[Eksekusi penjahat berhasil! 1 Milyar telah dikirim.]
Luis, pengacara miskin yang selalu dihina karena tak pernah memenangkan kasus, mati tertabrak saat pulang.
Namun ia kembali ke masa lalu bersama Sistem Saldo Eksekutor, sistem misterius yang memberinya hadiah uang setiap kali berhasil mengeksekusi kasus dan menjatuhkan para penjahat.
Dari pengacara gagal, Luis mulai bangkit menjadi sosok mengerikan di balik hukum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21: Mode sulit
Luis duduk di tepi tempat tidurnya yang keras, baru saja selesai mengganti baju setelah latihan berat.
Keringat masih sedikit membasahi keningnya. Namun, rasa lelah fisiknya seketika menguap berganti dengan keterkejutan yang luar biasa saat layar biru sistem muncul secara paksa di depan matanya.
Layar itu tidak lagi berwarna biru tenang, melainkan berkedip-kedip dengan warna merah di bagian pinggirnya, memberikan kesan peringatan yang mencekam.
[Mode Sulit Diaktifkan!]
[Keterangan: Sistem mendeteksi kekuatan inang telah melampaui rata-rata target level rendah. Untuk menjaga keseimbangan dan tantangan, harga setiap fitur ditingkatkan. Hadiah atas kemenangan akan disesuaikan dengan tingkat kesulitan baru.]
"Sial! Ternyata sistem ini tidak sepenuhnya mendukungku," Luis mengumpat pelan, suaranya terdengar kesal di keheningan kamar. "Dia bisa bersikap netral juga. Dia tahu fitur sistem ini terlalu kuat kalau harganya murah terus."
Luis segera mengecek sisa saldonya. Setelah membayar biaya latihan pribadi yang mahal di sasana The Den selama beberapa pekan terakhir, saldo yang tersisa adalah Rp 8,4 Miliar. Angka yang tadinya terasa sangat aman dan cukup untuk melakukan apa saja.
Namun, saat ia melihat daftar harga fitur yang baru, matanya melotot lebar. Jantungnya berdegup kencang karena rasa tidak percaya.
[Fitur Sistem: Menu Sabotase & Eksekusi - LEVEL SULIT]
Penyadap Jaringan Global: Rp 8.000.000.000 per sesi.
Manipulasi Bukti Digital: Rp 8.000.000.000 per file.
Pembelian Informasi Rahasia (Black Market Data): Rp 8.000.000.000 per paket.
Alibi Palsu Sempurna: Rp 8.000.000.000 per kejadian.
Sabotase Kendaraan/Peralatan Otomatis: Rp 8.000.000.000 per target.
"Benar-benar gila!" Luis memukul kasurnya dengan geram. "Sistem anjing! Kalau begini... aku hanya dapat bergerak satu langkah. Satu kali klik, dan uangku hampir habis tak bersisa."
Ia menyandarkan punggungnya ke dinding, menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang berputar cepat.
Kenaikan harga ini benar-benar tidak masuk akal. Dari jutaan menjadi miliaran secara instan.
Ini berarti sistem secara paksa membatasi ketergantungan Luis pada bantuan teknologi.
Jika sebelumnya Luis bisa melakukan sabotase, menyadap pembicaraan, sekaligus menghapus bukti dalam satu paket serangan, sekarang ia harus memilih salah satu dengan sangat hati-hati.
Jika ia salah pilih, ia akan kehabisan modal dan harus menghadapi musuh berikutnya dengan tangan kosong tanpa bantuan sistem sama sekali.
"Haah... tenangkan dirimu Luis," ia menarik napas dalam-dalam, mencoba mengatur emosinya seperti saat ia masih menjadi pengacara di ruang sidang dulu. "Sistem hanyalah alat bantu... kau lah yang melakukan keadilannya. Alat ini cuma pemanis, intinya tetap ada pada otak dan ototmu."
Ia mulai menganalisis musuh yang akan datang: Kelompok Pengembang Bumi Makmur.
Mereka bukan sekadar geng sekolah seperti Kenzo. Mereka adalah korporasi yang memiliki uang, pengacara licik, dan pasukan preman bayaran yang profesional.
Mereka akan datang dalam 48 jam untuk memaksa ayahnya menjual tanah ini. Di kehidupan lalu, mereka tidak segan-segan membakar rumah jika negosiasi gagal.
"Kalau aku menggunakan Penyadap Jaringan, aku akan tahu rencana mereka, tapi aku tidak bisa menghapus bukti kalau aku menyerang mereka nanti," Luis bergumam, menimbang-nimbang pilihannya.
"Kalau aku menggunakan Informasi Rahasia, aku mungkin bisa menghancurkan bos mereka lewat skandal, tapi itu butuh waktu lama untuk diproses, sementara mereka akan datang besok lusa."
Luis melihat tangannya sendiri yang kini sudah jauh lebih besar dan berurat. Bekas luka kecil di buku-buku jarinya akibat latihan semalam tampak masih kemerahan. Ia merasakan kekuatan yang mengalir di tubuhnya.
"Aku punya 8,4 Miliar. Aku akan simpan uang ini sampai detik-detik terakhir," Luis memutuskan. "Aku tidak akan membuang 8 Miliar sekarang hanya untuk mengintip. Aku akan menunggu mereka datang ke rumah ini, melihat siapa yang mereka bawa, dan saat mereka merasa paling kuat... di situlah aku akan menggunakan satu-satunya 'peluru' 8 Miliar ini untuk menghancurkan mereka sekaligus."
Luis kemudian mematikan layar sistem. Ia beranjak ke meja belajarnya, mengambil sebuah peta lingkungan sekitar rumahnya dan mulai menggambar rute-rute pelarian serta titik-titik buta yang tidak terjangkau pandangan orang dari jalan utama.
"Kalian pikir bisa datang ke sini dan menginjak-injak keluargaku lagi?" Luis menatap foto keluarganya yang ada di atas meja. Di sana ada Ayah, Ibu, dan Luna yang tersenyum lebar.
Senyuman Luis berubah menjadi dingin dan tajam. "Kali ini, kalian bahkan tidak akan sempat melihat siapa yang menghantam kalian."
Malam itu, Luis tidak tidur nyenyak. Ia terus mengasah indranya, mendengarkan setiap suara di luar rumah, mempersiapkan diri untuk perang yang sesungguhnya.
Harga yang naik gila-gilaan dari sistem bukannya melemahkannya, malah membuat naluri predatornya semakin tajam. Ia sadar, ia tidak boleh lagi bermain-main.
Setiap gerakan harus mematikan. Setiap keputusan harus sempurna.
Karena dalam Mode Sulit ini, satu kesalahan kecil berarti kematian, bukan cuma bagi dirinya, tapi juga bagi keluarganya.