NovelToon NovelToon
LOTUS YANG TERASING

LOTUS YANG TERASING

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Wanita perkasa / Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.

*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"

*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"

*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"

*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"

*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?

*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?

*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 08: Identitas Baru!

***

Para bangsawan terlelap dengan nyenyak malam itu, tanpa mereka sadari, jika pasukan Anlian perlahan sudah memasuki Ibukota.

Kabut pagi di dalam Ibukota Kekaisaran bergerak perlahan, menyelimuti jalan gerbang timur yang tampak kusam dan jarang dilalui oleh para Bangsawan.

Lima sosok pria berjubah sederhana berdiri santai di antrian masuk, tanpa tergesa sedikitpun.

Shen Luo berdiri paling depan, sambil menggigit sehelai batang rumput yang sudah kering.

"Sebaiknya jaga jarak aman, jangan terlalu mencolok!" gumamnya pelan, namun dapat di dengar oleh keempat bawahannya.

"Dimengerti, Tuan S!" jawab PP-03 dengan suara lirih.

Saat giliran mereka masuk, penjaga gerbang itu melirik mereka sekilas.

"Kalian ingin masuk untuk apa?" tanya si penjaga gerbang dengan nada malas.

"Mencoba peruntungan saja ... Kami adalah pedagang obat keliling dari wilayah Selatan ..." jawab Shen Luo dengan nada santai.

Penjaga itu menguap lebar, memperlihatkan sebagian giginya yang berwarna kuning.

"Barang kalian mana?" tanya penjaga gerbang itu.

Shen Luo bergegas mengeluarkan sekantong perak berisi sekitar 50 tael, lalu menyelipkan ke tangan si penjaga itu.

"Hehehehe, Tuan ... Hanya herbal kering dan minyak gosok saja. Tidak layak diperiksa diperiksa lama-lama," jawab Shen Luo sambil terkekeh.

Si penjaga gerbang itu menimbang kantong perak ditangannya, ketika merasakan beratnya, wajahnya langsung melunak.

"Ya sudah, masuk! Semoga beruntung!"

Begitu melewati gerbang itu, PP-07 langsung bertanya kepada Shen Luo.

"Semudah itu, Tuan S?" tanya PP-07.

"Pelajaran pertama untuk kalian, di Ibukota Kekaisaran ini 'Hukum adalah Uang'. Artinya, selama ada uang, maka hukum dan peraturan bisa dikesampingkan dengan mudah ..." jawab Shen Luo.

"Oleh sebab itu, Nona Duxin sudah membekali kita banyak emas kemarin, karena dia tahu, jika di dalam sini, semua urusan bisa diselesaikan dengan uang ..." lanjut Shen Luo.

"Oh, begitu. Baiklah, kami paham!" jawab keempat pria bawahannya itu.

"Sekarang kita akan kemana?" tanya PP-03.

"Mencari penginapan yang tidak terlalu mencolok ..."

"Oke!"

Setelah mencari cukup lama, akhirnya mereka menemukan sebuah penginapan tua yang sesuai dengan selera nona mereka.

Lantainya berderit, saat diinjak oleh orang-orang yang datang kesana.

Pemilik penginapan itu adalah seorang pria kurus bermata kecil, yang kini sedang menatap mereka dengan curiga.

"Mau sewa kamar?" tanyanya dengan sikap waspada.

"Ya, sebelas kamar yang layak, dan kami akan sewa selama dua bulan kedepan," jawab Shen Luo.

"Sebelas kamar layak? Banyak sekali! Kalian hanya berlima loh!" ujar si pemilik penginapan itu, semakin curiga.

"Teman-teman kami akan datang dua hari lagi, tenang saja ... Kami tidak akan merugikan Anda ..." jawab Shen Luo, sambil meletakkan lima keping emas diatas meja.

Melihat kilauan emas itu, si pemilik penginapan langsung sumringah. Dia mengambil kepingan emas itu dan mengujinya dengan cara menggigitnya.

"Tenang saja, emas itu asli ..." ujar Shen Luo dengan wajah datar.

"Saya tahu. Kamar terbaik berada di lantai dua, walau tidak besar, tapi keadaannya cukup baik dan nyaman."

"Namun, atapnya sedikit ... bocor. Nanti saya perbaiki ..." ujar si pemilik dengan wajah ramah.

"Tidak masalah," jawab Shen Luo.

Begitu masuk ke dalam salah satu kamar, PP-01 langsung mengunci pintunya.

"Apa langkah selanjutnya, Tuan S?" tanya PP-01.

"Membuat identitas palsu untuk semua orang, mendaftarkannya kepada Pejabat setempat, lalu baru bergerak untuk mencari rumah besar yang sesuai dengan keinginan Nona Duxin!" jawab Shen Luo.

"Sebelum Nona Duxin tiba, sebaiknya kita mencari tahu wilayah ini dengan baik, agar tidak terlalu bingung nanti ..." lanjut Shen Luo kepada bawahannya.

"Kami mengerti, Tuan S!"

"Wilayah Timur ini cukup sepi dan miskin, semuanya akan mudah dengan uang ..." ujar PP-03 dengan nada meremehkan.

"Kamu mau senang-senang dulu malam ini?" tanya Shen Luo kepada bawahannya.

"Tidak perlu, Tuan. Selain Nona D dan Nona Y, tidak ada wanita yang membuat kami terpikat! hahahaha. Nanti kita bisa senang, setelah semua urusan beres dan Nona D sudah berhasil dengan rencana pertamanya," jawab PP-05 dengan lugas.

"Benar! Para wanita sangat merepotkan!" sahut PP-01 dengan wajah jijik.

Shen Luo hanya terkekeh pelan sambil rebahan, saat mendengar ocehan mereka.

"Hehehehe ... Ternyata otak kalian masih bagus, walau terkena serum-serum hebat Nona D itu ..."

"Tentu saja bagus! Tanpa Nona D, kita tidak akan bisa menjadi kuat seperti ini ..."

"Bagus!"

Sementara itu di Lembah Bangkai wilayah Terkutuk Utara, Anlian sedang berdiri di depan sebuah peta wilayah yang besar.

Yaoyao berdiri disampingnya dengan setia.

"Shen Luo sudah berhasil masuk dan menemukan penginapan yang tidak terlalu mencolok, Nona ..." lapor Yaoyao.

"Aku tahu ... Cincin ruang yang kalian pakai, berfungsi sebagai alat komunikasi dan pelacak. Jadi aku tahu, tanpa harus diberitahu ..." jawab Anlian, datar.

"Apakah semua ini tidak terlalu cepat, Nona?" tanya Yaoyao.

"Tidak! Semuanya sesuai dengan perhitunganku ..." jawab Anlian.

"Berangkatkan kelompok kedua dan ketiga malam ini, dan kita berangkat dengan kelompok terakhir nanti ..." perintah Anlian pada Yaoyao.

"Ibukota sedang mempersiapkan festival musim gugur, membuat orang-orang lengah, karena semua mata tertuju ke arah Istana Kekaisaran. Pergerakan kita akan aman ..." lanjut Anlian.

"Aku mengerti!" jawab Yaoyao sambil menganggukkan kepalanya.

"Bawa semua perlengkapan mereka yang tersisa, berikan kepada kelompok dua dan tiga, agar mereka menyimpannya di dalam cincin ruang mereka," ujar Anlian.

"Baik!"

"Bagaimana perasaanmu, Yaoyao?" tanya Anlian.

Yaoyao menatap pantulan wajahnya yang dingin dan semakin cantik di sebuah kaca.

"Aku merasa seperti telah dilahirkan kembali, ke dalam sosok yang berbeda ..." jawab Yaoyao.

"Bagus! Itu adalah tujuan utamaku, karena identitas seseorang adalah sebuah kelemahan yang ... fatal!"

Keesokan harinya di Ibukota, Shen Luo sudah membereskan semua urusan untuk identitas baru mereka.

Kesembilan belas orang bawahannya, beridentitas sebagai pelayan utama untuk Keluarga tersembunyi yang bermarga 'Duxi' dengan pewaris tunggal Nona Duxin.

Yaoyao dan Shen Luo beridentitas sebagai pengawal pribadi sang Nona, dan keluarga mereka sudah musnah karena sebuah bencana di wilayah Utara.

Setelah semuanya beres, Shen Luo dan keempat bawahannya sekarang berdiri di depan sebuah rumah besar yang tidak terawat.

Dindingnya banyak yang retak, gerbang kayu yang sudah lapuk, dan halamannya yang sudah dipenuhi oleh rumput liar.

Seorang pria paruh baya menghampiri mereka dengan wajah curiga.

"Mau apa kalian semua berdiri di depan rumah ini?" tanya pria paruh baya itu dengan nada tidak ramah.

"Saya ingin membeli rumah ini," jawab Shen Luo, dingin.

"Haaah?!! Kalian berminat dengan rumah terkutuk ini? Jangan bercanda dengan saya!" ujar pria paruh baya itu dengan nada meremehkan.

"Kami tidak bercanda! Kami serius ingin membeli kediaman ini!" sahut PP-01 dengan nada kesal.

"Baiklah! Harganya seribu tael emas!" ujar pria paruh baya itu.

Shen Luo melihat pria paruh baya itu dengan tatapan datar.

"500 tael emas, surat-surat sudah bersih!" ujar Shen Luo.

"Tidak bisa! Harga sudah ditetapkan!" sahut pria paruh baya itu dengan wajah angkuh.

"400 tael emas, atau kami pergi!" ujar Shen Luo.

Pria paruh baya itu terdiam sejenak, memikirkan rumah peninggalan leluhurnya yang sudah rusak itu.

"600 tael emas, surat-surat akan langsung diurus ..." ujar pria paruh baya itu akhirnya.

"550 tael emas, bersih!" sahut Shen Luo.

"Baiklah! Saya mengalah! Siapkan uangnya, dan saya akan menyiapkan surat-suratnya," ujar pria paruh baya itu dengan wajah suram.

"Baik, disetujui ..." sahut Shen Luo, sambil menjabat tangan pria itu.

Setelah pria itu pergi dari sana untuk mempersiapkan surat-surat rumah itu, Shen Luo memerintahkan bawahannya mencari orang untuk merenovasi rumah itu.

Membuat papan nama, dan menggali ruangan bawah tanah sesuai dengan perintah Nona mereka.

"Semakin cepat selesai, akan semakin baik. Tidak apa-apa banyak orang yang mereka bawa, tapi untuk ruangan rahasia itu ... Kita yang akan membangunnya!" ujar Shen Luo.

"Kami paham!"

Keempat bawahannya langsung melesat pergi dari sana, untuk melaksanakan perintah.

Sedangkan Shen Luo, dia tetap disana untuk menyelesaikan pembelian kediaman itu dan melaporkan semuanya kepada Nona Duxin.

Anlian telah menerima laporan lengkap situasi di Ibukota pada malam harinya, wajahnya terlihat sumringah.

"Efisiensi kerja Shen Luo sangat cepat dan tepat. Sebelum dua bulan, kita bisa menempati kediaman itu dengan identitas Keluarga Tersembunyi 'Duxi' ..." ujar Anlian kepada Yaoyao.

Yaoyao merasa cukup senang, akhirnya mereka bisa kabur dari pengasingan dengan identitas baru yang lebih terhormat.

"Langkah awal kita nanti apa, Nona?" tanya Yaoyao.

"Memusnahkan Keluarga Hua sampai ke akar ..." jawab Anlian dengan nada dingin.

"Langkah awal, cari informasi semua Keluarga Hua dengan tepat, agar bisa kita musnahkan dari dunia ini. Setelah itu, kita akan mencari informasi terkait Selir Bai, sebelum memusnahkan mereka dengan ... racun!"

"Dengan bantuan T2, semua langkah kita akan mulus kedepannya. Siapapun yang menghalangi, tumpas sampai habis!" ujar Anlian dengan tatapan penuh dendam.

Yaoyao hanya bisa terdiam, saat mendengar rencana majikannya itu.

Terdengar sadis dan kejam, untuk seorang gadis yang baru berusia 18 tahun.

Namun, itulah kenyataannya ...

Mereka yang memulainya, maka Anlian yang akan mengakhirinya.

"Kapan kita berangkat, Nona?" tanya Yaoyao.

"Besok malam ..."

Keesokan harinya, Anlian memasuki Ibukota dengan sebuah kereta sederhana, bersama dengan sisa pasukannya.

Yaoyao duduk di depan bersama kusir dan PP-17, sambil bernostalgia sedikit.

"Nona ... bau Ibukota ini ..."

"Bau Kekuasaan dan ... Da-rah!" sahut Anlian.

Tanpa banyak drama, kereta itu akhirnya tiba di depan pintu penginapan.

Shen Luo dan keempat belas bawahannya langsung menyambut kedatangan Anlian dengan penuh hormat.

"Selamat Datang ke Ibukota, Nona Duxin!" ujar mereka serempak.

Anlian turun perlahan dari dalam kereta, matanya memandang kesekelilingnya dengan tatapan waspada.

Tanpa basa-basi, Anlian langsung menuju ke dalam kamarnya, guna mendengar laporan Shen Luo.

Yaoyao langsung menyeduh teh untuk Anlian, sementara Anlian duduk dengan santai di sebuah kursi kayu.

"Bagaimana semuanya? Apakah lancar?" tanya Anlian.

"Semua lancar, Nona. Renovasi Kediaman sudah 70%, ruang rahasia sudah hampir siap, dan tidak ada masalah yang berarti untuk identitas baru kita," jawab Shen Luo sambil berlutut.

"Kerja bagus, Shen Luo!"

"Namun, sepertinya ada yang sedang mematai-matai kita, Nona ..." ujar Shen Luo.

"Bagaimana kamu tahu?" tanya Anlian.

"Ada beberapa pengemis yang sering terlihat di sekitar kediaman kita. Mereka tidak meminta apapun, hanya duduk dan mondar-mandir di depan gerbang kediaman ..." jawab Shen Luo.

Anlian menyesap tehnya dengan anggun, lalu dia menyeringai.

"Ada yang penasaran dengan kedatangan kita di wilayah ini ... Biarkan mereka semakin penasaran, jika bertindak berlebihan ... Bu-nuh!"

"Laksanakan perintah!"

Para Bangsawan diluar sana tertawa penuh kebahagiaan untuk menyambut Festival Musim Gugur, sementara pihak Anlian sedang fokus dengan rencana pertama mereka, yaitu ...

Pemusnahan Keluarga Bangsawan Hua!_

♨♨♨

1
Murni Dewita
double up thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: InsyaAllah ya, Kak Murni ...🤗🙏🏻💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
wow kereeeeeennn ternyata si twins juga tranmigrator ya 🙏🙏👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Iya, Kak ... Prajurit elit dari masa depan ...😂
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke 🤗💖💖💖
total 3 replies
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Hai pembaca setia cerita ini ...🤗

Terima kasih atas dukungan kalian dengan membaca cerita ini. Jika kalian suka tolong bantu Author d4ngan komen, like, Subscribe, dan ratingnya oke? 😊🙏🏻

Terima kasih ...💖💖💖
Lala Kusumah
bukan triplets ya Mak kok twins, tapi tak apa-apa sama aja kok sing penting kembar 😍😍😍👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ya allah, dia ngakak ...🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Murni Dewita
💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😊🤗💕💕💕💕
total 1 replies
Murni Dewita
👣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo, Kak Dewita ... Selamat membaca dan semoga suka dengan ceritanya ...😊🙏🏻🤗💕💕💕💕💕
total 1 replies
Lala Kusumah
good job Anlian 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁😘😘😘💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
wah Anlian dapat rezeki nomplok tuh, mantaaap 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: sok atuh main ke bandung, Kak Lala ... kita ngaliwet bareng ....🤣🤣🤣
total 3 replies
Lala Kusumah
rasain Lo....
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁 ....
total 1 replies
Lala Kusumah
wow
Lala Kusumah: hai....
total 2 replies
aku
mawar thor biar semangat update, sp tau doble up 🙈🙈😁😁
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Semangat kok, Kak ... hanya lagi berduka hari ini, saudara aku meninggal. Kalau double up, aku nyerah kak ... otaknya gak kuat mikir ...🤣🤣🤣🤣🤣🤣. Terima kasih dukungannya, Kak ...🙏🏻😘🤗💖💖💖💖
total 1 replies
aku
red rose untukmu thorrr ❤️❤️❤️
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Thank you kak ...🙏🏻😊🤗💖💖💖💖💖💖
total 1 replies
aku
lope sakeboooonnnn ❤️❤️❤️
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Lope yuh sekebooon tooo kak ...🤗💖💖💖🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo, Kak Dewi ... Terima kasih hadirnya dan happy reading ....😊🙏🏻🤗🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
gustiiiiii eta Upin dan Ipin 😂😂😂
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣 ....
total 1 replies
Lala Kusumah
jangan terlalu kasar ya 🙏🙏🙏
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
Lala Kusumah
semangat Anlian 💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Lala ...🙏🏻😊🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Ana Jus
seandainya ruangan itu ada di dunia nyata
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Aku juga baru nulis lagi di sini, setelah lama vakum 🤭.
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!