Adik kandungnya, Chantika tiba-tiba saja berubah sifat. Merebut pria yang dicintainya, memonopoli cinta kedua orang tua mereka, setiap usaha yang dipegang adiknya selalu berhasil.
Hingga, pada suatu saat Chantika entah kenapa berusaha membunuh Violetta.
Dalam kematian yang hampir menjemputnya, banyak tanda tanya dalam diri Violetta.
Bagaimana pun dia berusaha tidak akan dapat menyaingi Chantika? Mengapa kekasihnya lebih mencintai Chantika? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?
Namun.
Tiba-tiba saja layar berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dilengkapi seorang pemuda dengan pakaian aneh.
"Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."
"Ka...kamu siapa?"
"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi."
Dunia yang ditempati Violetta adalah dunia novel. Dengan Violetta yang merupakan protagonis. Sedangkan Chantika memasuki dunia novel dan merubah cerita seenaknya.
Pertarungan antara penjelajah dan protagonis dimulai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pacar
Violetta tertegun diam sejenak. Jujur saja Sebastian sudah bagaikan cumi-cumi di matanya. Berbanding terbalik dengan pemuda ini. Terlihat benar-benar tampan, selalu berpihak dan melindunginya.
"Kamu! Violetta apa yang sebenarnya terjadi? Siapa dia!?" Teriak Sebastian.
"Pacar baruku." Jawaban penuh senyuman dari Violetta. Bergelayut manja di lengan sang pemuda.
Pemuda yang ingin memberikan peringatan, agar tidak sembarangan berbicara di hadapan protagonis pria. Jika begini bukankah protagonis pria akan sulit kembali pada protagonis wanita. Tapi tidak dapat berucap sama sekali mengingat dirinya dapat dilihat oleh orang lain.
Menduga rasa suka protagonis akan tetap berada di angka 15%.
Tapi, tiba-tiba layar transparan terlihat. Notifikasi penambahan rasa suka protagonis pria tertulis.
'Selamat, rasa suka protagonis pria bertambah secara permanen menjadi 18%. Host mendapatkan tambahan 12 poin.'
Pemuda yang terlihat tidak mengerti. Hati manusia mengapa dapat begitu rumit. Sedangkan Violetta bagaikan tidak peduli sama sekali, begitu melekat pada sang pemuda.
Mungkin hostnya kali ini begitu cerdas. Memikirkan rencana unik untuk meningkatkan rasa suka protagonis pria dalam waktu singkat. Dirinya hanya harus mengikuti perintah hostnya.
"Violetta!" Bentak Sebastian bangkit.
"Apa!?" Violetta membentak balik. Bagaikan aroma permusuhan benar-benar terlihat dari wanita ini.
Sebastian terdiam sejenak, Violetta tidak pernah seperti ini. Sama sekali tidak pernah membentak dirinya. Kenapa tiba-tiba berubah 180 derajat?
Chantika mengernyitkan keningnya, bingung memilih antara pria rupawan tidak manusiawi, dengan protagonis pria. Menelan ludahnya, tapi dalam novel seharusnya tidak ada orang ini. Apa karena dirinya merubah alur?
Entahlah, selain protagonis pria, sudah pasti semuanya tidak penting.
"Ka... kakak, kenapa kakak mengkhianati Sebastian?" Sebuah pertanyaan dari Chantika berurai air mata. Membuat kesan tidak berdaya. Dirinya akan merebut semua milik protagonis wanita, termasuk pria ini cepat atau lambat.
"Dasar wanita murahan!" Sebastian mengepalkan tangannya. Bagaimana mungkin Violetta tiba-tiba menyukai pria lain."Kalau kamu memutuskan hubungan dengan g*igolo ini, kemudian berlutut meminta maaf di hadapan Chantika karena sudah mem-plagiat karyanya. Akan aku pertimbangkan untuk memaafkanmu."
Violetta mengangkat sebelah alisnya, kemudian bertanya."Salahku dimana?"
"Anak tidak berbakti. Kamu mem-plagiat karya Chantika. Dan sekarang berselingkuh dari Sebastian!" Dania tidak dapat menahan emosinya lagi. Putri sulungnya benar-benar tidak berguna, membuat malu, bahkan berniat merusak reputasi adiknya sendiri.
"Berselingkuh? Lalu tanda cinta di leher Chantika apa?" Pertanyaan penuh senyuman dari Violetta.
Wajah Sebastian pucat pasi menyadari tanda yang dibuatnya sama sekali tidak ditutupi oleh Chantika.
"A...aku..." Chantika terlihat gugup menunduk bagaikan ingin kembali menangis. Padahal aslinya tersenyum, menyakiti hati protagonis wanita.
Plak!
"Murahan! Pencuri teriak pencuri!" Violetta menamparnya penuh napsu. Jujur saja, ini menyenangkan, terlebih mengetahui yang ada di dalam tubuh Chantika bukan adik yang disayangi olehnya. Violetta tidak akan menahan diri lagi.
Pemberitahuan tertulis di layar transparan, berikut dengan notifikasi bertuliskan.
'Selamat berhasil menciderai penjelajah dimensi. Tambahan 5 poin untuk host. Total poin saat ini 17 poin.'
"Ayah...ibu...A...aku ..." Chantika menangis terisak memeluk Dania.
Sebastian menatap lembut ke arah Chantika. Gadis ini begitu polos, tentu saja tidak mengetahui bagaimana cara menutupi bekas keunguan.
"Maaf, aku dan Chantika terbawa suasana." Ucap Sebastian menunduk.
Sedangkan Prana benar-benar mempertimbangkan semuanya. Pada awalnya akan mengandalkan Violetta untuk menjadi istri dari Sebastian yang berasal dari keluarga keluarga konglomerat. Tapi ternyata Chantika benar-benar bintang keberuntungan. Sedangkan Violetta bintang sial yang hanya dapat menghabiskan uang.
"Paman memang sudah mempertimbangkan untuk memutuskan pertunanganmu dengan Violetta. Chantika tidak akan pernah mengkhianatimu. Dia bintang keberuntungan keluarga kami." Prana menepuk pundak Sebastian. Bagaikan begitu mudah memberikan restu.
Sebastian dari keluarga konglomerat. Begitu rupawan, pintar, memiliki banyak koneksi. Benar-benar calon menantu impiannya. Syukurlah Chantika lebih pintar dibandingkan dengan Violetta.
Prana yakin, pemuda ini hanya pria penghibur yang akan menghabiskan harta putri sulungnya.
"Wah! Selamat ya? Kalian memang pasangan serasi." Ucap Violetta penuh senyuman, pengkhianat memang pantas dengan pengkhianat.
"Ayo sayang..." Violetta melangkah menuju lantai dua, diikuti oleh sang pemuda. Yang membimbing langkah Violetta. Bagaimana Violetta adalah tuan putri dengan tubuh yang rapuh.
"Tunggu!" Teriak Prana."Jangan fikir kamu dapat menikah dengannya. Seenaknya memilih pasangan pria penghibur sepertinya. Violetta! Ayah akan mengatur perjodohanmu dengan keluarga lain."
"Kalau aku tidak mau?" Violetta sedikit berbalik kemudian tersenyum.
"Jika kamu tidak mau, ayah tidak akan menganggapmu bagian dari keluarga ini lagi!" Teriak sang ayah murka.
"Baik! Keluarkan aku dari kartu keluarga." Violetta terlihat percaya diri. Jika menetap cepat atau lambat Chantika akan melakukan hal yang lebih ekstrim padanya. Lagipula semua anggota keluarganya hanya pengkhianat yang dibutakan oleh keuntungan pribadi.
"Tidak bisa seperti itu! Kalau kamu tidak mau mengikuti perjodohan, dan ingin meninggalkan rumah. Kembalikan semua warisan yang mendiang nenekmu berikan. Aku tidak sudi warisan ibuku digunakan untuk menghidupi g*igolo!" Bentak Dania mengepalkan tangannya.
"Itu hakku. Tapi jika uang dapat membeli jasamu untuk melahirkan dan membesarkanku, maka akan aku kembalikan 2 kali lipat dari total warisan yang nenek berikan padaku." Violetta menghela napas benar-benar berusaha keras untuk tersenyum.
Mengingat perlakuan ibu dan ayahnya. Chantika sakit-sakitan dan tidak begitu pintar. Mendapatkan perhatian lebih, dirinya harus mandiri sejenak dini. Ditekan oleh harapan kedua orang tuanya, belajar biola, les tari, les bahasa asing, masih banyak kegiatan lainnya.
Tujuannya? Entahlah, tapi sedari kecil Dania mendorongnya untuk mendekati Sebastian dan kedua orang tua pemuda itu. Menyenangkan mereka, tangan kecilnya belajar menyajikan teh. Sedikit saja prestasinya turun, atau bertingkah manja, maka pukulan rotan akan didapatkannya.
Violetta baru menyadarinya saat ini, semuanya hanya agar dirinya dapat dijual di pasar pernikahan. Dalam artian mendapatkan pria kaya agar menjadi berguna untuk keluarga.
"Tiga kali lipat! Jika dalam tiga bulan kamu tidak mampu mengembalikan. Maka kamu harus menikah dengan pria pilihan kami!" Ancaman dari sang ibu.
Wanita yang hanya tersenyum, air matanya tidak menetes lagi. Mungkin telah jenuh dengan segalanya. Sang ibu yang mendoktrinnya, agar mengorbankan segalanya untuk menjadi istri Sebastian. Ayahnya yang memukulinya, jika tidak mendapatkan prestasi sesuai harapan.
Mungkin hanya Chantika, adiknya yang sakit-sakitan. Hanya itulah yang tidak menyakitinya, hanya Chantika temannya bicara. Hingga keadaan Chantika tiba-tiba memburuk. Sempat mendapatkan diagnosis kematian. Tapi sebuah keajaiban Chantika hidup kembali, tapi sifatnya berubah 180 derajat.
Bukan adiknya, Chantika yang asli sudah meninggal. Orang ini hanya penjelajah dimensi yang menempati tubuh adik kandungnya.
"Baik! Dalam 3 bulan aku akan memutuskan hubungan dengan keluarga ini. Kemudian hidup bahagia dengan pria tampan!" Kembali Violetta bergelayut manja pada sang pemuda yang menunjukkan raut wajah datar.
"Dasar anak durhaka!" Bentak Prana. Sementara Chantika perlahan tersenyum, Violetta menghancurkan hidupnya sendiri. Bukankah itu bagus.
"Sayang... kakiku sakit, gendong aku." Ucap Violetta manja.
"Siap melayani anda...nona." Sang pemuda, mengangkat tubuh Violetta ala bridal style. Melangkah menaiki tangga. Sedangkan Violetta mengalungkan tangannya pada leher sang pemuda. Mengedipkan sebelah matanya pada mereka seakan-akan mengejek.
Sebastian mengepalkan tangannya. Entah mengapa ada yang aneh dalam dirinya.
Notifikasi pada layar transparan terlihat.
'Selamat rasa suka protagonis pria bertambah 1% secara permanen. Host mendapatkan tambahan 4 poin.'
Sementara Violetta tersenyum, kapan lagi dapat mendekati pria tampan. Mengigit pelan leher sang pemuda.
melewati lembah?
atau melewati bukit?
bongkar rahasia kalau sebenarnya Violetta pewaris sah harta itu
biar prana dan Diana jadi gembel juga gpp
ketawa jahat boleh ga sih