NovelToon NovelToon
ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Pengantin Pengganti
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Safa adalah gadis cantik nan penurut yang tampaknya selalu dimusuhi takdir. Sejak kecil, ia tak pernah mencecap manisnya kasih sayang keluarga, bahkan dari ibunya sendiri. Kesalahan di masa lalu yang bukan kehendaknya membuat Safa dilabeli sebagai "anak pembawa sial" dan dibenci seumur hidup. Puncaknya, ia dipaksa menikah dengan seorang kakek demi menyelamatkan bisnis keluarga yang nyaris bangkrut.

Namun, kenyataan tak seburuk dugaannya. Sang kakek ternyata hanya perantara, ia mencarikan istri untuk cucu laki-lakinya yang bertemperamen kaku, cuek, dan dingin. Di rumah barunya, Safa yang terbiasa disisihkan justru mulai merasakan hangatnya kasih sayang dari keluarga sang suami yang memperlakukannya dengan sangat baik. Sayangnya, benteng es di hati suaminya sendiri tetap tak tergoyahkan.

Mampukah Safa memenangkan hati pria yang menikahinya hanya karena amanah sang kakek? Ataukah pernikahan "titipan" ini akan hancur dan berakhir dengan perceraian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Mimpi Buruk

Aroma mint yang berpadu lembut dengan aroma tubuh Arlan menguar memenuhi rongga hidung Safa saat pria itu mendekat. Tangannya meremas ujung seprai, jantungnya berpacu cepat.

Arlan seolah menginterupsi ketegangan dengan tatapan dinginnya. Kedua kaki Safa dirapatkan, matanya tak berani sedikit pun melirik ke arah sang suami.

Dengan gaya sok cool-nya, Arlan menatap Safa intens. "Kamu tahu, kan, pernikahan ini keinginan kakekku? Aku aja bahkan belum tahu siapa namamu. Ya, aku harap kamu bisa bekerja sama dalam hubungan ini."

Safa hanya menatap tanpa menyela, berusaha mencerna semuanya.

"Aku juga tidak tahu Kakek mengenalmu dari mana. Jadi jangan berharap aku bisa menjadi suami yang kau harapkan. Jangan berharap lebih dariku," ujar Arlan sembari memalingkan wajah, seolah tak sanggup menatap mata nanar di depannya.

"Saya tidak mengharapkan apa pun dari Anda. Asal ada tempat untuk berteduh dan makan, itu sudah cukup bagi saya," sahut Safa lirih dengan kedua tangan bertaut rapat.

Safa mendongak, mencoba memberanikan diri menatap sepasang netra dingin di hadapannya. "Apa yang Kakek berikan kepada saya sudah lebih dari cukup. Saya bukan orang yang tidak tahu terima kasih hingga lupa diri dan tak tahu balas budi. Saya akan membalas semua kebaikan kalian dengan cara yang saya bisa. Bukan dengan harta, tapi pengabdian. Bagaimanapun juga, sekarang saya menantu keluarga ini."

Lagi-lagi Arlan dibuat terkejut dengan sikap dewasa Safa. Ia mengira gadis itu hanyalah gadis manja yang hanya bisa merengek. Tanpa sadar ujung bibirnya tersungging, hingga ia buru-buru memalingkan wajah.

"Jadi, tolong biarkan saya mengabdi di keluarga ini. Saya sudah tidak punya tempat pulang, saya mohon." Safa tiba-tiba berlutut sambil menautkan kedua tangannya.

Bayangan sang ayah tiri membuat Safa terpaksa melakukan itu. Ia rela menjadi pembantu sekalipun daripada harus kembali ke rumah itu.

"Saya rela bekerja di rumah ini, bahkan jika harus menjadi pelayan. Jadi tolong, biarkan saya tinggal di sini," rengek Safa.

Arlan yang tidak sekejam itu segera mendekat dan membantunya berdiri. "Jangan lakukan itu. Aku tak sejahat itu. Aku hanya mengatakan bahwa mungkin aku tidak akan bisa menjadi suami seperti yang kau inginkan. Kau tahu, kan, ini sangat mendadak?"

Safa mengangguk-angguk. "Saya mengerti. Lagi pula, saya mungkin juga bukan orang yang Anda inginkan. Tapi saya janji akan melayani Anda selayaknya seorang istri."

Deg!

Kalimat "melayani selayaknya seorang istri" seketika membuatnya meremang. Arlan menatap istrinya, pikirannya mulai membayangkan hal-hal tabu. Ia menggeleng cepat untuk mengusir pikiran aneh itu.

"Terserah kamu mau melakukan apa, yang penting aku tidak akan bisa melakukan hal yang sama."

Arlan segera bangkit. Ia hendak pergi, namun saat di depan pintu, ia berbalik. "Dan satu lagi, kamu tidak perlu berbicara se formal itu. Kakek pasti akan protes kalau kamu berbicara begitu."

Setelah mengatakan itu, Arlan melangkah seribu meninggalkan kamar, sementara Safa masih duduk termenung.

"Setidaknya aku tidak diusir. Sepertinya Mas Arlan juga tidak begitu jahat," gumamnya lirih.

Ia berjalan ke arah lemari hendak mengganti pakaian, sebelum langkahnya terhenti saat pintu diketuk.

"Siapa?" Ia berbalik. Sesaat kemudian wajah Arlan muncul dari balik pintu.

"Oh, ya. Aku belum tahu namamu. Tidak lucu, kan, kita suami-istri tapi tidak tahu nama masing-masing?"

"Nama saya ..."

Tubuh Arlan masuk sepenuhnya ke dalam kamar. Ia menatap Safa lekat. "Tidak perlu seformal itu denganku. Bersikaplah biasa saja, seperti di halaman tadi."

Safa mengerucutkan bibirnya. Ia tahu Arlan belum benar-benar memaafkannya karena masalah baju kotor tadi. "Iya, maaf. Nama saya Safa Haura Nafisa."

"Nama yang bagus," ucap Arlan sambil mengangguk. "Aku akan memanggilmu Safa. Kau bisa panggil aku Mas Arlan," tegasnya sebelum berlalu pergi.

🍃🍃🍃

Sraak! Sraak!

Langkah itu mendekat. Di balik lemari kayu, Safa meringkuk dengan tubuh gemetar. Keringat dingin membasahi pelipisnya, wajahnya pucat pasi.

"Sayang ... anak Papa. Sini dong, Sayang ... main sama Papa," suara serak dan berat itu bagai alarm kematian.

Tak ingin kesuciannya direnggut, ia mengambil benda apa pun yang ada di dekatnya. Sebuah vas kaca digenggamnya, siap menjadi benteng pertahanan terakhir.

Saat ia bersiap, tiba-tiba Hendra melompat ke arahnya. "Waaaaa!"

Hendra mengejutkan Safa dengan kedua tangan terbuka lebar.

"Kamu mau main petak umpet, ya, Sayang?" Dengan sekali sentakan, ia meraih vas di tangan Safa dan membuangnya. Ia merangsek maju dan mendekap tubuh Safa erat-erat.

"Tidak! Lepaskan! Tolong jangan sakiti aku!" Safa terus meronta.

Mendengar teriakan Safa, Arlan segera berlari menghampiri. Di dalam tidurnya, istri mungilnya itu terlihat gemetar dengan wajah pucat. Matanya terpejam erat, keringat membanjiri pelipis.

"Kamu mimpi apa sampai ketakutan seperti ini?" gumam Arlan heran.

"Safa... Safa, bangunlah!" Bukannya bangun, Safa justru semakin menggigil sambil berteriak minta dilepaskan.

Karena tak kunjung bangun, Arlan menepuk-nepuk pelan pipinya. Ada rasa ingin menyentuh, namun ia sadar tak boleh mengambil kesempatan dalam kesempitan.

"Safa ... bangunlah. Aku di sini, kamu aman sekarang," ujar Arlan sambil menangkup wajah sang istri.

Kedua mata Safa terbuka lebar hingga menonjolkan urat-urat merah. Melihat sang suami, Safa langsung memeluknya erat.

"Aku takut, Mas. Dia terus saja datang di mimpiku," isaknya.

Arlan hanya terdiam dengan tubuh yang dipeluk erat. Kedua tangannya perlahan mendekat, menepuk pelan punggung sang istri.

'Siapa yang dia maksud? Kenapa aku melihatnya sangat tertekan dan trauma?' batinnya.

Arlan memundurkan tubuhnya, memberi jarak agar ia bisa melihat Safa dengan jelas. "Tenanglah, aku di sini. Kamu aman di rumah ini."

Dengan masih sesegukan, Safa mengangguk. Saat tangan hangat itu menyentuhnya, Safa merasakan kehangatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Rasa aman dan nyaman, walau ia baru sehari bersama sang suami.

'Tidak salah, kan, kalau aku merasa aman di dekatnya? Aku tahu dia tidak menyukaiku, tapi kenyataan bahwa dia baik padaku sudah cukup bagiku,' ucapnya dalam hati.

Arlan membimbing Safa untuk kembali berbaring, namun gadis itu justru menatap Arlan dengan mata berbinar seperti anak kucing.

"Aku takut. Bisakah Mas tetap di sini sampai aku benar-benar tertidur?"

'Kenapa ekspresinya begitu? Aku jadi tidak tega,' batin Arlan iba.

"Baiklah, kembalilah tidur. Aku akan tetap di sini. Kebetulan aku masih harus terjaga karena banyak pekerjaan kantor."

"Tidurlah," perintahnya lembut sambil membenarkan selimut.

Safa mengangguk patuh. Perlahan ia kembali memejamkan mata. Sesekali ia melirik ke arah sang suami yang tengah serius di depan tumpukan berkas di meja kerja. Entah berapa lama Safa memperhatikan suaminya hingga akhirnya ia benar-benar terlelap.

1
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa sih yg sering wa mas Arlan
Siti Anisa
bagus novelx suka
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
hahhahaha.. aku ngakak ngebayangin ekpresi nya si Arlan🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ganjalannya pasti tentang perasaan masing-masing🥺🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
nggak ada.. nggak punya/Tongue//Tongue/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ya ampun, siapa itu😬😬😬😬
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
aq g absen hari di mana mana krn khusus buat baca novel🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: hok O di maratonin ma aunty🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
safar cerita aja ttg hendra ke suami kamu ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
uhuk uhuk
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
idih gtau aja klo safa it istri bos kamu, klo sampe tau bs mati mendadadak riana😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
edgar sama farah aja thori, klo author g jodohin edgar sama farah, kalo gitu edgar sama aq aja gimana setujuh kan?
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: ihh aunty mah.. 🤣🤣
Berondong itu aunty, mau kah aunty🤭🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
heronya safa dateng🫶😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
blm tau aja suami safa orang keyong
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
sampe trauma begitu
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
arlan klo kamu tau safa sprti apa di rumah nya pasti kamu kasian
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
adit ini bener bener mulutnya seperti omprengan
𝓐𝔂⃝❥ ⃟🥑⃟ Sᴇɴᷢᴀͥᴀͥ☠️⃝⠀
mampir thor 🤔
Shankara Senja
safa itu bodoh bngt ya..apa apa diem..lebih baik dihajar abis sm mama lo dari pd dihajar abis diranjang sm bpk tiri lo.masa depan lo hancur ..kabur ,kek,takut bngt ga nemu makan..apa pengen ngancurin masa depan lu di perkosa bapak tiri lo..lo hancur jg keluarga lo ga perduli
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: Iya mungkin kabur lbih enak. Tapi ada sebagian orang gak akan berani kak. Mereka selalu memikirkan bakti dan takut akan hal-hal yang belum pasti. 🤧
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
ingat safa selalu tutup pintu dan kunci klo perlu gembok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!