonya Muda Herlos! Apa keluarga Gauta sudah bosan hidup dan ingin hancur hari ini juga?!"

​Tantowi gemetar, namun mencoba menggertak. "Zacky! Ini urusan internal keluarga kami! Della adalah anakku!"

​BUGH! PLAK!

​Zacky tidak banyak bicara. Ia menghantam perut Tantowi dengan lututnya, lalu menampar pipi pria tua itu hingga tersungkur. "Sebagai ayah, kau justru memperlakukan anakmu seperti anjing! Kau tidak punya hak menyebutnya anak setelah apa yang kau lakukan!"

​"Maaf, Tuan Zacky... anak ini tidak bisa diberitahu... dia sangat keras kepala..." rengek Tantowi sambil memegangi wajahnya.

​Zacky hendak memukul lagi, namun Della menyentuh lengan Zacky. Ia memberikan kode agar Zacky diam. Hanya dengan sekali tatapan mata Della yang penuh wibawa, Zacky, pria yang paling ditakuti di kediaman Herlos, langsung berubah menjadi sosok pelindung yang patuh. Ia mundur satu langkah di belakang Della.

​Della menatap ayahnya yang merangkak di lantai. "Ayah, tenang saja. Luka di betisku ini... akan aku balas berkali-kali lipat di lain waktu. Simpan saja tenagamu untuk hari pemakamanmu nanti."

​"Della! Ayah tegaskan sekali lagi!" teriak Tantowi dengan sisa keberaniannya. "Berikan cincin itu, atau perusahaan ibumu akan Ayah gadaikan! Ingat, akta perusahaan masih di tangan Ayah!"

​Della mengepalkan tangannya dengan kuat di dalam saku, merasakan permukaan giok yang dingin. "Silakan kalau Ayah berani. Maka hari itu juga, aku akan pastikan kalian satu persatu menjadi penghuni nisan yang kubawa tadi."

​Della berbalik dan berjalan pincang menuju pintu keluar, diikuti oleh Zacky yang terus menatap keluarga Gauta dengan pandangan mengancam.

​Saat Della hendak memasuki mobil, sebuah tangan menarik lengannya. Della tersentak karena luka di betisnya terasa tertarik.

​"Tunggu, Della! Aku ingin bicara!" Itu Adryan. Wajahnya tampak gelisah dan penuh rasa bersalah yang dipaksakan.

​Della mengibaskan tangannya dengan jijik. "Ada apa lagi, Adryan? Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni pengkhianat."

​"Della, lihat kakimu... mereka benar-benar keterlaluan," Adryan menatap luka cambuk di betis Della dengan tatapan yang seolah peduli. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja di keluarga Herlos? Apa kamu tidak disiksa oleh Tuan Muda Gila itu? Della, aku melihat wajahmu semalam... ada bekas di lehermu... apakah dia mencekikmu?"

​Della menatap Adryan dengan tatapan kosong. "Apa maumu? Tidak usah basa-basi."

​Adryan tiba-tiba memegang kedua tangan Della, mencoba menunjukkan ketulusan. "Della, dengarkan aku. Maafkan atas ketidakmampuanku dulu. Aku menyesal telah membiarkanmu dikirim ke RSJ. Aku tahu kamu masih mencintaiku, kan? Tatapanmu padaku saat pesta pernikahan... aku tahu itu penuh kerinduan."

​Della nyaris muntah mendengar kata-kata itu.

​"Della, aku akan berusaha memutuskan pertunanganku dengan Ratu," lanjut Adryan dengan suara berbisik yang menjijikkan. "Ayo kita balikan. Kamu bisa ceraikan si gila itu, dan nanti kita menikah. Kita akan buat resepsi yang megah, sesuai dengan keinginanmu waktu itu. Aku akan melindungimu dari ayahmu."

​Della menatap Adryan seolah-olah pria itu baru saja menumbuhkan kepala kedua. "Adryan, kamu sakit? Apa otakmu juga sudah menjadi tidak waras karena terlalu banyak bergaul dengan Ratu? Kau bilang ingin menyelamatkanku setelah kau tidur dengan kakakku di belakangku?"

​"Aku khilaf, Della! Tapi sekarang aku sadar hanya kamu yang terbaik!"

​Della menarik tangannya dengan kasar. "Dengarkan aku, Adryan Juardi. Dayaksa Herlos mungkin gila di mata dunia, tapi dia seribu kali lebih terhormat daripada pecundang sepertimu. Setidaknya dia jujur dengan kegilaannya, sementara kau... kau adalah ular yang bersembunyi di balik jas mahal."

​"Della, tunggu! Dengarkan penjelasanku!" teriak Adryan saat Della masuk ke dalam mobil.

​"Jalan, Zacky," perintah Della dingin.

​Mobil limosin itu meluncur pergi, meninggalkan Adryan yang berdiri termangu di halaman. Di dalam mobil, Della menyandarkan kepalanya ke kursi. Rasa perih di kakinya mulai terasa semakin hebat, namun rasa puas di hatinya jauh lebih besar. Ia telah mendapatkan cincin ibunya.

​Zacky melirik dari kaca spion tengah. "Nyonya Muda, ada kotak P3K di bawah kursi. Anda ingin saya mengobatinya sekarang?"

​"Tidak usah, Zacky. Biarkan luka ini tetap perih sampai aku sampai di rumah," gumam Della. "Aku ingin Aksa melihatnya."

​Zacky mengerti. "Anda ingin menggunakan amarah Tuan Muda untuk menghancurkan mereka?"

​Della tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sangat mirip dengan senyuman Aksa saat sedang merencanakan sesuatu yang mengerikan. "Terkadang, melepaskan monster adalah satu-satunya cara untuk membasmi lintah, Zacky. Dan suamiku adalah monster paling indah yang pernah ada."

​Sepanjang perjalanan pulang, Della terus mengusap cincin giok di sakunya. Ia tahu, perang yang sebenarnya baru saja dimulai. Keluarga Gauta telah membangunkan sisi tergelap dalam dirinya, dan ia tidak akan berhenti sampai rumah mewah itu rata dengan tanah, menyisakan hanya nisan-nisan yang ia berikan hari ini.

"Tunggu, Zacky! Jangan kamu pikir karena sudah membantuku hari ini, kamu bisa lepas dari hukuman ya," ucap Della mengingatkan.

"Astaga Nyonya! Ampun!"

1
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
pasti ada sesuatu dengan obat Aska 👀
Kau harus kuatt Aska jgn sampai terpengaruh
𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀🍉
aduh jangan kambuh sekarang 😳🥺
𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀🍉
ciiih ngeselin lu sampah 🤢🤮
𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀🍉
mantabs
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
waduh jangan sampai Aksa gak fokus lagi karena hasil presentasi kedua belah pihak akan ditentukan saat ini antara presentasi Aksa dan Emily tolong jangan kambuh Sa
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Zacky memang tangan kanan yg bisa dipercaya & diandalkan
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
😭😭 di hati Della, Aksa menang Voting
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
😒 monyeet satu ini benar2 tidak tahu malu, dr awal memang sdh tidak waras si Ardyan 😏
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
iya Zacky benar bisa jadi Aksa sedang banyak pikiran jadinya ke mode silent
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
malu gak tuh luuu Adryan Juardi gak mungkin Della mau sama kau lagi huuuu bersama Aksa dia diratukan disayangi sedemikian rupa jadi ga butuh pria munafik kek luuu😏🤨
El Zèphyr
Aksa emang gila, tapi dia punya sisi pintar yang gak orang lain ounya
El Zèphyr
Oh astagaa manusia satu ini bucin sekaliehh
El Zèphyr
Aksa Masi bisa mikir kok kalo hal beginian
El Zèphyr
Tatapan yang mengerikan itu muncul guys
El Zèphyr
Aksaa kau jadi bucin + nurut gitu si sama Della.
Lucu deh kalian berdua
El Zèphyr
noh kan noh kannn liattt
El Zèphyr
ihhh bucin aku mau jugak 😽
El Zèphyr
Emang ya, penyesalan selalu datang di akhir
El Zèphyr
ngeri banget kebayang sama aku 😭😭😭
El Zèphyr
Della, sesekali coba bergantung sama orang lain deh.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!